The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 113 - Rencana Cemerlang




“Kau menemukannya? Perjanjianmu dengan Jin Chen dulu? Kalau dia menggantinya seratus kali lipat maka....”


“Mmm kemungkinan aku akan mengusai seluruh asetnya dan juga setengah wilayah Aicowonid Empire bahkan itupun kupikir hutangnya masih belum lunas” Bing Lian melanjutkan santai.


“Luar biasa kalau situasinya demikian kau bakal menjadi satu – satunya Cultivator di Benua Huawai yang mampu mendirikan sekte bintang 10 seorang diri?!”


“Mana bisa, sekte bintang 10 bukan hanya dinilai dari harta kekayaan saja. Mereka memerlukan setidaknya dua puluh Nascent Soul”


“Gampang, kau tinggal ajak kerja sama atau sewa saja Yin Nuan, Yin Wuya, Tian Mulan, Long Heiyan dan Cultivator – Cultivator tingkat tinggi lainnya”


“Dasar gila, kau mau berperang? Mengapa aku harus membuat pasukan yang bisa menghancurkan tempat tinggal kita yang damai ini?”


“Adududuh....” jerit Baixian ketika moncongnya ditarik oleh Lian.


Perkataan Baixian sebenarnya masuk akal, kalau tidak salah isi Spatial Ring yang diberikan Bing Lian kepada Jin Chen nilainya setara dengan pendapatan satu tahun sekte bintang 8. Semisal harus menggantinya seratus kali lipat, seluruh kekayaan Jin Chen pasti sirna layaknya debu tertiup angin dalam semalam.


Banyak kenalan Lian sejak dahulu menyarankan ia membentuk sebuah sekte karena merupakan satu – satunya anggota Emperors Alliance Sect tanpa panji. Namun Bing Lian selalu menolak sebab malas mengurus hal merepotkan apalagi sampai menjabat sebagai Patriach atau pemimpin kelompok, dia lelah mengemban tanggung jawab sebesar itu terus menerus mulai dari memimpin saudara dan saudari seperguruannya dengan menjadi kakak pertama hingga ketua aliansi tersebut.


Lian lebih suka mengembara sendirian seperti Rogue Cultivator, menikmati pemandangan kemudian menemui kenalan – kenalan baru. Walaupun hal ini agak sulit dilakukan ketika masa invasi bangsa Demon dulu tetapi memang begitulah dirinya apa adanya meskipun takdir selalu sengaja menyeretnya ke jalan seorang pemimpin.


“Bagaimana jika Jin Chen tak mau menggantinya? Bukan mustahil baginya malah mengincar nyawamu demi menghilangkan bukti tersebut”


“Kau benar, makanya kita membutuhkan Jin Chyou. Dengan begitu keinginanmu pun dapat terpenuhi”


“Jangan bertele – tele, jelaskan padaku” Baixian menatapnya malas.


“Aku akan menitipkan salinan perjanjian ini ke Nona Jin. Jadi walaupun Jin Chen menghancurkan milikku buktinya masih tersimpan aman, yang menjadi pertanyaan tinggal apakah dia memilih loyal terhadap kakeknya atau kita”


“Licik sekali, kau ingin dia memilih antara anggota keluarga paling perduli kepadanya dan harta”


“Pfft!? Hentikan akting jelekmu, kau sendiri paham Jin Chen cuma menganggapnya alat. Tinggal menunggu waktu sampai dirinya dibuang”


“Iya sih, lalu selanjutnya bagaimana? Kau bakal menikahinya?”


“Sekali lagi kau mengatakan kata – kata barusan kubuat kau tidur di luar” kata Lian lembut sembari tersenyum.


Baixian segera memohon ampun dengan kepala menempel pada genteng penginapan, Bing Lian menghela napas kemudian memberita kalau dia berencana menyerahkan seluruh wewenang sekaligus pengelolaan Noble Treasure Shed untuk Jin Chyou.


Semisal sukses memperoleh 80% saham Jin Chen otomatis kepemilikan sekte dagang tersebut akan jatuh ke tangan Bing Lian, namun dia tidak pernah berpikiran bakal mengendalikannya secara langsung. Di sinilah peran Jin Chyou sebagai pemegang saham terbesar kedua, dengan menerima sokongan Lian maka gadis ini kelak mempunyai kekuasaan penuh.


Dengan begitu pasti tidak ada satupun anggota keluarganya yang cukup bodoh ingin mencelakainya, bahkan kemungkinan kepala keluarga Jin yaitu Jin Chen sendiri berpeluang bekerja dibawah cucunya itu untuk bertahan hidup. Ratusan Cultivator tingkat tinggi seperti Han Zan siap melayani Jin Chyou tanpa ragu.


“Malah mereka kemungkinan besar akan mendekati Nona Chyou supaya dapat rasa simpati darinya, dan jika kau masih khawatir. Kita bisa menyarankan kerja sama dengan beberapa sekte bintang 9 terpecercaya contohnya White Crow Sect dan Frozen Swan River maka pasti keduanya akan mengirimkan pengawal berpraktik tinggi untuknya”


“Idemu sungguh cemerlang” Baixian berkomentar takjub dengan tangan mengelus – elus dagunya.


“Kau baru sadar Tuanmu ini cerdas? Sekarang....duduk”


“Aku harus memulihkan kondisi, dah....selamat menikmati angin malam” ujar Bing Lian melambai pergi tanpa menoleh sedikitpun.


“Hey!? Tunggu! Kenapa begini!? Akukan tidak pernah membahas pernikahan lagi! Jangan tinggalkan aku di luar!!! Lepaskan perintahmu! LIAN....!!?”


><


Jin Chyou terbangun dengan penampillan berantakan, dia perlahan mengucek – ngucek mata akibat sinar matahari yang menembus celah jendela. Chyou memperhatikan sekeliling kamar mencoba mengingat – ingat kejadian semalam, kalau tidak salah hal terakhir dilakukannya sebelum terlelap adalah curhat bersama Baixian tapi naga tersebut sekarang entah di mana keberadaanya.


Usai mebersihkan diri juga mencuci muka ia buru – buru ke lantai dua, nenek pemilik penginapan melihatnya lalu memberikan ucapan selamat pagi hangat. Beliau memintanya menunggu sebentar jika ingin sarapan karena tengah disiapkan olehnya.


“Nenek melihat pria—maksudku kakakku tidak?”


“Ah? Tenang saja dia sedang menghirup udara segar di luar, kau pasti sangat takut ditinggalkan saudara laki – laki sebaik dirinya ya? Hahaha wajar sih apalagi semalam banyak sekali gempa, apa kau juga merasakannya Nona?”


“Eh? Ahahaha mungkin cuma perasaan nenek saja, aku tidur nyenyak kok” jawab Chyou tertawa canggung bepura – pura tidak tau.


Setelah bercakap – cakap sebentar Jin Chyou pamit untuk menyusul Lian, tak perlu waktu lama baginya menemukan pria berambut putih tersebut di halaman depan penginapan saking mencolok penampilannya. Bing Lian duduk bermeditasi pada salah satu pangkuan patung buddha berlumut, terlihat beberapa ekor burung bermain mengelilinginya.


Chyou cukup kagum menyaksikan hal ini, sebab baru pertama kali menyakskan anak berpenampilan semuda dirinya mampu menyatu dengan alam sebaik itu. Ketika ia hendak melangkan lebih dekat, secara mengejutkan para burung kabur bersamaan munculnya ledakan energi Qi cukup kuat.


Detik berikutnya badan Bing Lian mengeluarkan kotoran berbau busuk melalui pori – pori kulitnya menandakan kalau dia baru saja naik tingkat praktik Forging Qi tingkat 14. Tanpa menunggu lama ia membentuk mantra tangan sehingga semuanya membeku terus hancur berkeping – keping tak bersisa.


“Walaupun sulit pertarungan kemarin sepertinya berdampak positif untuk peningkatan praktikku, selamat pagi Nona Jin. Kalau kau mencari Baixian dia sedang berjemur sinar matahari”



‘PEMBOHOONGGG!!!’ Baixian mengumpat dalam hati, ia ingin sekali berteriak tapi bergerak ataupun bicara masih tak diperbolehkan akibat perintah mutlak tuannya. Baixian mendengar percakapan mereka dari lokasi dirinya disuruh duduk semalam.


“Ahh bukannya begitu, aku hanya ingin minta maaf karena sudah merepotkan serta berterimakasih atas bantuan kalian. Aku berjanji akan membalasnya berkali – kali lipat”


“Hehehe....sebaiknya kau hati – hati dengan ucapanmu Nona, karena kalimat tadi terdengar mirip sekali kakekmu”


“Hah?” celetuk Chyou bingung.


“Kemari sebentar”


Bing Lian memintanya duduk di hadapannya sambil menjelaskan kalau tubuh Chyou tidak dibersihkan maka ke depannya bisa menimbulkan masalah terutama saat mau menembus Core Formation. Lian perlahan mengalirkan Qi nya menuju punggung tangan gadis tersebut, pandangan Jin Chyou segera melebar.


Itu adalah Qi termurni yang pernah dia rasakan dalam hidupnya, bahkan tidak ada satupun Qi pada tempat tinggal sekte bintang 10 yang sempat Chyou kunjungi mendekati kualitasnya. Cairan hitam kental menjijikan langsung menyelimutinya, aromanya sangat menyengat hingga membuat serangga sekitar sana mati.


Baru saja Jin Chyou hendak berteriak karena malu Lian membersihkan semuanya berbekal satu sibakan lengan. Dia tersenyum menenangkan sebelum bangkit dahulu terus menjulurkan tangan kepada si anak perempuan.


“Begitulah hasilnya jika terlalu mengandalkan sumber daya untuk membantu praktik, tolong berlatihlah lebih giat mulai sekarang. Mari masuk, saatnya kita sarapan. Hihihi....”


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K*ry*k*rs*\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).