
“Maafkan ketidaksopananku, tapi anda pikir aku sudi meninggalkan—“
“Konselor Shi” panggil Hong Shuren menarik lengan pengikutnya, melihat tetapan anak perempuan tersebut secara terpaksa Hong Shi pun ikut menjauh memberikan ruang diskusi untuk mereka.
“Salam kenal, Raja Black Dragon Empire. Yang Mulia Long Heiyan”
“Ahh....salam kenal, aku tak menyangka bakal berkenalan lagi denganmu tuk kesekian kalinya. Shuren” Heiyan memperhatikan penampilan sosok di hadapannya dari atas ke bawah.
Keduanya membicarakan sesuatu hal penting sekaligus menghentikan peperangan yang tengah terjadi, usai melakukannya masing – masing menarik kembali pasukan kemudian tidak berselang lama mengumumkan genjatan senjata. Lebih mengenjutkannya lagi Blue Tortoise Empire serta White Tiger Empire menyusul beberapa hari setelahnya menyatakan kalau ikut mengambil tindakan serupa.
><
Ketika terbangun Yawen segera mengamuk lalu menuntut agar dikirim menyerbu Red Phoenix Empire, saat itu Guanting adalah pemegang kekuasaan tertinggi karena Long Heiyan memutuskan menjalankan latihan tertutup sesudah kesepakatan antar empat kerajaan terealisasi.
Mendapati fakta ini makin menyebabkan Long Yawen frustrasi, sekeras apapun dia mencoba ayahnya tidak mungkin bergeming jika telah menerima perintah. Ingin mengubah pikiran kakeknya juga mustahil dilakukan sewaktu ia mengurung diri meningkatkan praktik kultivasinya.
“Persetan! Kalau Ayah tak mau baiklah! Semisal aku harus pergi sendiri sekalipun bukan masalah buatku!”
BRUAKHH!!!
Yawen memanggil Oathbreaker Machete ke tangannya sebelum berbalik hendak pergi, belum sempat melangkah. Kepalanya menghantam tanah dengan sangat keras hingga dirinya bahkan tidak mampu mengangkat pandangannya, gadis tersebut menggeram murka sayangnya cengkraman Long Guanting masih belum bergeming.
“Yaya....sekali lagi kau memberontak....bersiaplah menerima akibatnya”
Meski lebih hangat dan berhati lembut ketimbang ayahnya, Long Guanting sangat taat kepada peraturan sehingga begitu membenci tindakan indisipliner meski pelakunya merupakan putrinya sendiri. Ancaman maupun tatapan mengerikan Guanting memaksa Yawen menyerah terus menangis, Xinyi berusaha menghiburnya namun gagal sampai tiba hari pemakaman.
Long Yawen hanya menatap dari jauh acara akbar tersebut, takut bertemu kemudian ditanyai oleh Hiwa atau kawan – kawannya mengenai Arata. Yawen mengambil kesimpulan pasti orang – orang kerajaan sudah mengabari anggota keluarga yang gugur kala perang, saat nama Arata disebut Black Dragon Princess tersedu – sedu mencoba tegar atas kesedihannya.
Menyaksikan keadaan sulit putrinya Teng Xinyi ikut merasakan sakit, akhirnya dia memberikan Yawen kebebasan pergi untuk hari ini saja lalu berjanji bakal bertanggung jawab kalau Long Guanting bertanya. Yawen berterima kasih kepada sang ibu sebelum pergi, berjalan lunglai seperti tak ada hari esok.
Long Yawen mengenali beberapa wajah yang datang di pemakaman Arata barusan, namun gagal menemukan keberadaan Saionji Hiwa. Itulah sebabnya sekarang dia melangkah mengikuti ingatan dirinya menuju kediaman mereka, demi menenunaikan wasiat terakhir Arata.
“Hah?”
“Ada apa Nona?”
“Kemana perginya orang yang tinggal di sini?” tanya Yawen menoleh sambil menunjuk sebuah rumah sederhana dengan tangan gemetar.
“Hmm? Apa maksudmu? Akulah pemiliknya, setauku penyewa pertama bakal datang besok sore”
“Mustahil....mustahil! Mustahil! Bohong! Kau pasti berbohong!”
“Hey tenanglah, aku cuma mencoba memberitahumu kebenaran—anda!?”
Pria tua tersebut terkesiap ketika mengetahui wajah dibalik tudung gadis dihadapannya, tetapi sebelum dirinya mampu berkata apa – apa Yawen menghilang bak debu tertiup angin. Dia berlari sampai dadanya terasa sesak, entah karena lelah atau sedih Long Yawen pun tak tau.
Ingatannya sewaktu Arata memberitahu sekarang sudah mempunyai tempat tinggal berkat pendapatan dari berhasil bergabung dengan Dragon Warrior mulai kabur secara perlahan, mental Yawen tergoncang sampai sulit membedakan mimpi dan kenyataan. Tanpa sadar kakinya membawa Long Yawen ke sebuah pemakaman yang terletak di atas bukit.
“Hah....Arata....hiks....” Yawen menghela napas lega menemukan nisan bertuliskan nama sahabatnya itu sembari bertekuk lutut namun gagal menahan air matanya karena seolah ditampar kenyataan kalau si bocah laki – laki penjual Nikuman telah pergi untuk selama – lamanya.
Ketika berada dalam kondisi setengah sadar Yawen merasa seseorang datang menyelimutinya menggunakan sebuah selimut jahitan sendiri, ini mengakibatkan Long Yawen membuka pandangan sedikit lalu menemukan sosok yang sangat dirinya kenal.
Saionji Hiwa berjongkok mengelus lembut nisan putranya dengan tatapan sendu, ia mengenakan pakaian tertutup serba hitam misterius. Yawen mencoba menggerakan bibirnya untuk bicara atau setidaknya meminta maaf tapi sayangnya suaranya tak keluar.
“Arata....seharusnya aku menyusulmu dan selalu mengawasi meski dari jauh, sudikah kau mengampuni aku?”
Usai mengucapkan kalimat barusan Hiwa bangkit terus melenggang pergi, Long Yawen mencoba menghentikannya namun badannya masih kaku seperti sedang diikat tali transparan. Ia menoleh untuk terakhir kali sebelum berubah menjadi kelopak bunga sakura, bersamaan waktunya Yawen terbangun masih berurai air mata.
Long Yawen sempat menganggap itu hanya mimpi, tetapi ternyata di sampingnya benar – benar terdapat selimut entah pemberian dari siapa. Pada lokasi lain yaitu ruang tahta sedang terjadi diskusi antara Guanting dan Teng Xinyi, pria tersebut memegangi selembar kertas lalu membacanya untuk kedua kalinya.
“Saionji Hiwa adalah seorang Kunoichi buron asal negeri Yinghua, dia mempunyai misi memata – matai keadaan benua Huawai terutama Southern Thousand Island. Tujuan utamanya serta rekan – rekannya memecah belah empat kerajaan besar sekaligus melemahkan Black Dragon Empire”
><
Suatu malam setelah perayaan kelahiran cucu perempuannya, Long Heiyan pergi sebentar mengunjungi pelabuhan. Dia berjalan pelan tapi pasti menyusuri pinggiran laut hingga akhirnya berhenti di salah satu titik, berbekal satu ayunan tangan suatu sihir tersembunyi langsung tersingkap.
Terlihatlah seorang wanita sedang menggendong balita menaiki sebuah sampan kecil tidak layak pakai, meski kondisinya terluka parah orang itu menatap ganas Black Dragon King seakan induk hewan buas yang tengah melindungi anaknya.
“Aku cukup mengagumi kepercayaan dirimu berani menatapku begitu di wilayah kekuasaanku sendiri, tetapi apa kau yakin bisa bertarung sekaligus melindungi buah hatimu?”
Mendengar pertanyaan barusan niat membunuhnya berkurang terus meminta belas kasih Heiyan, karena kebetulah baru mempunyai cucu akhirnya Long Heiyan membiarkannya. Namun dia memperingatkan kepada pasangan ibu serta anak tersebut supaya membuat identitas, soalnya pendatang tanpa tanda pengenal jelas bakal segera ditangkap oleh para prajurit Black Dragon Empire.
“Aku sungguh tidak menyangka dia akan menyelundup ke salah satu kapal penjual budak kemudian menyamar sebagai salah satu dari mereka”
“Kenapa Ayah baru bercerita sekarang?” celetuk Guanting menatapnya lelah.
“Karena kau menanyakan perihal ini, aku bahkan hampir melupakannya. Lagi pula salahkan ketelodoranmu tak menyadari penyusupan orang asing”
“Ugh....apa ada informasi lainnya?”
“Sebentar....aku ingat – ingat dulu, ah iya. Dia sempat mengunjungiku untuk kedua kalinya saat berpamitan pulang”
“Ayah nampaknya cukup memperhatikannya, biasanya kalau bukan sosok menarik. Beberapa hari pasti hilang dari memori anda”
“Mustahil bagi yang satu ini, sebab waktu itu banyak kejadian penting. Contohnya Yaya menangis tanpa henti, aku menghentikan latihan tertutup, mengigilnya tubuh cucuku, dan puncaknya adalah munculnya pilar putih menghiasi langit Benua Huawai” Long Heiyan menjabarkan santai sambil bertopang dagu.
-Long Yawen Arc Status Finished-
Ch.139 (165)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 26 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).