The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 148 - Teknik Pembatalan Absolut



“Kemana perginya....dua orang itu!? Mereka sedang berduel atau berkencan sih!?” Jin Chyou menggebrak meja kemudian mengacak – ngacak rambutnya kesal.


Tindakannya seketika membuat seluruh perhatian tempat makan tertuju kepadanya, terlebih gadis tersebut ditemani seekor Dao Beast berbentuk naga putih yang menatapnya aneh sembari meminum jus jeruk. Jin Chyou mulai menggerogoti kukunya kehabisan kesabaran, heran mengapa Baixian masih sangat tenang.


Sudah hampir sembilan puluh menit keduanya kehilangan kontak dengan Bing Lian akibat perbuatan Qiu Na, ingin sekali Chyou pergi mencarinya sendiri tetapi takutnya malah makin kehilangan jejak. Dia bahkan meminta para anggota Noble Treasure Shed mencari posisi si pemuda sayangnya nihil tanpa hasil.


Mereka lenyap bak ditelan bumi dari kota Xintong, awalnya Jin Chyou memaklumi karena berpikir meluruskan kesalahpahaman memang membutuhkan waktu. Namun saat lewat sejam ia sempat berpikir mereka tewas sebab saling menghabisi, untungnya Baixian mengatakan kalau koneksinya bersama Lian belum terputus jadi semuanya aman terkendali.



“Mencarinya? Buat apa? Nanti juga kembali sendiri....slurp....” celetuk Baixian cuek menghisap minumannya melalui sedotan.


“Bisakah setidaknya kau terlihat cemas?! Tuanmu menghilang serta mungkin dibunuh Baixian!?”


“Kan aku sudah bilang, dia memang sering begitu. Bahkan pernah entah kemana selama sebulan penuh terus muncul seolah tidak terjadi apa – apa, jika sejam saja kau tak tahan mendingan jangan pernah berpikir mampu menjadi istrinya”


“Ugh....aku tau pasti ada sesuatu antara ia dan Qiu Na!? Mereka sedang bermesraankan!? Jawab aku naga sial—“


“Anu....permisi”


Jin Chyou menoleh mendengar ucapan barusan ketika mencoba mencekik Baixian tapi terhalang tembok Qi transparan ciptaan makhluk itu, seorang wanita paruh baya berwajah familiar menghampiri pergelutan keduanya sambil tersenyum ramah.



“Anda....?”


“Maaf, aku mendengarmu menyebut nama putriku lalu teringat sempat bertemu sebelumnya”


“Ahh....” Chyou mengerjapkan mata kebingungan kemudian saling bertukar pandang dengan Baixian.


><


Usai dipersilahkan duduk oleh Jin Chyou beliau memperkenal diri sebagai Nyonya Jiao, ibu dari Qiu Na sang Hundred Nights Princess. Anehnya Chyou mendengar kisah bukan seperti Qiu Na yang dirinya ketahui selama ini di dunia Cultivator.


Menurut penuturan ibunya, Qiu Na bekerja pada bekas tempat ayahnya bekerja dulu terus selalu mengirimkan uang ke keluarganya di Xintong, mendapat pengakuan itu Chyou jelas bingung. Apa Qiu Na benar – benar menyembunyikan identitasnya sebagai salah satu generasi muda terbaik aliran hitam dari anggota keluarganya.


“Ahahaha....maaf, aku kebanyakan bicara ya? Kau pasti bosan”


“T...ti...tidak kok bibi, aku senang bisa menemanimu. Bolehkah aku bertanya sesuatu?”


“Humm....silahkan” balas Nyonya Jiao mengangguk antusias.


“Apa anda tau apa itu Cultivator?”


“Mmm? Aku belum pernah mendengarnya”


JDAARRR!!!


“Anda sungguh tinggal di sini?” Jin Chyou berhasil menjaga keseimbangan saat hampir terjungkal mendengar pengakuan tadi.


Ia lalu menceritakan kalau biasanya cuma mengunjungi Xintong saat hendak membeli beberapa kebutuhan, sementara rumahnya sendiri berada di desa sekitar lima kilometer dari sini. Malam itu Nyonya Jiao berencana berbelanja demi membuat makanan enak bagi anak bungsunya karena Qiu Na baru pulang membawa cukup banyak uang.


Tetapi dia menjelaskan kalau banyak orang misterius menghalanginya ketika mau keluar kota, makanya memutuskan mencari Qiu Na padahal mengira kalau putrinya tersebut telah balik dahulu mungkin akibat sakit perut atau apa. Jin Chyou harus mengambil tisu sebab minumannya malah masuk menuju hidung ketika mendengar kisah wanita dihadapannya.


“Kau baik – baik saja nak?”


“Huhh...!!! Maaf....aku agak ceroboh, lalu kenapa bibi menghampiriku?” kata Chyou usai membuang ingus.


“Ahh...aku ingin bertanya apa kau tau keberadaan Qiu Na? Soalnya dia terakhir bersamaku sewaktu bertabrakan dengan kalian”


“Aku sepertinya tidak bisa membantu juga bibi, sebenarnya sekarang aku pun tengah mencari seseorang dan belum melihat Saudari Qiu lagi”


“Tapi—“


Tepat sebelum Jin Chyou berusaha menghiburnya, Baixian menarik jubahnya sembari menunjuk suatu titik. Di mana terdapat dua orang berjalan berdampingan menembus ramainya jalanan kota, kalau bukan karena banyaknya warga Jin Chyou pasti sudah mengaktifkan sihir untuk menyerang saking kesalnya.


><


‘Nona....kami menemukan posisi Tuan Muda’


‘Aku....tau, kau pikir aku buta?!’


“Eh?” kata Xuan Ru bingung mendapat jawaban telepati ketus Jin Chyou.


Sementara itu Lian dan Qiu Na yang baru keluar melalui salah satu gang kecil usai berpindah lokasi buru – buru bergerak menuju air mancur utama. Namun belum saja sepuluh langkah bulu kuduk punggung Bing Lian berdiri tegak, sewaktu masih bingung mencari penyebabnya seseorang menyeletuk dalam benaknya.


‘Dasar lelet....lihat kemari’


Telepati Baixian langsung membuat Bing Lian menemukan keberadaan mereka, tetapi kakinya menolak mendekat akibat tatapan berapi – api Jin Chyou. Tingkah gadis tersebut akhirnya menarik perhatian Nyonya Jiao untuk menoleh kemudian memasang wajah sumeringah terus memanggil anak perempuan kebanggaannya.


“Nana!?”


“Ibu? Kenapa bisa ada di sini?” Qiu Na bertanya sama kagetnya.


“Aduh....aku mencarimu kemana – mana, setidaknya bicara sebelum keluyuran”


“Hahaha....maaf, aku tersesat sebab cukup lama tidak ke sini”


“Hmm? Halo”


“Ah? Senang berjumpa dengan anda Nyonya” sapa Lian tersenyum ramah.


“Anak muda kau sungguh tampan, kita bertemu sebelumnyakan? Salam kenal, apa kalian berdua punya semacam hubungan spesial?”


“IBU!? BUKAN!!!”


Qiu Na segera mendekati ibunya dengan muka memerah sambil membentuk tanda silang menggunakan tangannya, Nyonya Jiao cuma tertawa berhasil menggoda putrinya. Sedangkan pada tempat duduk tadi Chyou baru saja meremukkan gelasnya dengan mulut komat – kamit mengutuk, Baixian melayang di dekatnya lalu memberikan gestur menggorok leher kepada tuannya.


Bing Lian memiringkan kepala masih kurang paham apa yang terjadi, namun karena waktu makin menipis dia menggeleng – geleng sebentar memutuskan mengabaikan semuanya. Dia menyelinap tenang ditengah pembicaraan Qiu Na bersama ibunya dan memasang Black Yaksha Mask, tidak ingin siapapun mengenali wajahnya.


Perlahan Lian berjalan menelusuri sekitar air mancur kemudian berhenti usai menginjak titik kelemahan Afterlife Transformation Sealed, ia mengetuk – ngetuknya menggunakan kaki beberapa kali lalu membentuk mantra tangan.


Xuan Ru, kolega – koleganya, serta Cultivator yang menonton berbekal Divine Sense menganga lebar tak mampu mengikuti kerumitan gerakan Lian, bukan hanya itu jumlah Qi teramat banyak mulai berkumpul mengelilinginya. Manusia biasa seperti ibu Qiu Na akan menggigil akibat tiupan tiba – tiba angin malam sementara para orang paham mencari tau siapa dalang dibalik kejadian ini.


“Absolute Cancelation Technique!” Lian bergumam sebelum menghantam titik tersebut menggunakan telapaknya.


BAMMMM...! KRETAK! KRETEK! JDAASSS....!!!


Segel transparan sekitar Xintong mulai mengalami keretakan dan seiring berjalannya waktu kian membesar hingga menyebabkan jurus Black Graveyard Sect barusan hancur berkeping – keping. Cuma para Cultivator saja yang bisa menyaksikan proses menakjubkan tadi, Qiu Na menarik ibunya mendekat karena efek ledakan rusaknya Afterlife Transformation Sealed menerbangkan kumpulan benda cukup berat kemana – mana.


Xuan Ru menoleh memandangi muka rekannya, ia tidak mampu menahan air mata begitu menyaksikan bagaimana tulisan kematian pada wajah masing – masing menguap tanpa bekas. Ada orang – orang bingung termasuk Nyonya Jiao mendapati masyarakat Xintong sekitar mereka menangis haru, Qiu Na memeluk erat ibunya sambil ikut terisak masih belum mempercayai keajaiban ini. Sementara di suatu lokasi sesosok pria paruh baya terduduk, hatinya mencelos merasakan untuk pertama kalinya formasi sihir buatanya telah dibatalkan.


Ch.148 (180)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 32 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).