The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 271 - Gila



Yao Sheyan yang awalnya nampak tanpa kesulitan menyanggupi dua syarat diajukan Lian terdiam cukup lama bimbang, berbeda kasusnya ketimbang pengajuan sebelumnya. Sheyan pernah menyaksikan kemampuan Bing Lian ketika mereka mengunjungi Pos Pertama Granite Convert Sanctuary sehingga bisa yakin untuk menyerahkan keselamatannya kepada pemuda tersebut meski belum tau bakal pergi kemana.


Lagi pula setelah beberapa waktu berkenalan dan bersama, Yao Sheyan mengetahui betul bagaimana Lian memegang sebuah tanggung jawab. Pengakuan langsung Yao Quon menambah valid pandangan tadi. Kemudian soal korban – korbanya sendiri jauh dalam lubuk hatinya sesungguhnya ia sangat paham jika sudah mustahil menyelamatkan semuanya.


Tapi demi mempertahankan kewarasannya Yao Sheyan mencoba membohongi dirinya agar punya motivasi menaklukan Gift Bizzare Eyes miliknya, makanya saat mendengar harus merelakanya dia kelihatan tenang sebab memang hendak melakukannya belakangan ini. Sayangnya ucapan terakhir Bing Lian memunculkan keraguan besar terhadap benaknya.


Sejak mulai mengerti serta dapat berpikir, Yao Quon menceritakan identitasnya sekaligus asal usul Sheyan termasuk detail gadis itu ditemukan supaya tidak membutuhkan penjelasan makin rumit ke depannya. Bagi Yao Sheyan patung wanita yang diduga ibunya karena menggendongya ketika diambil oleh Alchemist Bachelor merupakan lambang cinta kasih.


Ia tak terlalu memikirkan ayahnya akibat Yao Quon pada dasarnya kekurangan informasi soal dirinya jadi rasa simpati Sheyan hanya tertuju kepada si perempuan, bahkan saking rindunya sesekali Yao Sheyan bakal memimpikan tertidur nyaman beralaskan padang rumput luas menikmati hembusan angin sepoi – sepoi di pangkuan seseorang.


Telapaknya begitu lembut seperti bayangan tangan seorang ibu dalam pikirannya, mengelus sayang kepalanya hingga dia penasaran setengah mati. Tetapi selalu saat mencoba menatap sosok misterius barusan Sheyan kesulitan membuka matanya dan waktu berhasil malah terbangun dengan pipi basah usai menangis.


Walau demikian Yao Sheyan bukanlah gadis bodoh, dia tidak pernah membuang kemungkinan kalau ia sendiri adalah penyebab kematian orang tersebut berkat terpapar sorotan Petrified Gaze yang bisa saja aktif tanpa disengaja. Rasa bersalahnya makin menghantui juga menyiksanya hari demi hari.


Namun jika dipikirkan baik – baik, mustahil kutukan Medusa turun kepadanya tanpa campur tangan mereka. Itulah mengapa masalahnya kian rumit nan kompleks, satu sisi Sheyan ingin percaya keduanya menyayanginya sedangkan setengah dirinya tersisa takut menerima kenyataan pahit menanti sesudah mengetahui dosa keluarganya lalu menghancurkan gambaran indah benaknya selama ini.


Mengamati gerak – gerik gelisahnya Bing Lian merasa kasihan, dia bertukar tatap sebentar dengan Yao Quon sadar nampaknya rencana mengontrol atau mencabut Petrified Gaze harus ditunda supaya dampaknya tak terlampau parah bagi kesehatan mental sang Violet Alchemist Princess. Masih ada kesempatan lain kali serta pemasangan segel sebagai solusi sementara menanggulanginya.


Lian sejak awal sengaja mengurutkan persyaratannya dari paling rendah hingga tinggi tingkat kesulitannya untuk mengetes kesanggupan jiwa Sheyan, karena perjanalan mereka tak semudah pergi piknik bersama keluarga dan berkencan. Misal menjawab pertanyaan saja kesulitan bagaimana nanti nasibnya di sana pikir Bing Lian.


“Baiklah jika kau—“


“Aku....siap” bisik Sheyan lirih tiba – tiba.


“Eh?”


“Cucuku? Kau serius baik – baik saja?”


“Ya....kakek, aku menyanggupi seluruh syaratnya”


“Setidaknya saat berbohong berusahalah lebih keras, badanmu menggigil layaknya anak kucing jatuh ke dalam kolam es” Lian meresponya dingin.


“Berisik!”


Dengan gesit Sheyan memegangi lengannya sendiri demi meredakan gemetar tubuhnya sambil menatap mata biru Bing Lian dalam – dalam, Lian menyadari tekad besar pada pandangannya terus mengangguk – angguk puas. Dia suka keinginan kuat Yao Sheyan melampui batasan miliknya mirip seseorang yang hendak keluar dari zona nyaman.


“Maaf, sepertinya aku salah menilaimu. Senior Yao? Keputusan final berada di tanganmu, lagi pula meski Nona Yao memaksa kami tidak bisa berangkat tanpa persetujuan maupun bantuanmu”


“Aku....”


“Kakek....sekali saja, biarkan aku berusaha membalas budi dan berhenti selalu merepotkanmu” ujar Yao Sheyan bersujud sungguh – sungguh sehingga mustahil buat Yao Quon menolak atau menahannya lagi.


“Nampaknya kita semua sudah sepakat, tahap berikutnya mari lanjut ke pembahasan utama....”


><


“Hahhh!?”


“Ada masalah Nona Yao?” celetuk Lian melihat respon berlebihannya.


“Kau masih bertanya!? Ini sungguh rencananya?!”


“Umm....”


“Sheyan? Harusnya dari mendengar persyaratan Tuan Muda Bing kau tau kita bukan sedang bermain – main bukan?” Yao Quon memandanginya heran.


“Tapi—“


“Kalau demikian apa kau punya ide lain sebelum efek Petrified Gaze berbalik padamu? Aku sih tidak keberatan sama sekali kau menolaknya”


“I...it...itu....” kata Sheyan terbata – bata.


Kepalanya jadi pusing kembali usai mendengar bagaimana sebenarnya proses yang akan dilakukan mereka supaya Gift Bizzare Eyes miliknya mampu dikontrol, Bing Lian memberitahunya dengan wajah tanpa dosa kalau keduanya bakal dikirim menuju Dao Realm menggunakan bantuan energi Yao Quon sebagai perantara pembuka gerbang ke sana.


Tujuannya adalah menemui Medusa, sosok pemilik sesungguhnya mata terkutuk Sheyan berasal. Lian hendak mengajaknya berdiskusi mencari jalan keluar terbaik mengenai kondisi Yao Sheyan, namun Bing Lian pun tak lupa mengatakan tingkat keberhasilan rencana tadi masih lima puluh banding lima puluh. Karena Medusa sangat – sangat bisa menolak permintaan mencabut kutukannya.


Menurut pendapat Lian, Sheyan merupakan inang potensial dan mustahil dilepaskan begitu saja oleh Dao Beast tersebut. Terlebih mempunyai praktik serta ilmu Alchesmist luar biasa makin meperkuat dugaan Ice Emperor, satu – satunya harapanya yaitu Medusa tetap mengingatnya sekaligus menghargainya layaknya masa lalu.



“Mengapa aku tidak pergi bersama kakek saja jika harus ke tempat berbahaya?”


“Pertanyaan bagus, terdapat beberapa alasan antaranya kita membutuhkan Cultivator Nascenst Soul Great Circle – Stage membuka jalan untuk pergi maupun mempertahankannya supaya bisa pulang kembali menuju dunia nyata. Hal ini sebenarnya dapat diatasi dengan Senior Yao meminta bantuan kenalannya terus menggantikanku pergi menemanimu namun sayangnya—“


“Aku tidak punya izin mengunjungi Dao Realm” Yao Quon melanjutkan.


“Hah?”


Giliran Alchemist Bachelor menjelaskan lebih lanjut tentang prosedur rumit saat Cultivator hendak ke sana, Dao Realm sendiri adalah dimensi misterius juga sakral letak makhluk – makhluk mistis berkekuatan hebat berasal. Biasanya para Cultivator hanya boleh mendatanginya melalui perantara setelah membentuk kontrak.


Akan terjalin sebuah hubungan timbal balik antara mereka dengan ketentuan dasar penghuni Dao Realm membantu ketika dibutuhkan, caranya yaitu dipanggil menuju dunia Manusia sementara pihak Cultivator menawarkan pembayaran dalam berbagai bentuk entah berupa Qi, Magic Plant, pengetahuan, bahkan tumbal nyawa. Binatang - binatang panggilan inilah yang disebut sebagai Dao Beast.


Tetapi ada kasus khusus seorang Cultivator memperoleh hak prerogatif kebebasan penuh berpindah dua alam barusan namun sangat jarang dan tergolong istimewa, yaitu melalui pengakuan penguasa – penguasa tertinggi di sana. Bing Lian sudah membuktikan dirinya dulu kemudian mendapat perlakuan ekslusif tadi sampai sekarang, sayangnya dengan kemampuan bocah Forging Qi mana mungkin ia berhasil membuka gerbangnya. Apalagi sama sekali tak punya alasan mengunjungi Dao Realm selama kehidupan keduanya sampai mengetahui masalah Yao Sheyan kemarin.


Demi mengamankan identitas Ice Emperor, meski terbata – bata Yao Quon mengarang cerita kalau kenalannya pernah membawa Lian berkunjung jadi efeknya masih melekat sehingga pemuda itu dapat berperan layaknya pemandu bagi Sheyan nantinya di Dao Realm.


“Ayahmu mengajak dirimu bermain ke Dao Realm ketika masih kecil?” ujar Yao Sheyan heran.


“Ah....ahahaha beliau memang sedikit eksentrik”



“Tidak, menurutku dia orang gila”


“Eeee....hahaha....” Bing Lian tertawa canggung tak mampu membayangkan reaksi Sheyan kalau tau ‘Ayah’ Lian sebenarnya malah membawanya pulang ke sarang utama ras Demon, bukannya Dao Realm.


Ch.271 (372)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 101 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).