The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 298 - Phoenix Merah dan Naga Hitam



Hong Shuren mencoba menciptakan keheningan menggunakan pelindung Qi sebab sekelilingnya terasa begitu berisik sejak dirinya keluar, dia membuka buku dengan sampul kulit tua dan kertas kuning yang kelihatan rapuh. Membaca isinya sambil bersenandung terus tertawa kecil beberapa kali, namun kegiatan menyenangkannya terpaksa berhenti usai mendeteksi kedatangan sesuatu.


Memang sesudah membentuk Heaven Foundation sekaligus membuka kemampuan Divine Sense, indra – indranya meningkat drastis. Shuren menghapus dinding transparan buatannya kemudian menoleh, melalui sudut muncul seekor burung merah menyala indah juga mempunyai bulu ekor panjang hingga harus terseret di lantai kamar riasnya.


“Shuren? Selamat atas keberhasilanmu mencapai praktik Foundation Realm” ujar binatang tadi mendarat lembut sekitar pundaknya.


“Terima kasih, anda dari mana saja? Kemarin pas saya kembali ke kamar saya tidak menemukan anda?”


“Ahhh...? I...it...itu....a...ak...aku pergi berkeliling melihat sambutan penduduk Kerajaan setelah mendengar pewaris tahta mereka seorang Heaven Foundation ha....ha....ha....”


“Sungguh?”


“Hummm.....kau sedang apa? Baca catatanmu lagi? Kau tak pernah merasa bosan ya padahal berulang – ulang melakukannya” si phoenix mengangguk – angguk lalu buru – buru mengalihkan pembicaraan.



“Hehehe.....begitulah, saya merindukannya karena cukup lama terkurung dalam ruangan khusus ujian kenaikan tingkat. Tuan sendiri—“


“Yang Mulia? Waktunya tiba”


“Eh? Baik Konselor Shi, Tuan saya—“


“Pergilah....”


Hong Shuren mengangguk usai dipersilahkan kemudian menitipkan bukunya, dia memeriksa bayangannya pada cermin tuk terakhir kali dan menarik napas panjang. Sebagai penutup sebelum keluar Shuren menepuk keras pipinya sampai menyebabkan unggas di dekatnya menatap aneh.


“Penampilan anda luar biasa Yang Mulia, cantik sekali. Semua mata pasti terpukau olehmu” sapa pria tinggi berpakaian merah.


“Eeee....maaf agak kurang sopan Konselor Shi tapi aku tidak butuh basa – basimu sekarang”


“Anda perlu bantuan?”


“Terima kasih atas pengertiannya” Hong Shuren akhirnya meraih juluran tangan Hong Shi.


Ia berusaha berjalan seanggun mungkin layaknya ajaran orang – orang bangsawan Red Phoenix Empire membesarkannya, meskipun hiasan rambutnya lebar sekali serta merepotkan mirip ekor merak. Hong Shuren lanjut melangkah tanpa mengeluh.


Hanya saja mengumpat dalam hati mengutuk tukang riasnya yang nampaknya terlalu bersemangat, ketika sosoknya mulai kelihatan sekaligus disadari kedatangannya keriuhan pun pecah. Bunyi letupan kembang api memenuhi udara meski wujudnya samar – samar akibat fenomena alam perubahan matahari masih tengah berlangsung.


“Hidup bagi penerus Red Phoenix Maiden!?”


“Hong Shuren! Hong Shuren! Hong Shuren!”


“Makin jayalah Red Phoenix Empire!”


“Tolong panjangkan umur Permaisuri kami para dewa!”


Saat sampai menuju titik tempat ia seharusnya berdiri, Hong Shi segera mundur membiarkan anak perempuan tersebut menyapa rakyatnya. Hong Shuren melambai – lambai berjuang menunjukan gestur bahagia soalnya tersenyum tidak cukup akibat wajahnya tertutupi cadar. Ini adalah tindakan pencegahan agar mengecilkan potensi kericuhan para penonton.


Menyaksikan antusiasme mereka Shuren perlahan paham betapa besar harapan masing – masing terhadapnya untuk melindungi keamanan negerinya, sebab ancaman mampu datang dari mana saja serta mustahil diprediksi. Selagi memikirkannya matanya terfokus kepada awan naga hitam besar di langit, Hong Shuren dapat merasakan mungkin bahaya itu sebenarnya tak terlalu jauh.


Sementara Red Phoenix Empire menikmati pesta penyambutan keberhasilan mencapai Heaven Foundation penerus tahtanya, Black Dragon Empire merayakan hal serupa. Perbedaanya kerumunan masyarakat yang baru hendak bersorak – sorai terdiam seketika karena Long Yawen berbalik pergi secepat kilat.


Ia cuma menampilkan dirinya kurang sedetik terus melengggang, mengabaikan protes ayah maupun ibunya dan malah melepaskan gaun acara bersama segala riasannya. Membuat ibunya menjerit murka apalagi Yawen membuangnya ke lantai seperti onggokan sampah.


“Yaya!? Anak durhaka kurang ajar! Kembali kemari! Sekarang!”


“Sudahlah biarkan, mungkin dia lelah. Aku bakal mengurusnya ya” ujar Long Guanting memegangi sembari mencoba menenangkan istrinya yang murka.


Begitu sukses membentuk Heaven Foundation, Yawen merasa tubuhnya ringan sekali serta punya keyakinan dapat melakukan apapun sesuka hatinya. Setiap melintas, penjaga – penjaga istana mengernyitkan dahi akibat hawa keberadaanya. Aura hitam penuh intimidasi seolah merembes keluar melaui kulit Long Yawen siap melahap mereka semua.


Yawen membuka pintu ruang tahta untuk menemukan kakeknya, Long Heiyan tentu menyadari kedatangannya bahkan sebelum mencapai lokasi sehingga cuek lanjut membaca surat kiriman Tie Jin sang Sturdy Emperor.


“Sesuai dugaanku, kau meninggalkan perayaan membosankan di sana. Kau mirip sekali denganku....namun apakah agak terlalu cepat? Setidaknya cobalah berdiri minimal selama lima menit”


“Kakek....aku kemari hendak menagih janjimu”


“Mmm....?”


“Kau pernah bilang akan mengabulkan apapun permintaanku misal berhasil mencapai Heaven Foundation” kata Long Yawen datar.


“Begitulah, beritahu saja nama hadiahnya nanti aku belikan“


“Dasar anak gila, ngapain kau datang kesini? Hei Ya—“


“Aku mau bertarung sampai mati melawan Hong Shuren dalam sebuah duel”


><


Long Guanting memekik tanpa bisa mengeluarkan suara mendengar permintaan konyol barusan, jantungnya terasa terjun bebas hingga dasar perut saking paniknya. Wajahnya tambah pucat saat Black Dragon King akhirnya mengangkat pandangan dari suratnya kemudian fokus menatap Yawen.



“Tidak, aku serius....”


“Ugh....Nona kecil kau—“


“Ditolak....hoammm” Long Heiyan bicara lirih lalu menguap.


“Apa!? Kenapa?! Kakek melanggar janji padaku!?”


“Aku akan memenuhi apapun permintaanmu kecuali hal yang bersangkutan dengan itu, kalau tubuhmu gatal dan bertujuan mengetes kekuatan baru milikmu. Aku dapat mencarikan calon musuh lain namun pokoknya bukan sosok penting asal empat kerajaan Southern Thousand Island”


“Pembohong.....beraninya kakek mempermainkanku.....?”


“Yaya!?” seru Long Guanting hampir memukul putrinya padahal tadinya sudah hampir bernapas lega akibat berhasil keluar dari situasi genting.


“Kita sedang gencatan senjata, aku memberitahumu sejak lama bukan? Semisal ini terjadi sebelum perjanjian dibentuk mungkin aku masih berpeluang menyetujuinya. Menantang duel terus menghabisi penerus Red Phoenix Empire sama saja menyatakan perang kepada mereka.....”


“Persetan....!” Long Yawen menggeram.


BUAKH!!!


Di sanalah Guanting tersadar kalau Yawen bersikap kelewatan kemudian melepaskan tendangan keras, sayangnya dia lupa kalau gadis tersebut sekarang merupakan seorang Foundation Realm sehingga perhitungan tenaganya meleset. Jadinya Long Yawen berhasil menahannya lalu cuma terdorong mundur beberapa meter.


‘Celaka kalau begin—i’


“He...hehehehehe.....”


TAK! TAK! TAK!


Bulu kuduk Long Guanting berdiri mendengar tawa sekaligus langkah Black Dragon King menuruni singgasananya, pria itu melepaskan jubahnya lalu memperlihatkan bagaimana kekar otot – ototnya. Terdapat banyak bekas luka menghiasi tatonya sebagai bukti pertarungan – pertarungannya dahulu.


“Kau tau cucuku? Aku sudah putuskan bakal memenuhi permintaanmu dengan satu syarat”


“Ayah biar ak—“


“Diam....”


“Katakan....” balas Yawen selesai melihat Guanting menutup mulutnya.


“Jika kau berhasil mendaratkan satu saja serangan ke tubuhku, kau menang....”


“Aku mengerti”


“Tapi ingatlah....kalau sampai kalah....kau harus melupakan budak tak berguna yang menyebabkanmu lebih mementingkan dendam ketimbang keselamatan rakyat Black Dragon Empire” Heiyan bicara lirih sembari tersenyum tipis.


DEG!


Cukup membayangkan ucapan kakeknya barusan cukup membuat hati Long Yawen seperti diremas – remas, namun tidak ada kata mundur dalam kamusnya. Yawen membentuk kuda – kuda dan memancarkan Qi deras sehingga area sekitarnya berdiri mengalami retak – retak.


KRAK!


“Bersiaplah pak tua....”


“Bagus sekali....”


BRUAKH! JDASH!!!


“Oh...sial” bisik Guanting lemah menyaksikan lubang besar menghiasi dinding ruang tahta.


Long Heiyan masih di sana tetapi Long Yawen sendiri telah terpental entah kemana, jangankan dia. Guanting saja gagal mengikuti gerakan Black Dragon King barusan. Satu – satunya hal pasti hanya kemunculan gelombang angin kencang melalui sisi badan Long Heiyan usai dirinya menendang dengan kecepatan gila.


“Tenanglah Guan, mustahil aku membunuh cucuku. Tapi aku sepertinya sulit menjamin beberapa tulangnya tak remuk”


“Terserah anda Yang Mulia....”


“Biar kutunjukan padamu kemana kau harusnya mengarahkan taringmu naga kerdil....hihihi” Long Heiyan meregangkan otot – ototnya antusias.


Ch.298 (407)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 109 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).