The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 270 - Syarat



Setelah pengenalan ulang canggung tersebut ketiganya duduk bersama di ruang tamu pondok kecil Yao Sheyan, entah mengapa usai mengetahui serta melihat secara langsung sikap kakeknya terhadap Bing Lian. Sheyan mulai nampak segan kepada pemuda berambut putih itu.


Perlahan segala tindakan – tindakan luar biasanya selama mereka bersama menunggu kepulangan Alchemist Bachelor sekarang masuk akal kalau dia merupakan keturunan langsung kenalan lama Yao Quon. Mengingat Yao Quon sosok terpandang, seharusnya sahabat – sahabatnya tidak jauh tingkatannya darinya menurut pikiran Yao Sheyan.


Menemukan si gadis duduk sopan seolah menunggu hukuman malah menyebabkan Lian kurang enak hati kemudian saling bertukar tatapan bingung dengan Yao Quon, akhirnya ketimbang kesalahpahaman terus berlanjut Bing Lian angkat bicara. Ia berkata jika meskipun punya latar belakang khusus Sheyan tak usah sebegitunya bersikap.


Tetaplah seperti sebelumnya dan anggap dirinya sebagai teman sebaya, Yao Quon hendak menyela namun Lian segera menyuruhnya diam melalui telepati. Sheyan mendengar hal ini cuma mengangguk kecil tanpa berani menatap wajah Bing Lian, apapun ucapanya mustahil Sheyan bisa kembali memperlakukannya layaknya beberapa waktu lalu. Menyadari memang sulit baginya Lian memutuskan memberinya kesempatan beradaptasi sekaligus menyerahkan topik sisanya ke Yao Quon.


“Sheyan cucuku? Kami ingin menyampaikan sesuatu....”


“Kakek....aku belum mau menikah atau dijodohkan, aku pernah bilang bukan?”


“Eh?” Bing Lian mengerjap – ngerjapkan matanya heran.


“Umm umm aku tau, namun kau harus mampu cepat mengambil keputusan soalnya kesempatan tak datang dua kali”


Yao Quon melipat tangannya sembari mengangguk – angguk setuju, wajah Lian hampir menabrak meja akibat jawaban tadi seolah belakang kepalanya dijatuhi batu besar secara beruntun. Seingatnya rencana mereka berkumpul adalah membahas cara menanggulangi Pertiried Gaze, ekspektasinya Yao Quon meluruskan prasangka Sheyan malah berakhir fatal.


PLAK!



Secepat kilat Lian menggapai pundak pria di sampingnya dan mencengkrammnya sekuat tenaga, dia tersenyum meminta penjelasan dengan mata menyipit mengerikan. Nampak urat pelipisnya berkedut tanda kesal, barulah Yao Quon panik menyaksikan respon pemuda tersebut. Sebuah pemandangan unik dimana seorang Alchemist Bachelor, salah satu Cultivator terkuat Benua Huawai berkeringat dingin dibawah pengawasan anak bau kencur.


‘Apa maksudnya ini Sarjana Yao? Aku kok belum pernah mendengar masalah perjodohan sebelumnya?’


‘A....hahaha....maaf Pahlawan Bing, saya lupa sekaligus sedikit terbawa suasana....’ balas Yao Quon lemah sama – sama melalui telepati.


Ternyata akibat penampilan juga keahliannya, Yao Sheyan diminati banyak sekali pria generasi – generasi muda terpandang. Beberapa bahkan mengirimkan pesan kepada Yao Quon mengingat sulit sekali untuk menemuinya, selain berpikir dapat jadi penunjang pamor sebagian besar berharap kalau berhasil menggaet Sheyan itu sama menarik Alchemist Bachelor selaku kakeknya menuju sisi mereka.


Tentu mendapat uluran tangan Pill Grandmaster merupakan keuntungan teramat besar yang bisa meningkatkan keberhasilan suatu sekte dalam berbagai urusan, masalahnya Yao Sheyan membenci polar pikir barusan apalagi menurutnya ia cuma diperalat saja sehingga tidak tertarik sama sekali. Sementara Yao Quon sendiri mempunyai spesifikasi teramat tinggi terhadap calon pasangan cucunya.


Tapi kian hari lamaran Yao Sheyan terus menumpuk dan menyebabkan Yao Quon pusing bukan kepalang, terutama dari orang – orang sulit diabaikan contohnya Hua Zhong asal Heaven Flower Garden, Yu Min Putra Mahkota Sky Jewel Kingdom, serta masih banyak lagi. Parahnya tak ada tanda – tanda satupun menyerah walau Yao Quon belum pernah memberi respon.


Selain memang enggan, alasan keduanya membuang ide pernikahan jauh – jauh adalah kondisi Gift Bizzare Eyes milik Sheyan. Untung kemunculan Lian mendatangkan angin segar untuk Yao Quon, setidaknya menurutya pribadi dia akan jauh lebih setuju Sheyan diurus oleh Bing Lian ketimbang bocah – bocah tengik itu.


Terlebih pengetahuan ditambah pengalamannya tentu membuatnya mampu mengambil tindakan tepat jika Yao Sheyan sedang lepas kontrol kemudian menghentikan para peminat cucunya mengirimkan permintaan soalnya Alchemist Bachelor nantinya pasti mengumumkan Sheyan telah mempunyai tunangan.


‘Kau mau menikahkah cucumu dengan kakek – kakek berumur ratusan tahun?!’



‘Apa maksudmu Pahlawan Bing? Di ataku anda remaja potensial berusia matang kok’ balas Yao Quon mengacungkan jempolnya.


‘Jangan mengada – ada! Kita seumuran Sarjana Yao....’


‘Saya mohon bantuannya Pahlawan Bing....surat – surat mereka sungguh mengganggu’


‘Kan kau tinggal menolaknya saja Sarjana Yao’


‘Kalau begitu katakan bagaimana cara menolak permintaan Hua Zhenya dan lainnya?’


‘Eeee....saudara – saudaraku memang sedikit memaksa sih’ Lian baru ingat betapa lelahnya Hao Ren menyatukan kepala murid – muridnya dahulu supaya bisa bekerja sama.


‘Iyakan? Ayolah Pahlawan Bing....’


“Tidak! Tidak! Tidak! Pokoknya tidak mau! Itu urusan keluargamu jadi sebaiknya uruslah sendiri!”


><


“Tunggu sebentar Nona Yao, sepertinya Senior salah mengerti. Aku kemari bukan bertujuan melamarmu oke?”


“Ahh....”


‘Jangan diperdulikan, ia hanya malu’ Yao Quon memberinya kode.


“Senior Yao? Aku mungkin tak tau isi telepatimu, tetapi jika sekali lagi kau melakukannya aku bersumpah akan langsung meninggalkan tempat ini dengan atau tanpa bantuanmu”


“Maaf....”


“Pfft!? Hihihihi....”


Sheyan gagal menghentikan tawanya menyaksikan kakeknya menunduk patuh diperingati oleh Bing Lian, karena terlihat jelas pemuda tersebut sungguh – sungguh bakal pulang kalau dia melanjutkannya meski harus tak jadi memperoleh permintaan pil Matriach sektenya sekalipun.


Lian sekali lagi memperjelas alasannya datang karena diutus Yin Nuan mencarikan bantuan Alchemist Bachelor supaya Yin Kiew mudah menjalani ujian pembentukan Heaven Foundation. Selesai tau kebenarannya nampak Yao Sheyan jauh lebih rileks ketimbang sebelumnya, Bing Lian akhirnya menghela napas lega. Ia bertanya – tanya dalam hati mengapa selalu begini? Entah Baixian selaku Divine Beast miliknya atau Yao Quon yang merupakan kenalan lamanya sama – sama berusaha menyelipkan perihal perjodohan pada kehidupan keduanya.


Ekspresi bahagia nan ceria Yao Sheyan perlahan menghilang ketika Lian masuk menuju permasalahan sebenarnya mengenai Petrified Gaze, dia menatap Yao Quon ketakutan namun kakeknya mengangguk untuk mengkonfirmasi ucapan Bing Lian tadi. Perlahan Lian mampu mendeteksi perubahaan anak perempuan di hadapannya, badanya tiba – tiba menggigil seperti anak kucing dtinggalkan induknya kedinginan saat hujan lebat.


“Bagaimana.....bagaimana dan sejak kapan....kau mengetahuinya?” ujarnya lirih mirip bisikan.


“Kau lupa? Aku membawamu pulang saat kau lepas kendali juga bersembunyi, kalau ditanya soal itu mungkin dari melihat koleksi dalam kamar rahasiamu....”


“Aku—”


“Sebentar, aku bukan ingin memarahimu sebab menyembunyikannya. Semua orang punya sisi gelapnya masing – masing yang tidak sudi ditunjukan ke siapapun”


“Lalu?”


“Setelah berdiskusi dengan Tuan Muda Bing, kami mempunyai solusi agar matamu membaik wahai cucuku” Yao Quon bicara kembali kali ini sungguh - sungguh.


“Serius?! Apa benar – benar ada caranya?”


“Iya tapi sebelumnya kau harus menyanggupi tiga persyaratan” jawab Lian mengangguk santai sembari memperlihatkan jarinya walaupun Sheyan langsung berdiri.


“Katakan....”


“Pertama, kau mesti mempercayakan keselamatan hidupmu di tanganku. Kedua, relakan semua korbanmu yang menjadi batu karena mereka sudah mati dan mustahil dikembalikan. Ketiga....”


GLEK!


“Terakhir....?” Yao Sheyan menelan ludah berat sambil menunggu harap – harap cemas.


“Apa kau....siap mengetahui dosa orang tua kandungmu?”


Ch.270 (371)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 101 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).