The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 196 - Conflicting Request



Sudah kurang lebih seminggu berlalu sejak Bing Lian dan Baixian tiba di Emberfrost, berbekal kecepatan menyerap ilmu luar biasa Eva sekarang dia bisa berkomunikasi lancar menggunakan bahasa Manusia. Namun Lian masih belum puas sebab takut gadis itu akan memiliki ketergantungan berlebih terhadapnya.


Maka demi mengantisipasi kejadian begitu, dengan dalil ingin mengenal bagaimana kehidupan para Fairy Snow. Lian berhasil membujuk Eva membawanya berkeliling kota sembari menjelaskan banyak hal, beberapa petinggi kerajaan awalnya menentang kegiatan tersebut tetapi Raja yang telah lama tidak melihat senyuman bahagia putrinya menyuruh mereka semua untuk diam.


Kemunculan Tuan Putri berkeliaran pada tengah – tengah pemukiman warga tentu menarik perhatian banyak orang apalagi ia ditemani oleh seorang Manusia, perlahan tapi pasti mulai terbentuk kelompok – kelompok mengamati keduanya terutama anak – anak kecil.


Bing Lian tersenyum ramah ke tiap – tiap dari bocah itu namun usai menyadari tatapanya masing – masing bakal mencari tempat bersembunyi karena peringatan orang tua mereka, akhirnya di suatu kesempatan Lian membuat sebuah pertunjukan indah menggunakan pengendalian Qi miliknya.


Salju – salju sekitar sana berubah bentuk menjadi macam – macam rupa mulai naga, burung, berbagai binatang lainnya, dan pemandangan indah layaknya gunung maupun lembah. Seluruhnya bergerak bagai hidup juga berinteraksi dengan anak – anak tersebut.


Dia pun membuat pentas seni atau bisa dibilang drama yang menceritakan kisah – kisah luar biasa, kebanyakan Bing Lian sebenarnya menceritakan pengalamannya sendiri. Berkat tindakannya makin banyak ikut berkumpul menyaksikan pertunjukan bahkan Eva mengajak rakyat – rakyat duduk menonton bersamanya.


Secara bertahap Lian mencuri hati para Fairy Snow termasuk orang – orang dewasa, mereka mulai membiarkan putra – putrinya bersenang – senang ditemani Bing Lian. Ditambah bantuan Eva beberapa terbujuk buat bicara kepada Lian kemudian dibuat terkejut akan pengetahuan serta sikapnya.


Meski tentu tak semua dapat menerima terus tetap melihatnya sebagai penyusup juga ras menjijikan yang membahayakan, Lian sendiri tidak keberatan menerima perlakukan demikian. Lagi pula pada dasarnya perbedaan selalu menuai pro dan kontra, setidaknya setelah berusaha Bing Lian sadar kalau perjuangannya memperoleh kepercayaan mereka bukan sebuah keputusan sia – sia.


“Hahaha....apa kau melihat wajah Tuan Rufus ketika mengetahui kau mampu berbicara menggunakan bahasa kami? Lucu sekali....!!!”


“Tuan Putri suaramu agak serak, sepertinya anda kebanyakan tertawa”


“Berhenti memanggilku begitu dasar menyebalkan” Eva mengembungkan pipi terus menyikut perut pemuda di sebelahnya pelan.


“Aduh....hahaha”


“Akhirnya kau pulang, kemana saja sih sampai jam segini? Hoammm”


Baixian memberi komentar saat pintu ruang perawatan terbuka, memang sejak insiden pelepasan Cursed Item keduanya memilih tetap tinggal di situ walau sebenarnya kondisi cedera Lian sudah membaik. Baixian menguap lalu mendorong badannya tuk bangkit dari tempat tidur, sebelah alisnya segera terangkat menatap sang Tuan terus menyeletuk, “Apa yang menutupi telingamu?”.


“Ahh...aku lupa melepasnya”


“Anak – anak yang membuatkannya, mereka bilang agar Lian nampak seperti Fairy Snow. Tenang saja itu dibuat menggunakan daun Magic Plant kering tidak berbahaya” timpal Eva duduk santai layaknya tengah berada di rumah sendiri, Baixian meliriknya kesal sebelum menghela napas.


“Oi Lian? Sampai kapan kau berencana menetap?”


Bing Lian menghentikan gerakan menaruh telinga palsu tadi ke meja dan memperhatikan ekspresi Baixian, jelas sekali raut serius meliputi wajahnya. Lian sendiri juga sebenarnya merasa misinya supaya kerajaan Fairy Snow tidak menyerang Frozen Swan River telah berhasil sejak bicara bersama Aincrad minggu lalu.


‘Mustahil untuk menghapuskan kebencian setiap orang dari mereka terhadap Manusia, kau tau itukan?’


“Aku mengerti, sepertinya memang waktunya telah tiba” Lian menjawab telepati barusan dengan anggukan.


“Lian? Kau bakal pergi?”


“Hehehe....maaf Tuan Putri, tetapi tempat kami bukan di sini. Lagi pula aku serta Baixian harus melindungi teman – teman kami dari orang – orang jahat yang pernah hendak mencelakaimu”


“Benar, mereka juga pasti panik kalau kita tak memberi kabar apa – apa. Bisa – bisa ada tindakan bodoh seperti menyusul kemari” ujar Baixian menggaruk – garuk belakang kepalanya.


“Namun jika nanti kau pergi....kita tidak dapat bertemu lagi”


“Oi gadis kecil, sejak awal dunia kalian berbeda jadi—”


“Baixian?”


“Ckkk!?”



“Kumohon....sebentar lagi saja” Eva memegangi tangan Bing Lian erat – erat meminta dengan mata memelas.


Lian makin bingung memberi jawaban, keduanya malah sama – sama membuatnya dalam posisi sulit untuk berkata tidak. Baixian memiliki poin benar karena sejak awal tujuan Bing Lian ke sini adalah misi perdamaian sekaligus menolong Frozen Swan River agar terbebas atas ancaman Fairy Snow.


Sedangkan Eva masih dalam masa pemulihan usai mentalnya goyang akibat melukai Lian, meski perlahan mulai mampu bicara lagi bahkan pada Ayahnya. Bing Lian takut semisal ditinggal kondisinya kembali memburuk, Baixian menyadari hal ini terus menyaksikan Tuannya kesulitan akhirnya dia pun menganjurkan sebuah usalan, “Baiklah – baiklah aku punya ide kalau kau sulit buat memutuskan”.


“Hmm? Apa?”


“Akan sulit karena aku tak bisa memperkirakan jaraknya, tetapi masih ada alternatif lain” kata Bing Lian mengelus dagunya.


“Eh?”


“Kau Baixian, kau yang menjadi pembawa pesannya dan pergi ke Frozen Swan River”


“HAH!?”


><


“Kau berharap aku meninggalkanmu sendirian di sini?! Kau kehilangan akalmu atau bagaimana?!” Baixian meledak selepas Eva pulang dengan wajah sumeringah.


“Kau ini....cemburu ya aku menghabiskan waktu terus bersama Eva?”


“Tidak....kau cuma berhalusinasi!”


“Hehehe....kita saling mengenal sejak lama dasar bodoh, kau kira bisa menyembunyikannya dariku? Tapi sebenarnya ada satu alasan penting aku melakukannya” ujar Bing Lian mengambil gelas kemudian berbalik menuju arah Baixian yang sedang membuang muka.


“Apa itu?”


“Jika mungkin....aku ingin menarik Fairy Snow ke pihak kita lalu memanfaatkannya sebagai agen ganda”


Ekspresi Baixian perlahan berubah serius, ini merupakan kali pertama dia mendengarnya. Lian memang belum pernah bercerita hasil diskusinya bersama Aincrad seminggu sebelumnya bahkan kepada Baixian dan sekarang si naga menuntut jawaban secara tak langsung, “Kenapa?”.


“Raja bersikap aneh seolah menutupi sesuatu, terlebih ia memberitahuku informasi cukup penting”


“Mengenai?”


“Desas – desus kemunculan seseorang yang diduga adalah Qinglong”



Mendengar nama barusan Baixian berdiri, nampak jelas wajahnya menegang. Matanya memicing tajam serta Qi miliknya perlahan merembes keluar, Baixian hendak marah mengapa Bing Lian baru memberitahunya namun dia mengerti Lian berupaya membuatnya tidak bertindak konyol.


“Berapa korbannya?”


“Entahlah, tak diketahui pasti. Lagi pula kalau kita membicarakan Qinglong, ia pasti bergerak dengan cermat dan hati – hati” Bing Lian mengangkat kedua bahunya.


“Aku asumsikan berarti lokasi aksinya pun masih acak”


“Makanya kita membutuhkan info lebih jauh untuk melacak dirinya, soalnya kemungkinan besar para petinggi Beast di masa sekarang mau melanjutkan rencana itu”


“Ckkk!? Bocah – bocah idiot! Kenapa mereka berpikir mampu melakukan kudeta terhadap Manusia sedangkan sosok – sosok pada eraku gagal?!” umpat Baixian kemudian memukul tembok kamar hingga hampir rubuh.


Telinga Baixian memerah, menyadari emosinya meluap – luap Bing Lian memilih membiarkannya memenangkan diri. Sementara Baixian tiba – tiba mengingat kembali memori menyebalkan ketika Qinglong berbisik pelan di sebelahnya.


“Oi Baixian? Kau tau mengapa Lian memilihmu sebagai pemimpin? Karena kau merupakan anjing yang paling setia kepadanya hehehe.....”


“Hentikan percobaan provokasimu Kirin betina, jangan mengada – ada setelah semua perjuanganmu supaya terpilih gagal”


“Aku? Huahahahaha....konyol, aku mendekatinya agar punya kesempatan untuk menghabisinya saat dia lengah.....layaknya musuh dalam selimut....boo...hehehe....”


- Black Graveyard Sect Invasion Arc Status Begin-


Ch.196 (260)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 64 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).