The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 216 - Madness



Ketika masih dalam proses adaptasi, Lian dikejutkan oleh kemunculan zirah merah dan jubah hitam yang muncul dari kulitnya. Ukuran pakaian tadi terasa sangat pas sampai ia berpikir memang sengaja dibuatkan untuknya, Bing Lian mengamati dirinya melalui pantulan genangan air terus terenyuh sebentar karena mengenali benda barusan.


“Night Raven Cloak? Jadi ini hadiahnya?”



Lian sempat melihatnya beberapa kali ketika masih kecil walaupun sebenarnya sudah lama sekali sejak terakhir kali digunakan oleh Mao Peng, Night Raven Cloak merupakan baju perang pertama milik Demon King sekaligus mahakarya penempa jenius ras mereka.


Cukup mengetahui hal itu bisa disimpulkan jika dia termasuk Spirit Tool Immortal High – Tier, dengan kemampuan unik tentunya. Night Raven Cloak memungkinkan praktik penggunanya mustahil dideteksi ataupun dibaca orang lain serta meningkatkan tingkat kulvitasi satu tingkat saat malam hari namun hanya berlaku bagi Cultivator dibawah Deva Realm.


Bahkan konon bahan dasar pembuatanya adalah bagian – bagian tubuh kepala suku Demon yang pernah dikalahkan Mao Peng sebelumnya seperti kulit, gigi, tulang, rambut, dan masih banyak lagi. Tapi mengingat asal usulnya bisa dipastikan kalau Night Raven Cloak cuma mampu dipakai ras Demon.


Makanya sesudah diberikan jantung ayah angkatnya, Bing Lian menarik kesimpulan jika dirinya diidentifikasi sebagai salah satu dari mereka. Semisal memang memungkinkan digunakan Manusia maka Mao Peng pasti mewariskanya dulu saat kehidupan pertama Lian bersama barang – barang peninggalan lain seperti kebanyakan isi Galaxy Ring miliknya sekarang.


Bing Lian merasakan energinya meluap – luap, tubuhnya ringan sekali seakan kalau melompat sedikit dia bisa terbang entah kemana. Usai makin terbiasa dengan kondisi barunya Lian berjalan menghampiri Agate Wood, sewaktu berusaha meraihnya Hawa Jahat berjumlah abnormal langsung menyerangnya.


Kabut hitam tersebut menyelimuti Lian seluruhnya sampai sulit terlihat, namun ia nampak sama sekali tak terganggu. Night Raven Cloak melindunginya secara sempurna sampai kumpulan Hawa Jahat Agate Wood dipaksa mundur, tanpa gangguan berarti akhirnya Bing Lian berhasil mencabut tanaman merah tadi hingga akar – akarnya.


Lian menjejalkannya ke dalam sebuah toples lalu menyimpannya di Galaxy Ring, menurutnya ini adalah keputusan tepat karena jika dibiarkan bisa – bisa membahayakan generasi – generasi berikutnya Frozen Swan River atau bahkan seluruh Benua Huawai.


Sehabis menuntaskan niatnya Bing Lian segera berbalik hendak meninggalkan Dimensional Realm itu, sementara tepat pada pintu masuk Baixian telah bersiaga. Ia memasang penghalang sekitar kediaman Matriach supaya dapat menahan makhluk berbahaya apapun yang keluar, tindakannya didasari oleh bau pekat Hawa Jahat terus merembes dari lokasi Tuannya berlatih.


Baixian tidak tau sebenarnya ada apa tetapi kalau kondisinya benar – benar kritis dirinya siap mengorbankan nyawanya demi menghentikan bahaya. Seiring berjalannya waktu mulai terdengar suara langkah perlahan mendekat, Baixian menelan ludah berat ketika siluet pemuda bermata hitam bagaikan langit malam hampir mencapai pintu masuk dimensi.



Dia berdecak kesal penasaran setengah mati bagaimana nasib Bing Lian sayangnya sekarang bukan saatnya memikirkan hal itu, Baixian sudah setengah jalan membentuk mantra tangan saat Lian berhasil menapakan kaki di ruang rahasia milik pemimpin Frozen Swan River tersebut. Baixian melongo heran sebab Lian muncul dalam keadaan normal, “Eh?”.


“Yo?”


“JANGAN BERGERAK ATAU KULENYAPKAN DIRIMU IBLIS SIALAN! BERANINYA KAU MEMAKAI BADAN TUANKU!”


“Hah? Kau bicara apa? Ini aku Baixian”


“KAU MASIH BERPURA – PURA DASAR PENI—adududuh.....” Baixian gagal menyelesaikan kalimatnya akibat rasa sakit hebat menyerang kepalanya.


Baixian berguling – guling sembari mengerang kesakitan ketika Lian mulai membacakan Mind Crusher, kejadiannya berlangsung kurang dari satu menit namun Baixian merasa tersiksa berjam – jam. Ia langsung bangkit akibat menyadari sesuatu, Mind Crusher adalah mantra yang hanya bisa diaktifkan oleh pemasangnya. Berarti Bing Lian baru saja mengkonfirmasi identitasnya sendiri dengan melakukan hal barusan.


“Lian? Kaukah itu?”


“Aku sudah memberitahumu sejal awal naga pekak” balas pemuda berambut putih tersebut menghela napas lelah.


“T..ta...tapi aku tadi merasakan keberadaan Demon! Jadi kupikir kau tengah dikendalikan atau semacamnya!”


“Ahhh? Maksudmu ini?”


Dalam sekejap Bing Lian memasuki mode Demon dan mengubah matanya menjadi hitam sekali lagi, Baixian memucat terus mundur secepat kilat menjauh. Dia yakin seratus persen sosok di hadapannya adalah Lian yaitu Tuannya tetapi aromanya sekarang mirip sekali dengan ras Demon hingga Baixian tidak kuasa menahan diri untuk tidak menjerit kaget.


“KYAAAAA.....!!!”


><


Kenapa Baixian berpikir demikian, soalnya jika terdeteksi seharusnya radiusnya bakal cukup jauh serta memancing perhatian jagoan – jagoan Benua Huawai mengingat sudah lama sekali sejak terakhir kali keberadaan Demon hadir di sana. Mungkin bahkan orang paling dekat yaitu Gui Dong seharusnya akan langsung kemari begitu merasakannya.


Namun Lian mengontrolnya dengan sangat baik hingga cuma Baixian seorang mampu menyaksikannya. Ketika Baixian masih bingung nan pusing memikirkannya, Tuannya kembali ke keadaan semula terus meliriknya aneh, “Hentikan teriakan gadis perawanmu Baixian”.


“KYAA—oppsss!?”


“Reaksimu terlalu berlebihan”


“BERLEBIHAN?! BERLEBIHAN!? BERLEBIHAN DENGKULMU! Baiklah melihat sikap menyebalkan barusan aku sangat yakin kau sungguh Bing Lian” Baixian menggerutu sambil melipat lengannya lalu duduk lagi di atas sofa.


“Syukurlah.....”


“Ugh.....aku ingin marah tapi....ahh lupakan, kenapa kondisimu tiba – tiba jadi begini? Cepat jelaskan”


“Ceritanya panjang, butuh waktu lama buat memberitahumu detailnya”


“Kalau demikian persingkat”


“Hmm....intinya sih aku hampir mati, kemudian karena terpaksa harus meminjam kekuatan tersebut makanya dapat berubah layaknya tadi. Krauk krauk krauk.....” sahut Lian cuek mengeluarkan banyak Magic Plant buah – buahan, memilih beberapa yang menarik perhatian dan memakannya. Setelah keluar barulah ia sadar perutnya amat kelaparan.


Baixian mengelus dagu berpikir serius walaupun ruangan dipenuhi suara kunyahan mengganggu, penampilannya memang nampak jauh lebih dewasa ketimbang sebelumnya serta makin mirip saat dia bergelar Ice Emperor. Berarti kata – katanya mengenai mencapai Forging Qi tingkat 16 harusnya jawaban jujur.


Masalahnya adalah kekuatan macam apa yang dapat mengekstrak esensi Demon ke tubuh Manusia, lebih gilanya lagi sang wadah yaitu Bing Lian tanpa kesulitan berarti menggunakannya seolah hal itu sebuah kewajaran.


“Sepuluh menit....”


“Apa?”


“Aku hanya bisa bertahan dalam mode tadi selama sepuluh menit, jika melebihi batasnya badanku kemungkinan hancur tak kuasa menangani besarnya energi tersebut. Kecuali aku mencapai praktik lebih tinggi buat menambah durasinya” ujar Bing Lian seakan telah membaca pikiran Baixian.


“Tindakanmu sama saja dengan bunuh diri kalau begitu”


“Mungkin, tapi seperti kataku sebelumnya. Aku menggunakannya sebab diperlukan untuk bertahan hidup, aku pribadi sih sebisa mungkin akan menghindari pemakaiannya. Mmm....namun terdapat suatu ide gila terpintas dan aku ingin sekali mencobanya”


“Kau membicarakan apa?”


Baixian memiringkan kepalanya penasaran saat Lian berdiri, ia segera berganti menuju mode Demon sembari melakukan gerakan menggapai sesuatu dekat jari tempat Galay Ring berada. Awalnya ekspresi Baixian biasa aja, tetapi wajahnya langsung pucat sewaktu menyadari rencana Lian juga gagang hitam yang hampir dipegang Tuannya, “Oi!? Jangan – jangan—!?”.


“Shiva....” Lian menyebut nama tersebut lirih sebelum menarik Continental Eater dari sarungnya.


Ch.216 (292)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 76 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).