
Bing Lian bersama Jin Chyou yang sedang menggendong Baixian di pelukannya melambaikan tangan kepada nenek pemilik penginapan ketika berjalan pergi meninggalkan bangunan tua itu. Senyuman hangat si wanita membuat keduanya sulit tidak menoleh hingga dirinya tak terlihat lagi.
Kelompok ini berjalan dalam diam ke arah utara dengan perut sudah terisi penuh, meskipun telah menjadi Culitvator dan sebenarnya tidak memerlukan makan untuk mengisi tenaga mereka menerima jamuan beliau hanya sebagai bentuk penghormatan belaka.
“Hachi! Huh...!” suara bersin akhirnya memecah kesunyian saat semuanya baru melewati bekas reruntuhan sekte Skull Crown Mountain.
“Kau baik – baik saja Baixian? Kau kelihatannya masuk angin”
“Tidak, aku cuma diterpa angin dingin sepanjang malam sekaligus bermandikan embun di pagi hari. Huhhh....”
“Pfftt!?”
“Jangan tertawa brengsek! Kau pikir ini salah siapa!?” seru Baixian melepaskan diri dari pelukan Chyou terus melayangkan pukulan menuju bagian belakang kepala Tuannya.
Lian menghindarinya tanpa melihat sambil menguap, menyebabkan Baixian makin kesal dibuatnya. Perdebatan keduanya mulai pecah, masing – masing melayangkan argumen disertai kata – kata ejekan sinis. Jin Chyou yang memperhatikan tingkah konyol mereka akhirnya tertawa dan mencuri perhatian Lian dan Baixian.
“Mmm?”
“M...ma...maaf tapi julukan cacing terbang albino itu lucu sekali hihihi....”
“Lihat? Bwee....” Lian melirik Baixian kemudian menjulurkan lidahnya.
“Gadis sial....kau harusnya membelaku tau!”
“Hahahaha....kan aku sudah minta maaf Baixian, sudah lama sekali aku tak tertawa selepas ini hehehe. Terlalu banyak tugas serta hal yang mengganggu pikiranku saat tinggal di rumah”
Mendengar ucapan Chyou barusan Bing Lian maupun Baixian bertukar pandangan sesaat sebelum mengangguk, Lian lalu meminta agar Jin Chyou mendengarkan baik – baik penjelasannya. Bing Lian memberitahu gadis tersebut kalau Baixian telah menuturkan masalah dirinya dan mereka setuju akan membantu mencarikan jalan keluar.
“Sungguh!? Jadi kita bakal menikah?” kata Jin Chyou semangat.
“Kenapa kesitu terus sih arahya? Kalian bersekongkol ya? Baik mari kita buat perjanjan, setiap aku mendengar kata barusan kupastikan seseorang menerima hukuman. Jatuh”
“Ap—Aduhh!!!” teriak Baixian terjerembab seolah kehilangan kemampuan melayangnya secara tiba – tiba.
BRUUK!
Bukan aku yang mengatakannya sialan!?
Baixian mengutuk dengan mata berair kesakitan, Chyou segera menggendongnya sebagai bentuk permohonan maaf. Sembari melanjutkan perjalanan Jin Chyou mendengarkan seksama tuturan Bing Lian, matanya kian melebar diikuti tambah kuatnya dekapan tangannya sampai Baixian memukul – mukulnya karena kehabisan napas.
“T..to..tolong....aku menyerah....ukh”
“Eh? Maaf Baixian aku lupa!”
“Sudah hentikan! Lepaskan! Aku bisa mengurus diriku! Aku adalah seekor naga mandiri”
“Cebok sana, baumu seperti pupuk kandang” Lian menyeletuk jail.
“Berisik! Enak saja!”
“Apa anda benar – benar akan melakukannya? Akukan hanya orang asing” tanya Chyou kelihatan agak ragu.
“Apa maksudmu? Kita sudah kenal selama dua puluh empat jam dan melewati bahaya bersama, itu berarti kita berteman bukan?”
BLEGARR....! TEK!
Jin Chyou berhenti berjalan, wajahnya berubah seolah baru tersambar petir. Baixiain menghela napas panjang, dia bisa menerka isi benak Chyou sekarang dipenuhi kata teman. Keahlian lainnya dari Bing Lian, menciptakan Zona Pertemanan, Zona Adik- Kakak, Zona Saudari Seperguruan, dan masih banyak lagi.
“Kebiasaan buruknya tak pernah berubah ya?”
“Namun semuanya tergantung dirimu, aku tidak terlalu perduli sih semisal kau berkhianat terus memihak kakek—Nona Jin? Kenapa kau bengong di sana?”
“Ahhh....maaf, aku hanya ditampar kenyataan. Anda tadi bilang apa?”
“Kita tem—umm!?”
“Behenti mengucapkannya! Biar aku yang menjelaskan, lebih baik kau diam saja!” Baixian mendesis sambil cepat – cepat menutup mulut tuannya.
><
“Begitulah kurang lebih, jadi sebaiknya kau pikirkan baik – baik. Mau sampai kapan kau diperalat oleh kakekmu demi keuntungannya? Kaunya sendiri malah saling sikut – sikutan dengan anggota keluarga besarmu yang lain”
Jin Chyou mengelus – ngelus dagunya memikirkan ucapan Baixian sekaligus menghitung peluang keberhasilan rencana mereka. Tetapi menyaksikan Bing Lian mampu mengalahkan seorang Nascent Soul seharusnya sudah cukup meyakinkan Chyou kalau mereka memang tak cuma bicara omong kosong.
“Tentu, kita bisa mendiskusikannya nanti. Aku masih punya banyak urusan yang perlu didahulukan” sahut Bing Lian santai.
“Memangnya kau mau kemana?”
“Aku berencana menuju Adamantine Peak untuk menemui seseorang, tugas dari Matriach kami. Oh iya aku juga mau mencoba mampir ke Frozen Swan River demi memastikan sesuatu”
“Frozen Swan River? Aku pernah ke sana beberapa kali, setauku mereka hanya menerima tamu wanita mengingat kondisi khusus sekte itu”
“Tenanglah, aku punya tiket VIP”
“Ehh....percaya diri sekali, jangan bilang kau mencari calon ist—“
“Jatuh”
BRUAKKH!!!
“To...long....ja...ngan...mem...ba...has...hal – hal...berbau pernikahan lagi!” Baixian menggeram sembari melotot tajam ke arah Jin Chyou.
Kelompok kecil terdiri dari dua remaja ditambah satu Dao Beast tersebut akhirnya memutuskan berhenti untuk istirahat saat mulai gelap, mereka bisa saja melanjutkan perjalanaan sebab masih mempunyai banyak tenaga tapi Lian juga Baixian tidak tahan mendengar protes Jin Chyou yang ingin membersihkan diri.
“Aku mau mandi air hangat! Hargailah keinginanku sebagai perempuan dasar laki – laki! Aku belum membasuh badan sejak menunggu kalian selama seminggu di luar pintu gerbang kota!”
Memang kebetulan waktu itu bersamaan tepat sekali ketiganya menemukan sumber mata air hangat alami pada pegunungan yang mereka lewati, jadi demi menghentikan celotehan si Noble Treasure Princess Lian pun mengalah kemudian ikut menikmati mandi air hangat di lokasi terpisah ditemani oleh Baixian.
“Hah....mandi di bawah taburan bintang – bintang memang terbaik, aku akan menandakan titik ini di peta milikku”
“Puas?” celetuk Bing Lian yang tengah mempertahankan api unggun agar tetap menyala.
“Humm”
“Syukurlah....”
“Ngomong – ngomong Lian? Maukah kau menjual Baixian padaku? Aku berani membayarnya seharga 500 juta Spirit Stone” Jin Chyou berkata lembut sambil berpangku tangan usai mencatat koordinat tempat mereka sekarang
“Umm...kenapa tiba – tiba sekali? Aku bukan barang ya? Lagi pula mana mungkin dia menjualku, harganya pun terlalu mu—“
“Nona mengingingkannya? Kenapa tidak bilang? Ambil saja tak usah bayar. Gratis”
“Serius? Hore! Terima kasih!”
“APA!? TUNGGU SEBENTAR!” tahan Baixian terbang ke hadapan Lian dengan wajah merah padam.
“Selamat ya, kau punya majikan baru”
“KAU MENJUALKU!?”
“Ahh...kau tuli?”
“T...t..tapi akukan pemimpin Hewan Suci milikmu! Mana bisa begitu!?”
“Hmm? Kupikir bukan masalah, Qinglong bisa menggantikan peranmu” Bing Lian mengangguk – angguk.
“QINGLONG!? QINGLONG KAU BILANG!? KIRIN BIRU BETINA LICIK ITU!?
Selain Baixian, Bing Lian mempunyai empat Dao Beast lagi. Mereka berlima inilah yang diberi sebutan sebagai Hewan Suci Ice Emperor. Masing – masing mempunyai keunikan tersendiri dan kekuatan istimewa, namun di antara kelimanya Baixian paling tidak menyukai Qinglong. Karena sejak dulu keduanya selalu bersaing untuk menjadi tangan kanan Lian.
“Ugh....hiks Lian....!? Aku tidak mau! Hua....jangan buang aku! Aku berjanji akan menurut! Ampuni aku! Pokoknya jangan sampai dia bisa menghinaku! Hiks...huaaa!!!”
“Cup...cup...cup kasihan sekali dirimu, tenanglah akukan juga tidak tau di mana keberadaan Qinglong. Lagi pula belum tentu ia masih mau mengabdi padaku sekarang, kau tau sendiri Qinglong sangat pemilihkan Baixian?” Lian mengelus kepala Baixian lembut sambil menyembunyikan ekspresi jailnya.
- Noble Treasure Princess Arc Status -
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K*ry*k*rs*, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho, Ciao!).