
“Apa kau telah mendengar kabar soal menghilangnya beberapa desa belakangan ini?”
“Ya, aku bahkan meminta anak – anakku untuk pulang saking khawatirnya”
“Kecil atau besar tidak ada bedanya, kota sekelas Xintong bahkan sempat digemparkan oleh masalah serupa”
“Benar sekali, katanya erat kaitannya soal kabar perang antar sekte Cultivator yang terjadi kemarin di wilayah Theotopia Empire”
“Ketimbang bergosip, aku bakal lebih memperhatikan makanan serta pekerjaanku jika jadi kalian.Tuan Ding, Tuan Shao” tegur seorang pria tanpa mengangkat pandangannya dari alat miliknya.
“Eh? Maaf Tabib Yao”
Kedua laki – laki tua berpakaian lusuh tadi menunduk tanda menyesal sembari tersenyum memperlihatkan gigi ompong mereka, orang yang dipanggil tabib barusan hanya menggeleng – geleng lalu mulai membagikan obat diare buatannya kepada salah satu kemudian lanjut mengoleskan semacam salep berwarna hijau bagi temannya tersisa.
Luka bakar akibat pekerjaanya menjadi pandai besi perlahan pulih secara ajaib hingga menyebabkan si pasien memajang wajah sumeringah. Terakhir dia membalutnya menggunakan perban dan memberikan arahan pemakaian terhadap barang – barang buatannya barusan.
“Selesai....kuharap kondisi kalian cepat membaik”
“Terima kash Tabib Yao, tanpa anda kami tak tau bagaimana nasib desa kecil ini. Dokter terdekat jaraknya hampir lima hari perjalanan darat”
“Syukurlah...aku ikut senang mendengarnya”
“Anda juga harus hati – hati Tabib Yao, banyak bandit juga Cultivator berbahaya berkeliaran belakangan. Semua warga selalu mendoakan keselamatanmu”
“Hahaha....kalian terlalu berlebihan tuan – tuan, aku mampu menjaga diri kok. Baiklah kalau begitu aku permisi”
Tabib tersebut mengepak perlengkapannya sebelum menunduk hendak berangkat menenteng tas kayu khusus miliknya, mereka menawarkan bantuan mengantar hingga gerbang namun segera ditolak olehnya. Akhirnya keduanya cuma melambaikan tangan melihat kepergian sang malaikat tidak bersayap.
Ada alasan mengapa kebanyakan penduduk menyebutnya demikian, Tabib Yao muncul beberapa tahun lalu terus membuka praktik. Kabar burung mengenai ada orang hebat misterius mengobati warga secara cuma – cuma sebenarnya sudah kian lama banyak beredar dan hari itu adalah giliran desa inilah destinasi kunjungan berikutnya.
Benar saja dalam waktu singkat Tabib Yao berubah dari sosok asing menjadi idola setiap penduduk, selain hasil kerjanya sukses ditambah obat pemberiannya mujarab. Ia memiliki penampilan tampan seperti pria berumur tiga puluh tahun tapi dengan wawasan teramat luas sampai menyaingi tetua – tetua penuh pengalaman yang tinggal di sana.
Tuan Ding bersama Tuan Shao lagi – lagi membahas pembicaraan sebelumnya ketika menonton si tabib keliling meninggalkan lokasi lalu berjalan pulang menuju rumah, salah seorang di antara mereka melihat sebuah selendang tertinggal. Sayangnya saat Tuan Ding berbalik mau memanggil pemilik kain tadi, siluet Tabib Yao telah menghilang seperti debu tertiup angin.
><
Bayangan hitam bergerak menembus rindangnya pepohonan hutan, perlahan dia melambat akibat rintik – rintik air mulai menetes membasahi bumi. Yao Quon mendongak menyaksikan gelapnya langit pertanda segera turunya hujan kemudian melakukan lompatan tinggi nan jauh.
Tabib keliling itu melayang hampir seratus kilometer jauhnya baru mendarat mulus di puncak sebuah pohon cemara, ia mengeluarkan topi lebar mirip yang sering digunakan petani buat menutupi kepalanya terus lanjut berjongkok sambil bertopang dagu.
“Gosipnya bahkan telah tersebar sampai telinga para manusia biasa, hadeh....tidak bisakah mereka lebih tenang sedikit dalam beraktivitas?” gerutunya.
Sewaktu memulai perjalanannya kali ini sebenarnya Yao Quon cukup terkejut sebab ada banyak sekali desa tempat biasanya dia berkunjung hilang tanpa bekas secara misterius, bukan bangunan – bangunannya melainkan seluruh penduduknya lenyap bagaikan ditelan bumi.
Usai melakukan penyelidikan sebentar Yao Quon mengetahui kemungkinan besar fenomena tersebut adalah perbuatan dari Black Graveyard Sect, mendengar kabar tadi ia cukup bersyukur memilih jalur memutar soalnya sempat merasakan keberadaan pasukan berjumlah besar saat melintasi Theotopia Empire sekitar wilayah kekuasaan Frozen Swan River.
Yao Quon memiliki hubungan bisnis dengan sekte khusus perempuan itu, namun menurutnya pribadi dia tidak punya kewajiban ikut campur pada permasalahan internal seperti perang dan lain – lain sehingga sejujurnya kurang perduli apapun nasib mereka nantinya.
“Seandainya beliau masih hidup....aku penasaran akankah semuanya berbeda? Heh....ketimbang berkhayal lebih baik aku mengkonfirmasi kabar burung ini dahulu”
Celetuknya membayangkan seorang kenalan lama sebelum melesat terbang, Yao Quon sengaja baru melakukannya sesudah meninggalkan desa sebelumnya cukup jauh. Soalnya bisa – bisa pasiennya terkena serangan jantung melihat tabib keliling mereka berkekuatan manusia super, itulah juga mengapa ia menyembunyikan identitasnya sebagai Medicine Pillar selain demi mengelabui para Cultivator peminta tolong.
Membutuhkan sekitar setengah hari untuknya mencapai kota besar terdekat tempatnya menemukan cabang Noble Treasure Shed, telah jadi rahasia umum bahkan bagi orang sekelas Alchemist Bachelor jika ingin memastikan polemik dunia kultivasi maka bakal mencarinya ke sekte milik sang Fortune Pillar.
Mereka menjual segala hal mulai dari kebutuhan sumber daya hingga informasi – informasi terpercaya, selepas beristiharat sejenak menikmati makanan khas daerah tersebut. Keesokan siangnya Yao Quon mampir demi melaksanakan rencananya, namun penampilan lusuhnya yang mirip tabib miskin keliling menyebabkan tatapan merendahkan perlahan mengikutinya terutama akibat dia terus naik mengincar lantai paling atas letak produk – produk termahal serta langka dipajang.
Akhirnya karena risih seorang tamu meminta satu pelayan mengusirnya sebab dianggap mengganggu pemandangan, baru saja hendak menegur tiba – tiba manajer Noble Treasure Shed kota ini muncul menginjak kepala anak buahnya sampai membungkuk. Tentu kejadian tadi mengagetkan seluruh pengunjung.
“Hmm?”
“Selamat datang Tuan, perkenalkan aku Quan Ju. Kepala cabang di sini, anda perlu bantuan?”
“Ah...halo, aku mau menanyakan soal beberapa informasi. Pekerjamu kenapa? Disuruh mengepel lantai dengan cara begitu?”
“Abaikan saja Tuan, mari ikuti aku”
‘Ketahui posisimu, berterima kasihlah sebab aku baru menyelamatkan nyawa kalian’
Quan Ju mengirimkan telepati terhadap para bawahannya ketika anggotanya mencoba menolong kawannya yang terluka, meski ia tidak menyadari identitas tabib di belakangnya merupakan salah satu bagian Twenty Supreme Entities. Quan Ju sebagai seorang Nascent Soul dapat merasakan aura berbeda memancar melalui pria misterius itu lalu buru – buru mengambil tindakan.
“Nampaknya anda punya ketertarikan terhadap ilmu Alchemist, apakah Tuan berkenan melihat koleksi Magical Plant dan Spirit Herb kami. Ada diskon akhir tahun”
“Eeee....penciumanmu boleh juga” timpal Yao Quon mengangguk tak terlalu terkejut Quan Ju berkata demikian soalnya tubuhnya memang berbau mirip tanaman obat.
“Bagaimana?”
“Baiklah....lagi pula persediaanku mulai menipis”
“Terima kasih Tuan, kita bisa lihat pada rak—“
“Cukup, aku enggan memilih. Aku beli seluruh isi etalase maupun gudang kalian dari ujung sini hingga sana, masukan kemari dalam sepuluh menit. Waktuku sedikit....”
Yao Quon melemparkan Spatial Ring kepada Quan Ju sebelum duduk mengeluarkan isi tasnya yaitu buku tebal bersampul hijau, tingkahnya tentu mengakibatkan kehebohan untuk setiap penonton terutama karena penampilannya kurang meyakinkan. Namun usai mengintip sebentar, Quan Ju langsung berkeringat dingin menyaksikan Spirit Stone pembayaran telah disediakan pada cincin tadi.
Dia tergesa – gesa mengirim telepati meminta seluruh pekerjanya mengutamakan permintaan Yao Quon lalu mengesampingkan pembeli – pembeli lain. Sementara si tabib melirik sebuah gaun ungu indah bertuliskan tahan sihir api hingga tingkat Core Formation, “Apa sebaiknya aku membawakan hadiah untuk cucuku ya? Berapa lama aku sudah pergi? Tunggulah sebentar lagi Yan’er, kakek segera pulang”.
Special Ramadhan Up (21/30)
Ch.241 (326)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 85 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho, Ciao!).