The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 290 - Tebasan Kegigihan Satu Dekade



“Sssshhhhh......” Medusa mengeluarkan desis kesakitan panjang.


Ekor maupun satu lengannya mengalami pendarahan cukup banyak usai terkena tebasan tangkas Lian ketika dia hendak menikam lehernya begitu sadar Petrified Gaze tidak berfungsi terhadap pemuda berambut putih itu. Meski sudah terlepas, bukannya mundur Bing Lian malah maju dengan kuda – kuda siap tempur sehingga menimbulkan perasaan panik kepada lawannya.


Medusa mengayunkan keenam lengannya sembarangan agar Lian berhenti mendekat, hebatnya walau matanya tertutup rapat Bing Lian dapat menghindari kacaunya situasi tanpa tergores sedikitpun berkat memaksimalkan empat indera tersisa bahkan menyebabkan Medusa pribadi bertanya – tanya apakah ia menemukan trik untuk memperoleh Divine Sense sebelum mencapai Foundation Realm.


“ENYAH KAU DASAR LALAT!


BLARRR!!!


“Huff...!” akhirnya lantai remuk memaksa Lian mencari posisi aman.


“MENGAPA....MENGAPA.....MENGAPA....!!!”


“Apanya? Kau mau mengetahui yang mana? Alasan racunmu belum bereaksi? Sinar pembatumu gagal? Atau bagaimana caraku bertarung sambil memejamkan mata?”


“SEMUANYA!!!” jerit Medusa frustrasi.


Dengan tingkah bermain – main dirinya dapat dipastikan siapa saja pernah menjadi lawan Bing Lian bakal terguncang mentalnya akibat betapa kurang seriusnya dia menanggapi duel sekelas hidup mati sekalipun. Medusa sekarang merasakan hal tersebut, Lian tersenyum menanggapi teriakannya dan malah menggodanya sesekali seolah hendak menunjukan semisal sungguh – sungguh pertarungan mereka bisa diselesaikan dalam hitungan detik.


Bahkan saking serunya adu kemampuan antara Forging Qi manusia menghadapi Dao Beast setingkat Nascent Soul Late – Stage barusan mengakibatkan orang – orang lain di ruang tahta sulit fokus ke tugas masing – masing terus malah menonton keduanya, walau faktor utamanya adalah enggan terluka parah karena terkena jurus nyasar. Yao Sheyan menghela napas panjang bersyukur Lian mampu keluar dari situasi membahayakan nyawanya.


“Baiklah kita mulai pelajarannya anak – anak, pertama kau Medusa. Payah sekali meracik racun, jadi kau berharap apa meski pisaumu sempat mengenai pipiku? Semuanya telah dinetralisir langsung oleh tubuhku, kalau ahli sih bukankah mustahil kau membentuk sendiri kelompokmu ini lalu berfokus terhadap kekuatan kutukan pembatumu?.


Kedua, masa kau berpikiran tak ada individu hidup masih mengingat soal syarat utama pengaplikasian Petrified Gaze? Yaitu harus terjadi kontak mata antara pemilik juga target. Ketiga, untung memoriku cukup bagus serta teknik bertarungku tidak terlalu terikat pada indra pengelihatan ya? Hahahaha”


Bing Lian bicara santai mengelilingi ruangan layaknya guru memberikan sebuah pengajaran sembari menghindari segala upaya Medusa melukainya hingga menyebabkan para penonton terkesima. Kesalahan paling fatal Medusa adalah mengikuti permainan Lian, seandainya akal miliknya normal.


Medusa hanya perlu memakai sihir setingkat Nascent Soul maka Bing Lian pasti kesulitan menanganinya, sayangnya dia malah mengutamakan ilmu pedang yang notabene pemahaman Ice Emperor jauh diatasnya. Racun dimana dirinya terkenal lemah dalam hal itu, serta terakhir senjata kebanggaanya. Kutukan pembatu dengan syarat penggunaan sudah dipatahkan oleh Lian.


Medusa benar – benar menemui jalan buntu kali ini, di tengah – tengah kegundahannya secara mengejutkan muncul secercah harapan begitu salah seorang jenderalnya menjauhi rombongan Sheyan lalu mengincar Bing Lian sewaktu pemuda tersebut melintas.


Yao Sheyan bersama Kirka terlambat menyadari pergerakannya sehingga pas mau memperingati, Lian sudah lebih dulu dipengangi musuh. Dia diarahkan menuju Medusa pada kondisi terkunci. Melihat peluang emas, Medusa segera melayangkan tebasan secepat kilat tanpa perduli nantinya leher anak buahnya pun ikut terpenggal.


Bing Lian berhasil terbebas tepat waktu dengan merobek perut sosok dibelakangnya, namun sergapan itu membuatnya dalam situasi berbahaya sebab membutuhkan momen sejenak untuk memulihkan diri padahal pedang Medusa tinggal berjarak sepersekian senti darinya.


“MATIIII....!!!” Medusa berteriak penuh kemenangan.


“LIANNN!?”


PRANKKK....!!!


><


Sheyan menutup matanya berusaha menghindari pemandangan mengerikan hendak terjadi, namun bukannya bunyi daging atau tulang terpotong yang terdengar malah suara keras besi beradu. Medusa beserta seisi ruang tahta terperanjat, pelan – pelan Yao Sheyan mengintip dan membuka mulut tidak percaya Lian masih utuh tanpa kekurangan sehelai rambutpun.


“Kukira kau takut kotor.....jubah sial” gumam Bing Lian tersenyum dari balik kain hitam menyelimuti sekujur badannya.


Kehadiran Night Raven Cloak langsung memberi dampak, hawa jahat kuat memancar sehingga mempengaruhi sekelilingnya bahkan mungkin seluruh Dao Realm. Selain Medusa, setiap individu pada radius sepuluh meter dekat Lian berdiri terbujur kaku kesulitan bergerak juga bernapas dikarenakan tekanan hebat baju perang sang Demon King.


Udara berubah jadi agak berat dan memuakkan, Medusa menelan ludah berat berusaha mencoba menarik gagang senjata miliknya sayangnya Night Raven Cloak mencengkram kuat menolak mengembalikannya terus memaksa Medusa mundur ketakutan. Night Raven Cloak bertranformasi membentuk semacam mulut bergigi tajam mengunyah benda barusan hingga Medusa harus rela kehilangan salah satu pusaka kebanggannya.



“Apa – apaan....!?”


Medusa mati kutu sewaktu Bing Lian menghampirinya, hawa jahat Night Raven Cloak terlampau dahsyat jika dibanding dengan miliknya sampai Medusa bertanya – tanya seberapa banyak nyawa pernah direngut olehnya.


“Yanqui? Jangan bilang aku belum memperingatimu....”


“Berhenti! Pergi jauh kau! Dasar iblis....!” Medusa menjerit menghempaskan bongkahan – bongkahan batuan raksasa menggunakan ekornya. Tapi sia – sia, lawannya tak terganggu sama sekali.


“Berani berbuat....maka harus berani bertanggung jawab. Kau tau konsekuensinya bukan?”


“Hiyyy!? Hyaaaaa.....!!!”


TRANG!!!


Berbekal pedang tersisa Medusa lagi – lagi mencoba peruntungannya, Lian terkekeh geli. Bagaimana mungkin ia berpikir mampu melukainya saat siap siaga sementara ketika lengah saja gagal?, Bing Lian membongkar teknik Medusa cuma bermodalkan potongan sederhana yang mengakibatkan setiap lengannya terpental.


Tanpa buang – buang waktu lagi Lian memasang kuda – kuda rendah, napasnya berubah tenang kurang dari sedetik. Begitu dirinya melepaskan serangan, Medusa merasa dewa kematian telah menempelkan alat pencabut nyawa sekitar lehernya. Walau sekilas bagi orang normal Bing Lian mengayunkan senjatanya sekali, dalam pandangan Medusa ada sekitar seratus tebasan serentak dilakukan.


“One Decade Tenacity Slash.....” bisik Lian lirih.



SRAT! SRET! SROT! SRRRR....!!!


Jurus ini mencincang bukan hanya pusaka Medusa namun ikut bersama tangan – tangannya sampai meyisakan tinggal sepasang serta sebuah pedang saja. Cairan merah muncrat menghiasi dinding ruang tahta layaknya cat air, aroma amis langsung memenuhi udara.


One Decade Tenacity Slash merupakan teknik ciptaan Tian An setelah berlatih tanpa henti melakukan seratus tebasan selama sepuluh tahun lamanya demi meningkatkan kemampuannya walau pada akhirnya dicap sebagai sebuah kegagalan. Usai sahabatnya meninggal, Lian menyempurnakannya dan mengajarkan Tian Mulan sehingga cuma mereka berdua yang menguasainya di seluruh Benua Huawai.


Sadar semuanya berakhir, Bing Lian memerintahkan Night Raven Cloak kembali agar tidak menyusahkan individu sekitar terpapar hawa jahatnya apalagi menarik perhatian petinggi Dao Realm. Tapi kesempatan itu ternyata dimanfaatkan Medusa buat menyelinap, dia bergabung dengan bayangannya sendiri kemudian bergerak gesit menghampiri lokasi Sheyan berada.


Ch.290 (395)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 105 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).