The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 253 - Selera Humor



Saat akhirnya memutuskan tuk menyerang, nampak perbedaan teramat jauh antara keduanya. Qinglong mengepalkan tangan sebelum mengayunkannya secepat kilat, Little Jackal dapat melihat datangnya pukulan tersebut namun tidak mampu melakukan apapun entah menahan atau menghindarinya.


Sadar mustahil selamat, ia menutup mata bersiap menerima datangnya hantaman. Menyaksikan perilakunya Qinglong cuma terkekeh lalu mengupah kepalanya menjadi sentilan keras menuju jidat gadis mungil berbulu serigala itu, Little Jackal meringis kesakitan disertai kulit dahi memerah perih.


“Mana rasa percaya dirimu tadi? Masa kau terpejam sih?”


Komentar Qinglong berbekal nada ejekan kental, baru saja Little Jackal membuka mulut hendak membalas ucapannya. Kaki Qinglong sudah melesat hampir mencapai telinganya sampai memaksanya sekali lagi untuk merem.


Little Jackal merasakan hembusan angin hasil sapuan musuhnya tetapi meski menunggu cukup lama sepakan Qinglong tak kunjung tiba, akhirnya dia memberanikan diri mengintip. Ternyata Qinglong telah mengubah arah tendangannya ke sisi berlawanan dalam sekejap sembari memperhatikan respon Littla Jackal, ketika tatapan keduanya bertemu senyuman Qinglong kian melebar.


“Boo....! Hehehe....kubilang buka matamu”


BUAKH!!!


Tanpa basa – basi Qinglong langsung menyelesaikan gerakannya, kakinya mengenai leher Little Jackal sehingga membuatnya terhempas jatuh tertimbun tanah entah berapa meter jauhnya. Sang kirin membersihkan tangan lalu meregangkan pundaknya yang kaku sama sekali tidak kelihatan lelah sedikitpun dan malah cenderung bosan.


Memanfaatkan kelengahannya tiba – tiba Wave Rider muncul dari semburan air tepat di belakang punggungnya, dia melepaskan tebasan pedang besar miliknya diikuti tujuh ombak setinggi gunung melalui berbagai arah buat meremukkan lawannya.



“Seven Seas Splitter....!!!” teriaknya semangat.


BAMMM!!! BRRRR!!!


Seringai Wave Rider lenyap begitu saja sebab usai mendengar suaranya Qinglong hanya menoleh sambil menjulurkan jari telunjuknya, seluruh tekniknya seakan menghilang tertiup angin terlebih senjatanya tertahan tidak dapat maju lebih jauh lagi saat bertemu dengan ujung kuku Qinglong.


“Ugh!? Rrrrrr.....!”


“Percuma, hmm...? Bukankah pedang ini taring ikan teri banyak tingkah yang mengaku dirinya hiu itu? Aku tak tau kau punya hubungan apa dengannya tapi jurusmu terlalu banyak membuang – buang tenaga persis sepertinya. Hoaammmm.....” Qinglong berkomentar sebelum menguap lebar.


Secara mengejutkan dia mendorong pelan benda tadi agar Wave Rider mundur sedikit kehilangan kesimbangan, Qinglong lalu mengubah posisi tangan musuhnya menjadi membuka. Wave Rider terkesiap merasakan tubuhnya tertarik mendekati wanita tersebut tanpa mampu dilawan, selang sepersekian detik lehernya sudah dicengkram oleh Qinglong.


Sembari memberontak Wave Rider mencoba peruntungannya kembali namun Qinglong segera menyebabkan senjatanya terlepas kemudian menjauhkanya entah kemana, cekikan si perempuan bertanduk biru sangat kencang bahkan tidak menunjukan tanda – tanda mengendur sedikitpun sekeras apapun Wave Rider berjuang membukanya.


Qinglong mengalirkan Qi menuju kipasnya dan dalam sekejap barang miliknya barusan bertranformasi panjang juga mengintimidasi. Pedang keperakan berukuran hampir mirip punya Wave Rider muncul menghiasi genggamannya, Qinglong terus berbisik lembut ke telinga si anggota Fifteen Peak Catastrophes.


“Biar kutunjukan cara baik nan benar melakukannya”


SRAATTT!!!


Qinglong mengayunkan tebasan yang tepat mengenai perut Wave Rider, waktu seolah berhenti sesaat ketika hal tersebut terjadi. Awalnya semua nampak baik – baik saja, namun efek dahsyat terasa detik berikutnya. Tiupan angin sekitar keduanya bertambah cepat diluar kendali lalu secara serentak segala objek dalam radius tertentu terbelah.


Mulai dari awan, puncak gunung, maupun permukaan air. Bahkan laut memerlukan proses cukup lama untuk kembali pada keadaaan semula, tubuh Wave Rider jatuh layaknya daun gugur sementara Qinglong memukul – memukulkan lagi kipasnya menuju telapak tangan usai benda tersebut balik ke wujud sebelumnya.


“Oi bocah matahari?”


“Ugh....?!” badan Sun Ghost langsung kaku menyadari kata – kata Qinglong tertuju kepadanya.


“Bagaimana? Kau tidak mau mengetes keberuntunganmu seperti teman – temanmu? Aku tau kok kau terus memarahi mereka sebab merusak rencana cemerlangmu yaitu mengeroyok diriku”


“Dari mana—“


“Jangan meremehkan kami....! Kau pikir sedang bicara dengan siapa?!”


“Hah? Bukankah harusnya itu kata – kataku? Padahal semisal kalian meminta maaf dan tak mencari masalah aku hendak memberikan kematian cepat tanpa rasa sakit, hehehe tapi sekarang mustahil....aku pastikan masing – masing menderita hingga akhir hayat dipenuhi teror. Wuuu....apakah kau takut?”


“Hentikan omong kosongmu! Solar Spear!”



Sun Ghost perlahan mengerahkan seluruh energinya demi menciptakan sebuah tombak bercahaya raksasa, aura panasnya segera membakar setiap tumbuhan serta menyebabkan air menguap cepat. Dia melemparkannya penuh niat membunuh, Qinglong memperhatikan semua prosesnya sembari mengerjap – ngerjapkan mata sesekali akibat silau.


“Ckk....hadeh....selera humor anak zaman sekarang buruk sekali....” Qinglong menggerutu kesal.


BLAARRR....!!!


><


Bing Lian merasakan sorotan Divine Sense sehingga membuatnya waspada, Bubu menatapnya bingung mengapa berhenti karena ia tidak memperoleh tekanan layaknya pemuda tersebut. Lian menggeleng terus mengajak Bubu buru – buru khawatir tentang nasib Yao Sheyan.


Sebenarnya setelah kejadian kemarin Sheyan mengalami demam tinggi yang memaksa mereka menjaganya, keadaanya mulai normal saat matahari mulai terbit kembali. Menyaksikan kondisi si gadis stabil Bing Lian punya ide menyiapkan sarapan bergizi agar tubuhnya makin kuat, jadi dia meminta Bubu menemaninya pergi ke Pos Pertama Granite Convert Sanctuary untuk mencari bahan – bahan kebutuhannya.


Sayangnya disebabkan masih kurangnya pengetahuan soal tempat itu, keduanya membutuhkan waktu lebih lama ketimbang perkiraan awal. Siapa menyangka akan muncul Cultivator lain saat Lian juga Bubu tak berada di samping Yao Sheyan, sesampainya dekat pondok kecil milik Sheyan semua nampak normal sampai Bing Lian hanya terpisah sekitar sepuluh langkah dari pintu masuk.


ZAP!!!


Gerakannya langsung terhenti soalnya tau betul ada seseorang berdiri belakang punggungnya, insting Lian berkata kalau salah bertindak sedikit nyawanya bakal melayang. Orang ini bukan Cultivator sembarangan, minimal Nascent Soul Great Circle – Stage. Bubu mendengar deru angin tadi lalu menoleh penasaran, melihat sosok tersebut makhluk mungil itu malah memekik senang.


“Bu!”


Dia langsung berpindah dari badan Bing Lian menuju pundak pria satunya terus mengeluskan kepalanya sebagai bentuk tanda sayang, Lian belum berani menoleh karena mendapatkan intimidasi meski penasaran mengenai identitas pendatang barusan. Saat mendengar suaranya barulah Bing Lian mampu tersenyum tipis.


“Nak? Aku melihatmu cukup cerdas dalam bertindak, sekarang aku ingin kau menjawab pertanyaanku dengan jujur”


“Silahkan, aku pasti melakukannya jika tidak diluar kemampuanku”


“Siapa kau? Dan mengapa kau datang kemari?”


“Aku adalah utusan Old Matriach White Crow Sect untuk menemuimu, beliau juga yang memberitahuku harus kemana mencari anda wahai Medicine Pillar”


“Yin Nuan?” Yao Quon mengangkat sebelah alis mendengar jawaban tadi.


Ch.253 (342)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 89 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).