The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 131 - Garis Finis



Tanpa berpikir panjang Long Yawen langsung mengambil jalan yang menurutnya paling efisien untuk mencapai garis finis, memang dengan wawasannya mengenai seluk beluk kota mustahil bagi dirinya akan kesulitan mencari jalur tercepat ketika berlomba di sekitar Mianqiu.


“Arata? Dia berbelok ke kiri”


“Bagus, sepertinya gadis itu memakan umpannya” ujar Arata menambah lajunya sekaligus memilih menuju arah kanan sewaktu dihadapkan kepada jalan berbeda.


Persimpangan tersebut cukup terkenal karena memisahkan dua rute sangat berbanding terbalik, Yawen melewati lokasi yang seharusnya lebih sepi serta lowong karena merupakan area perumahan masyarakat menengah ke atas. Sementara Arata bersama teman – temannya malah menerobos area perdagangan teramat padat.


Sehingga biasanya demi mencapai pusat kota persimpangan pilihan Yawen bisa lima belas atau dua puluh menit lebih cepat ketimbang Arata, Long Yawen lebih tenang usai menoleh memastikan keberadaan lawannya.


“Nampaknya mereka sudah tertinggal jauh, lihat saja aku pasti menang. Mmm?”


Black Dragon Princess mengangkat sebelah alisnya ketika menemukan ada benang tipis hampir transparan melintang cukup tinggi di tengah jalan, kalau orang tidak jeli maka pasti bakal mengenainya. Yawen terkekeh geli menanggapi mainan anak – anak itu.


Memasang jebakan pikirnya, pilihan cukup bijak tetapi jika sampai terkena tipuan begini bukan Long Yawen namanya. Ia bergerak luwes menghindari tiga buah pemicu perangkap barusan sebelum melakukan lompatan jauh, saat melayang matanya telah mampu melihat patung dengan bendera menghiasi tangannya.


“Ha.ha.ha aku hampir—Woaaa!?” Long Yawen gagal menyelesaikan kalimatnya akibat tiba – tiba kehilangan keseimbangan waktu mendarat.


GUBRAK!!!


Ternyata tanah tempat dia harusnya berpijak sudah ditutupi oleh kain berwarna serupa untuk menutupi sebuah lubang sedalam sepuluh meter berisikan cairan lengket kebiruan, Yawen merengut kesal buru – buru ingin kembali naik namun selain sulit melepaskan diri benda tadi membuat telapaknya licin parah.


“Huh....huh...uek!? Bau ini....liur Deep Sea Frog!? Bagaimana caranya dia mendapatkannya? Tunggu dulu bukan itu masalahnya! Sejak kapan ia menyiapkan jebakan – jebakan terkutuk di sepanjang jalan!?”



Long Yawen berdecak marah berusaha tuk bangkit sembari dipenuhi pikiran, dia benar – benar tak terima jatuh ke dalam sana sebab berarti Arata berhasil memprediksi tindakannya sekaligus jarak lompatan yang akan Yawen buat. Dengan kata lain Arata cukup cerdas sehingga menebak keputusan Yawen padahal cuma pernah berinteraksi satu kali.


Sesampainya kembali di permukaan Long Yawen bergegas meluncur tanpa memperdulikan tatapan aneh penduduk sekitar situ. Sayangnya entah karena fokusnya berkurang terus kebanyakan pikiran setelah terjeblos masuk lubang tikus, secara berurutan Yawen mulai tertubruk batang kayu begitu menyenggol benang lainnya.


Dilanjutkan oleh tersandung tali tambang, pergelangan kaki terjerat kemudian bergelantungan terbalik di udara, sampai terbungkus jaring – jaring sewaktu mencoba melompat tinggi untuk kedua kalinya. Mukanya perlahan makin memerah kesal bercampur malu, bahkan orang – orang bertempat tinggal pada jalan tersebut kaget menyaksikan banyaknya jebakan terpasang menghiasi perumahan mereka.


“KURANG AJARRR!!!”


><


“Kou!? Bagaimana!?” seru Arata mendongak menuju atap – atap bangunan.



Salah seorang temannya yang mengenakan topi segera memberikan sinyal dengan mengacungkan jembol sebagai pertanda kalau Yawen terhambat, Arata mengangguk mengerti kemudian menambah cepat larinya.


Anak bernama Kou memang sengaja dimintai Arata sebagai pengawas, ia bergerak melalui lokasi tinggi yang memisahkan kedua rute demi mencapai pusat kota. Kumpulan bocah – bocah ini bergerak secara terorganisir melewati ramainya pasar hingga menyebabkan para pedagang mengumpat saat barang – barang mereka dilompati.


“Permisi! Permisi! Air panas!”


“HEY! ARATA KAU LAGI!? LIHAT SAJA AKAN KULAPORKAN KEPADA TUANMU! BERHENTI SIALAN!” pedagang ikan melemparkan wajan kesal sesudah dagangannya dilangkahi.


“Nanti saja marahnya pak tua! Aku sedang dalam misi penting! Dah....! Syukurlah kerja kerasku selama seminggu terbayarkan”


“Jangan lengah, lombanya belum selesai”


“Kau ben—”


BLARRR...!!!


Belum sempat Arata bicara, terdengar suara ledakan disusul tanah bergetar hebat. Mereka semua berhenti kemudian menoleh dengan wajah pucat, semua mata tertuju pada debu yang membumbung tinggi di udara seolah baru tertimpa meteor jatuh dari angkasa.


><


“Hah....hah....hah cukup sudah! Aku muak! Dragon Fang First Style – Black Dragon Fist!”


Walaupun tubuhnya bergetar menahan amarah, Long Yawen tetap berhasil memasang kuda – kuda sempurna lalu melepaskan jurusnya. Qi hitam yang menyelimuti kepalan tangannya seketika membentuk naga setelah dilepaskan, membabat habis segala sesuatu gangguan di jalan bahkan mengikis beberapa tepi bagunan akibat terserempet angin teknik tadi.


“Gawat....hanya bisa segitu rupanya” ujar Arata menelan ludah berat begitu sadar jempol Kou sudah mengarah ke bawah sekarang.


Namun untungnya perbuatan Long Yawen mencuri perhatian banyak pengunjung pasar sampai semuanya ikut berhenti untuk mencari tau apa sebenarnya gerangan tengah terjadi, hal ini dimanfaatkan Arata buat bergegas menuju garis finis.


“Arata!? Menyerah saja, kau telah berjuang dengan baik. Semua perangkapmu ludes hancur tak bersisa”


“BELUMMM!!! AKU OGAH MENYERAH! UANG ITU HARUS KUDAPATKAN!”


“Dasar keras kepala....”


“Berisik! Meimei ayo cepat! Saatnya rencana B”


“Eh? T...t...tapi Arata cara tersebut sangat berbahaya” gadis di antara mereka menjawab terbata – bata.


“Lakukan saja! Aku akan bertanggung jawab penuh!


Meski awalnya masih ragu juga takut, akhirnya dia mengangguk terus memimpin anak – anak lain supaya mengikutinya. Sesuai arahan masing – masing berpencar entah mengumpulkan apa sedangkan Arata sendiri merebut lempengan baja lebar di salah satu pandai besi.


“Hey!? Kau pikir bisa seenaknya saja bocah tengik!?”


“Nanti kukembalikan paman! Sungguh! Aku cuma meminjamnya sebentar! Hahaha”


Arata berlari sembari menjulurkan lidahnya tanpa menyadari ada seorang perempuan yang sedang membawa keranjang belanjaan menatapnya dalam – dalam seolah mengenalnya, ia mencoba memanggil tetapi Arata tidak mendengarnya saking fokus memerika isi tas miliknya.


“Aku tak menyangkan bakal benar – benar menggunakanmu....”


“Arata?! Semuanya siap!”


“Baiklah! Nyalakan sekarang!!!”


“Ugh....cepatlah!” kawan – kawannya mengerang akibat berjuang menahan sekumpulan orang.


“Hey kalian mau apakan dagangan kami anak – anak sinting!!!”


“Sudutnya sudah tepat, waktunya TERBANGGG....!!!”


SSSTTTT....BOOMMMM!!!


Tepat sebelum tumpukan petasan hasil jarahan rekan – rekannya meledak, Arata berhasil menaiki lempengan besi sebelumnya kemudian menempat diri di atas bubuk mesiu berjumlah besar barusan. Gabungan mainan ini mengakibatkan suara mengerikan puluhan kilo bahan peledak, dorongannya cukup kuat sehingga menyebabkan sosok Arata menghilang dalam sekejap menuju langit tinggi.


“WOOOHOOO!!! HAHAHA...HA...HA...WOAAA!” teriaknya senang awalnya sebelum mulai panik sebab kecepatannya ternyata lebih fantastis dari dugaanya.


Anak – anak jalanan lain mendoakan Arata sambil menutup telinga, sangat cuek kepada para orang dewasa yang menangisi modal mereka hangus terbakar karena perbuatan pengganggu – pengganggu kecil tersebut. Meminta ganti rugipun bakal sulit karena memang kebanyakan adalah seorang budak.


><


Yawen akhirnya mencapai pusat kota, matanya terkunci menatap bendera kemenangan. Dalam satu gerakan mulus dia menaikinya tanpa memperdulikan ledakan memekakkan telinga, namun waktu hampir menyentuh kain itu. Tiba – tiba ada tangan lain yang menjulur ingin merebutnya, lengan keduanya bergerak sejajar mengincar tujuan serupa.


‘Aku....menang!’ batin masing – masing menggemertakKan gigi penuh tekad.


“HYAAA...!!!”


SRAATTTT!!!


Ch.131 (150)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 19 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).