
Oil Condensate Manual adalah nama manual yang didalami oleh Jin Chyou, ini bukan merupakan manual praktik tingkat tinggi namun tergolong amat langka. Alasannya karena ia berasal dari suku Cultivator pedalaman Endless Savana, masing – masing merupakan pelarian saat invasi Demon terjadi kemudian memilih membangun peradaban kecil di sekitar padang pasir tersebut.
Merekalah nenek moyang penduduk – penduduk itu sekarang, tujuannya tentu saja mencari tempat lebih aman sebab sekte – sekte maupun kota pertahanan terbaik umat Manusia mulai kelebihan muatan.
Oil Condensate Manual memungkinkan pemakaiannya mengubah Qi menjadi minyak unik dan mengeluarkannya melalui kulit, produksinya bisa dilakukan terus menerus tanpa batas serta hasilnyapun berbeda – beda tergantung kepribadian orangnya.
Contohnya milik Chyou mempunyai aroma harum bunga yang memabukan sementara ada juga yang menghasilkan bau busuk, beracun, bahkan berdaya hancur tinggi layaknya cairan asam. Faktor tersebut alasan mengapa manual praktik ini dikategorikan langka nan unik, Jin Chyou cukup kaget Gui Ma mengetahui ilmunya tetapi setelah dipikir – pikir lagi bukan hal istimewa dia menyadarinya.
Gui Ma merupakan cucu Gui Dong sang Corpse Emperor, Patriach Black Graveyard Sect. Sebuah sekte bintang 10 terkemuka, pastinya mereka memiliki informan – informan ahli buat menggali kemampuan lawan terlebih Chyou cukup terpandang di kalangan generasi muda jadi wajar termasuk dalam daftar pengawasan ketat, belum ditambah posisinya sebagai pemegang saham terbesar kedua Noble Treasure Shed sekaligus keturunan Golden Trader.
Sudah bukan rahasia umum kalau sebenarnya Jin Chen begitu dibenci terus memiliki banyak sekali musuh, namun semua itu tertutup oleh pengaruh luar biasanya pada perekonomian Benua Huawai. Sehingga kebanyakan orang – orang hebat seperti Twenty Supreme Entities enggan menyinggungnya.
Sekali disentuh maka aliansinya bakal bergerak membela, bahkan sekte yang mempunyai hubungan erat dapat bermusuhan kalau berurusan dengan Patriach Noble Treasure Shed ini. Chyou mampu memastikannya saat kunjungan terakhir anggota Emperors Alliance Sect ke sana, jelas sekali tak satupun di antara mereka menyukai kakeknya.
“Hehehe....”
“Apanya yang lucu gadis sinting?”
“Terus kalau kau mengetahuinya memangnya kenapa hah?” Jin Chyou bertanya lalu memukul balik ligamen Gui Ma untuk memaksanya melepas cekikannya.
Benar saja tindakannya barusan menyebabkan Tuan Muda ketiga itu tersentak kaget sembari mengernyit kesakitan namuh masih sempat menjangkau kembali jubah Chyou, tanpa kesulitan berarti Jin Chyou melepasnya demi meloloskan diri karena sejak awal sebenarnya mengenakan dua lapis pakaian.
Dia menginjak kepala dua Undead General yang bersedia di bawah sampai tertanam ke dalam es terus mendongak menatap Gui Ma. Sebelum pemuda tersebut sempat mengatakan apapun, Chyou menyatukan jari telunjuk dan tengahnya seakan mengaktifkan sesuatu.
Tak lama kain dalam genggaman Gui Ma bergerak sendiri seperti hidup kemudian menjeratnya secepat kilat, dia berusaha melepasnya tapi bahannya begitu kuat. Beberapa Undead panggilannya juga mencoba menolong sayangnya selalu gagal soalnya seluruh bagianya telah terlapisi oleh minyak tubuh Chyou.
“Jin Chyou!? Kau!” teriak Gui Ma kesal menyadari kesalahannya meremehkan sang Noble Treasure Princess.
“Kau kelihatan kedinginan, silahkan ambil saja Spirit Tools Earth Mid-Tier itu. Harganya Cuma ratusan ribu Spirit Stone kok”
“Sialan....”
“Oh iya satu lagi, terimalah hadiah terakhirku. Fire Magic – Premium Burn!” Chyou memainkan tombaknya sejenak lalu mengayunkannya tangkas.
Gelombang api berwarna jingga setinggi dua meter bersiap melahap Gui Ma, namun ia sempat berpikir cepat memanggil lusinan Undead Warrior untuk membentuk dinding sehingga upaya tersebut gagal total. Sewaktu Jin Chyou berdecak kesal, dia terlambat menyadari naga tulang milik Gui Ma telah berdiri di belakangnya.
Untungnya sebelum sempat menyerang, seekor angsa raksasa tiba – tiba menukik dari langit menimpanya. Kegaduhan barusan tentu menyebabkan Chyou melonjak kaget dan mencari siapa pelakunya, perlahan mulai nampak siluet di balik asap putih tumbangnya peliharaan Gui Ma.
“Kau lengah, perhatikan punggungmu”
“Heh?! Jangan banyak gaya saat keadaanmu sendiri letih begitu” kata Jin Chyou ketus melihat Xue Yi berdiri santai menghiasi atas kepala Dao Beast barusan, seragam Frozen Swan Rivernya berubah merah akibat berlumuran darah.
><
“Itu semua bukan salahmu Lian’er.....”
Mao Peng menggaruk – garuk kepalanya bingung selesai Bing Lian menceritakan seluruh kisah lengkap mengenai Bing Hui serta kehilangannya, menurut Mao Peng pribadi Lian mencoba meniru dirinya melakukan hal serupa ketika memungutnya dulu di hutan. Entah karena perasaan ingin balas budi atau terlalu mempunyai rasa sayang tinggi diapun kurang mengerti.
“Lalu apa? Menua dan melihat sosok ayah angkatnya awet muda kemudian mati? Tidakkah itu juga menyakitkan baginya? Jika kau menilainya dengan sudut pandang demikian”
“Mungkin....namun setidaknya ia menikmati tiap detik hidupnya” balas Bing Lian menyahut pelan.
“Jadi menurutmu Bing Hui tidak menyukai waktu yang dihabiskannya bersamamu?”
Lian kelihatan kesulitan menjawabnya sehingga akhirnya Mao Peng memutuskan untuk tak lanjut menekannya pada topik tersebut, intinya sekarang pilihan hanya satu yaitu memberi dukungan terbaik bagi putra angkatnya. Tiba – tiba Bing Lian menyeletuk lirih memecahkan keheningan, “Ayah? Apakah aku sungguh tidak mampu melindungi apapun hal berharga bagiku? Lalu buat apa aku ingin bertambah kuat?”.
“Kau salah, kehilangan terakhirmu akibat kelemahan hanyalah keluarga kandungmu Lian’er. Setelah kau membuka seluruh gerbang Immortal Foundation, kau benar – benar melakukannya dengan baik. Jangan menghitung soal Bing Hui sebab itu merupakan kecelakaan, sudah takdir dan mustahil diubah. Bagaimanapun usahamu menghindarinya pasti tetap terjadi”
“Hem....terima kasih telah meluangkan waktu menemaniku bicara....”
Lian bangkit berdiri membersihkan debu sekitar pantatnya menunggu Demon King juga mengikutinya, tapi pria berambut hitam tadi malah menatapnya heran sembari memiringkan kepala seakan menanyakan mengapa bocah ini bersikap demikian.
“Apa?”
“Bukankah sebaiknya kita cepat agar orang – orang tak lelah menunggu?”
“Kata – katamu benar sih namun yang kutanyakan adalah kau mau kemana?” Mao Peng menaikan sebelah alisnya.
“Dunia Bawah tentu saja, bukankah aku sudah mati?”
Mao Peng menghela napas panjang sebelum menepuk jidatnya heran kenapa Bing Lian bisa berpikir sampai sana, jika memang begitu untuk apa dia sampai lelah – lelah menanamkan sisa Qi nya ke dalam tubuh si bocah tengik terus meminta hukumannya diperpanjang oleh langit.
“Lian’er? Fungsiku menemuimu sekarang supaya hal tersebut tak terjadi tau....”
“Hah? Tetapi Ayah sebelumnya bilang nyawaku di ujung tanduk, lagi pula bagaimana caraku bertahan semisal Dantian milikku rusak?” tanya Lian makin bingung.
“Jangan hiraukan soal itu, aku dapat menyusunnya kembali. Masalah utamanya adalah jantungmu berhenti berdetak”
“Nah! Berarti aku mati dong”
“Secara teknis iya, untungnya aku memiliki jalan keluar mengatasinya hehehe....” Mao Peng bangkit sambil mengelus – elus hidungnya sendiri bangga.
“Hmm?”
“Kau ingat keunikan ras Demon yang menyebabkan kami sulit dilawan?”
“Kalian memiliki lebih dari satu jantung, bahkan tingkatan tertinggi layaknya Ayah mempunyai tujuh bu—tunggu sebentar....jangan – jangan.....” Bing Lian melebarkan mata sebab perlahan paham ke arah mana pembicara ini akan berakhir.
“Hehehe tepat sekali, kau memang cerdas serta cepat tanggap Lian’er. Aku akan mewariskan jantung utamaku kepadamu”
Ch.213 (287)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 74 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).