The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 107 - Kemiripan



“Aduh....bagaimana ini? Ckk....aku cemas sekali”


“Bisakah kau duduk saja ketimbang mondar – mandir begini!? Dan lepaskan aku gadis kecil! Aku bukan sebuah boneka!!!”


Terdengar gerutu Baixian mencoba kabur dari dekapan Jin Chyou yang sejak kepergian Lian berjalan mengelilngi ruangan sembari memeluk erat sang naga, keduanya sama – sama mengkhawatirkan nasib Bing Lian serta bertanya – tanya apakah ia baik – baik saja.


“Tapi kau begitu lucu nan imut....dari mana dia bisa menemukan binatang peliharaan sepertimu?”


“Jaga mulutmu ya! Aku adalah raja naga putih perkasa penguasa gunung Jianghou! Pemimpin kelompok Hewan Suci milik Ice Emperor! Bahkan para Demon sekalipun gemetar ketakutan hanya dengan mendengar namanya! Akulah Baixian!” ia menunjuk hidung Chyou kesal.


“Ahh jadi namamu Baixian? Hahaha maaf tapi aku lemah terhadap binatang kecil menggemaskan! Ulu ulu ulu....!!!”


“Hei kau pikir sedang menyentuh bagian apa hah!? Berhenti mengusapkan pipimu ke—!? Lian....tolong!? Cepat kembali dasar payah....!!!”


Akhirnya Baixian menyerah dan harus pasrah menjadi mainan Jin Chyou sampai sang tuan kembali, puas menggoda makhluk berisisk itu ekspresi Chyou perlahan berubah murung. Dia berjalan lunglai lalu duduk di pojok kamar sambil membenamkan wajah pada badan Baixian.


“Hei Baixian? Bagaimana kalau dia kenapa – kenapa?”


“Ckk!? Kau ini berisik sekali ya? Tak perlu mengkhawatirkannya? Lagi pula kalau kami tidak bertemu denganmu seharusnyakan tidak bakal begini kejadiannya, kalaupun harus bertarung melawan musuh kuat aku harusnya dapat menemaninya. Bukannya malah menjagamu....”


“Jadi....semuanya salahku ya?” Jin Chyou berbisik pelan menahan tangis.


“Eh? Kenapa kau malah memasang ekspresi begitu? Jangan harap aku akan merasa bersalah ya—“


“Hiks”


“Baiklah – baiklah cukup, kau mau melihatnya kan? Kupikir punya cara supaya mampu memantau mereka”


“Sungguh!? Kau tak bercanda?! Aku mencintaimu Baixian?!!”


‘Brengsek! Dia menipuku menggunakan air mata buaya, mengingatkanku tentangt kebiasaan buruk Tuan Putri Bai Wen dulu’ batin Baixian menahan marah dengan urat pelipiis berdenyut kesal.


Singkat cerita Baixian mulai mempersiapkan diri, ia menyatukan tangan mungilnya sebelum menyerap Qi sementara Jin Chyou mengamatinya seksama. Kejadian tersebut terjadi cukup lama hingga nampak lingkaran kecil dalam tubuhnya mengeluarkan cahaya, saat Baixian membuka mata gambaran pertempuran Bing Lian melawan Han Zan muncul dari sana.


“Syukurlah kami cukup lama berinteraksi kembali sehingga aku dapat menjangkaunya berbekal koneksi kontrak antara kami berdua”


“Wah!? Kau luar biasa Baixian....” seru Chyou menangkap melalui belakang.


“Hei!? Berhenti menempel layaknya prangko!? Ckk!? Ahhh....terserah kaulah gadis kecil! Hmm? Ini....? Ternyata dia menggunakan teko dewa bumi, pantas menghilang tiba – tiba”


“Baixian? Apa aku sedang bermimpi?”


“Hah? Memangnya kenapa kau bertanya demikian?”


“Duelnya....terlalu berat sebelah”



“Ah? Kau tidak tau ya? Bing Lian itu sejak dahulu dikenal sebagai petarung tangan kosong dan sihir es hebat miliknya, namun ini bukan disebabkan oleh ketidakmampuannya dalam menggunakan senjata. Ia hanya terlalu serakah mempelajari semua ilmu senjata sampai bingung sendiri mau memakai yang mana. Hap! Nyam nyam nyam” Baixian menjelaskan santai terus mengambil kacang goreng pemberian nenek pemilik penginapan sebelum memasukan ke mulutnya satu per satu seperti menikmati berondong jagung.


><


Pikirannya benar – benar kacau akibat hal tak logis di hadapannya sekarang, bagaimana mungkin seorang Forging Qi mampu menekannya hingga mundur dalam pertarungan menggunakan Crescent Moon Blade. Senjata andalan sekaligus ciri khas mantan sektenya.


TRANG! TRING! TRENG! SRAT....!


Perlahan baju putih emas Han Zan mulai dibasahi darah segar, gerakan gesit Bing Lian sungguh menyebabkan dirinya kewalahan sekaligus heran. Mendapat luka dari seorang yang tidak sampai setengah umurnya adalah pukulan telak bagi mental Han Zan.


Melihat peluang emas ini Lian tidak punya keinginan mengendurkan serangan, duel memakai senjata berbeda dari pertarungan tangan kosong. Sebelumya mereka berdua murni beradu kekuatan fisik yang di mana Lian tertinggal jauh akibat perbedaan tingkat praktik.


Namun sekarang keduanya hanya mengandalkan ilmu penggunaan Crescent Moon Blade, yang mana dalam hal ini pemahaman Bing Lian sangat tinggi sehingga menimbulkan jarak bagaikan langit dan bumi.


Ada satu hal penting lagi mempengaruhi jalannya pertarungan tersebut, yaitu tingkatan senjata masing – masing. Han Zan terlalu fokus bertarung hingga tak menyadari kalau benda di tangan Bing Lian bukanlah Crescent Moon Blade sembarangan, padahal pisau itu mampu mengoyak kulit Nascent Soul miliknya layaknya tahu.


“Sial! Sial! Sial....!!!”


TRANG!


“Oh? Ada apa Senior? Kupikir anda tidak akan melepaskan diri?” Lian memiringkan kepalanya sembari tersenyum.


“Jangan banyak tingkah! Tunggu kau ya dasar bocah tengik!”


Han Zan merogoh isi kantongnya sebelum memakan sebuah Qi Gathering Pill, dia mengutuk tempat sialan itu karena merasa Qi miliknya habis lebih cepat dari yang seharusnya. Sebenarnya Han Zan bisa saja unggul menghadapi Bing Lian dalam duel senjata ini jika ia menggabungkannya dengan manipulasi Qi.


Tetapi harga dirinya sebagai mantan anggota White Crescent Galaxy yang merupakan sekte terbaik dalam menggunakan senjata tersebut membuatnya menolak fakta kalau wawasan Bing Lian memang lebih baik ketimbang dia.


Sekali lagi mereka memasang kuda – kuda sebelum saling menerjang meninggalkan hembusan angin kencang di belakang masing – masing. Sudah kembali bertenaga menyebabkan Han Zan maju secara menggebu – gebu, seluruh sayatannya begitu mematikan juga mengincar titik vital.


TRANG! TRING! TRENG! TRONG! SRET!


Sayangnya Lian mampu menangani semuanya dengan sangat lihai, tekniknya membuat perbedaan tenaga mereka seolah tidak ada. Perlahan Bing Lian kembali mengungguli Han Zan berkat gerakan elegan bagai penari, tersentaklah pria baya itu seketika.


Han Zan sejak awal memang merasakan suatu hal aneh dengan cara permainan Crescent Moon Blade Lian, dulu ketika masih menjadi anggota mantan sektenya Han Zan pernah sekali mengikuti pertemuan di mana sang Matriach memperagakan ilmu penggunaan senjata miliknya.


Moon Empress terkenal ogah – ogahan menurunkan jurus tersebut karena belum pernah ada seorang pun yang mampu memberikan hasil memuaskan saat dia ajari. Bahkan ia hanya mengadakan pertemuan begini lima puluh tahun sekali, pernah bahkan seratus tahun tanpa diadakannya kegiatan itu.


Ini menyebabkan keahlian penggunaan Crescent Moon Blade para anggota sebenarnya tidaklah seberapa, tetapi karena merupakan satu – satunya sekte yang mendalami ilmunya dan dukungan nama besar Yue Liyi mereka masih tersohor sebagai kelompok bersenjatakan Crescent Moon Blade terbaik di Benua Huawai.


Sejujurnya pada awalnya Han Zan menilai kalau wanita tua itu terlalu sombong walaupun harus dia akui kecantikannya sangat luar biasa, menurut Han Zan mustahil baginya ataupun laki – laki lain di luar sana bisa menikahi perempuan berpenampilan bagai dewi tersebut. Lalu sewaktu Moon Empress mulai memperagakan jurusnya seluruh penilaian Han Zan lenyap bagai tertiup debu.



Gerakannya luwes nan indah menghipnotis semua pasang mata, namun tentu mematikan. Hal serupa yang dirinya sedang saksikan pada Bing Lian sekarang, perbedaanya adalah bukannya anggun seperti Yue Liyi. Permainan Lian lebih tangkas serta tajam tapi masih meniggalkan kesan teramat mirip.


“CUKUP SUDAH!!! MELIHATMU MALAH MEMBUATKU SEMAKIN MENGINGAT KENANGAN BURUK DI BUANG OLEHNYA! Light Magic - Star Rail Palm!” kata Han Zan membuang senjatanya dan menepis lengan Lian sebelum mengarahkan kedua telapak tangan bercahayanya ke arah dada pemuda itu.


BLAARRR!!!


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K*ry*k*rs*\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).