
Pertempuran antara Black Graveyard Sect melawan Frozen Swan River sebenarnya cukup berimbang, meski jumlah pasukan penyerbu lebih diunggulkan karena mereka mempunyai kemampuan memanggil Undead – Undead. Para gadis penghuni sekte khusus perempuan itu mampu meladeninya berkat area pertarungan cocok dengan kekuatan utama Frozen Swan River yaitu Daoist Magic elemen es.
Ledakan, suara besi beradu, jerit kesakitan, cahaya menyilaukan, bersileweran tanpa henti kemanapun orang – orang menoleh. Tentu yang paling mencuri perhatian adalah pertempuran dua jagoan berkekuatan Nascent Soul di udara, Sun Bingbing sudah beradu hampir seratus jurus menghadapi Undead Monarch milik Gui Dong sang Corpse Emperor.
Masing – masing bergerak luwes nan gesit layaknya ikan pedang sedang bertarung namun bedanya mereka melayang bukannya berenang, tiap pertemuan pukulan dan tendangan mereka menyebabkan gelombang kejut memekakkan telinga. Bahkan saking cepatnya penonton cuma bisa mendengar rentetan bunyi gedebuk secara berturut – turut.
Sun Bingbing sengaja memancing musuhnya agak menjauh dari lokasi utama perang sebab sebisa mungkin ingin mengurangi korban jiwa. Duel Cultivator Nascent Soul Great Circle – Stage selalu memberi dampak luar biasa terhadap lingkungan sekitar jadi ia takut malah membuat anggota – anggota sektenya gugur konyol.
Matriach Frozen Swan River tersebut menoleh demi memastikan apakah si Undead Monarch masih mengikutinya, benar saja bocah berkulit pucat sebelumnya mengekor dengan tatapan terkunci ke arahnya. Saat merasa jaraknya telah aman, Sun Bingbing memutari satu buah awan raksasa.
Dalam sekejap gumpalan putih diubah menjadi bongkahan es jumbo berujung runcing, Sun Bingbing menunjukan keahliannya memanipulasi kandungan air pada awan tadi lalu menciptakan senjata penghancur tingkat tinggi. Menyadari datangnya bahaya, Undead Monarch buru – buru menghentikan lajunya namun terlambat.
BAMMM...!!!
Tepat ketika lawan baru mengerem, Sun Bingbing menendang benda buatannya. Tanah di bawah tempat pertempuran terjadi sempat gelap tertutup bayangan teknik kiriman Sun Bingbing, semua mendongak terus menahan napas menyaksikan meteor beku mengerikan tersebut.
Bagaikan kereta api berkecepatan penuh bongkahan es meluncur deras siap ******* targetnya, Undead Monarch menarik napas panjang lalu menghembuskannya sampai menyebabkan kabut putih keluar melalui sisi bibirnya. Sejujurnya Sun Bingbing tidak mengerti apa yang dilakukanya cuma detik berikutnya seluruh mahakaryanya hancur berkeping – keping.
Hujan kristal halus mulai berjatuhan kemudian mendarat mulus menghiasi kepala pasukan kedua belah pihak, asap nampak menghiasi telapak si Undead Monarch usai kejadian tadi. Sewaktu pandangannya masih terhalang bekas hancurnya kiriman Matriach Frozen Swan River, wanita itu muncul menembus semuanya sambil bersiap mengayunkan lengan berwarna kebiruan.
“Asgard Palm!”
JDAARRRRR....!!!
Sun Bingbing menghantam kuat musuhnya sehingga ia maupun si Undead Monarch terjun bebas mengikuti gravitasi bumi, ketika berada dekat sekali barulah Sun Bingbing sadar kalau jurusnya berhasil ditahan dalam jarak teramat tipis. Undead Monarch menangkap pergelangannya hingga Asgard Palm gagal mencapai dadanya.
Sun Bingbing mengumpat kesal dan sebelum menghempas tanah berusaha terbang untuk menghentikan jatuhnya, meski memang sukses melayang kembali. Undead Monarch masih menggengam dirinya kemudian melepaskan tendangan ke arah perutnya sampai dia terpental jauh.
“Uhuk!?” Sun Binbing mengeluarkan batuk darah sembari memegangi bagian terkena serangan tadi.
Sayang lawannya nampak belum ada niatan berhenti, Undead Monarch membentuk kuda – kuda siap memukul. Begitu ayunan pertama akhirnya dilepaskan, gelombang berwujud naga hitam muncul membuka mulutnya lebar – lebar seolah hendak menelan Sun Bingbing.
“Cela—“
“Matriach!?”
PRANKKK...!!!
Sun Bingbing terhempas menabrak dinding dekat air terjun yang merupakan jalan masuk Frozen Swan River, sang Matriach berusaha mengatur napasnya. Tulangnya terasa remuk, dia tak dapat membayangkan jika terlambat membuat pelindung dari teknik mengerikan Undead Monarch barusan.
“Bingbing?! Kau baik – baik saja?!” tanya kedua saudarinya panik melalui telepati.
“Ahh....hanya sedikit patah tulang, sebaiknya kalian diam saja duduk manis melihat aku menyelesaikan masalah ini”
“Tapi—“
“Aku sudah bilang itu perintah mutlak bukan? Jadi hentikan protes tidak berguna kalian dan simpanlah tenaga untuk kabur kalau kemungkinan terburuk sungguh terjadi” Sun Bingbing membalas pelan.
“Uhuk...ehehe...semisal makhluk panggilannya saja sekuat ini, bagaimana Tuannya? Apalagi kudengar Corpse Emperor mempunyai lima Undead Monarch, jika dirinya turun dengan kekuatan penuh tidak diragukan lagi Frozen Swan River mungkin tinggal nama sekalipun kami bertiga bekerja sama menghadapinya. Ancamanya ternyata bukan sekedar omong kosong semata.....”
><
Sesuai perintah Gui Fu untuk meringkusnya, dalam kurun waktu singkat Chyou menjadi pusat perhatian Cultivator – Cultivator Black Graveyard Sect. Gadis itu bagaikan primadona dan meliuk – liuk indah menghindari sergapan Undead maupun para pengendalinya, meski orang – orang tertentu sempat berhasil menyentuhnya. Secara janggal pegangan mereka akan terlepas seolah baru memegang sesuatu yang licin.
Ketika sukses kabur Jin Chyou langsung menaiki papan misterius mirip dengan fungsi Flying Sword, terbang mengitari lawan – lawanya tadi sambil membentuk mantra tangan. Ia mengeluarkan napas api kuat hingga menyebabkan semua sosok di sana hangus menjadi abu.
“Hehehe....terlalu cepat seratus tahun bagi kalian menangkapku jika masih menahan diri” ledek Chyou menjulurkan lidah.
“Impresif....namun kau sebaiknya jangan besar kepala hanya mengalahkan kroco – kroco itu Noble Treasure Princess”
“Hmm?”
Jin Chyou menghentikan pergerakan Spirit Tools miliknya kemudian menemukan siapa yang bicara, Gui Ma menunggangi Undead naga tulang belulangnya sudah menunggu siap menghalangi jalannya. Chyou memutar – mutar tombaknya santai sebelum menyapa balik dengan senyuman palsu.
“Woaaah....Tuan Muda Ketiga? Kebetulan sekali kita bertemu lagi”
“Hentikan akting payahmu, kau tau ini adalah pembalasan buat penghinaanmu kemarin bukan?’” tanya Gui Ma sinis.
“Kau membicarakan apa ya?”
“Hahahahaha bagus Jin Chyou, kakek bilang supaya tidak membunuhmu. Tetapi dia seharusnya tak keberatan semisal ada beberapa tulang patah dalam prosesnya”
Setelah Gui Ma berkata demikian, tiba – tiba dua bayangan hitam meluncur cepat dari arah bawah mengincar Chyou. Untungnya ia masih cukup cekatan menaikan ketinggian tepat waktu, dua Undead General barusan menggoyang – goyangkan kepala sebentar usai berbenturan dan lanjut mengejarnya.
Saat anggota – anggota Black Graveyard Sect lain mulai mendekat hendak membantu, Gui Ma menyuruh mereka mundur. Cukup dirinya seorang buat menangkap Jin Chyou, walau agak berat serta ingin memperoleh hadiah seperti janji Gui Fu. Masing – masing terpaksa menurut mengingat perintah diberikan oleh cucu Corpse Emperor sendiri.
Tidak ada kesempatan untuk menolak, akhirnya para anak buah berpencar mencari mangsa baru sekaligus membantu pihaknya di medan pertempuran. Jin Chyou menyaksikan seluruh kejadian sembari berupaya menghindari tangkapan makhluk panggilan Gui Ma, karena pada dasarnya memang punya sikap badung dia pun menyeletuk, “Dasar egois! Bilang saja kau hendak mengklaim penghargaanya sendiri”.
Masih tertawa Chyou lagi – lagi terlepas saat berusaha ditangkap oleh kedua Undead General, namun tanpa terduga Gui Ma melakukan lompatan tangkas kemudian mencekik lehernya. Cengkaramannya kuat juga tak menunjukan tanda – tanda akan tergelincir sedikitpun.
“Ugh!?”
“Sudah puas bermain – main? Kau pikir aku tidak tau soal Oil Condensate Manual milikmu?” bisiknya dingin penuh ancaman.
Ch.212 (286)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 74 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).