
Lian membongkar jasad si bunglon untuk mengeluarkan core miliknya dan melemparkanya kepada Yao Sheyan, ketika gadis itu masih kelihatan kebingungan Bing Lian memperingatkannya supaya cepat menyimpan benda tadi di Spatial Ring kalau tidak ingin diserap oleh Adamantine Peak. Untungnya sebab tengah berada pada kawasan Pos Pertama Granyte Convert Sanctuary Qi nya tak langsung terhisap habis seperti saat Lian masih menempati sekitar kaki gunung.
Sheyan memperhatikan kristal bulat mirip permata tersebut lalu bertanya harus dia apakan sekarang, Lian merespon dengan mengucapkan terserah. Mau ia jual atau gunakan sendiri bukan urusannya, karena selama ini jarang berburu Demonic Beast nampaknya Yao Sheyan kurang mengerti karena hanya berlatih praktik berbekal meditasi maupun memakan pil saja. Pengetahuannya soal Core sebagai sumber daya benar – benar nihil terutama tentang pemakaiannya.
“Oi kau mau kemana?” serunya kaget menyaksikan Lian mulai bergerak.
“Mencari mangsa, apa lagi?”
“Terus yang ini? Kau tinggal begitu saja?”
“Siapa orang aneh mau memakan bunglon? Eeee....cukup memikirkannya membuatku sedikit mual, aku serahkan untukmu Bubu” Lian bergidik pelan kemudian menghilang dari pandangan.
“Hey!? Bing Li—ohh....dia tuli ya?! Kenapa semangat sekali sih!?”
Yao Sheyan menggerutu sebelum memperhatikan sekitar, wajahnya berkedut ketika Bubu kelihatan girang menggerogoti daging Demonic Beast hasil potongan Lian. Saking asyiknya ia bahkan tak memperhatikan Sheyan, saat akhirnya sadar Bubu berhenti sebentar lalu memasang ekspresi polos padahal mulutnya berlumuran darah segar.
Sheyan menepuk jidatnya lelah, memang dia belum pernah sama sekali memberi Bubu makanan berupa daging. Ia cenderung menyiapkan buah – buahan untuknya, wajar Bubu antusias karena pada dasarnya dia merupakan makhluk omnivora atau pemakan segala. Keberadaan Lian menjadi kesempatan emas baginya memenuhi kebutuhan protein hewani dirinya.
Yao Sheyan menggendongnya terus memasukan sisa – sisa bunglon itu ke Spatial Ring baru bergegas mencari keberadaan si pemuda berambut putih, ada perasaan mual menghampiri Sheyan namun dia buru – buru menggelengkan kepala memaksa tubuhnya serta mentalnya tenang.
‘Tidak tidak tidak....ingat, kau hanya menemaninya. Tak perlu ikut bertarung.....’
“Nyam nyam nyam.....’
“Bubu?” panggil Sheyan mulai terganggu medengar suara kunyahan.
“Bu?”
“Kau tau daging tersebut bisa saja dirimu bukan? Lian sebelumnya bilang hendak memasak sup unggas rebus kalau gagal mendapatkan hewan buruan, jadi kusarankan jangan terlalu senang menikmatinya”
“Uhuk! Bu!? Bubu....!!!” Bubu tersedak dan berontak panik usai mendapati teguran barusan hingga Sheyan terkikik geli.
><
Yao Sheyan sering berhenti buat mengumpulkan beberapa Magic Plant atau Spirit Herb yang cuma tumbuh di Pos Pertama Granyte Convert Sanctuary jadinya agak lama baru dapat menyusul Lian, sesampainya tiba – tiba mereka disambut serudukan kencang binatang bertanduk lebar.
“Woaaa!?” jerit Sheyan menghindar tepat waktu bersama Bubu.
Makhluk itu mengabaikannya dan lanjut berbalik mengincar musuhnya, orang tersebut berdiri santai di sebuah ruang cukup terbuka tanpa pepohonan seolah menantang binatang mirip kerbau barusan menyerangnya. Yao Sheyan menepikan dahan – dahan pohon supaya pemandangan terlihat jelas, dia memperhatikan baik – baik bagaimana cara Lian menanganinya.
Meski berkali – kali menyerang, tidak ada satupun tandukan sang Demonic Beast mendarat ke tubuhnya. Anehnya Bing Lian diam pada satu titik, mengapa Sheyan mengetahuinya?. Sebab jejak kakinya hanya nampak berbekas berkisar lima meter dari posisinya berdiri. Namun secara ajaib ia berhasil selamat berbekal gerakan minimalis gesit atau mungkin teknik ilusi.
Sesekali Yao Sheyan terpaksa mengucek – ucek matanya karena badan Bing Lian kelihatan samar – samar seakan fatamorgana, satu – satunya alasan Sheyan yakin sosok di sana sungguh Lian adalah dia mendaratkan tebasan – tebasan tiap kali kerbau tadi melintas sampai perlahan kehilangan banyak darah.
Secara bertahap tenaganya mulai berkurang, memanfaatkan keuntungan tersebut Bing Lian memberikan serangan terakhir berupa sayatan panjang menghiasi tenggorokannya ketika momen terjangan berikutnya sebelum berputar anggun layaknya tengah menari. Bunyi berat terdengar sewaktu mangsanya tumbang dengan tubuh masih kejang sesekali pertanda sekarat.
“Kau gigih juga ya?” Lian berkomentar membersihkan pedangnya.
“Red-Eye Ox?”
Sheyan bersama Bubu terperangah lalu bertukar pandang heran, setau keduanya Red-Eye Ox termasuk Demonic Beast paling sulit ditaklukan di lantai terendah ini. Meski tak terlalu berbahaya karena cenderung lebih suka menyantap tumbuhan, binatang mirip bison atau kerbau bertanduk lebar itu terkenal agresif berdasarkan penjelasan Yao Quon. Karena dagingnya menjadi santapan favorit kakeknya, Yao Sheyan berpikir hanya Cultivator peringkat Core Formation ke atas mampu menaklukannya.
“Oh kalian akhirnya sampai, aku sempat berpikir ditinggalkan sendirian lho. Kemana saja?”
“Kau terlihat sangat bugar untuk seseorang yang baru mengalahkan seekor Red-Eye Ox” ujar Sheyan meliriknya bingung.
“Ahh ternyata kau mengetahui jenisnya Nona Yao? Dagingnya enak juga cukup mahal di pasaran tetapi agak sulit diolah. Bisa dibilang mereka merupakan bahan makanan premium, jumlahnya banyak jadi kuharap Alchemist Bachelor tak keberatan aku mengambil beberapa”
“Kau ini bicara apa? Kakekku bukan orang sepelit itu hingga mempermasalahkan kehilangan satu ekor Demonic Beast”
“Satu?” Bing Lian memiringkan kepalanya bingung.
“Eh?”
Yao Sheyan kehabisan kata – kata saking terperanjatnya, Bubu pun ikut mendongak sebab ternyata di belakang punggung Lian nampak terbentuk tumpukan bangkai selusin Red-Eye Ox setinggi hampir dua puluh meter usai dirinya bergerak.
“K...ka...kau....kau....kau!?”
“Aku....membunuh satu kawanan lho....hehehe...apa sedikit berlebihan?” kata Lian menggaruk – garuk pipinya malu.
><
Setelah memotong – motong serta membaginya untuk diberikan kepada Alchemist Bachelor ketika pria tersebut pulang, ketiganya kembali menuju lift buat naik lagi ke Pos Kedua Granyte Convert Sanctuary. Lian melemparkan potongan daging berbentuk dadu – dadu kecil yang segera ditangkap oleh Bubu antusias.
Sementara masing – masing bermain Sheyan berdiri pada pojok katrol dengan kepala pusing, usai segala hal selama ini dia mulai yakin jika Bing Lian sungguh tamu kakeknya. Banyak hal – hal luar biasa bahkan di luar nalar bagi seorang Cultivator dia lakukan dan disaksikan langsung menggunakan mata kepala Yao Sheyan sendiri.
Sudah entah berapa tahun berselang sejak terakhir kali Sheyan mengakui kemampuan anak tingkat Forging Qi sepertinya, itupun dia cukup yakin kakeknya tak bakal terkesan. Namun Lian berbeda, ada sesuatu perasaan misterius mendorongnya percaya bocah tersebut istimewa.
Sesampainya Bing Lian meminta Sheyan meminjamkan kuali maupun beberapa bahan masakan, layaknya gadis baik dia menuruti permintaanya. Ketika hendak membantu, Bing Lian membentuk penghalang sehingga Yao Sheyan gagal mendekati area tempatnya memasak.
“Hey!? Kau!? Mengurus dapur adalah pekerjaan perempuan! Kau anak laki – laki tau apa? Hilangkan pembatas ini cepat!?”
“Lalu membiarkanmu merusak segalanya? Ogah! Diam saja dan perhatikan, kuperlihatkan caranya padamu Nona Yao. Jadi duduk manis lalu serahkan sisanya kepadaku” Bing Lian mengikat rambutnya terus menoleh sembari tersenyum.
DEG!
Sheyan tersentak kemudian cepat – cepat memegangi dadanya, entah mengapa mukanya terasa sangat panas usai melihat pemandangan tadi. Lian berkerja dalam diam, kurang dari sepuluh menit aroma harum perlahan merebak kemana – mana. Yao Sheyan maupun Bubu menelan ludah berat, baunya begitu berbeda ketika Sheyan menggunakan panci besar itu untuk membuat pil ataupun obat – obatan herbal.
Special Ramadhan Up (28/30)
Ch.248 (331)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 83 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).