The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 110 - Purnama dan Gerhana



'“Serius? Apa kau yakin ingin memberikan ini kepadaku Saudari Yue?”


“Yaa...aku mau kakak pertama menyimpannya”


“Eeee....tidak perlu memanggilku begitu saat tidak ada guru, lagi pula dari segi umur sebenarnya Saudari Yue kan lebih tua. Tetapi....benda ini terlalu berharga, bukankah pisau bulan kembar merupakan pusaka yang selalu diturunkan untuk para Grand Elder atau pasangan hidup Matriach kalian?” Lian bertanya sekali lagi demi memastikan.


“Tenang saja, jangan mempusingkan hal sepele. Ke depannya jabatan tertinggi sekte akan menjadi milikku, terus anggap saja sebagai bentuk terima kasih atas jasa kakak pertama menyempurnakan teknik bermain pisau bulan sabit World Sky Cleave”


Yue Liyi tersenyum lebar meyakinkan Bing Lian, sinar bulan malam hari itu seolah saksi perkataan dirinya. Seperti ucapan Lian sebelumnya, White Crescent Galaxy mempunyai sepasang senjata pusaka hebat bernama Fullmoon Blade dan Eclipse Blade.


Keduanya diciptakan oleh orang yang sama yaitu pencipta sekte atau bisa disebut sebagai Patriach pertama, kemudian sudah menjadi tradisi kalau mereka akan diberikan kepada calon pemimpin sekte dari generasi ke generasi.


Saking berbakat serta menyandang posisi Matriach muda Yue Liyi telah mengemban tugas memegang pusaka tersebut sejak berusia sepuluh tahun. Menggunakan Spirit Tools setingkat Ancient Mid-Tier di antara Culvitavor muda membuat namanya melejit cepat bahkan terpilih menjadi salah satu murid langsung Mask Sage.


Masing – masing senjata memiliki keunikan tersendiri, Fullmoon ditempa menggunakan bijih besi istimewa berwarna putih bagai susu hasil menyerap sinar matahari. Sebaliknya Eclipse dibentuk dari besi hitam yang telah terpendam ribuan tahun lamanya di dasar bumi.


Perbedaan itu tentu menghasilkan kelebihan berbeda pula antar dua pisau tersebut, Fullmoon Blade mempunyai kemampuan menyerap Qi murni matahari berupa cahaya atau sihir bertipe demikian lalu meningkatkan kekuatan penggunanya dengan energi yang dia hisap.


Sementara Eclipse adalah pisau legendaris pembasmi Demon karena mustahil ditahan oleh mereka, sang senjata akan menelan hawa jahat milik para Demon secara terus menerus sehingga pada akhirnya kehabisan tenaga dan mati.


Itulah mengapa diwajibkan bagi pemimpin White Crescent Galaxy mampu memakai keduanya atau setidaknya bersama orang lain yang dia amat percayai memegang salah satunya di sampingnya. Yue Liyi sama mahirnya mengenakan yang manapun namun dia memberikan Fullmoon Blade kepada Lian sebab saat itu Benua Huawai masih menghadapi invasi bangsa Demon.


Kelak hal ini menjadi masalah besar akibat banyak petinggi menyalahkan Yue Liyi atas hilangnya pusaka berharga sekte usai tewasnya Bing Lian, tapi semua segera menutup mulut rapat – rapat sebab Yue Liyi tanpa ampun menghabisi siapapun yang berani mempertanyakan keputusannya memberikan pisau tersebut kepada Ice Emperor.


“Baiklah kalau kau memaksa, tapi sebagai gantinya aku akan memberimu hadiah juga. Mungkin memang tidak seberharga pemberianmu sih....”


“Eh? Tidak usah repot – repot Senior” ujar Yue Liyi buru – buru melihat Bing Lian mulai merogoh sesuatu dari balik jubahnya.


“Aha! Ketemu....”



Lian menyodorkan sebuah tusuk konde perak berhiaskan bunga teratai indah di ujungnya, mata Yue Liyi melebar melihat keindahan benda ini. Bing Lian menjelaskan kalau itu bukanlah aksesoris biasa melainkan semacam Spirit Tools terapi yang berfungsi menenangkan pikiran pemakainya.


“Salah seorang bangsawan dari Theotopia Empire memberikannya sebagai tanda terima kasih atas jasaku menyelamatkan anak dan istrinya dari pembunuh bayaran”


“Woaaa....Senior ini....”


“Jangan cuma bengong, sini aku bantu mengenakannya” Bing Lian menawari.


“Eh?”


Meski malu – malu akhirnya Yue Liyi memunggungi kakak seperguruannya itu sebelum menggulung rambutnya. Bing Lian kemudan menyelipkan lembut aksesoris tersebut, benar saja kepala Yue Liyi langsung terasa ringan. Terlebih ada aroma khas teratai menusuk hidungnya, layaknya aroma yang selalu ia cium saat bersama Lian.


“Lihatlah....”


“Indah sekali....” bisik Yue Liyi menatap pantulannya pada cermin es ciptaan Lian.


“Syukurlah kau nampaknya menyukainya”


“Bagaimana menurut Senior penampilanku sekarang?


“Hah....terima kasih! Aku berjanji akan menjaganya baik – baik!”


><


Yue Liyi tanpa sadar menitikan air mata mengingat kejadian barusan, ia mengelus lembut tusuk konde yang tidak pernah dia lepaskan sejak menerimanya ratusan tahun yang lalu. Bersama kotak penyimpanan Eclipse Blade Moon Empress berjalan ke luar.


Di mana para anggota sekte menunggunya dengan tatapan panik, ledakan besar sebelumnya menghancurkan dinding salah satu gudang pusaka rahasia mereka saat momen Yue Liyi memanggil Eclipse Blade menuju hadapannya. Semua bersiap berperang meskipun tidak tau dengan jelas tengah terjadi apa karena sudah lama sekali sejak Matriach mereka memegang senjata andalannya.


“Guru? Semua siap berangkat? Kemana tujuan kita?”


“Apa maksudmu? Siapa yang menyuruhmu menyiapkan bala tentara tengah malam begini? Biarkan mereka istirahat”


“Eh? Tapi? Salah satu ruangan rahasia hancur, saya pikir—”


“Terus? Kau punya masalah?” Moon Empress meliriknya dengan tatapan dingin hingga laki – laki tersebut memucat.


“T..te..tentu tidak Matriach!”


“Bagus, tinggal perbaiki saja kok repot? Kau urus sisanya, aku ingin keluar mencari udara segar”


“Siap laksanakan!”


Yue Liyi segera terbang entah kemana tanpa memperdulikan sekelilingnya, sang murid bersama tetua – tetua sekte saling bertukar pandang kebinungan. Ini adalah kali pertama Moon Empress keluar sendirian, biasanya dia cuma keluar ketika ada urusan penting atau diajak minum teh oleh Flower Empress.


Melihatnya nampak tak sabaran tuk pergi membuat mereka bertanya – tanya apa gerangan yang wanita itu pikirkan juga alasan dibalik tindakannya. Selesai mencapai ketinggian pas, Yue Liyi mengeluarkan Eclipse Blade sambil mengalirkan Qi ke sana.


Begitu menurutnya cukup dia melemparkannya, pisau itu berputar cepat mengelilinginya layaknya Flying Sword membelah udara. Sebenarnya pusaka White Crescent Galaxy tersebut memiliki keunikan terakhir.


Yaitu keduanya dapat mendeteksi satu sama lain karena terdapat hiasan kristal bulat khusus membentuk lambang Yin dan Yang pada gagang mereka yang akan menyala saat Fullmoon Blade atau Eclispe Blade dialiri oleh Qi.


Sekarang Yue Liyi sedang mencoba meminta Eclipse Blade untuk mencari kembarannya, namun walaupun sudah berjam – jam waktu berlalu pusaka itu hanya berputar tanpa henti sekitar sana seolah kebingungan.


“Apa yang salah? Aku tau diriku terlalu berharap tetapi mustahil pengelihatanku tadi cuma halusinasi saja. Senior....? Tidak, aku percaya kau ada di luar sana....kakak pertama” akhirnya Yue Liyi menangkap pisau tersebut terus menatap sendu ke arah bulan.


><


“Benar – benar kejam, dia membantai seluruh isi sekte. Aku penasaran bagaimana nasip para penduduk desa meski kemungkinan mereka masih hidup kecil sih, tapi syukurlah sepertinya ia tidak memiliki rekan sekitar sini sebagai bala bantuan”


Bing Lian menuruni gunung berbentuk kepala tengkorak dengan santai, sesekali menghabisi para mayat hidup agar tak menjadi ancaman bagi penduduk pemukiman sekitar. Lama – lama Lian mulai lelah apalagi usai bertarung melawan Han Zan, saat berusaha mencari alat untuk mempermudah kegiatannya dia menepuk jidatnya cukup keras.


“Aduh! Aku lupa mengambil kembali Fullmoon Blade dari Earth Gods Teapot! Hadeh sekarang bagaimana caranya supaya bisa cepat menghabisi makhluk – makhluk ini? Mmm? Bulan purnama? Hehehe jadi teringat masa lalu, apa Saudari Yue baik – baik saja ya?”



Lian tersenyum tipis akibat kenangan saat dirinya bertukar hadiah bersama Yue Liyi, malam itu mereka berdua tak menyadari tengah melihat bulan yang sama persis seperti ratusan tahun lalu namun terpisah pada lokasi berbeda.


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K*ry*k*rs*\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).