
“Nama panggilan itu sangat aneh didengar”
“Kau yang lebih dulu memulainya” protes Sheyan mengantarkan makanan untuk Bubu.
Lian menggeleng – geleng terus memeriksa bagian dadanya sendiri. Untungnya selain berkat perban istimewa bertuliskan Divine Word, adanya tambahan kontribusi bantuan Baixian menyebabkan jantung Demon pada tubuhnya berhasil disembunyikan dari Yao Sheyan. Naga putih tersebut memakai segel khusus agar penampakan kristal hitam persegi delapan ini mustahil dilihat dengan mata telanjang.
Paling tidak orang berkemampuan tinggi beserta fokus penuh atau pemilik Gift Bizzare Eyes tipe analisis seperti Jin Chyou namun mempunyai tingkat kultivasi Nascent Soul Early – Stage ke atas baru mampu mendeteksinya. Dia tersenyum puas atas hasil kerja si cacing albino sebelum bersiap menyantap sup pemberian Sheyan, baru saja memasukan sesendok ke mulut Bing Lian segera tersedak.
“Uhuk!?”
“Hmm? Kau kenapa?”
“Ummm....” Lian menggeleng sebagai jawaban kemudian cepat – cepat menghabiskannya meski tersiksa, tapi karena rasa laparnya jauh lebih kuat ia memutuskan tetap melanjutkan hingga selesai.
“Oh....kau boleh menghabiskannya kalau mau lho....”
Sheyan berkedip – kedip takjub menyaksikan napsu makan besar Bing Lian, tanpa berkomentar Lian menambah beberapa kali sampai akhirnya mencapai batas dan berjongkok sambil terbatuk – batuk mengeluarkan lidahnya. Yao Sheyan buru – buru mendekat panik mengira pria itu kesulitan bernapas.
“Hey?! Tadi kau berkata baik – baik sa—“
“OEKKK....!? Rasanya seperti obat berusia ratusan tahun! Kau memasukan apa kemari?!”
“Apa kau bilang!? Bahan – bahan pembuatanya sangat berkualitas dasar tak tau terima kasih!”
“Memangnya kau pakai apa saja?” tanya Bing Lian lemah meliriknya usai mengelap air tersisa pada bibirnya.
“Jarum Triangle Cactus, getah Sea Mint, parutan dahan Lizardberry, daun Corrupted Tea dan—“
“Cukup! Hentikan! Aku mengerti sebelum aku muntah tolong....kau jelas – jelas tidak bisa memasak! Semua yang kau sebut adalah Spirit Herb juga Magic Plant bahan dasar obat astaga....setidaknya gunakan unsur hewani demi membuat kaldu waktu merebus sup!”
Lian berjalan menuju kolam supaya dapat berkumur membersihkan rasa pahit di sekujur lidahnya, ketika kembali ia mencari keberadaan Bubu bertanya – tanya apakah makhluk kecik berbulu tersebut sungguh menikmati hidangan ciptaan Yao Sheyan, sebab kalau iya umurnya pasti akan pendek.
Ternyata Bubu nampak mengunyah sekumpulan buah mirip apel berwarna hijau dengan tangkai berbentuk layaknya kupu – kupu, Bing Lian perlahan menyesal karena seharusnya dia meminta hal serupa ketimbang menikmati sirup menyehatkan barusan. Sebenarnya semisal mempunyai praktik jauh lebih tinggi, Lian harusnya tak mungkin kehabisan perbekalan soalnya dalam Galaxy Ring miliknya ada banyak sumber daya berupa barang konsumsi.
Sayang seluruhnya hanya bagus bagi Cultivator Nascent Soul, misal anak Forging Qi sepertinya mencoba menelan kulitnya saja kemungkinan badannya nanti meletup seperti balon kelebihan udara saking besarnya kandungan Qi mereka. Salah satu contoh paling tepat pastinya Sharp Azure Pineapple.
Bahkan Spirit Beast sekelas Great Albino Whale yang berukuran jumbo membutuhkan waktu lama memproses energi buah biru berduri itu, sementara Bubu asyik makan Yao Sheyan mengamati panci sebelumnya lalu mengendus kuah pada sendok seolah mencari di mana letak kesalahan resepnya.
“Kau pernah mencicipi dulu ketika memasak tidak sih?”
“Tentu saja! Aku bukan orang bodoh tau! Slurp....” Sheyan menatapnya sinis kemudian menghirup sup buatanya.
“Bagaimama?”
“Huh!? Kau berlebihan dasar....rasanya tak seburuk—oekkk!!!”
><
“Jadi maksudmu....kau memanfaatkan momen pertemuan kita untuk menggunakan aku sebagai kelinci percobaan masakan pertamamu?”
“Maaf....salahku, aku pikir caranya tidak berbeda jauh seperti merebus obat – obatan herbal”
Yao Sheyan menyahut dongkol terus menyiramkan isi panci tersisa ke kebunnya, keduanya duduk bersebelahan memeganggi perut masing – masing sebab mulai merasakan efek samping makanan terkutuk tadi. Bubu dengan perut kenyang tertidur pulas di antara mereka.
“Namun kau memakannya cukup rakus sebelumnya wajar dong jika kupikir hasilnya lumayan”
“Sejak kecil aku sudah sebatang kara dan dibesarkan oleh kakek, kau berharap apa?”
“Ahhh....”
Kali ini giliran Bing Lian menunduk menyesal karena bicara terlalu cepat, seharusnya sesuai informasi Jin Chyou gadis di sebelahnya adalah salah satu anggota Twelve Cosmos Princess sekaligus cucu angkat Yao Quon sang Alchemist Bachelor atau Medicine Pillar. Rambut ungunya serta bau tanaman obat mempertegas dugaan barusan. Violet Alchemist Princess bernama Yao Sheyan, deskripsinya persis layaknya penuturan Chyou maupun Xue Yi.
“Jadi....bisakah kau memberitahu kita sedang berada di mana?”
“Kebetulan sekali, akupun ingin menanyakan sesuatu. Kau harus menjawabnya dahulu” Yao Sheyan berbalik menghadapnya.
“Bukan begitu konsep tanya jawab, harusnya kau memberi jawaban ke yang bertanya pertama baru menuntut hal serupa tapi baiklah. Apa?”
“Alasanmu datang kemari”
“Aku—“
“Mustahil kau datang demi menemui kakekku bukan? Hahahahaha....eh? Iyakan?”
Tawa Sheyan berhenti akibat eskpresi datar Lian seolah baru saja mengkonfirmasi pernyataanya tepat sasaran, dia bangkit menatap Bing Lian dari atas sampai bawah terus mundur sembari menggeleng – gelengkan kepala, “Tidak mungkin tidak mungkin tidak mungkin.....”.
“Kenapa?”
“Aku tau siapa tamu – tamu beliau karena diminta mengingatnya, jumlahnya juga hanya segelintir orang dan menurut pengetahuanku kau tak termasuk dalam daftar tersebut! Terlebih dirimu hanya seorang Forging Qi!? Mereka semua adalah Nascent Soul!”
“Memang apa masalahnya dengan tingkat praktik?” celetuk Lian menaikan sebelah alis penasaran.
“Soalnya bocah pintar! Masing – masing terbang untuk sampai ke sini! Mana ada orang gila datang berbekal menaiki—“
“Umm....”
Kata – kata Yao Sheyan terpotong ditambah mata melebar usai memahami situasinya, anggukan santai Bing Lian menambah ekspresi heran pada wajah si Violet Alchemist Princess. Ia menarik napas panjang lalu mengeluarkannya keras hingga membangunkan Bubu dari tidurnya.
“HAHHHH.....!? KAU MENDAKI ADAMANTINE PEAK HINGGA TIBA KEMARI....!?”
“I....ya? Apa ada penjelasan masuk akal lain?”
“KAU GILA YA!?” Sheyan menunjuk hidung Bing Lian tidak percaya bercampur amarah.
“Kau sudah mengatakannya barusan, kupikir kau menyadarinya selesai memeriksa cederaku beberapa waktu lalu”
“Semisal tau harusnya aku melakukan autopsi terhadap mayat bukannya malah mengobati orang luka memar dan patah tulang rusuk”
Yao Sheyan terduduk lemah sembari berguman sendiri mempertimbangkan perkataan Lian, baginya pemuda berambut putih itu kian bertambah misterius. Setelah berbincang – bincang cukup lama Sheyan dapat menilai jika Bing Lian bukan tipe seorang pembual, tapi logikanya menolak pernyataan soal dia mendaki untuk tiba ke tempat ini.
Alasanya cukup kuat karena kakeknya belum pernah memberitahu kalau terdapat individu di luar sana mampu melaksanakan tindakan hampir mustahil tersebut, memanjat sebuah gunung dengan sudut sembilan puluh derajat tanpa terbang atau memakai bantuan Qi sangatlah tidak masuk akal. Mengingat jumlah Demonic Beast liar berbahaya menghuni sekitar lokasi pun menambah tingkat kesulitan perbuatan anak laki – laki di hadapannya sekarang, sementara Sheyan terpaku Lian balik menatapnya terus memiringkan kepala menanti respon berikutnya.
Special Ramadhan Up (19/30)
Ch.239 (325)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 86 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).