The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 119 - Topik Utama



“Sampai kapan kau ingin membiarkan tanganku menggelantung begini?”


“Psst...!? Senior? Ayo cepat jabat! Kita bisa dicap buruk jika sampai tidak menyikapi keramah tamahan Tuan Putri mereka” tegur Feng Ai kepada anak laki – laki dibelakangnya pelan.


‘Huh....tarik napas yang panjang. Kau pasti mampu melewatinya! Demi kakek dan sekte! Waktunya membuktikan kalau kau bukan pecundang!’


PLAKK!!!


Tie Mu mengelus – elus dadanya sebelum menepuk keras kedua pipinya untuk meneguhkan hati, ia memasang ekspresi terbaik miliknya kemudian menjulurkan tangan. Sekilas matanya menatap sekeliling memastikan kalau niat baiknya dapat disaksikan oleh seluruh perwakilan Black Dragon Empire, tepat saat hampir bersentuhan dengan Yawen ia buru – buru mengaktifkan sihir besi tuk melapisi kulitnya.


Meski agar kurang sopang, Tie Mu tak menyesali keputusannya karena detik berikutnya begitu Long Yawen meremasnya balik dia hampir menjerit keras kalau terlambat menggigit lidahnya. Teknik Iron Skin Tie Mu seolah berubah nama menjadi Gum Skin seketika, dengan segenap tenaga pemuda tersebut mempertahankan senyumnya. Untung saja tangan milik mereka tertutupi lengan pakaian masing – masing sehingga adu kekuatan itu tersamarkan.


“Se...nang...melihatmu....uk...baik – baik saja! Saudari Long!!”


“Oh!? Terima kasih, aku pun turut bahagia melihatmu sehat. Tapi kenapa nada bicaramu naik beberapa tingkat?” Yawen membalas santai sembari menyipitkan mata.


“Ah it—TIDAK!!! Ahahaha....kau tau perjalanan jauh, aku punya sedikit masalah pencernaan hahaha. Aku....sak—permisi sebentar hehehe....”



Yawen cukup kagum Tie Mu mampu bertahan sampai jabat tangan keduanya berakhir, meskipun nampak wajahnya sudah semerah tomat. Sambil menahan rasa sakit ia tergesa – gesa menanyakan di mana lokasi kamar kecil, sesampainya ke sana Tie Mu langsung menggigit serbet tenunan ibunya demi meminimalisir suara dan melenguh keras.


HHMMMM.....!!!


‘SAKIT SEKALI BRENGSEK!!! DASAR GORILA!!!’


­><


“Hihihi....”


‘Yaya? Hentikan perbuatan konyolmu atau aku sendiri yang akan menyeretmu kembali ke kamar’


‘Aku mengerti, respon Ayah terlalu berlebihan. Ini cara kami sebagai generasi muda berinteraksi satu sama lain’ sahut Long Yawen menanggapi telepati Long Guanting, namun melihat ekspresi marah sang ayah dia memilih membuang muka.


‘Kau tau semuanya harus dilakukan pada tempatnya bukan?’


“Iya – iya maaf, kenapa sih padahal Kakek sendiri tak keberatan”


Ketika masih cemberut akibat mendapat teguran, mata Long Yawen dan Feng Ai bertemu. Yawen menaikan sebelah alis cukup terkesan, meskipun seumuran jelas sekali praktik Long Yawen lebih tinggi ketimbang dirinya tetapai anak perempuan itu menatapnya tanpa rasa takut.


Perlakukan yang sudah lama sekali tidak dia terima dari anak berusia sama, baru saja hendak memulai pembicaraan Tie Mu datang lagi sembari meminta maaf atas ketidaksopanannya membuat semua orang menunggu. Secara kebetulan juga pelayan – pelayan mulai datang membawakan hidangan pengganti, akhirnya setiap peserta undangan mengambil posisi duduk.


“Senior? Mari bertukar....” Feng Ai menawarkan kursinya kepada Tie Mu.


“Eh? Memangnya kena—woaa!?“


“Sudah jangan banyak tanya, halo Tuan Putri. Namaku Feng Ai salah satu keturunan Tetua Tough Hammer Altar. Sebuah kehormatan dapat berjumpa denganmu”


“Hai, tak perlu berbasa – basi. Katakan saja apa isi pikiranmu. lagi pula pengetahuanku soal Centerist buruk. Jadi percuma kau memberitahuku latar belakangmu” celetuk Long Yawen mengambil sepotong daging besar menggunakan sumpit.


“Begitu ya, aku cuma ingin anda tau kalau dirimu cukup terkenal sebagai salah satu Cultivator generasi muda hebat bahkan di Dataran Tengah. Jadi bisa dibilang kebanyakan kami sangat menghormatimu namun....”


“Hmm?”


“Sekali lagi anda mempermainkan Seniorku bersiaplah untuk menerima akibatnya”


“Eh....cecunguk itu pasti bahagia sekali mempunyai Junior sebernyali dirimu. Saudari Feng, akan kuingat baik – baik namamu” Yawen tersenyum lebar dengan mata berkilat.


BRRR....!!!


><


Sesudah menyantap hidangan luar biasa daging Demonic Beast hasil buruan Black Dragon Empire, Long Heiyan membawa rombongan Tough Hammer Altar jalan – jalan berkeliling. Tie Mu jujur terkesan akan luasnya istana tersebut, meskipun seorang anggota sekte bintang 10 yang pastinya punya kekayaan hampir serupa.


Dia berpendapat tempat tinggal Black Dragon King hampir seluas keseluruhan wilayah sektenya, Tie Mu bertanya – tanya caranya para penghuni di sana tidak tersesat mengingat banyaknya ruangan menghiasi tiap sudut bangunan. Saat kunjungan pertamanya ia tidak terlalu memperhatikan hal ini terutama karena masih kecil serta insiden berjabat tangan dengan Long Yawen.


Sembari asyik menikmati tur sesekali Tie Mu bakal menoleh ke arah Yawen dan Feng Ai, heran keduanya dapat seakrab itu padahal baru bertemu tanpa mengetahui isi pembicaraan mereka yang seharusnya mampu menyebabkan dirinya pucat pasi usai mendengarnya.


Waktu melewati tempat kedatangan, Tie Mu sempat melihat patung sebelumnya lalu siap menanyakan lebih lanjut perihal sosok tersebut kepada Long Guanting. Sayangnya rombongan bergerak menuju arah sebaliknya sehingga ia mengurungkan niat membahasnya.


Tie Mu bersama Feng Ai mengekor di belakang Tie Jin menuju tempat tinggi terbuat dari pualam berwarna hitam, di puncaknya telah disiapkan dua kursi tempat Sturdy Emperor maupun Black Dragon King untuk duduk.



Saat tiba Tie Mu mencoba memanjangkan leher demi melihat pemandangan ke arah keduanya menghadap, sebuah arena luas terpampang layaknya sebuah lokasi duel pada sekte – sekte secara umum. Ia awalnya masih bingung sampai menyadari jika seluruh anggota Tough Hammer Altar lain mengisi kursi – kursi penonton sekitar sana.


“Baiklah....haruskah kita mulai?” ujar Long Heiyan santai.


‘Mu’er? Perhatikan belakangmu’


BUMM!!! SRAAKKK!!!


“Senior Tie!?” Feng Ai memangilnya panik.


“Uhuk! Uhuk! Aduduh....”


Tie Mu terpental masuk arena setelah menerima hantaman kuat, jika tidak mendapatkan peringatan telepati dari kakeknya barusan pasti responya terlambat sepersekian detik. Suara debum keras disusul tanah bergetar terjadi saat pelaku penyerangan ikut memasuki lokasi duel, Long Yawen berdiri gagah dengan gaun yang sudah berganti rompi perang bersisik naga.


><


“Ayah? Apa maksudnya ini? Apa lagi rencana rahasia antara kau dan Yaya? Bukankah kita sedang menjamu Senior Tie untuk misi diplomasi? Mana ada tamu malah dimasukan paksa ke Dragon Warrior Election Arena?”


“Ahahaha....tenanglah, bukankah ini justru menarik? Diskusi kami bakal membosankan kalau cuma bicara, anggap saja sebagai ajang menguji satu sama lain. Kita mana mungkin mau bermitra dengan orang lemah, kau setujukan Junior Tie?”


“Maaf atas tindakan seenaknya Ayahku Senior Tie, aku segera menghenti—“


“Tidak apa – apa, aku sudah menduganya. Biarkan saja, ucapan Senior Long ada benarnya” kata Tie Jin menenangkan Long Guanting yang kelihatan tidak enak hati.


“Ckkk!? Grrr....!!!”


SYUU!!!


“Tolong tinggalkan kami, oh iya Guan? Jangan biarkan gadis tersebut mengganggu duelnya”


“Aku mengerti....” Long Guanting memberi hormat sebelum menyusul Feng Ai.


“Nah....sekarang kita hanya berdua di sini, langsung ke topik utama”


“Apa sebenarnya yang ingin Senior Long ketahui?”


“Katakan Tie Jin, menurutmu apa makna di balik fenomena alam pilar putih tujuh tahun lalu? Terus....aku juga penasaran bagaimana reaksi – reaksi para kaisar lainnya” ujar Heiyan santai melirik laki – laki di sebelahnya namun entah mengapa atmosfer terasa makin bertambah berat bagi Sturdy Emperor.


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K*ry*k*rs*\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).