The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 170 - Barang Tiruan dan Asli



Mulut Jin Chyou berkomat – kamit berdoa sudah pasrah akan apa yang terjadi berikutnya karena ketiga perempuan di hadapannya terlihat benar – benar tersinggung juga murka, dia heran mengapa Bing Lian masih mampu bicara santai bahkan duduk sembari menyilangkan kakinya.


“Bagaimana caraku tau kalau kau tidak berbohong?” ujar Sun Bingbing penuh nada mengancam.


“Matriach ayolah, aku baru saja membuktikannya. Jika kalian ingin mengatakan aku membual silahkan bawa seorang Forging Qi yang dapat menggunakan Blizzard Beam selain aku ke sini sekarang juga”


“Berapa harganya? Atau katakan kau mau apa sebagai gantinya?”


“Permintaanku sederhana, tunjukan kepadaku kitab itu”


“Aku tak mengerti kau membicarakan—“


“Halaman tujuh puluh, seratus enam puluh lima, dua ratus sembilan belas.....” Lian mulai menyebutkan angka secara berurutan sambil menghitung menggunakan jarinya.


Ekspresi Sun Bingbing yang semula terkejut mendengar Bing Lian membahas buku keramat mereka namun dapat menguasai diri untuk pura – pura tidak tau langsung buyar seketika usai satu demi satu bagian menghilang disebutkan tanpa meleset sedikitpun oleh bocah tersebut. Jin Chyou, Song My, serta Xue Yi saling bertukar pandang penuh tanda tanya.


Sama – sama tidak memahami isi pembicaraan keduanya tetapi dari responya masing – masing bisa menyimpulkan Bing Lian seolah membuka rahasia terdalam Sun Bingbing dan nampak jelas akibatnya ia merasa terpojokan nan takut layaknya anak kucing dalam karung.


“Apa aku harus memberitahu semuanya baru anda paham Matriach?”


“Song My? Xue Yi? Tinggalkan kami berdua juga tolong bawa Nona Jin Chyou” kata Sun Bingbing serius akhirnya sesudah diam cukup lama.


“Tidak perlu repot – repot, dia pun mengetahuinya. Aku menjamin Nona Jin tak akan membocorkan informasinya ke halayak, jika melanggar aku siap bertanggung jawab”


“Eh? Ah! Aku tau benda tersebut pasti di sini! Jangan khawatir mengenai masalah kerahasiaan, mulutku tertutup rapat” Chyou buru – buru berlagak mengerti padahal terkejut bukan main Bing Lian mengucapkan kalimat tadi.


“Begitu ya....baiklah, kalau demikian mau bagaimana lagi? Pergilah....”


“Guru? Anda percaya kepada mereka?”


“Berhenti membuatku mengulangi kata – kataku, laksanakan saja. Kalian tidak pantas mengkhawatirkan orang yang lebih kuat dasar keras kepala.....”


Dengan berat hati Song My maupun Xue Yi akhirnya berjalan murung meninggalkan ruangan, benak mereka dipenuh pertanyaan dan sangat ingin kalau bisa tetap berada di sana mendengarkan diskusi ini, saat melintas Lian menangkap pergelangan Xue Yi untuk menenangkannya terus bersumpah dia tidak mempunyai niat buruk.


Jauh dalam lubuk hatinya Xue Yi sadar Bing Lian atau Jin Chyou jujur, namun perasaannya kurang nyaman melihat kejanggalan pada Sun Bingbing. Untung berkat tindakan Lian kecemasannya perlahan menurun, dia mengangguk kemudian menutup pintu.


Usai suara langkah kaki murid – muridnya tak terdengar lagi, Sun Bingbing bangkit lalu menghampiri rak penyimpanan, menarik keluar setengah beberapa buku secara acak terus memicu aktifnya mekanisme rahasia. Secara cepat barang tersebut bergeser memperlihatkan tangga turun menuju kegelapan.



“Mencurigakan....kau yakin kita harus ikut ke sana?”


“Umm? Semisal takut kau boleh menunggu di sini....” Bing Lian menoleh penasaran tapi Chyou segera menggeleng, kalau bisa sekarang mereka jangan sampai terpisah sebab telalu berbahaya pikirnya.


“Kalian mau merumpi atau apa?”


Sun Bingbing berbalik menatap keduanya dari ruangan rahasia yang terbuka barusan, Lian mengiyakan santai sementara Jin Chyou mengekor sembari berharap – harap cemas semoga nanti di bawah tidak dijadikan umpan atau makanan bagi Demonic King Beast mengerikan.


Matriach Frozen Swan River itu memimpin jalan sambil mengeluarkan cahaya dari telapak tanganya sebagai sumber penerangan, usai berjalan kurang lebih lima belas menit nampaklah tempat tujuan mereka. Saat memasuki ruangan putih tersebut mata Lian dan Chyou terkunci pada sebuah altar indah.


Ia berada tepat di tengah sehingga mencuri perhatian, sebuah buku usang kelihatan tersimpan menghiasi atasnya. Ketika Sun Bingbing mendekat sihir penghalangnya menghilang tanpa bekas, dia mengambil barang tadi kemudian menyerangkahnya ke Bing Lian. Tanpa pikir panjang si pemuda dengan cuek membakarnya sampai membuat Chyou menarik napas kencang saking kagetnya.


“Liannn....!?”


“Jangan melebih – lebihkan, akukan sudah bilang mau melihat benda aslinya. Mengapa malah diberi salinan? Omong kosong macam apa ini?” potong Lian menggeleng – geleng heran.


“Eh?”


“Kenapa kau bisa berkata begitu?” Sun Bingbing menyipitkan mata.


Sembari menggaruk – garuk belakang kepalanya yang tidak gatal Lian memberitahu ada dua alasan utama makanya dia menyimpulkan demikian, pertama bahan dasar pembuatan kitab itu seharusnya kertas spesial. Mustahil untuk lecek, kusut, terlipat, maupun luntur sehingga tidak mungkin bentuknya seperti buku perpustakaan tua tadi.


“Kedua, hanya pencuri bodoh bakal tertipu oleh trik murahan ini. Benda berharga tak akan dibiarkan terekspos semudah barusan, meski kalian mengakalinya dengan memasang penghalang sederhana. Sayangnya aku bukanlah pencuri juga tidak bodoh jadi tolong berhenti bermain – main” Bing Lian mengakhiri penjelasannya lalu menguap.


><


Sun Bingbing hanya dapat berdecak kesal sebab tipuan barusan gagal mengelabui Lian, menyaksikan wanita itu diam tanpa melakukan apa – apa Bing Lian mulai berjalan berkeliling mengamati satu per satu lukisan di sana. Tiba – tiba langkahnya terhenti pada gambar sebuah meja serta kursi dekat tepi danau indah, ia tersenyum terus menjulurkan lengannya.


“Pintar sekali” pujinya tersenyum tipis.


“Oi Lian? Kau sedang ap—KYAAA!?”


Teriakan Jin Chyou menyadarkan Sun Bingbing atas lamunannya, dia buru – buru memeriksa apa yang terjadi. Matanya membelalak dan hatinya mencelos melihat Bing Lian meraih ke dalam lukisan tersebut, seluruh tangannya hampir tenggelam dilahap canvas tadi.


“TIDAKKK!!!”


TESSS....!!!


Detik berikutnya Lian berhasil menarik keluar sebuah kitab tebal bersampul kulit Demonic Beast bersisik juga berwarna biru terang, Sun Bingbing berusaha merebut kembali buku keramat itu. Bukannya menghindar Lian malah memberikannya dengan suka rela sampai membuat Jin Chyou bahkan sang Matriach kebingungan.



Tetapi kejadian – kejadian setelah ini menjawab semuanya, baru terpisah semeter barang setebal puluhan inci barusan bakal terbang kembali menuju tangan Lian. Bing Lian menyerahkanya lagi tanpa menolak sayangnya kejadian sama terus menerus terulang seolah kitabnya menolak berpindah tangan sampai akhirnya Sun Bingbing frustrasi sendiri.


“HENTIKAN PERBUATANMU ITU!” bentaknya kesal.


“Aku tidak melakukan apa – apa Matriach, aku bersumpah. Lihatlah....”


Bing Lian meletakannya di tanah sambil mengangkat kedua lengannya tanda menyerah lalu berjalan menjauh, tak sampai satu menit berselang si buku langsung balik kepada genggamannya. Sun Bingbing menganga keheranan mencari penjelasan logis atas kejanggalan di hadapannya, kalau saja tak dibutakan oleh perasaan marahnya seharusnya wanita tersebut mampu mengerti.


Akibat situasi demikian Lian akhirnya mengajak mereka duduk pada ruangan berikutnya, Sun Bingbing masih menatapnya lekat – lekat sementara Jin Chyou mengisi tepat bagian sofa sebelah Bing Lian. Dia mengaktifkan Truth Seeker sejak tiba makanya agak terkejut saat Lian membakar tiruan sebelumnya, jujur karena belum pernah melihat yang asli ia hampir tertipu.


Namun sekarang matanya terbuka lebar, perbedaan antara kitab asli dan tiruan tadi bagaikan langit dan bumi. Auranya begitu kontras, tapi perasaan kagum Chyou agak terganggu sebab merasakan hawa keberadaan orang lain. Dia menarik – menarik jubah Lian demi memberitahunya tanpa tau kalalu sebenarnya si pemuda juga mengetahuinya.


“Mau sampai kapan kalian mengendap – endap seperti pencuri di rumah sendiri, keluarlah....mari bicara bersama - sama” Bing Lian melirik kiri kananya santai.


Ch.170 (216)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 46 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).