
Pasukan gabungan Frozen Swan River dan Kerajaan Fairy Snow segera menyerbu sisa – sisa Cultivator Black Graveyard Sect yang masih bertahan entah karena memang memiliki praktik tinggi, mental mumpuni, atau beruntung selamat terlindung tubuh – tubuh korban lain dari jurus tebasan Bing Lian sebelumnya.
Tentu mereka tidak diam saja tanpa perlawanan, masing – masing perlahan memanggil kembali Undead – Undead baru untuk bertarung sehingga pertempuran pecah sekali lagi. Walaupun jumlah pihak musuh sekarang berkurang jauh, Baixian tersenyum lebar melihat kemunculan ratusan mayat hidup mengelilinginya.
Semua sesuai rencananya, ia meminta ketiga gadis dekatnya agak mundur lalu mengaktifkan benda melayang pada telapak tangan kanannya. Earth Gods Teapot mengeluarkan cahaya saat Baixian mengalirkan Qi ke sana, seketika Spirit Tool tersebut menarik segala penghalang di hadapannya.
Daya hisapnya luar biasa sampai – sampai seolah menciptakan angin tornado dalam sekejap, beberapa Undead saling berpegangan demi menyelematkan diri sayangnya daging busuk mereka satu per satu terlepas dan gagal membantu. Baixian melanjutkan aksinya santai, menyadari tiap tersedot koneksi antara masing – masing dengan Undeadnya terputus membuat anggota Black Graveyard Sect berpikir dua kali menunjukan koleksi – koleksi terbaiknya.
“Apa? Kalian sudah selesai? Cuma segini? Ayo jangan berhenti tunjukan kemampuan paling kalian banggakan itu”
“Hiyyy!?” Gui Ma terduduk terus buru – buru mundur mejauh setelah naga tulangnya juga lenyap tertelan Earth Gods Teapot.
“Kau punya aura mirip Gui Dong....kau keturunannya ya? Kemarilah biar kuberikan tamparan baru menggunakan ekor—“
“WAAAA.....!!!”
“Hey!? Kenapa dia lari dasar bocah kurang ajar.....” umpat Baixian kesal sebab targetnya terbirit – birit padahal ia belum sempat menambah tanda di sisi pipi satu lagi.
“Sebagai orang yang normal wajar sih dia memilih kabur....”
“Cih....”
“Ngomong – ngomong Baixian? Lian....”
Tanpa perlu mendengar pertanyaan hingga akhir, Baixian menjawab pertanyaan gadis – gadis tersebut dengan cukup menatap satu titik yaitu air terjun beku. Jalan masuk menuju Frozen Swan River lokasi pemuda berjubah hitam serba tertutup masih melayang memegangi pedangnya.
“Kenapa ia berpakian seperti seorang tentara bayaran negeri Yinghua? Dia punya ketertarikan terhadap para Shinobi atau apa?” Jin Chyou menaikan sebelah alis penasaran.
“Tentu supaya sulit dikenali, kau pintar tapi otakmu lambat ya....”
“Ugh....kau bilang apa barusan? Coba ulangi Baixian?!”
“Hadehhh....kalau bukan demi masalah tersebut mana sudi aku bertempur dalam keadaan memalukan begini?” keluh Baixian memperhatikan badan mungilnya lelah.
“Aku lebih suka wujudmu kayak sekarang Baixian”
“Tidak ada yang menanyakan pendapatmu Putri Kecoak es”
“Jahatnya....” Eva mengembungkan pipi berusaha berpura – pura merajuk.
“Oh iya beritahu aku cara kau dan Bing Lian dapat mengenal Tuan Putri cantik ini!? Serta alasan mengapa akhirnya dia memutuskan turun tangan padahal sebelumnya bilang tak akan membantu selama perang”
“Terus latihan tertutupnya?” tambah Xue Yi.
“Kapan aku bisa bertemu?”
“AHHHH.....BERISIK! TANYA SAJA SENDIRI KEPADANYA! LALALALALA!!! AKU SEEKOR DAO BEAST YANG HANYA MENGERTI BAHASA NAGA....” Baixian terbang menghindar sembari menutup telinganya pusing mendengar pertanyaan tanpa henti ketiga gadis tadi.
“Baixian!?”
‘LIANNN!? TOLONG SELAMATKAN AKU....!!!’
Sementara Baixian disibukan mengurus perempuan – perempuan cerewet meski tugas utamanya seharusnya mengamankan medan pertempuran, Lian mengubah posisi pegangannya terhadap gagang Continental Eater. Matanya menyipit untuk membidik sebelum melepaskan lemparan tangkas.
Pedang hitam itu melesat bagaikan peluru membelah udara, meninggalkan energi gelap pada jalur yang dilewatinya, tubuh Undead Monarch masih kaku akibat Everlasting Night Fall mustahil menghindari serangan jitu milik Bing Lian.
Untungnya Lian memang bukan mengincar jantungnya, sehingga ketika ujungnya menancap sekitar bahu kanan ia cuma terseret sampai dibawa cukup jauh terpental. Badannya berputar – purat kehilangan keseimbangan, sesudah berkutat sebentar akhirnya perlahan dia sukses mengendalikan diri namun belum sempat memeriksa lukanya hawa keberadaan di belakangnya memaksanya menoleh gesit.
“Dragon Fang Bing Lian Version – White Dragon Kick.....”
BAM! ROAAARRRR...!!!
><
Qi berwujud naga segera menghantam sang Undead Monarch hingga terpental menubruk tanah kemudian tertelan oleh debu, serangan Bing Lian cukup dahsyat sampai menarik perhatian semua orang akibat daya hancurnya. Kepulan material – material kejadian memenuhi udara, bukannya bersantai usai mendaratkan tendangan telak mata Lian malah bergerak – gerak mencari keberadaan raga Bing Hui.
Benar saja tak lama berselang seluruh penghalang pengelihatan lenyap seketika tertiup angin, Undead Monarch itu berdiri memasang kuda – kuda buat membalas. Tatapannya terkunci kepada Bing Lian, efek mengumpulkan tenaganya menyebabkan pijakannya retak ditambah hembusan kencang ke berbagai arah.
Setiap individu entah pihak Black Graveyard Sect, Frozen Swan River, atau pasukan Fairy Snow buru – buru menjauh sadar hanya bakal mati konyol jika memaksa berdiam di sana. Tanpa aba – aba prediksi mereka terbukti sebab pukulan keras hampir setara bahkan lebih kuat ketimbang serangan Bing Lian tadi dilepaskan oleh Undead Monarch milik Gui Dong.
Kali ini seekor naga Qi lain muncul kembali namun dia berwarna hitam, ukurannya mendekati Great Albino Whale jadi mustahil dihindari. Sebelum Lian sempat mengambil tindakan apapun, Aincrad muncul melindunginya dan membelokan jurus barusan dengan pedangnya sehingga menciptakan lubang menganga pada langit.
“Maaf atas kelancanganku Majestic Tamer, bukan maksudku meremehkanmu terlebih ketika kondisimu seperti sekarang. Tapi izinkan aku menawarkan diri membantumu menghadapi makhluk terkutuk tersebut”
“Oh kau mengenaliku? Kupikir tak ada alasan bagiku menolak tawaran menggiurkan anda Yang Mulia”
“Ahh....saya juga tidak punya niatan menanyakan kenaikan abnormal kekuatan anda dalam hitungan hari”
“Hehehe....meski berkata demikian, sikapmu sulit berbohong ya? Setidaknya berusahalah untuk jangan menatap ngeri kepadaku begitu....” balas Bing Lian tersenyum di balik topengnya.
Walau Lian bicara santai jelas sekali permintaan tadi sulit menurut Aincrad, karena mata hitam penuh pemuda itu mengingatkannya tentang teror bangsa Demon saat ayahnya masih menjabat sebagai Raja. Era Beast benar – benar terpojok lalu harus berlindung dari dua ras paling dominan Benua Huawai.
“Dia punya kemampuan regenerasi maupun teknik bertempur luar biasa, menghabisinya bakal memerlukan usaha ekstra” Aincrad akhirnya memilih fokus ke lawannya lagi.
“Ucapanmu tepat sekali, namun aku bukan berencana melenyapkannya. Melainkan melakukan hal sama ketika membebaskan tahananmu kemarin””
“Hah? Maksud—“
“JANGAN BIARKAN KEPARAT – KEPARAT INI BERTINDAK SESUKA HATI, BERTARUNGLAH BERSAMA KOLEKSI KAKEK!”
Pertanyaan Aincrad terhenti oleh teriakan Gui Fu, pemimpin pasukan penyerang Black Graveyard Sect tersebut memberikan perintah kepada dua Nascent Soul Great Circle – Stage yang melindunginya. Masing – masing patuh terus muncul mengapit Undead Monarch Bing Hui sambil memanggil Undead Monarch mereka tapi tentu kemampuanya jauh di bawah ciptaan sang Patriach.
Bing Lian cukup kagum atas kecepatan Gui Fu menyadari dirinya mengincar Undead Monarch kakeknya, bahkan mengambil risiko menyuruh bawahanya ikut maju dan cuma menyisakan pengawal pribadinya seorang sebagai satu – satunya pelindung.
Sewaktu masih mengamati, Sun Bingbing berhasil menyusul sekaligus mengubah keadaan menjadi pertarungan tiga lawan lima. Mengetahui kemampuan kedua rekannya, Lian tidak khawatir sama sekali meski jumlah musuh lebih banyak.
“Matriach Sun? Kau telah mendengar rencana terakhir?”
“Iya....Tuan Muda....”
“Bagus, karena waktunya terbatas mari mulai. Tujuan utama kita adalah menghapuskan segel Undead Monarch milik Corpse Emperor sebelum Tuannya sadar terus menunjukan batang hidungnya di medan perang” Bing Lian mengabari melalui telepati dengan bahasa berbeda untuk Aincrad maupun Sun Bingbing.
Special Ramadhan Up (1/30)
Ch.221 (310)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 89 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).