
“Luar biasa....Afterlife Transformation Sealed benar – benar dibatalkan” kata Chyou melebarkan mata takjub setelah mengaktifkan Truth Seeker.
“Syukurlah....”
Lian muncul begitu saja duduk di kursi tempat mereka sebelumnya berbincang – bincang sembari menghilangkan topeng yang menutupi wajahnya, siapapun pasti tidak memperhatikan kemunculan tiba – tiba pemuda itu apalagi akan berpikir dialah penyebab hancurnya formasi sihir kebanggaan Black Graveyard Sect.
Jin Chyou tersentak mendengar suaranya, ia ingin memuji dan berterima kasih kepada Bing Lian tetapi pelipisnya dengan cepat berkedut kesal akibat pandangan Lian terkunci pada pemandangan haru Qiu Na memeluk ibunya seolah takut jika dilepas sebentar beliau bakal hilang.
“Tuan kita harus bicara!”
“Eh? Woaa....!? Ada masalah Nona Jin?” Bing Lian hampir terjungkal usai kerah jubahnya ditarik entah sudah berapa kali malam ini.
“Apa – apaan tatapan barusan hah!? Kemana saja kau!? Kenapa lama sekali!? Jawab...!!!”
“Meluruskan kesalahpahaman tak semudah itu terus Saudari Qiu juga memindahkan kami ke lokasi antah berantah, wajarkan agak terlambat? Lagi pula aku berhasil kembali tepat waktu dan melakukan tugasku”
“Dasar tukang selingkuh! Aku benci! Aku benci! Aku benci!” protes Chyou mengguncang – guncang pemuda di hadapannya.
“Slurp....ah”
Baixian menyeruput minumannya cuek, seolah terbiasa menyaksikan tuannya menjadi bulan – bulanan para gadis sejak zaman dahulu. Sang naga mungil berusaha menghindari kontak mata dengan Bing Lian untuk berpura – pura tidak menyadari Lian membutuhkan bantuannya, suara berisik keduanya menarik perhatian Qiu Na.
Ia menghentikan tangisannya kemudian membersihkan mukanya sementara Nyonya Jiao bertanya panik alasan Qiu Na bersikap demikian, gadis tersebut cuma menggeleng terus menjelaskan kalau sangat rindu kepadanya meski cuma terpisah beberapa jam saja.
“Permisi”
“Eh?”
Proses kejar – kejaran antara Bing Lian dan Jin Chyou berakhir saat Qiu Na bersama ibunya mendekati mereka, Lian yang sedang berlindung terhadap amukan Chyou menggunakan kursi tersenyum ramah menyambut. Walaupun sadar keadaanya sekarang pasti kelihatan konyol sekali.
“Bibi? Bukankah anda sudah bertemu Qiu Na? Masih perlu sesuatu?” Jin Chyou menyeletuk mau cepat – cepat Qiu Na menghilang dari sekitar Lian.
“Benar, aku hanya ingin berterimakasih karena telah menemaniku sebelumnya Nona”
“Sama – sama, aku senang bisa membantu”
Chyou jadi agak salah tingkah menerima ucapan itu terlebih Qiu Na ikut membungkukan badan, namun emosinya memuncak kembali akibat sudut tubuh Qiu Na lebih condong menuju Lian ketimbang dirinya.
‘Gadis ini....dia hendak cari muka ya?!’
“Pssst!?” desis Bing Lian menegur melihat ekpresi sinis anak perempuan di sampingya.
“Oh iya? Aku belum mengetahui nama kalian padahal sudah bicara panjang lebar hahaha, maaf atas ketidaksopananku”
“Jin Chyou”
“Saya Bing Lian, senang bertemu anda Nyonya” Lian memberi hormat.
“Ahh senangnya melihat anak muda seperti kalian. Rupawan, sopan, baik hati pula. Benar juga! Kebetulan aku membeli bahan masakan berlebih, bagaimana kalau kalian ikut makan malam di kediaman kami?”
“Eh?”
“Ibu!? Tidak usah! Jangan memaksa begitu!? Kebiasaan deh” kata Qiu Na berbisik menarik baju ibunya, enggan berlama – lama berurusan dengan mereka.
“Hey!? Kita harus membalas budi, bukankah kamu bilang pemuda ini membantumu saat tersesat barusan?
“Aku baru selesai ma—mmmmuuumm!?”
Lidah Chyou berubah kaku padahal sangat ingin menolak ajakan pasangan ibu dan anak tadi kemudian hanya mengeluarkan bunyi menggeram aneh, kesal iapun menginjak kaki Lian sebab melihat si pemuda membentuk mantra tangan dibalik punggungnya.
Sayang bukannya puas melepaskan stres, Jin Chyou malah makin menggerung kesakitan dalam diam karena menginjak benda teramat keras. Bing Lian terkekeh geli terus menonaktifkan Tortoise Shell, akhirnya tanpa mampu melawan Chyou pun terpaksa ikut.
Dia memberikan tugas kepada Xuan Ru melalui telepati untuk mengarang penjelasan sebisanya jika ada Cultivator yang menanyakan perihal pembatalan Afterlife Transofrmation Sealed, sementara keduanya mengekor di belakang Nyonya Jiao serta Qiu Na menuju gerbang keluar kota Xintong. Selama perjalanan Chyou menyempatkan diri menceritakan pelan tentang fakta Qiu Na menyembunyikan identitasnya dari keluarga kepada Bing Lian.
><
Tidak memerlukan waktu lama mereka akhirnya tiba, desa tempat tinggal Qiu Na berjarak kurang lebih lima ribu meter dari Xintong. Nyonya Jiao menyempatkan diri menyapa para penghuni disela – sela curahan hatinya mengenai perasaaan was – was karena mengira bakal dihalangi lagi keluar kota, dia sempat mengira harus mencari penginapan dan meninggalkan putranya sendirian menjaga rumah.
Kelompok menelusuri jalan sampai berhenti dekat sebuah pekarangan luas yang mengingatkan Lian akan perkebunannya di Windless Heights Valley. Terdapat sebuah rumah sederhana menghiasi tengah – tengahnya, walau masih cukup jauh masing – masing dapat mendengar bunyi berirama ayunan kapak.
SYUU....JDAK! SYUU...JDAK! SYUU....JDAK!
“Fang’er? Kami pulang!” sang ibu berkata ceria sembari melambaikan tangan.
“Mmm....akhirnya, aku hampir saja berangkat menyusul ke sana”
Qiu Fang menghentikan pekerjaanya memotong kayu bakar terus menyambut kakak perempuan serta ibunya dengan senyuman, melalui pengamatan berpengalamannya atas penampilan anak tersebut Bing Lian bisa menduga ia masih berumur sepuluh tahun. Namun akibat melewati hidup dan banyak kerjaan berat Qiu Fang nampak jauh lebih dewasa, sementara Jin Chyou sendiri langsung mengetahui detail informasi mengenai bocah itu sekali lihat berbekal Truth Seeker.
“Tolong ambilkan air buat mandi ya? Lebihkan sedikit karena kita kedatangan tamu, kau pasti lapar. Ibu akan memasakan makanan spesial malam ini!”
“Asyik....baik bu, aku mengerti”
“Maaf terlambat, kau pasti khawatir. Ngomong – ngomong....kenapa kau masih kerja sampai jam segini?” celetuk Qiu Na menyapa.
“Ah....aku hanya bosan, ketimbang berdiam saja lebih baik aku menggerakan tubuhku”
“Perlu bantuan?”
“Eh? Tidak usah kak, silahkan istirahat. Tamu mana boleh ikut bekerja hehehe, tenang aku sudah terbiasa” Qiu Fang menolak halus tawaran Lian sebelum bergegas menuju sumur membawa empat gentong besar.
“Mari masuk, Tuan Bing dan Nona Chyou tak usah sungkan. Anggap rumah sendiri”
Keduanya lalu saling bertukar pandang sedikit canggung baru memenuhi panggilan Nyonya Jiao, dalam waktu singkat asap mulai mengepul di dapur rumah sederhana itu. Aroma sedap perlahan memenuhi udara bahkan membuat orang sekaliber Jin Chyou menelan ludah berat padahal baru selesai makan.
Wanita tersebut terus mengoceh tanpa henti menanyakan berbagai hal kepada Lian juga Chyou seperti asal, pekerjaan, usia, latar belakang, dan masih banyak lagi. Sementara Qiu Na memilih diam mengurus beberapa panci yang ditinggalkan ibunya saat bicara, dia memaklumi tindakannya sebab memang nampak beliau kesepian belakangan ini.
Bing Lian maupun Jin Chyou pun menyikapinya serupa, Baixian ikut menyantap masakan keluarga kecil itu usai dihidangkan. Meski tentu ketiga penghuni menatap peliharaan aneh dua tamunya, tetapi si naga cuek dan lanjut menikmati daging panggang saus asam manis di hadapannya.
Saking senangnya, ibu Qiu Na mengeluarkan arak – arak terbaik simpanannya. Chyou bersenang hati ikut meneguk beberapa cangkir, sudah lama ia tidak minum – minum jadi persetan bagaimanapun rasanya sedangkan Lian menolak halus karena tidak mengkonsumsi alkohol.
Qiu Fang sebab belum cukup umur pamit ke kamar untuk istirahat, Qiu Na juga memilih keluar jelas kurang betah di satu ruangan bersama kedua Cultivator satu generasi dengannya itu. Penasaran Lian akhirnya bertanya kepada Chyou apa dirinya mengetahui sesuatu, Jin Chyou menoleh sembari cegukan ditambah pipi memerah lalu bergumam pelan.
“Mmm? Hik! Ahh....aku pernah cerita akan dijual sebagai budak keluar Benua Huawai bukan? Pemimpin penculik yang disewa oleh keluargaku....hik! Adalah ayah dari Qiu Na....hik!”
Ch.149 (181)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 32 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).