The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 280 - Make Fun



“Tolong berhenti mengucapkan kalimat yang membuat orang repot.....dasar, hatiku tidak kuat mendengarnya tau....”


“Mmm? Kau mengatakan sesuatu?” ujar Lian memiringkan kepala penasaran.


“Perasaanmu saja mungkin.....”


Yao Sheyan menjawab ketus terus mengenakan Unseen Robe ke seluruh tubuhnya demi menyembunyikan wajah memerahnya, sementara Bing Lian cuma mengangkat kedua bahunya menyaksikan tingkah janggal gadis itu. Bubu ikut bersama Sheyan menghilang dibalik jubah khusus tadi dengan menggantung dalam pelukannya.


“Bu—“


“Jangan berisik Bubu....” Yao Sheyan menegurnya enggan sambil terduduk membenamkan kepalanya ke paha untuk menenangkan diri karena malu.


“Apa kau membutuhkan waktu lama buat beristirahat?”


“Hah? Kau masih mampu melihatku!?”


“Tidak, tapi aku dapat memperkirakan posisimu berbekal suara juga aroma tubuhmu” balas Lian melirik tepat di mana Yao Sheyan meringkuk.


“Kau punya indra keenam atau semacamnya ya?”


“Bukankah semua Cultivator harusnya begitu jika dibandingkan dengan manusia biasa? Ngomong – ngomon mengapa kau—“


“Hahahaha....ayo berangkat! Apa lagi yang kita tunggu? Hehehe....”


Sheyan buru – buru bangkit takut Bing Lian makin punya gambaran dirinya sedang melakukan apa, Lian menaikan sebelah alisnya cukup kaget mendengar nada semangat dalam suaranya lalu mengangguk. Dia mulai melangkah keluar rindangnya pepohonan terus menyusuri jalan utama diikuti Yao Sheyan maupun Bubu meski sekilas nampak sendirian berkat penggunaan Unseen Robe.


Selagi bergerak menghampiri pintu masuk markas Medusa, Sheyan sengaja bertanya – tanya lebih jauh soal Spirit Tools tersebut supaya mengalihkan pembicaraan mengenai sikapnya. Ternyata menurut penjelasan Lian, kualitas Unseen Robe cukup memadai bahkan untuk mengelabui mata Nascent Soul Great Circle – Stage sekalipun.


Hanya saja terkadang kurang efektif soalnya masing – masing mempunyai insting tinggi mendeteksi hawa keberadaan sekitarnya, namum diluar pemakaian dalam pertarungan bagi Bing Lian jubah ini sangat – sangat berguna terutama ketika keadaan mendesak contohnya digunakan kabur atau menyusup ke wilayah musuh.


Sebab pada dasarnya fungsi utama Unseen Robe memang demikian, tanpa bantuanya pasti bakal banyak sekali misi Lian gagal di masa lalu. Mendengar hal barusan Yao Sheyan mulai kepikiran sosok macam apa sebenarnya orang tua Bing Lian hingga memiliki barang – barang seluar biasa itu.


Ia sesungguhnya agak kekurangan informasi serta wawasan soal Benua Huawai terlebih menyangkut sosok – sosok ternama kecuali yang pernah mengunjungi Granite Convert Sanctuary, tentu semuanya tak terlepas dari dirinya menghabiskan hari – hari sendirian tanpa bersosialisasi.


Kalau dibandingkan bersama Jin Chyou, maka akan terbentuk jarak bagaikan langit dan bumi walau dua gadis ini sama – sama pemilik Gift Bizzare Eyes maupun termasuk salah satu anggota Twelve Cosmos Princess. Kondisinya mungkin terbalik jika topiknya seputar ilmu Alchemist, maka tak usah perlu diragukan Yao Sheyan pasti mengungguli sang Noble Treasure Princess.


Namun selain perihal itu, Sheyan kalah total dalam segi pengetahuan tentang aspek – aspek Dunia Cultivator Benua Huawai. Jadi mengenal atau bahkan sekedar mendengar sebutan Ice Emperor saja mustahil baginya, Yao Quon selaku kakek angkatnya belum pernah sekalipun menceritakan mengenai pria yang mengubah hidupnya tersebut karena takut membuka luka lama kehilangan sahabatnya.


“Jangan – jangan....ayahmu....seorang Twenty Supreme Entities?”


“Hah? Hmm....mungkin bisa dibilang begitu”


“Maaf, aku agak kurang mengenal mereka. Sudikah kau memberitahuku siapa dirinya?” Sheyan menyeletuk penasaran.


“Hehehehe.....”


“Apanya yang lucu? Mengapa kau malah tertawa oi?”


“Aku bukan menertawakanmu Nona Yao? Aku merasa geli saja jika mengingatnya, apakah kau tau sesuatu mengenai Traitor Emperor?” ujar Lian usai tertawa pelan.



Yao Sheyan berpikir sejenak namun tidak mendapatkan hasil kemudian menjawab belum pernah mendengarnya sambil menggeleng – gelengkan kepala, bukannya memberitahunya Bing Lian malah menyuruhnya bertanya kepada Alchemist Bachelor saat keduanya pulang nanti. Begitu Sheyan berdecak kesal hendak protes, Lian memberinya kode agar diam akibat merasakan sorotan puluhan mata diarahkan terhadapnya.


><


Ketua penjaga pintu masuk markas Medusa memiringkan kepala bingung menyaksikan sesosok pemuda berjalan santai mendekat pada jalur utama, dia menegur para anak buahnya supaya memperhatikan arah sama demi memastikan apakah dirinya cuma sedang berhalusinasi atau tidak.


Selang beberapa detik yang lain pun ikut bertukar pandang heran sebab ternyata melihat hal serupa, ada seorang manusia berambut putih menelusuri jalan sambil menyatukan kedua tangan sehingga masing – masing tertutup oleh lengah jubahnya. Si ketua menyadari terdapat suatu hal tak beres kemudian keluar barisan.


“Dimengerti....”


“Siapa kau? Serta katakan apa urusanmu datang kemari?”


“Ahh....kalaupun aku memberitahunya kalian pasti—ahh sudahlah, percuma menjelaskannya. Namaku Lian, aku ingin menghadap pemimpinmu” jawabnya usai bergumam sendiri.


“Akulah yang bertanggung jawab”


“Eh? Bukan....kau salah paham, aku mau menemui Medusa”


“Hah? Pfftt!?”


“HAHAHAHAHA....!!!”


Terdengar gelak tawa membahana saat seluruh pasukan seolah baru selesai mendengar lawakan teramat lucu, ketua penjaga membuka sedikit tudung jubahnya sehingga wajahnya terlihat. Dia menyeringai lebar terus mengeluarkan lidah panjang mirip ular, pupil matanya juga persis seperti reptil – reptil pada umumnya.



Menurut mereka ucapan Bing Lian tadi sangat tidak masuk akal, bocah itu pikir siapa dirinya hingga berkesempatan bertatap muka dengan Ratu. Namun anehnya ia tetap kelihatan tenang bahkan sedikitpun tidak terpancing emosinya sehabis mendapatkan perlakuan kasar begitu.


“Kalian kelihatan kekurangan hiburan ya? Ngomong – ngomong kenapa kalian terbahak – bahak?”


“Hehehe....apa kau telah membuat janji sebelumnya?” tanya ketua penjaga menahan gelak mulutnya.


“Eh? Harus—“


“Kau pikir aku benar – benar akan menanyakan hal konyol barusan? Hahaha pergilah, orang macam dirimu tidak pantas menginjakan kaki ke kediaman Yang Mulia”


“Padahal akukan ingin membuat kontrak bersamanya....”


“HAHAHAHAHA....KALIAN DENGAR DIA BILANG AP—“


“Baiklah, sepertinya aku tak punya pilihan selain menerobos secara paksa” Bing Lian bicara lirih.


DEG!


Jantung ketua penjaga hampir copot karena Lian ternyata tiba – tiba telah sampai tepat di sebelahnya dan hampir melangkah melewati lokasinya berdiri, langsung dia rekfleks mencabut pedang buat menebasnya tetapi berhasil dihindari cukup mudah. Ayunan berikutnya memaksa Bing Lian mundur kembali dengan ekspresi datar.


Tanpa menunggu perintah, salah seorang anak buahnya melemparkan tombak yang mengarah tepat menuju kening manusia tersebut, bukannya minggir Lian malah menepisnya hingga ujungnya berbalik arah kemudian menendangnya. Terdengar desir pertanda udara terbelah lalu detik berikutnya benda barusan tertancap pada jasad pemiliknya.


“Cih!? Pasukan pemanah!” teriak si ketua cukup terkejut mengetahui kemampuan lawannya meski kelihatan sangat muda.


Namun sehebat apapun dirinya, seharusnya mustahil untuknya menghindari ratusan panah mengincar nyawanya dalam satu waktu. Mereka menunggu dan menanti dalam diam sayangya walau hampir semenit tidak satupun tanda – tanda anggota pengawas di atas tebing bakal menunjukan batang hidungnya.


Bing Lian bahkan menguap demi menunjukan rasa bosannya, akhirnya karena habis kesabaran ketua pasukan mengedarkan pandangan menuju sekeliling lalu terperanjat menemukan banyak sekali aliran darah menghiasi sekeliling bagian lembah yang tinggi. Dia menatap Lian dengan mata melebar campuran ngeri serta penasaran.


“Sejak kapan kau—“


“Kalian tuli ya? Akukan sudah bilang kenapa terbahak – bahak tadi? Ada hal lucu? Masasih tak paham situasinya? Hihihi harusnya yang tertawa itu aku tau....” Lian terkikik geli.


Ch.280 (382)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 102 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).