The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 203 - Hampir



Undead Monarch merupakan tingkat paling tinggi yang kekuatannya setara dengan Nascent Soul Great Circle – Stage, sekarang semua penonton mulai memahami dari mana sensasi kurang mengenakan sebelumnya berasal. Bukan Gui Ma melainkan Undead Monarch berwujud bocah laki – laki tersebut.



Di tengah keterkejutan para murid Frozen Swan River ada dua orang paling menunjukan ekspresi tidak percayanya, namun penyebabnya berbeda. Sejak awal keduanya sudah menyadari keberadaan si Undead Monarch berdasarkan pancaran Qi miliknya, tapi alasan mengapa Bing Lian dan Baixian melebarkan mata dengan tubuh gemetar sekarang adalah wajah anak itu.


“Hui’er?”


Lian perlahan menurunkan posisi tangannya yang semula melipat sekaligus berhenti bersandar, napasnya memburu. Begitu ia mengepalkan kuat – kuat genggamannya, pancaran napsu membunuh kuat langsung menyebar di udara bagaikan hama memakan padi.


Beberapa anggota Frozen Swan River berpraktik rendah segera kehilangan kesadaran terpapar energi barusan, bahkan Jin Chyou serta Xue Yi merasakan mual hebat padahal mereka termasuk dalam jajaran jenius – jenius generasi muda yaitu Twelve Cosmos Princess.


Chyou menoleh mencari sumbernya lalu merinding menyaksikan ekspresi dingin Lian saat ini, Gui Ma sendiri kesulitan menjaga keseimbangannya setelah diarahkan kepadanya aura tersebut. Ia merasa gravitasi tempatnya berdiri bertambah beberapa kali lipat, semua Undead miliknya bergerak sigap mengambil posisi untuk melindunginya termasuk sang Undead Monarch sebab memang itulah tugas utamanya dikirim menemani Gui Ma ke sana.


Bing Lian berjalan sembari meraih sebuah gagang pedang dari Galaxy Ring, untungnya belum sampai tiga langkah dia bergerak. Baixian dalam bentuk manusiannya segera memukul pipi Tuannya sekeras mungkin hingga muka Lian akhirnya teralihkan menatap para sosok kiriman Black Graveyard Sect.


BUAKHH....!!!


“Tenangkan dirimu....”


Kata Baixian tegas, bersamaan dengan kejadian itu secara berangsur – angsur niat membunuh serta amarah Bing Lian perlahan tertarik dan membuat semua orang mampu bernapas lega kembali. Lian mengerjapkan matanya beberapa kali sambil menunduk menatap tanah sekitar kakinya tak kuasa mendongak kepada Baixian.


“Terima kasih Baixian....” Bing Lian bicara lirih.


“Sudah tugasku melakukannya....”


“Kau diamlah mengamati situasinya sampai selesai, aku bakal menunggu di kediaman Matriach....”


“Aku mengerti....” sahut Baixian menyanggupi.


Lian berbalik meninggalkan lokasi, bahkan sewaktu berpapasan juga diajak bicara oleh Sun Binbing yang datang buru – buru setelah merasakan tekanan luar biasa tadi dia tetap diam tak merespon sama sekali. Ketika wanita tersebut berusaha mengorek lebih dalam lagi masalahnya, Baixian memintanya untuk berhenti terus melupakannya.


><


Begitu kondisi normal ditambah para Undead miliknya menghentikan sikap siaganya, Gui Ma memperoleh kembali rasa percaya dirinya. Ia maju dengan dada membusung dan muka mendongak angkuh, menarik napas dalam – dalam sebelum beteriak, “Siapa cecunguk kurang ajar barusan! Kau cukup bernyali ya....kalau berani kemari langsung hadapi aku pengecut....!”.


Tetapi seberapa keras pun ia berceloteh atau memaki tidak ada satupun Cultivator Frozen Swan River menanggapinya karena masih kaget atas peristiwa beberapa saat lalu. Baixian yang mendengarnya menggeleng – geleng agak menyesal menyelamatkan nyawa bocah sialan itu.


‘Baixian? Lian kenapa?’


Chyou mengirimkan telepati penasaran sayangnya Baixian cuma diam tanpa memberi respon, sebenarnya ia ingin sekali kembali buat bertanya langsung ke pemuda tersebut namun ingatannya terhadap ekspresi terakhir Bing Lian mengakibatkan tubuhnya menjadi kaku.


“Grrr....!? Masih bersembunyi ya!? Pertama Matriach kalian! Sekarang anggota! Apakah Frozen Swan River terdiri atas orang – orang penakut hah!? Haruskah aku membongkar markas untuk mencari—“


“Tidak perlu repot – repot, akulah pelakunya.....kau ingin bicara denganku bukan?”


“Hmm?”


“Matriach?!”


Setiap penghuni sekte segera membungkuk ketika Sun Bingbing keluar dari air terjun, dia melangkah anggun menunjukan dirinya penuh wibawa terhadap Gui Ma. Meski kelihatan demikian sebenarnya kepalanya sekarang pusing memikirkan kenapa Lian bersikap seperti tadi, terlebih barusan adalah kali pertama ia melihat sosok manusia Baixian bahkan bertemu si Divine Beast sebab pada kedatangan pertama Bing Lian dan Jin Chyou si naga masih berhibernasi.


Beberapa menyadari hal ini tapi memilih diam, Gui Ma memperhatikan pancaran Qi sekeliling tubuh Sun Bingbing ditambah sikap anggota – anggota Frozen Swan River sekitarnya buat mengkonfirmasi jika dirinya benar Matriach sesungguhnya sekte khusus wanita itu. Gui Ma mulai waspada soalnya dalam waktu singkat ia mampu memperhitungkan perempuan di hadapannya punya kapabilitas bertarung menghadapi Undead Monarch milik kakeknya.


“Akhirnya anda keluar, mohon maaf atas kunjungan kurang menyenangkan saya Matriach....”


“Kau mencariku bukan? Bicaralah....sebaiknya pilah kata – katamu atau kubuat kau menyesal telah melukai murid – murid manisku. Walau kau cucu seorang Ten Emperor sekalipun....aku tak perduli” desis Sun Bingbing memperlihatkan superioritasnya.


><


Gui Ma menelan ludah berat mendengar perkataan Sun Bingbing, dia tau ucapan Matriach Frozen Swan River tersebut barusan bukanlah sekedar gertakan semata. Jika terpaksa bertarung ada kemungkinan Gui Ma bakal kehilangan salah satu koleksi terbaik kakeknya dan menerima konsekuensi berat saat menghadap kembali, sudah cukup baginya penghinaan yang diberikan oleh Gui Fu sebelumnya.


“Saya hendak menyampaikan pesan dari Patriach untuk anda....”


“Sejujurnya aku sama sekali tak pernah bertemu dengannya, namun sebagai bentuk penghormatanku terhadap Senior bakal aku dengarkan”


“Beliau meminta Frozen Swan River menyerah supaya menghindari banyak korban berjatuhan lalu bergabunglah bersama aliansi Sky Jewel Kingdom. Kami menjamin kesejahteraan sekte kalian”


Sun Bingbing menutup sebentar matanya, lima menit berselang dia berjalan maju meninggalkan anggota – anggotanya terus melayang di udara. Menatap rendah kelompok pengirim pesan Black Graveyard Sect sembari berkacak pinggang.


“Jika aku menolak?”


“Maka pasukan Black Graveyard akan datang menyerbu Frozen Swan River sampai rata dengan tanah dalam kurun waktu satu kali dua puluh empat jam kedepan” Gui Ma bicara lirih.


“Begitu rupanya, katakan kepada kakekmu kalau aku lebih memilih mati ketimbang menyerahkan peninggalan para pendahuluku. Enyahlah....”



Bersamaan selesainya Sun Bingbing menjawab, sebuah gelombang salju muncul melalui belakang punggungnya siap menimbun Gui Ma. Tindakan itu jelas sekali merupakan bentuk pengusiran terang – terangan, untungnya si Undead Monarch masih mampu membelah jurus barusan semudah membalikan telapak tangan.


“Sayang sekali....meskipun demikian kami masih tetap membuka peluang damai hingga tenggat masa yang ditentukan”


“Lupakan, aku tak punya niat menerima penawaran kalian setelah mendapat ancaman seperti barusan. Lagi pula siapa cukup bodoh mempercayainya? Buat apa kalian membawa pasukan kemari juga menyerang Seed Repository Village semisal sejak awal ingin menghindari pertumpahan darah?” ujar Sun Bingbing mendelik sinis.


“Saya mengerti, akan saya sampaikan pada Patriach. Saya undur diri”


“Kemampuan negosiasimu payah sampai – sampai aku heran mengapa Corpse Emperor memilihmu untuk datang, kau pasti merengek cukup keras Tuan Muda Ketiga Gui...hehehe....”


Gui Ma sudah berbalik hendak pergi usai menundukan kepala ke Sun Bingbing, namun sindiran menyakitkan tadi membuatnya menoleh dengan urat pelipis menegang. Pelakukanya bukanlah Matriach Frozen Swan River, melainkan seorang gadis berpakaian mewah yang sedang duduk bertopang dagu di antara murid – murid sekte tersebut.


“Jin....Chyou?”


Ch.203 (271)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 66 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).