
Bing Lian duduk santai menikmati segarnya udara pagi ditemani Bubu, makhluk kecil itu tertidur bersandar pada paha Lian sehingga membuatnya enggan bergerak supaya tidak membangunkannya. Sementara Bing Lian sendiri memegangi sebuah kanvas putih bersih, terdapat tulisan huruf – huruf misterius menghiasi tepiannya.
Sembari bersiul Lian mengeluarkan sebuah kuas hitam mengkilap lalu mulai menggambar sesuatu, uniknya ia melakukannya tanpa menggunakan satu tetespun tinta. Benda barusan mengeluarkan cairan sekitar ujungnya yang mampu berubah – ubah sesuai keinginan si pemegang, amat praktis, memudahkan, dan tentunya langka sebab berasal dari koleksi sang Ice Emperor.
“Disitu kalian rupanya....setidaknya menyahutlah ketika dipanggil, oi Lian? Bubu? Hmm....?”
Omelan Yao Sheyan perlahan menghilang saat dia sampai di belakang punggung pemuda tersebut, seekor burung cantik berwarna campuran hijau serta biru dengan ekor panjang menyebabkan dirinya terpukau. Saking indahnya kelihatan seperti sungguh hidup, menyadari ada napas mengenai tengkuknya menyebabkan Lian bergidik kemudian menoleh.
Hampir saja dia mengumpat sebab kehadiran mengejutkan Sheyan, nampaknya Bing Lian terlalu fokus sampai – sampai tak memperhatikan sekitar hingga gadis itu dapat menyelinap menuju dekatnya. Yao Sheyan nampak cuek atas sikap Lian, malah tatapannya masih fokus terkunci ke kanvas tadi.
“Kau membutuhkan sesuatu Nona Yao?”
“Ternyata kau punya bakat dalam bidang seni, kuakui keahlianmu cukup mengesankan”
“Terima kasih....meskipun pujianmu tak berarti apa – apa untukku sih. Tolong mundur sedikit, ruang gerakku terbatas” kata Bing Lian menunjuk Bubu.
“Huh!? Jangan senang dulu, aku cuma berusaha bersikap sopan. Kakekku jauh lebih pandai melukis ketimbang dirimu”
Sheyan menyahut ketus lalu menaruh sekeranjang buah buat sarapan Bing Lian, akibat menggebrak cukup keras Bubu terbangun linglung masih setengah sadar. Yao Sheyan menggendongnya sebelum berbalik hendak pergi, Lian menggeleng – geleng menyaksikan tindakan yang disebut perempuan tersebut sopan santun kemudian membentuk mantra tangan.
“Ink Realization Technique”
KU! KU! KU! BRRR....!!!
Suara kepakan sayap ditambah kicau berisik menyebabkan langkah Sheyan terhenti, ia melirik Bubu seolah menuduhnya sebagai biang kerok. Bubu memekik marah tanda tidak menyetujui dugaan tuannya, sewaktu keduanya menoleh mulut masing – masing menganga lebar.
Burung hasil gambaran Lian sebelumnya keluar melalui kanvas di tangannya, bukan hanya satu melainkan segerombolan besar mendadak terbang hingga membentuk kawanan mengelilingi Granite Convert Sanctuary. Menyaksikan teman – teman baru, Bubu memberontak antusias kabur dari pelukan Yao Sheyan demi ikut bermain.
“Wow....” Sheyan hanya bisa mengeluarkan ucapan demikian saking takjubnya.
Ia mulai tertawa terus mengejar mereka semua, para unggas itu melayang rendah meliuk – liuk antara tanaman – tanaman milik Yao Sheyan, sesekali akan menambah ketinggian sekaligus menciptakan formasi spektakuler layaknya hiburan akrobatik yang memaksa Sheyan bertepuk tangan riang.
Terakhir seluruhnya melesat menuju arahnya dengan gesit, Yao Sheyan membuka lebar lengannya berusaha memeluk salah satu namun burung – burung tersebut menghindarinya cukup mudah. Alhasil dia hanya menangkap Bubu dan hampir terjungkal sebab saling bertubrukan, tapi karena senang Sheyan tak terlalu memperdulikannya.
Ekpsresi bahagiannya memudar usai menyadari ternyata kawanan barusan balik memasuki kanvas Lian hingga menghilang tanpa bekas, Bing Lian tersenyum berusaha menahan tawa menatapnya seolah berkata tanpa perlu bicara, ‘Dasar bocah....’.
“Apa maksud tatapan menyebalkanmu!?” celetuk Yao Sheyan marah sambil cemberut.
“Hah? Sejak kapan tersenyum itu dilarang? Kaunya saja yang terlalu sensitif”
“Huh!?”
Sheyan membuang mukanya pertanda merajuk, Bing Lian menggaruk – garuk belakang kepalanya sendiri berpikir apakah perbuatannya sedikit berlebihan. Bubu bahkan nampak murung sesudah kehilangan teman – teman sementara miliknya, Lian mengganti lapisan kanvasnya lalu membakar bekas lusikannya tadi.
Yao Sheyan meliriknya kelihatan sedikit kurang rela ia menghancurkannya namun akhirnya memutuskan tak mengucapkan apapun, Bing Lian menghampiri mereka lalu menyodorkan alat – alatnya kepada keduanya.
“Kau mau mencoba?”
“Umm, aku tidak punya bakat dalam bidang seni. Aku cuma pandai meracik pil dan obat”
“Ehh....mana kita tau kalau belum dicoba” Lian tertegun sebab tumben menemukan sisi demikian Yao Sheyan, biasanya dia adalah gadis kompetitif keras kepala. Namun sekarang kelihatan seperti tanpa semangat atau cenderung pasrah.
“Tidak....”
“Ayolah....sekali—“
“AKU BILANG TIDAK MAU! KENAPA KAU SANGAT MEMAKSA SEKALI SIH!? Eh?—“ teriaknya kencang menepikan tangan Bing Lian sehingga kanvasnya terhempas.
Bubu maupun Lian memandanginya heran, respon Sheyan juga seakan baru terbangun dan menyadari perlakuannya agak kertelaluan. Namun bukannya meminta maaf, dia berbalik lari meninggalkan lokasi untuk memasuki rumah kecilnya. Bing Lian menjentikkan jari buat memanggil barang – barangnya kembali ke Galaxy Ring, dia menyipitkan matanya berusaha fokus memperhatikan jika tubuh Yao Sheyan gemetar hebat seperti orang memiliki ketakutan serta trauma mendalam.
><
Keesokan harinya Yao Sheyan sengaja menjemur pakaiannya pagi – pagi buta agar terhindar dari bertatap muka dengan Bing Lian berkat kejadian canggung kemarin, dia bahkan rela kedinginan mencuci saat matahari belum terbit supaya dapat bergerak bebas ketika Lian terlelap.
Meski jaraknya lumayan jauh, Bing Lian seharusnya masih dapat mendengar semisal dirinya beraktivitas sehingga Sheyan enggan mengambil risiko. Sialnya sewaktu sedang asyik memeras beberapa cucian, angin kencang bertiup lalu menerbangkan semuanya menuju berbagai arah termasuk tali tempatnya menggantung mereka.
Yao Sheyan terkesiap panik buru – buru menyelamatkan kain – kain bersih itu, sayang sebagian besar gagal digapai olehnya walaupun berbekal ilmu meringankan tubuh. Ia menghela napas menyaksikan masing – masing turun perlahan hendak tercelup ke dalam genangan lumpur.
Tapi bagaikan kilat Lian muncul menangkap seluruhnya menggunakan keranjang, gerakannya teramat cepat bahkan Sheyan berani bersumpah jika melihat kaki pemuda tersebut memijak udara kosong ketika melakukannya. Bing Lian mendarat mulus dekatnya terus menyerahkan hasil tangkapan tangkasnya barusan, Yao Sheyan menerimanya sembari menunduk bingung harus mengucapkan apa. Untungnya Lian hanya menguap kemudian berbalik seolah tidak pernah terjadi apa – apa antara keduanya seraya berkomentar, “Bukankah ini terlalu pagi untuk mencuci? Hoammm....aku mau melanjutkan tidurku. Dah....”.
><
“Baiklah aku muak....”
“Hmm?”
Bing Lian meletakan kembali makanan pada piringnya lelah, Sheyan dan Bubu menatapnya sebentar sebelum mengangkat bahu terus melanjutkan santapan siang mereka. Lian menyingkirkan semuanya sampai mengakibatkan dua – duanya protes marah.
“Hey!?”
“Nona Yao? Aku butuh protein hewani, beritahu aku di mana aku bisa menemukan binatang buruan atau aku bakal memasak unggas bakar”
“Bu?!”
“Tenang kawan, aku hanya bercanda sungguh. Setengahnya saja sih”
“Jangan aneh – aneh, kau yang bilang lebih memilih makan Magic Plant bukan?” Sheyan menegurnya.
“Aku sudah seminggu lebih berada di sini dan aku butuh daging, lagi pula jenis tanaman kau izinkan aku makan terbatas sekali tau”
“Mau bagaimana lagi? Sisanya milik kakek jadi mustahil aku memberimu merusak koleksi bahan pembuatan pilnya! Demonic Beast sekitar sini juga rata – rata tak untuk dikonsumsi. Sudahlah biar aku masakan—”
“Tidakkkk! Lupakan! Lebih baik aku mati!” ujar Lian mendramatisir usai mendengar pengajuan pelayanan agak mirip hukuman itu.
“Kau tamu paling mengesal—tunggu sebentar, mungkin sebenarnya ada jalan keluarnya”
Yao Sheyan menepuk tangannya sekali lalu meminta Lian mengikutinya, keduanya bergerak disertai Bubu berangkat entah kemana. Setiap ditanya oleh Bing Lian, Sheyan berkata nanti dia akan mengerti. Satu – satunya hal pasti bagi Lian adalah mereka makin mendekati pilar utama Granite Convert Santuary.
Special Ramadhan Up (26/30)
Ch.246 (330)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 84 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).