The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 206 - Setitik Harapan



“Putra angkat....tolong dengarkan dulu, jadi sekarang kuminta kau keluar dari situ dan duduk kembali....” ujar Baixian lelah melirik gadis yang setengah kakinya telah masuk ke dalam Dimensional Realm.


Jin Chyou menoleh dengan wajah memerah terus membatalkan niatnya menyusul Lian untuk meminta penjelasan secara langsung juga terperinci, sesampainya di sofa Chyou menyipitkan mata menyalahkan Baixian seolah berkata ‘Semua ini salahmu, kenapa tidak ngomong lebih cepat?’.


“Kau sendiri buat apa terburu – buru begitu? Dasar....”


Baixian menghela napas enggan memulai perdebatan, akhirnya dia menceritakan perihal anak laki – laki bernama Bing Hui. Ratusan tahun lalu sewaktu pertempuran antara Manusia melawan bangsa Demon mencapai puncaknya, Bing Lian secara kebetulan menemukan seorang bocah kecil terseret arus sungai.


Ice Emperor menyelamatkanya sembari bertanya – tanya dari mana asal – usul dirinya, melihat pakaiannya yang compang – camping serta tubus kurus bagai tulang menambah rasa penasaran Bing Lian. Ia pun memutuskan membawanya lalu menelusuri aliran air itu untuk menemukan sekaligus mengembalikanya ke tempat tinggalnya.


Asap hitam tebal di kejauhan menghiasi langit langsung menyadarkan Lian akan adanya hal tak beres, dia menambah cepat lajunya namun semua telah terlambat. Seluruh desa hancur berantakan terbakar habis dan mayat bergelimpangan di mana – mana termasuk orang tua si bocah, meski masih belum jelas melalui Qi sekitar lokasi Bing Lian mengambil kesimpulan jika ada pertarungan pasukan Demon menghadapi Cultivator salah satu sekte pecah sehingga bentrokan sulit dihindarkan.


Pada masa – masa kelam tersebut memang sering terjadi hal demikian, banyak penduduk Benua Huwai berguguran terutama kelompok – kelompok kecil. Terdapat dua alasan mendasar mengapa bisa begitu, pertama ketidaktahuan mengenai masalah ini karena mereka merupakan manusia biasa yang berarti semuanya bukan ranah dunianya ditambah ketidakmampuan meminta perlindungan kepada para Cultivator.


Sekte – sekte besar nan kuat pasti akan membentuk aliansi dengan pemerintahan terus membangun benteng kokoh di kota – kota termasyur miliknya, sebuah lokasi di mana rakyat kalangan menengah ke bawah sulit buat bertahan hidup sehingga akhirnya mengambil resiko membentuk pemukiman – pemukiman baru.


Nanti berkembang sebagai desa terus menjadi sasaran empuk bagi Demon dan mirisnya lagi bandit, mendapat ancaman dari rasnya sendiri ketika tengah pecah perang menghadapi musuh lain menurut Lian adalah sebuah ironi. Kurang lebih begitulah nasib tempat tinggal Bing Hui juga, tidak jauh berbeda.


Singkat cerita Bing Lian merawatnya sampai sehat, memperkenalkan dirinya sekaligus menceritakan semua yang terjadi. Anak itu cuma mampu menitikan air mata tanpa suara, bahkan tangis sesenggukanya hanya mengeluarkan bunyi teramat kecil mungkin saking terpukulnya. Lian memberinya tawaran untuk ikut bersamanya atau tinggal dengan beberapa harta pemberian Ice Emperor nantinya.


Walau tentu Bing Lian menjelaskan konsekuensi juga menyarankan pilihan pertama jauh lebih baik, seminggu berselang akhirnya bocah tersebut memilih menyertainya setelah memberikan penghormatan terakhir kepada desanya.


Lian membawanya pulang menuju markas Emperors Alliance Sect di mana Bing Hui bertranformasi menjadi idola sebab kasih sayang dari saudara seperguruan ayah angkatnya. Para kaisar wanita begitu menyayanginya bagaikan anak sendiri, walau tidak separah mereka. Tie Jin, Gui Dong, Kun Lei, bahkan Yu Gang turut memperhatikan dan mengurusnya.



Masa itu terasa begitu berwarna meski pertempuran kian marak terjadi, namun masing – masing Emperor merasa ada setitik harapan setiap pulang karena dapat menemui Bing Hui yang menunggu kepulangan murid – murid Mask Sage.


Sayangnya momen menyenangkan ini cuma bertahan satu dekade, Bing Hui tewas akibat kesalahan praktik serta kurangnya kecocokan Manual terhadap tubuh khususnya. Kejadian tersebut mungkin merupakan hari paling menyedihkan bagi mantan anggota Ten Guardian Lantern selain kematian Hao Ren dan kehancuran Seoris Kingdom.


“Kau....menyembunyikan sesuatu” celetuk Jin Chyou tiba – tiba.


“Apa maksudmu?”


“Alasan kematianya....kau pasti tau lebih jauh bukan?”


“Aku tidak mengerti kau membicarakan apa?” Baixian memilih membuang muka.


“Hei Baixian jawab aku!”


Baixian cuek mengabaikan protes Chyou meskipun gadis itu mengguncang – guncang tubuhnya, mustahil Baixian menceritakan hubungan antara Bing Lian dengan Demon King. Hanya segilintir orang mengetahui fakta ini sekaligus bisa menebak mengapa hasilnya fatal terhadap jalan praktik Bing Hui.


><


Bing Lian berjalan memasuki sebuah aula mewah yang bagian – bagianya terbuat dari emas dan permata, anak dalam gendongannya melongo takjub melihat gemerlap tempat tadi. Tidak lama berselang suara dengkuran binatang serta langkah berat mencuri perhatiannya.



RRAWWWWRRRR!!!


Seekor singa putih seukuran gajah remaja menghampiri mereka kemudian mengitari keduanya, sesekali menjilat manja lengan Lian namun malah menyebabkan bocah sebelumnya memeluk pria berambut putih itu makin erat saking takutnya. Dia berjingkrak – jingkrak berbalik menuju pemiliknya usai Bing Lian memintanya mundur supaya berhenti menebarkan perasaan terancam walau sebenarnya niatnya hanya bermain – main.


“Halo Saudari Fang”


“Hehehe....senangnya, mana oleh – olehku?” pinta Fang Yijun menjulurkan tangan sembari tersenyum manis.


“A...hahaha maafkan aku Saudari Fang, aku menemukan sedikit masalah ketika di perjalanan jadi—“


“Berisik sekali....” terdengar gerutu seseorang datang melalui belokan ujung lorong.


“Kakak pertama!”


Satu per satu murid Mask Sage atau bisa dibilang mantan Ten Guardian Lantern yang telah memperoleh gelar Ten Emperor berkumpul, sebuah pemandangan luar biasa tentunya bagi siapapun Cultivator pada masa tersebut mengingat masing – masing adalah para jenius dalam bidangnya.


Tak membutuhkan waktu lama Bing Lian segera dikelilingi oleh kelima saudarinya, kondisi demikian malah menyebabkan si anak kecil makin tertekan dikerubuni sekumpulan orang asing terlepas penampilan mereka begitu cantik nan rupawan. Bahkan sosok kembang desanya dulu sedikitpun levelnya belum dapat mendekati lima wanita di hadapannya sekarang.


“Ngh....”


“Ah? Kami menakutimu? Maaf....” Lian mengalihkan perhatian kepadanya.


“Hmm? Siapa bocah laki – laki yang kau gendong Kakak Pertama?”


Mendengar pertanyaan barusan Bing Lian menurunkannya sebelum menjelaskan kalau kakak – kakak itu merupakan individu – individu baik sehingga tidak perlu untuk takut, Lian lalu memintanya menyapa semuanya tetapi ia cuma mampu menundukan kepala sejenak terus bersembunyi lagi sekitar belakang kaki Ice Emperor.


“Mungkin terdengar agak tiba – tiba, sedikit lebih cepat ketimbang rencanaku namun sejak awal aku memang mau mempertemukan kalian. Mulai sekarang dia adalah putraku.....” kata Bing Lian menegaskan sambil mengusap lembut rambut bocah tersebut.


“Eh?”


“Hah?”


KRAK!? BRRRR......!!!


“Mohon bantuanya ya teman – teman.....”


“Eee....Kakak Pertama? Kupikir bagiku pribadi sih mengerti saja kau hendak menyampaikan apa tapi kusarankan tolong lebih diperjelas”


“Apa yang kau khawatirkan Saudara Tie?”


‘Lihat sekelilingmu....’ Tie Jin memberikan kode tanpa suara menggunakan tangannya.


“Mmm? Maksud—Hiyyy!?”


Bing Lian gagal menyelesaikan kalimatnya sesudah menyadari rambut – rambut saudari seperguruannya terangkat ke udara, mata kelimanya menyala mengerikan bagaikan jenderal – jenderal ras Demon. Qi para gadis itu merembes keluar kemudian mengakibatkan seluruh bagunan retak secara perlahan. Fang Yijun menunjukan senyum miring pertanda kesal dan memukul tiang beton dekatnya berdiri hingga menjadi debu seraya bergumam, “Siapa perempuan sialan yang berani menggoda kakak pertamaku....?”.


Ch.206 (276)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 70 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).