The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 111 - Bad Habits



“Hah!?”


“Mmm? Akhirnya kau siuman juga”


Jin Chyou bangun bermandikan keringat dingin, ia disambut oleh pemandangan Baixian tengah menetralisir Hawa Jahat dari Earth Gods Teapot. Gadis itu memegangi kepalanya yang pusing akibat bangkit secara tiba – tiba, masih ada tertinggal rasa mual usai bersentuhan dengan energi pada tubuh Bing Lian sebelumnya.


Setelah mencoba menstabilkan kondisinya menggunakan Qi, dia mulai celingak – celinguk mencari keberadaan pemuda tersebut namun tak melihat tanda – tanda keberadaanya. Baixian menyadari tingkah lakunya ini kemudian memberitahunya tentang kemana pergi sang Tuan.


“Lian sedang berpatroli, ia punya kebiasaan melakukannya untuk memastikan situasi aman pasca bertarung. Tak perlu terlalu dipikirkan....”


“Begitu ya? Ugh....apa sebenarnya perasaan menyesakkan ini?” celetuk Chyou memegangi dadanya.


“Kau membicarakan yang mana? Pertama kali bersentuhan langsung dengan Hawa Jahat atau jatuh cinta kepada Bing Lian?”


“Hah!? Kau mengi—Mmm!? Hmm!!! Umm!“


TING!!!


Tepat sebelum Jin Chyou sempat melakukan pembelaan diri akhirnya Baixian menyelsaikan tugasnya, tanpa menunggu lama si naga mungil membentuk mantra tangan supaya anak perempuan di hadapannya tidak mampu mengeluarkan suara atau bisa dibilang mengunci mulutnya.


“Kau mengigau? Mana ada? Siapa juga yang menyukainya? Jangan seenaknya ya! Kau terlalu memandang tinggi tuanmu! Uek!? Aku sampai hapal serta bosan mendengarnya, kau pikir telah berapa wanita aku temui sama sepertimu? Kalian bahkan belum satu hari bersama gadis kecil hah....”


“Eh?” Chyou mengerjapkan matanya berkali – kali kaget karena ucapan Baixian persis seratus persen dengan alibi yang lagi ia siapkan dalam pikirannya.


“Akhirnya kau tenang, lepas!”


“Hah....apa maksudmu?”


Baixian menatap gadis itu dari atas ke bawah sambil mengupil lalu menceritakan kalau Bing Lian memang sejak dahulu pasti mempunyai banyak penggemar perempuan kemana pun dirinya pergi, entah tua atau muda, manusia biasa atau Cultivator, semuanya ada.


Saking lelahnya memergoki Baixian bahkan mengingat kata – kata penolakan mereka yang hampir sama alias klise. Pada akhirnya orang – orang tersebut akan meminta pertolongan darinya untuk mendekati Lian tetapi menurut Baixian merupakan hal mustahil.


“Aku mulai menyukaimu jadi dengarkan baik – baik saranku, aku memperingatimu sebab tidak ingin kau nelangsa. Bing Lian adalah seorang pria yang paling mudah disukai tetapi sangat sulit diambil hatinya, apa menurutmu wajar perempuan mengajak laki – laki menikah padahal baru bicara selama kurang dari sepuluh menit?”


“Tidak....”


“Benarkan? Sayangnya logika ini sirna atau tak berlaku sewaktu kau mengenal Tuanku. Ia adalah tipe pria demikian, cuma ada satu gadis pernah berhasil mencuri hatinya dan karena rasa loyal tinggi. kupikir hingga sekarang belum pernah kutemui satupun kandidat lain mengimbanginya” kata Baixian mengangguk – angguk serius.


“Boleh kutau siapa dia?”


Baixian terdiam cukup lama mendengar pertanyaan barusan, ingatan – ingatannya dengan cepat berseliweran memenuhi kepalanya. Bagaimana dia bertemu remaja perempuan berambut putih cantik yang memeluknya hangat tanpa rasa takut ketika pertama kali berjumpa sampai ke perasaan sedih bercampur murka dan kecewa melihatnya bermandikan darah kemudian perlahan menghembuskan napas terakhir di pelukan Lian. Meski ratusan tahun berlalu Baixian tidak akan pernah bisa melupakan penyesalan terbesarnya itu.



“Putri Mahkota, Bai Wen”


“Maksudmu pewaris sah Kerajaan Kuno Seoris Kingdom?”


“Benar, aku sudah memperkirakan kalau kau megetahuinya karena mempunyai Truth Seeker”


“Menurut literasi – literasi zaman dahulu dia dianggap sebagai jelmaan dewi bulan saking indah parasnya, bahkan kecantikan Putri Bai Wen mengimbangi para Culitivator yang mana padahal dirinya hanyalah seorang manusia biasa” Jin Chyou melebarkan mata takjub.


“Begitulah, aku kurang paham membahas hal demikian. Aku seekor naga, menurut pandanganku semua gadis sama saja anehnya”


“Baixian? Maukah kau menceritakan kepadaku tentang orang seperti apa Ice Emperor?”


“Intinya dia adalah pria terlalu baik yang sering membuat perempuan salah paham, kebiasaan menolongnya selalu berbuah masalah untuk lawan jenis. Puas? Kalau kujelaskan semua akan membutuhkan waktu lama, kau yakin—“


“YAAA...!!!”


“Aduh...aku harus mulai dari mana?” ujar Baixian menghela napas namun nampak sama sekali tak keberatan bercerita.


“Hiks...hiks...umm...huh...”


“Hapus air matamu, dasar cengeng”


“T..ta..tapi kisahnya sedih sekali. Meski saling menyukai mereka tidak bisa bersama....hiks....dan perpisahannya sangat menyedihkan....hua...brrtt” Chyou membuang ingus dengan mata bengkak.


Baixian tersenyum memperhatikan Jin Chyou yang masih terbawa suasana, ia merasa lega setelah bicara panjang lebar. Ternyata setelah ratusan tahun sendirian mempunyai teman mengobrol cukup menyenangkan, sekarang Baixian mulai mengerti mengapa gadis di hadapannya diincar banyak orang.


Walaupun sikapnya terkadang menyebalkan, Chyou adalah tipe pendengar yang baik. Mungkin karena mempunyai Gift Bizzare Eyes berkemampuan khusus informan mempengaruhi indera – indera lain miliknya termasuk telinganya sehingga mudah baginya membuat lawan bicara merasa nyaman lalu membuat celah untuk mengorek informasi.


“Baiklah sudah kuputuskan!”


“Hmm?” celetuk Baixian pelan sembari mengambil gelas agak kaget Jin Chyou berdiri tiba – tiba.


“Tujuan baruku sekarang adalah menggantikan Putri Bai Wen sekaligus menjadi pengantin Bing Lian!”


“Pffttt...!? Uhuk! Uhuk! Kau tuli ya!? Gadis gila kau dengar tidak sih penjelasanku? Alasanku sejak awal memperingatimu agar kau berhenti! Bukannya maju terus pantang mundur tau....!!!”


Baixian menarik – narik rambut anak itu dengan kesal, dia menghabiskan air pada gelas saking kerasnya ia meniup usai mendengar omong kosong dari mulut Jin Chyou. Namun apapun kata – katan Baixian nampaknya tak mengurangi semangat membara yang menghiasi matanya.


“Sainganmu berat lho”


“Aku tidak perduli!”


“Kalau menurut pengamatanku setelah bersama Lian kembali, ada namanya Lu Xiulan” Baixian mulai menghitung menggunakan jarinya.


“Hah! Siapa itu? Aku tidak takut menghadapi lawan sebanyak apa—“


“Yin Kiew, Hua Riyun, Xue Yi, Tian Xiaoye”


“Eh? T..tu..tunggu dulu....bukankah nama – nama tadi anggota Twelve Cosmos Princess? Seberapa banyak yang sudah dia temui? Ah....kupikir kau tak perlu menyebutkan orang terakhir, lagi pula Xiaoye tidak bakal mengingat wajah kecuali pemuda misterius yang ditemuinya di Hoerju beberapa bulan lalu. Menarik sekali aku ingin—“


“Ehem!”


“Jangan bilang....orang itu adalah Bing Lian!?” pekik Chyou menyadari tatapan lelah Baixian.


“Ya idiot”


“Tenang masih ada kesem—“


“Dari generasi di atasmu antara lain She Mye, Fang Yijun, Yue Liyi, Hua Zhenya, Qian Rong”


“Selesai sudah, mustahil bagiku bersaing dengan para Kaisar wanita”


“Di mana semangat menggebu – gebumu barusan oi?” Baixian bertanya dengan ekor bergerak – gerak di udara.


Baixian memutar – mutar bola matanya melihat Jin Chyou menuju pojok ruangan berpikir keras sambil menggigit – gigit kuku ibu jarinya. Sepertinya dia serius ingin melakukan tindakan konyol menantang Nascent Soul hanya demi perasaan semu sesaat bernama cinta.


Bing Lian memang selalu begini, dia terlalu polos dan baik sampai terkadang tidak menyadari mengapa gadis senang berkumpul di sekelilingnya. Baixian sering mengingatkannya untuk berhati – hati namun pada akhirnya entah bagaimana situasi pasti mengarah ke kondisi seperti sekarang.


“Hey? Sudah lupakan saja, jangan dipikirkan. Aku mau mendengar kisah hidupmu sebagai cucu si serakah Jin Chen, giliranmu bercerita”



“Hmm? Kenapa? Aku tidak menyangka naga bakal penasaran akan masalah tersebut, tidak ada yang istimewa sih. Aku adalah anggota keluarga Jin pemegang saham Noble Treasure Shed terbesar setelah kakekku yaitu sekitar 10%. Begitulah, dikirimi pembunuh bayaran merupakan makanan sehari – hari....” sahut Chyou menatapnya santai.


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K*ry*k*rs*\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).