
“Apa – apaan.....”
“Eh? Sheyan? Tuan Muda Bing? Maaf aku tidak menyadari kedatangan kalian karena terlalu fokus” seru Yao Quon cepat menoleh menemukan kedua remaja baru tiba itu ditemani Bubu.
Alchemist Bachelor merasakan perubahan signifikan terhadap aliran Qi terus memutuskan meninggalkan pos penjagaanya untuk memeriksa apa gerangan yang sebenarnya sedang terjadi. Ia menyempatkan diri memasang sihir khusus mengelilingi pintu menuju Dao Realm sehingga menghalangi Dao Beast dari sisi sana menyebrang.
Saat akhirnya tiba ke puncak Adamantine Peak responnya kurang lebih mirip layaknya Sheyan, terpaku menyaksikan fenomena alam saling tumpang tindih sebelumnya. Entah berapa lama berselang Yao Quon sendiri lupa seolah terhipnotis pemandangan menakjubkan tersebut.
Pokoknya saat telah sadar kembali, dia mendengar gumaman heran Yao Sheyan kemudian baru ingat waktu kepulangan mereka harusnya beberapa menit lalu. Pandangan matanya dan Bing Lian bertemu, namun Yao Quon sedikit bingung bukannya nampak khawatir Lian malah menunjukan raut wajah antusias.
“Kakek? Langitnya kenapa? Apa ini akhir dunia kita?” Sheyan bertanya pelan, suaranya tercekat kemungkinan karena takut.
“Kau salah cucuku, kejadian di hadapanmu sekarang disebut Fenomena Alam”
“Maksudnya sama seperti ketika bulan sempat berubah jadi warna giok dulu? Tetapi kok kelihatannya berbeda?”
“Soalnya...yang kita tengah lihat bukan Fenonema Alam biasa, orang – orang menamainya Fenomena Alam Tumpang Tindih....” timpal Bing Lian mengambil alih penjelasan.
“Apa itu?”
“Sebuah momen unik dengan peluang terjadi kurang dari satu persen, dimana dua Cultivator Heaven Foundation terlahir secara bersamaan”
><
Bing Lian pernah membaca literasi kuno mengenai Fenomena Alam Tumpang Tindih tapi baru kali ini menyaksikannya langsung berbekal mata kepalanya sendiri, bahkan pada eranya yang digadang – gadang sebagai generasi para jenius. Tak sekalipun Fenomena Alam pertanda Heaven Foundation berlangsung serentak.
Pasti terdapat jeda untuk setiap orang, namun hal tersebut justru menyebabkan Fenomena Alam beruntun sampai – sampai mempengaruhi iklim dan merepotkan seluruh makhluk hidup penghuni Benua Huawai. Berdasarkan analisisnya, Lian mengambil kesimpulan usai mengeliminasi kandidat – kandidat berpotensi.
‘Menarik sekali, keduanya berasal dari Southern Thousand Island terlebih punya sepak terjak persaingan cukup panjang. Black Dragon Empire serta Red Phoenix Empire memang luar biasa, selalu menghasilkan bibit – bibit unggul. Apa sudah saatnya aku mengunjungi Senior Long ya?’
Selagi Bing Lian melamun, Yao Sheyan menceritakan terperinci hasil ekspedisi mereka. Ekspresi Alchemist Bachelor berubah – ubah takjub mengetahui betapa banyak ujian yang dilalui cucunya supaya bisa pulang hidup – hidup. Ia kemudian memeluknya penuh sayang bersyukur misi pencabutan kutukan sukses sekaligus membuktikan kerja keras masing – masing tidak sia – sia.
Sheyan mengejan sembari mengenyitkan dahinya sungguh – sungguh, fokus penuh mau memperlihatkan kepada Yao Quon jika dirinya benar – benar menjadi pemilik Petrified Gaze tetapi gagal total sebab Gift Bizzare Eyes tersebut menolak muncul hingga mengakibatkan si Violet Alchemist Princess frustrasi.
“Ketimbang menonton gadis nampak hendak buang air besar di sana Senior Yao, kita lebih baik turun demi menutup dahulu pintu ke Dao Realm”
“Ahh...”
“Apa kau bilang? Kemari kau Bing Lian!? Dasar kurang ajar” Yao Sheyan mengumpat terus mengejarnya.
Lian cuma tertawa menghindar juga menjulurkan lidah sesekali tanda mengejek, Bing Lian mengirimkan telepati pada Yao Quon untuk memberitahunya ia ingin bicara empat mata. Lian harus mulai mempercepat kinerjanya soalnya tidak mampu memprediksi dampak kemunculan Fenomena Alam Tumpang Tindih tadi, waktunya membahas rencana berikutnya terutama mengenai penantian Jin Chyou dan alasan Matriach White Crow Sect mengirimnya datang menemui Alchemist Bachelor.
><
Yao Quon melongo ketika turun menemukan pemukiman baru telah terbentuk dari para mantan pengikut Medusa yang ikut pulang dibawa oleh Bing Lian serta Yao Sheyan, wajahnya berkedut – kedut kurang nyaman selagi menutup gerbang Dao Realm karena tidak biasa merasakan kebisingan maupun kepadatan di Granite Convert Sanctuary.
Walau demikian Lian yakin cepat atau lambat dia pasti beradaptasi, benar saja belum sampai satu hari Alchemist Bachelor sudah bersosialisasi saat pesta makan malam diadakan. Nampaknya arak mempersatukan mereka secepat api menyulut tali berselimutkan minyak tanah, Sheyan memanfaatkan kesempatan ini buat berbaur juga demi meningkatkan kemampuanya mengingat dia mempunyai perasaan kurang percaya diri jika dikelilingi orang asing.
Lian sendiri memilih agak menjauh akibat kecapean menangani berbagai ancaman intense sewaktu menghadapi Medusa, ia bermeditasi sekaligus mengolah Qi dalam diam sampai tanpa terasa praktiknya naik ke Forging Qi tingkat 17.
Selesai dipikir – pikir sejak terakhir mengunjungi Frozen Swan River kemudian berlatih pada Sacred Tree Cave Pound buat menembus pembatas Forging Qi tingkat 16, jangka waktunya hanya terpaut sebentar saja. Itu menandakan peningkatan Bing Lian akibat pertarungannya di Dao Realm sangat pesat.
“Bolehkah aku bertanya sesuatu?” celetuk Bing Lian selagi keduanya berjalan berdampingan.
“Mmm? Tentu silahkan....”
“Apa kakak masih mengingat nama aslimu? Aku tak mau memakai pemberian Medusa”
“Eh? Hehehe iya aku ingat kok, kau boleh memanggilku Xing Cai” Kirka membalasnya meski awalnya sedikit terkejut.
“Nama yang bagus, salam kenal Kak Xing Cai”
“Ummm.....hehehe”
“Kenapa kakak tertawa?”
“Tidak....hanya saja rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali aku dipanggil demikian, jadinya sedikit aneh mendengarnya”
“Aku yakin cepat atau lambat pasti kakak terbiasa, ngomong – ngomong terima kasih atas bekalnya dulu”
“Sama – sama” balasnya tersenyum tulus untuk pertama kalinya dalam ratusan tahun terakhir.
><
Pagi – pagi buta Bing Lian menghela napas panjang menyaksikan betapa kacaunya kondisi sekitar pemukiman Sheyan usai pesta semalam, kebanyakan masih tertidur pulas akibat terlalu banyak minum. Yao Sheyan pun kurang lebih sama, masih terlelap di kamarnya seperti bayi sambil memeluk Bubu.
Karena menghabiskan sisa harinya dalam gudang tempatnya biasa istirahat, Lian kurang tau hingga kapan orang – orang ini menikmati perayaan tersebut. Pokoknya sebab gagal menemukan Yao Quon, Bing Lian langsung beregak menuju lift dan naik ke puncak Adamantine Peak atau Pos Ketiga Granite Convert Sanctuary.
Sesampainya Lian melihat Alchemist Bachelor tengah menyeduh teh, dia melambai menyadari kedatangannya. Pemukiman Yao Quon jauh lebih luas serta mewah ketimbang gubuk kecil Sheyan, meski tentunya punya kesamaan yaitu terdapat kebun rapi campuran Spirit Herb maupun Magic Plant berbagai rupa juga tingkatan sejauh mata memandang.
Bing Lian dipersilahkan duduk sembari dituangkan segelas cairan kemerahan berbau pekat sebagai pertanda kualitas bahan – bahannya tak boleh dianggap remeh, Yao Quon mengucapkan selamat pagi terus bertanya bagaimana kabarnya selesai menghadapi hari padat kemarin sekaligus perihal topik yang ingin dibicarakan Lian.
Baru saja mengangkat cangkir mendekati mulut, Yao Quon meniup minumannya hingga habis begitu Bing Lian menyampaikan niatnya. Si pemuda berambut putih menghindari lihai semburan teh panas tadi dengan mudah kemudian menyeruput miliknya sendiri, Yao Quon mengerjap beberapa kali seolah kurang yakin akan pendengarannya.
“P..Pa...Pahlawan Bing? Bisa anda ulangi?”
“Aku bilang ini ada kaitannya soal Fenomena Alam tumpang tindih, aku berencana menjadikan setiap Twelve Cosmos Princess tersisa sukses membentuk Heaven Foundation. Makanya membutuhkan bantuanmu Sarjana Yao. Slurrp....” Lian menjawab tanpa ekspresi.
Ch.299 (410)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 111 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).