The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 173 - Serbu



“Lian!?” teriak Chyou berusaha berpegangan kuat – kuat agar tidak terhempas.


“Hmm?”


“Kau mempunyai Surprise Cube!?”


“I....ya?”


“Awas di depan!?” Xue Yi memperingati terus menutup mata bersiap menghadapi tabrakan.


Tendengar jeritan para gadis ketika kubus rakasa yang ketiganya kendarai melaju sangat cepat hampir menubruk jembatan, namun sebelum terkena benda biru berukuran jumbo itu melakukan gerakan akrobatik memutar melalaui celah bagian bawah. Kepala Jin Chyou dan Xue Yi terasa berputar – putar ingin sekali mengeluarkan isi perut mereka, sementara murid – murid Frozen Swan River lain memberi tepuk tangan meriah atas aksi barusan.


“Li...an? Pelan – pe—Oek!?”


“Woaaa!? Kau baik – baik saja Nona Jin!?” seru Bing Lian panik menyaksikan muka biru mual Chyou.


Setelah diberikan beberapa Magic Plant berguna akhirnya Jin Chyou mulai kembali normal, Lian menceramahinya supaya jangan terlalu banyak minum alkohol seperti kunjungan ke Matriach tadi. Inilah alasan mengapa efek samping gerakannya paling parah kepada Chyou.


Sembari mengelap bekas muntah sekitar bibirnya Jin Chyou bertanya soal bagaimana cara Bing Lian memiliki barang istimewa di bawah kaki mereka sekarang. Surprise Cube adalah Spirit Tools multifungsi serta banyak diminati orang, barang itu mampu berubah menjadi berbagai ukuran juga dimanfaatkan untuk bermacam – macam kebutuhan contohnya dikendarai begini.


“Ah....aku diberi oleh seseorang, tapi menurutku sendiri ia cuma mainan tua saja”


“APA!?” Xue Yi maupun Jin Chyou sontak memekik keras.


“Hiyyy!? Bisakah kalian berdua tak mengagetkan aku? Keselamatan kita bertiga dipertaruhkan di sini....”


Kubus biru jumbo tersebut hampir miring sembilan puluh derajat akibat teriakan barusan, mungkin bagi Lian Suprise Cube hanyalah benda biasa namun generasi – generasi muda saat ini layaknya Chyou atau Xue Yi sangat tau betapa berharganya Surprise Cube.


Tingkat kelangkaanya sangat tinggi bahkan kemungkinan besar tidak diperjual belikan lagi sebab produk itu sudah berhenti diproduksi, Jin Chyou sendiri baru pertama kali melihatnya menggunakan mata kepalanya sesudah beberapa tahun terakhir cuma melihat ilustrasi dari buku – buku di gudang Noble Treasure Shed.


“Kalau kau menjualnya pasti harganya sekitar lima ratus juta Spirit Stone atau....lebih tetapi mustahil kurang”


“Sungguh? Kok bisa?” celetuk Lian menaikan sebelah alis heran.


“Karena milikmu ini kayaknya Surprise Cube berfungsi terakhir di Benua Huawai....”


Perkataan Chyou bukanlah omong kosong, contohnya saja sekarang anggota – anggota di Frozen Swan River. Hampir semua melongo kagum melihat kubus barusan namun yang mengetahui nilai sebenarnya paling dapat dihitung menggunakan jari satu tangan seperti Xue Yi sebab mempunyai posisi kokoh yaitu Holy Daugther sektenya.


Pengetahuan mengenai Spirit Tools itu perlahan mulai menghilang ditelan zaman, Lian mengelus lembut Surprise Cube menyadari nasib keduanya begitu mirip. Jin Chyou menggerutu kalau Bing Lian memiliki benda sehebat ini kenapda tidak digunakan ketika harus terbang menuju Frozen Swan River? Bukankah lebih aman demikian?.


“Mengendalikannya membutuhkan Qi dalam jumlah besar, dengan kapasitas miliku sekarang kemungkinan bertahan satu dua jam paling lama. Ditambah faktor ketidaktahuan kita akan jarak, kupikir memakainya adalah keputusan sia – sia”


“Cih alasan! Dasar pelit....”


“Aku serius lho! Ah lihat kita sudah sampai....” Lian kembali berfokus ke depan.


Usai mereka berhasil menembus air terjun beku, nampak banyak murid Frozer Swan River memakai perlengkapan siap tempur. Pada barisan paling depan kelihatan para Tetua sekte termasuk Song My memimpin kelompok wanita – wanita tadi, Yu Shu berdiri tak jauh di belakangnya.


Semua mata tertuju kepada ketiganya ketika Surprise Cube mendarat mulus, Bing Lian mengembalikanya ke wujud normal seukuran genggaman tangan terus menyimpannya lagi pada Galaxy Ring. Song My nampak penasaran tapi memilih melupakannya saja karena ada masalah lebih penting menanti.


“Yi’er? Kau terlambat....”


“Maaf Tetua Song, guru memerintahkanku mengutamakan evakuasi”


“Hah....aku mengerti, jangan sampai terluka” ujar Song My memperingati.


“Siap laksanakan”


“Senior Song sebenarnya ada masalah apa?”


“Junior Bing? Apa kau telah menyelesaikan urusanmu dengan Matriach?”


“Eeee....belum sih hehehe” Bing Lian tertawa canggung.


“Kalau demikian masuklah, tamu sebaiknya jangan sampai terlibat”


“Ugh....ck!? Baiklah – baiklah kau menang! Hentikan sindiranmu dasar, Frozen Swan River sedang diserang” geram Song My akhirnya menyerah dihiasi muka merah padam.


“Oleh?”


“Lihatlah....”


Lian mengikuti arah yang ditunjuk Song My, dia melihat Great Albino Whale tengah bertarung. Kelihatannya terdesak serta hampir kalah, terlebih paus tersebut dikeroyok segerombolan pasukan. Mereka berhasil mengikatnya menggunakan tali Qi supaya tak terbang dan makin merepotkan, Bing Lian menyipitkan mata demi memperjelas sosok para penyerang kemudian terkesiap kaget.



“Fairy Snow?”


><


“Kalian telah melakukan apa sebenarnya?”


Pertanyaan heran Lian bukanlah tanpa dasar, Fairy Snow dikenal sebagai Spirit Beast cinta damai. Mereka lebih memilih menghindari konflik tidak perlu terutama dengan ras Manuisa sebab mempunyai pemerintahan sendiri layaknya kerajaan – kerajaan di Benua Huawai.


Bagian Utara memang terkenal merupakan habitat alami sekaligus tempat tersembunyinya sarang utama Fairy Snow, sejak zaman Mask Sage sudah begitu bahkan bisa dikatakan hidup berdampingan bersama penduduk – penduduk asli sekitar sana. Itulah mengapa menurut Bing Lian pasti ada pemicu sampai kumpulan peri es bertelinga panjang ini mengambil tindakan.


Namun semua anggota Frozen Swan River membantah kalau pernah menyenggol kawanan Fairy Snow, pernyataan jomblang antara penjelasan maupun fakta lapangan membuat Lian memutar otaknya mencari jalan keluar terbaik. Soalnya kelihatan jelas dari tampang para Fairy Snow mereka datang bukan untuk berdiskusi melainkan menyatakan perang.


“Senior Bing? Kau ingat saat datang sebelumnya aku dan Tetua Song beserta rekan – rekan baru kembali? Kami tengah mengamankan wilayah yang menurut informan sempat menemukan pergerakan mencurigakan Fairy Snow juga mengurus satu dan lain hal”


“Tapi mustahil pasukan besar begini kemari tanpa ada alasan, kalian yakin tak pernah melakukan sesuatu terhadap teritorial mereka? Atau merusak tanaman sakral bagi kawanan Spirit Beast tersebut mungkin?”


“Junior Bing kau bisa memegang kata – kataku kalau masih belum yakin” Song My menatapnya sungguh – sungguh.


“Baiklah – baiklah aku menge—”


“Pourriture!”


Ucapan Bing Lian terhenti akibat kemunculan seorang Fairy Snow berkekuatan setingkat Nascent Soul Great Circle – Stage hanya beberapa meter dari posisi dirinya serta anak – anak Frozen Swan River lainnya. Pria itu mengarahkan telapak tangannya kepada mereka sebelum melepaskan tembakan Qi luar biasa dahsyat.


Ukurannya bahkan cukup buat menelan seluruh air terjun beku kemudian menyapu bersihnya hingga tak berbekas, untungnya Song My cukup cepat merespon terus mengambil posisi di hadapan pintu masuk sekte tadi sambil membuat perisai sihir raksasa. Benturan energi keduanya mengguncang langit dan bumi.


Sewaktu akhirnya sukses menghalangi jurusnya anggota sekte segera memberikan tepukan maupun sorakan meriah, cuma Lian seorang menyadari ada hal kurang beres lalu buru – buru membantu Song My memperbaiki caranya berdiri. Benar saja beberapa detik berselang ia memuntahkan darah segar.


Meski praktiknya sama, manusia tidak dapat dibandingkan dengan Beast. Jumlah Qi sekaligus kemampuan mereka sepuluh kali lebih baik ketimbang Cultivator berpraktik serupa dikarenakan faktor fisik berbeda ditambah kepemilikan Core dalam tubuh sebagai sumber tenaga cadangan bagi Demonic maupun Spirit Beast.


“Aku harus....”


“Jangan banyak bergerak Senior, kondisimu buruk.....serahkan sisanya padaku” ujar Bing Lian lembut.


“Memangnya bocah Forging Qi sepertimu bisa apa?”


“Hehehe.....aku sedang melakukannya sejak tadi, apa kau belum melihatnya?”


“Apa?”



Lian tersenyum masih memegangi Song My tanpa menggerakan satu jaripun, tetapi saat ini seluruh pasang mata terpana menyaksikan tiap molekul air di udara perlahan menyatu terus dalam sekejap bertransformasi menjadi ratusan pedang es melayang. Pemandangan itu kelihatan bagaikan kawanan burung putih yang marah nan siap menyerbu, ujung – ujung tajam senjata tersebut mengarah ke tempat pasukan Fairy Snow berada.


Ch.173 (221)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 48 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).