The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 214 - Manusia yang Dibesarkan Iblis



Xue Yi kelihatan kewalahan berkat banyaknya luka sayatan maupun tebasan yang menyebabkan gaunnya berubah warna, selama pertempuran berlangsung ia termasuk salah satu murid garda terdepan ketika menghantam pasukan Undead pertama Black Graveyard Sect.


Karena makhluk – makhluk tersebut dibekali berbagai senjata ditambah jumlah seakan tidak terbatas, tentu sulit bagi Xue Yi sekalipun keluar dari sana tanpa tergores sedikitpun. Ditambah beberapa Cultivator musuh mengincarnya sebab mengetahui potensi besarnya kelak menambah kekuatan Frozen Swan River.


Kabar mengenai dirinya sebagai anggota Twelve Cosmos Princess telah tersebar luas, namun sayangnya berbeda dengan Chyou yang mempunyai latar belakang istimewa sehingga sulit disentuh. Xue Yi hanya calon ancaman ke depannya bagi mereka.


Selepas menumbangkan sekitar sepuluh orang, Xue Yi memutuskan menarik napas sebentar makanya memanggil Dao Beast miliknya. Angsa putih raksasa itu mengepakan sayap demi menciptakan tiupan angin kencang sekaligus membersihkan sekitarnya, dia pun lepas landas cukup leluasa meski ada sekelompok Undead Warrior berusaha memanjat naik tapi sayangnya segera terjatuh usai daging busuk tangannya dibekukan.


Xue Yi terbang memulihkan luka – lukanya sambil mengawasi jalannya pertempuran, melepaskan Daoist Magic sesekali untuk membantu murid – murid terdesak Frozen Swan River. Dia juga menemukan area besar lokasi duel gurunya menghadapi Undead Monarch sebelumnya.


Tak ada satupun individu cukup bodoh mendekati tempat tadi serta menghalangi pertarungannya, sementara beberapa Tetua sekte nampak disibukan musuh – musuh berkekuatan seimbang dengan mereka. Namun hal paling menakjubkan menurut Xue Yi adalah Great Albino Whale yang tengah meladeni dua raksasa tengkorak hitam.



Paus tersebut menembakan Qi dingin melalui lubang hidungnya terus mengakibatkan kumpulan Undead pembentuk lawannya tercerai – berai. Tetapi tidak butuh waktu lama utuh kembali karena Cultivator – Cultivator Black Graveyard Sect segera memunculkan para penggantinya.


Sewaktu mencari cara membantu Great Albino Whale inilah Xue Yi menyadari Jin Chyou dalam bahaya kemudian memutuskan mendarat tuk menolongnya. Pertemuan keduanya bukanlah hal mengharukan atau menyenangkan mengingat kondisi sama – sama terluka nan berantakan.


Sebelum sempat membalas ucapan terima kasih pedas Chyou, keduanya dikejutkan oleh ledakan besar saat Spirit Tool penjerat Gui Ma akhirnya rusak. Nampak sebuah senjata berupa tiga buah cakar panjang menghiasi tangannya.


“Ha! Usai kau memberitahuku tingkatannya, tak sulit buatku menghancurkannya”


“Hei!? Dasar keparat! Harganya dua ratus lima puluh ribu Spirit Stone tau!” umpat Jin Chyou kesal menunjuk pemuda barusan seolah lupa baru saja hendak ditelan monster naga tulang belulang.


“Persetan! Kau pikir aku perduli? Serang mereka!”


Jin Chyou dan Xue Yi melakukan kerja sama memukau menangani Undead General milik Gui Ma, masing – masing selalu memberikan sentuhan kecil agar mayat – mayat hidup itu menjauh terus mengincar Tuannya secepat kilat, seolah keduanya tau betul cara paling efektif menghadapi Corpse Cultivator.


Gui Ma berdecak kesal akibat dipaksa mundur secara bertahap, namun sayangnya gadis – gadis tadi tidak kelihatan sama sekali ingin mengendurkan serangan. Menyadari Gui Ma makin tertekan, Chyou mengaktifkan sihir yang menyebabkan tubuhnya terlapisi listrik juga bertambah cepat. “Ligthning Magic – Thunder Manifestation!”.


JGEERRR!!!


Ia melaju bagai kilat hendak menancapkan tombak ke dada Gui Ma selagi Xue Yi membekukan Undead General milik si Tuan Muda Ketiga, Jin Chyou berteriak penuh kemenangan apalagi naga tulang Gui Ma masih disibukan angsa Xue Yi sehingga sekarang keduanya cuma tinggal berhadapan satu lawan satu.


“Sekarang kau tidak punya tameng hidup tersisa! Terimalah! Heyaaaa!”


“Hehehe....” Gui Ma terkekeh geli menyaksikan tingkah Jin Chyou sebelum membelokan tusukan perempuan tersebut.


Perlahan kulit lengan Gui Ma berubah warna menjadi layaknya baja, dia menghantam ujung tombak sebelumnya menggunakan siku tanpa kesulitan berarti kemudian memukul balik perut Jin Chyou sampai si gadis mengeluarkan suara tersedak dan memuntahkan darah segar.


“Uhuk! Oek?!”


“Chyou!?” panggil Xue Yi panik buru – buru menyusul.


“Oi Noble Treasure Princess? Kau harus ingat....meski aku seorang Corpse Cultivator. Aku merupakan Earth Foundation Early – Stage dasar payah....maju sesuka hati begitu...kau cari mati hah?”


><



Itu merupakan sumber utama kekuatan di luar nalar maupun Hawa Jahat milik masing – masing, Bing Lian sendiri kurang paham detailnya tetapi seingatnya makin banyak jumlahnya maka semakin tinggi pula derajat atau tingkatan Demon tersebut.


Ketika tak mengenakan jubahnya dulu, musuh akan terpesona menyaksikan badan Mao Peng berhias jantungnya membentuk semacam kontelasi bintang. Sangat indah sekaligus mengerikan, dan sekarang sang ayah angkat menawarkan hal tadi kepadanya.


“Eeee Ayah? Kupikir idemu terlalu ekstrem”


“Mungkin kau membutuhkan sedikit waktu buat menyesuaikan diri tapi aku yakin kalau kau—eh? Lian’er? Kau mau menolak? Maksudku kau lebih memilih pergi ke dunia bawah? Jangan konyol....” Demon King menatapnya heran seolah melihat orang aneh yang tidak mampu menilai usulan cemerlangnya.


“Sebaiknya biarlah demikian....”


“Atau apakah kau merasa jijik terhadap kam—“


“Ayah tau aku tidak pernah berpikir begitu bukan?” potong Bing Lian cepat tanpa membiarkan Mao Peng menyelesaikan kalimatnya.


Pria tersebut tersenyum lalu mendekati Lian sebelum mengusap kepalanya penuh sayang, Mao Peng merupakan salah satu sosok paling paham betapa kerasnya Bing Lian berusaha. Dia selalu menilai sesuatu dari dua sudut pandang berbeda, makanya Mao Peng belum pernah meragukan bocah itu.


Ia punya rasa hormat tinggi terhadap ras Demon, bahkan banyak laporan jenderal – jenderal Mao Peng dulu sewaktu perang Lian menyelamatkan masing – masing meski beberapa menganggapnya sebagai penghinaan. Mengapa Lian berbuat demikian? Jawabannya sederhana, dirinya tumbuh besar di antara mereka.


Bing Lian mengambil peran sentral dan terus mencoba mendamaikan kedua pihak sayangnya Manusia serta Demon mustahil berdamai karena sama – sama punya kecendrungan menduduki posisi pemuncak rantai makanan wilayah tempatnya menetap, sebenarnya Lian lebih banyak menghabiskan waktunya memikirkan hal sia – sia ini.


Ice Emperor bimbang harus memilih rasnya sendiri atau musuh yang selalu dianggapnya keluarga, baginya menuju kediaman Mao Peng bersama anak buahnya pantas disebut pulang ke rumah. Namun akibat selalu menemui jalan buntu, Bing Lian memutuskan bertarung melawan Demon King buat mengakhiri semuanya. Persis sesuai seperti harapan sekaligus rencana Mao Peng sejak awal memungutnya.


“Hehehe....maaf, aku tak bermaksud. Aku paham sekali kau tidak pernah merasa jijik terhadap kami”


“Ayah....?”


“Tapi Lian’er biar kutanya sekali lagi, kau yakin? Aku sih senang saja sebab jika kau mati aku bisa bertemu lagi denganmu lebih cepat dari seharusnya. Ren juga pasti gembira, namun kau tentu tak mau meninggalkan urusan belum selesai bukan?” Mao Peng menepuk pundaknya sambil tersenyum


Bing Lian langsung paham kemana arah pembicaraan Mao Peng, ini mengenai raga Bing Hui. Mustahil jiwanya dapat beristirahat tenang ketika jasadnya masih dijadikan wadah Undead, dan tugas Lian sebagai ayah yang baik adalah membebaskannya. Pemuda berambut putih itu menghela napas panjang lalu menggaruk – menggaruk kepalanya lelah.


“Baiklah....kau menang, jika terus begini....kapan kalian akan membiarkanku mati?”


“Hahaha....entahlah, kau bahkan belum menikah seperti janjimu. Menurutku sih kau harus berumur cukup panjang hingga menemukan aku dan Ren telah bereinkarnasi baru boleh melakukannya”


“Tolong berhenti meminta sesuatu yang sulit ditepati begitu dong....” kata Bing Lian menggeleng – geleng lelah tapi wajahnya sudah berseri kembali.


Ch.214 (290)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 74 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).