
Bing Lian berdiri di hadapannya tersenyum ramah, setelah puluhan tahun menghindarinya akhirnya Yao Quon bertatap muka kembali dengannya. Namun dia senang sekali sekarang Lian terlihat lebih stabil dan mirip sesuai ingatannya ketika pertama kali berjumpa, walau nampak banyak pikiran namun ia tidak sehancur sewaktu melaksanakan penghakiman tengah arena Koloseum dulu.
Cukup sekilas pandangan saja Yao Quon langsung menyadari perbedaan praktik mereka bagaikan langit dan bumi, sekujur tubuh Lian memancarkan Qi padat sulit dimengerti. Mustahil bagi Yao Quon menbandingkan diri atau sekedar menilai sejauh apa pemisah kekuatan masing – masing, Bing Lian saat ini dikenal sebagai Ice Emperor.
Gelar paling menakutkan juga tersohor pada telinga bangsa Demon maupun Manusia, sosok pengganti Mask Sage menduduki posisi Cultivator terkuat Benua Huawai sekaligus yang menghancurkan dua puluh sekte pengkhianat pelaku kudeta terhadap Seoris Kingdom dalam semalam. Pemimpin tunggal Emperors Alliance Sect, ketua dari mantan anggota Ten Guardian Lantern dimana mereka kini sudah menjadi Patriach serta Matriach kelompok asalnya.
Sementara Yao Quon sendiri cuma merupakan Rogue Cultivator biasa, baru mencapai Nascent Soul kurang lebih setahun. Meski dikenal ahli bidang Alchemist, namanya bakal mudah tertiup angin oleh individu – individu sekelas Bing Lian, Long Heiyan, Yu Gang dan lain – lain akibat jarang menonjol saat pertempuran – pertempuran besar terjadi.
Begitu hendak menyapa penuh semangat, Yao Quon teringat kembali insiden kehancuran Seoris Kingdom usai menatap Lian sehingga rasa bersalahnya timbul secepat kilat menelan ekspresi bahagianya. Bing Lian menyadari perubahan tadi lalu tersenyum tipis, ia menepuk pelan pundak Yao Quon seraya berkata, “Maaf atas ketidaknyamananya, aku harus meminta Baixian menjemputmu”.
“Eh? Maksudku tak masalah Pahlawan Bing, aku—“
“Jangan salahkan aku ya? Kau melawan sih, tapi kupikir kau memang pantas memperoleh ucapan maafku. Aku menyesal bocah kikuk” celetuk Baixian angkuh.
“Ulangi, bukan begitu cara meminta maaf”
“Ugh....baiklah – baiklah! Berhenti komat – komit sialan! Aku minta maaf kalau agak kasar ketika membawamu oke?”
“Bagus, mari bicara di tempat lebih privat” Bing Lian mengangguk puas sebelum menjentikan jari tangan.
Entah bagaimana, seluruh area sekitar keduanya berubah seketika. Yao Quon terperangah kemudian duduk linglung setelah dipersilahkan oleh Lian. Mereka berada pada ruang tamu sebuah rumah mewah yang dirinya tidak punya petunjuk sedikitpun di mana letaknya, Bing Lian menuangkannya secangkir teh hangat.
“T...te...terima kasih Pahlawan Bing”
“Sarjana Yao? Apa kau menghindariku selama ini?”
“Pftt!? Uhuk! Uhuk!”
“Kau baik – baik saja?”
“Tidak...apa – apa uhuk! Aku hanya sedikit terkejut mendengarnya” jawab Yao Quon buru – buru hampir mati kehabisan napas usai tersedak minumannya.
“Dasar pecundang....”
“Baixian?”
“Adududuh!? Kepalaku! Kau salah dengar! Aku bilang....eee....mau daging panggang!”
Si naga putih menggeliat kesakitan sekitar lantai sampai Yao Quon terkagum – kagum menyaksikan cara Bing Lian mendisiplinkan makhluk seangkuh dirinya semudah membalikan telapak tangan. Puas menghukum Baixian, Lian fokus lagi ke laki – laki tersebut.
“Aku mengerti pasti karena kejadian waktu itu ya? Aku minta maaf jika sudah menunjukan sisi buruku kepadamu”
“Kau tak perlu mengatakannya Pahlawan Bing, mungkin misal berada pada posisimu aku bisa melakukan hal jauh lebih parah”
“Hemm....mari lupakan dan kita mulai jadikan momen ini sebagai awal yang baru? Bersulang” Bing Lian mengangkat cangkirnya.
“Tentu”
Sehabis meluruskan kesalahpahaman juga mengeluarkan unek – unek, tegukan teh tadi menandai kembali hubungan baik antara Ice Emperor serta Alchemist Bachelor. Akhirnya Yao Quon menanyakan apa gerangan alasan Lian ingin menemuinya, Bing Lian diam sebentar mencari tindakan paling tepat buat menerangkan semuanya.
“Aku tau harusnya pergi mencarimu sebab akulah pemilik kepentingan, tapi aku sangat sibuk belakangan ini mempersiapkan satu dan lain hal. Sarjana Yao? Bolehkah aku meminta tolong mengenai sesuatu?”
“Silahkan, kalau sanggup pasti kubantu” sahut Yao Quon percaya diri.
DEG!
“Ya, mana mungkin aku lupa. Tanpanya mustahil aku dapat berada di hadapanmu—“.
Jantung Yao Quon berdebar kencang begitu sadar kemana arah pembicaraan Bing Lian, dengan berat hati dia mau mengeluarkannya walau benda itu sangat disayang serta sulit dipisahkan darinya usai mengubah hidupnya. Namun baru saja Yao Quon mengalirkan Qi menuju Spatial Ring, Lian segera menghentikannya.
Ternyata ia bukannya mau mengambilnya kembali melainkan hendak memastikan apakah Yao Quon masih menyimpannya sebab permintaanya nanti berkaitan erat terhadap keberadaan barang tersebut, saat mendengar Bing Lian memohon dibuatkan pil khusus Yao Quon menaikan sebelah alis bingung.
Sebagai seorang Pill Grandmaster menggantikan gurunya, Yao Quon percaya diri mengenai wawasannya soal resep – resep obat bahkan yang paling sulit sekalipun. Lian hanya perlu menyebutkan namanya maka bisa saja Yao Quoh telah memiliki persediaan dalam Spatial Ring miliknya, Yao Quon mengerutkan kening selesai Bing Lian menjelaskan pil ini berbeda dan sangat mustahil pernah dipelajari Yao Quon.
Meski ragu Yao Quon memutuskan mengiyakan permintaanya, lagi pula jika kata – kata Bing Lian sesuai kenyataan tidak ada rugi baginya memperoleh resep baru terus menguatkan posisi satu - satunya Pill Grandmaster Benua Huawai. Lian mengirimkan pengetahuannya melalui telepati, ketika kepalanya perlahan dirasuki informasi melimpah Yao Quon termenung.
Ucapan Bing Lian benar, ia sama sekali belum pernah menemukan bahan – bahan, langkah atau prosedur, jangka waktu, maupun tingkat kesabaran serumit itu selama beberapa tahun terakhir mempelajari Alchemist.
“Pil macam apa ini?”
“Namanya adalah Immortal Forging Pill” balas Lian tersenyum menyaksikan antusias Yao Quon.
Bing Lian tidak memberitahunya fungsi obat barusan dan Yao Quon sendiri jujur minder buat bertanya jadi menelan rasa penasarannya, Lian berkata dia hanya mau menurunkan ilmu mengenai Immortal Forging Pill ke Yao Quon terlepas dia sungguh berhasil atau gagal menciptakannya sebab resepnya merupakan pemberian dari Mask Sage.
Menyadari bakatnya terbatas dalam bidang Alchemist, ketimbang hilang saat mati Lian memilih bertaruh menyerahkan pengetahuannya untuk Yao Quon. Tetapi Yao Quon harus berjanji semisal sukses, ia harus menyerahkan hasilnya pada orang yang paling dia percayai. Sesudah kesepakatan dibuat keduanya berbincang lagi sebentar baru berpisah. Yao Quon tak pernah menyangka tadi merupakan momen terakhir dia bertatap muka dengan Ice Emperor.
><
Di tengah hujan deras, Yao Quon berdiri tertutup jubah maupun topi jerami lebar khas tabib miliknya. Matanya menyorot sinis kota Xuanrao, mendengar musik, nyanyian, tarian menghiasi tiap rumah mengakibatkan amarahnya memuncak. Beraninya mereka berpesta merayakan menghilangnya Demon King tanpa menangisi penyebab utamanya.
Ketika Divine Sense Yao Quon mencapai istana, ia tidak kuasa menahan emosi dan hendak terbang menyerang penghuninya. Untung sebelum sempat melesat ada seseorang memegangi lengannya, ketika menoleh Yao Quon tertegun menemukan laki – laki berambut hitam panjang. Dirinya menggeleng seolah berkata tindakannya merupakan ide buruk.
“Lepaskan aku....Long Heiyan”
“Supaya kau melakukan perbuatan konyol menyerang markas utama Sky Jewel Kingdom lalu terbunuh? Kurasa tidak”
“Kalaupun harus mati bakal kuseret keparat itu bersamaku”
“Namamu Yao Quon bukan? Aku sering mendengar tentangmu darinya. Aku mengerti perasaanmu, aku sudah mencarinya sejak menghilang” Heiyan bicara lirih namun tatapan matanya nampak menerawang entah kemana.
“Ugh....jika demikian....maka—”
“Ia pasti mau agar kau tetap hidup, jadi tolong hentikan apapun isi kepalamu sekarang”
“Hiks....mustahil...hiks....hee....Bing Lian mengkhianati umat Manusia....hiks....huaaaa....” teriak Yao Quon bertekuk lutut menatap sendu langit mendung, suara tangisnya tersapu oleh derasnya hujan hari itu.
Ch.263 (360)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 97 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).