The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 243 - Rejected



Sekali lagi diadakan pertemuan antara Fifteen Peak Catastrophes untuk melanjutkan pembahasan mereka mengenai pengambilan suara kudeta terhadahap ras Manusia, Bat General yang ditunjuk kembali menjadi Tuan Rumah berdecak tidak senang karena punya pengalaman buruk beberapa anggota kurang mempunyai adab sewaktu bertamu.


Tak semua namun sebagian besar demikian terutama tipe makhluk berdarah panas seperti Little Jackal dan Wave Rider, suasana hatinya kian memburuk sebab pelopor sekaligus pengaju berkumpulnya keparat – keparat ini di kediamannya belum juga menampakan batang hidungnya.



Ketika hendak berdiri mengeluhkan masalah tadi, tiba – tiba sebuah portal terbuka lalu menampilkan Raja Fairy Snow yaitu Aincrad berjalan santai menuju tempat duduknya. Seluruh pasang mata mengikuti gerakannya hingga akhirnya peri es bertelinga panjang itu menempati posisinya.


“Kenapa kau lambat sekali Fairy Snow? Apa kau terlalu tua sampai harus terseok – seok kemari?”


“Aku datang sesuai pemberitahuanku sebelumnya, kalian semua sangat antusias sampai rela menunggu lebih awal ketimbang seharusnya. Aku hargai semangat itu”


“Berhenti membela diri sial—“


“Sudahlah Bat General, aku berjanji akan bertanggung jawab dengan membantu mengurangi kerugianmu bukan?” Coral Bishop memintanya tenang.


“Cih! Sebaiknya kau kemari tidak cuma membuang – buang waktu kami”


“Baiklah, jadi bagaimana keputusanmu Fairy Snow?”


“Santai, aku memang tak berencana berlama – lama. Langsung saja, aku memilih menolak atau ikut serta dalam pelaksanaan Revolusi Beast.....”


Jawaban Aincrad tanpa membutuhkan waktu memicu berbagai reaksi, terdengar tarikan napas gembira anggota Fifteen Peak Catastrophes yang sejak awal menentang rencana tersebut contohnya Coral Bishop dan Fishman Prince. Namun menyebabkan pihak satunya menyipitkan mata sinis selesai mendengar pernyataan pengecut menurut mereka itu.


“Apa alasanmu?”


“Aku tidak punya kewajiban memberitahumu, hakku buat menjawab demikian” ujar Aincrad bangkit berdiri mengibaskan jubahnya sebelum berbalik pergi.


BURNNN!



Sun Ghost menggemertakan gigi memperoleh perlakuan kurang ajar barusan kemudian menyemburkan lidah api berbentuk ular melalui mulutnya, ternyata Aincrad telah menyiapkan senjata pada balik pakaianya bersiap membalas. Tepat saat kedua serangan hampir bertemu, di tengah jeritan panik Bat General mengkhawatirkan keadaan kastilnya sebuah gelembung air raksasa muncul membungkus masing – masing sekaligus menetralisir jurus mereka.


Masih belum ingin berhenti, Aincrad bersama Sun Ghost merobek penghalang terus menerjang maju penuh napsu ingin mencabik – cabik lawannya. Untungnya muncul bulu – bulu putih memutari sang Raja Fairy Snow sehingga langkahnya terpaksa terhenti, sementara leher Sun Ghost baru saja dilingkari ekor berwarna biru terang.


“Owl Queen? Jika kau sangat mau berkelahi tunggulah sebentar lagi aku pasti meladenimu”


“Ahahaha....kau bicara apa? Jangan mengatakan hal mengerikan begitu, kita dipihak yang sama. Aku hanya menjalankan kewajibanku sebagai anggota” wanita cantik bersayap mengangkat bahunya pertanda tak memperdulikan respon negatif Aincrad.


“Blue Tail!? Kau....”


“Aku mengerti perasaanmu, aku pun kecewa tetapi dewasalah sedikit” tegur pria bewajah malas.


“Peraturan pertama Fifteen Peak Catastrophes, dilarang saling bertarung serta diharuskan menghargai hasil pengambilan suara. Jika dilanggar berarti menyatakan siap berperang menghadapi seluruh anggota”


Ucapan Coral Bishop mengakhiri pertengkaran mereka, Sun Ghost menggeram murka sambil membuang pandangannya dari Aincrad. Fairy Snow tersebut membersihkan bekas debu sekitar sekitar pundaknya santai karena posisinya lebih aman akibat insiden tadi merupakan bentuk perlindungan diri, Sun Ghost selaku pemicu kejadian jelas dinyatakan bersalah.


BUKK!!!


Bunyi keras terdengar ketika Aincrad menubrukan badannya ke Owl Queen, namun si wanita cuma tersenyum sembari mengangkat tangannya tidak terpancing atas provokasinya. Portal pulang sekali lagi terbuka, sebelum melangkahkan kaki ke dalam Aincrad menoleh untuk meninggalkan pesan.


“Aku beri sedikit saran, hentikan apapun rencana bodoh kalian mengenai superioritas para Beast. Soalnya semua usahamu bakal sia – sia belaka olehnya”


“Siapa yang kau maksud?”


“Majestic Tamer telah kembali”


“Terserah kalian menanggapinya, mau percaya atau tidak bukan urusanku. Aku cuma bisa bilang sempat bicara bersama Raja Naga Putih Gunung Jianghou untuk memastikan identitas asli orang itu”


><


Selesai bicara demikian Aincrad sungguh menghilang ke dalam portal, kepergian Raja Fairy Snow tersebut meninggalkan keheningan mengerikan terutama bagi anggota – anggota Fifteen Peak Catastrophes yang paham sekaligus menangkap pesan dari Aincrad.


“Siapa Majestic Tamer?” celetuk Little Jackal cuek.


Senior seperti Coral Bishop, Owl Queen, dan seorang wanita lain berpakain serba hijau mirip pepohonan tersentak mendengar komentar barusan, sebenarnya sebagian pernah mendengar nama julukan ini namun karena dianggap merupakan sebatas cerita masa lalu pengetahuan mereka pun ikut menjadi minim.


“Kalian generasi muda mungkin tak menilai penting ucapan tadi, namun bagi kami itu berarti pertanda usulan Revolusi Beast hanya akan berakhir tragis jika dipaksakan”


“Mengapa? Sebegitu besarkah pengaruh miliknya?”


“Biar aku saja menjelaskannya”


“Forest Enchantress?” Coral Bishop menoleh ke asal suara lembut berasal.


Forest Enchantress maju dibantu sekumpulan tanaman merambat kemudian membentuk semacam ayunan tinggi agar dapat dilihat semua penghuni ruangan, dirinya dikenal sebagai salah satu Fifteen Catastrophes tertua juga berwawasan luas. Sedikit berbeda dibandingkan Coral Bishop yang dikenal kebijaksanaannya.


“Setelah era keemasan bangsa Beast sebelum kemunculan umat Manusia benua ini selesai, ada suatu masa dimana kita mempunyai kekuatan tempur amat menakutkan sekaligus disegani akibat keberadaan sosok – sosok luar biasa. Mereka dijuluki Lima Dewa Mata Angin, salah satunya adalah Raja Naga Putih Gunung Jianghou”


“Gunung Jianghou? Aku sudah mengunjungi berbagai lokasi tapi kenapa baru pertama kali mendengarnya?”


“Sebab Gunung Jianghou memang tidak berada di sini, melainkan Dao Realm. Sebuah tempat sakral bagi para naga” ujar Blue Tail menimpali pertanyaan Little Jackal menggantikan Forest Enchantress.


“Benar sekali, kelimanya berhasil mencapai tingkat Divine Beast sehingga tak terikat kepada dunia dan mampu berpindah alam sesuai keinginan pribadi masing – masing”


“Jika memang sehebat itu, mengapa orang – orang ini hanya diam tanpa berbuat apapun untuk membantu rasnya?”


“Jawabannya sederhana, tidak ada yang menyatu. Semua mementingkan egonya sampai memberi kesan meski sangat kuat kita juga rapuh dilain sisi”


Anggota Fifteen Peak Catasrophes rata – rata memasang ekspresi kurang senang sekaligus mencibir keburukan sepuh – sepuh dalam penjelasan Forest Enchantress, melihat hal demikian Owl Queen terkekeh geli kemudian menarik perhatian setiap mata memandang dirinya.


“Kenapa kau tertawa?”


“Pfft!? Hahaha....maaf, aku sedikit lepas kendali. Anak – anak muda seperti kalian tidak mengerti, ada penyebab mengapa mereka disebut sebagai Dewa. Kekuatan serta kemampuan lima – limanya terlampau tinggi hingga memiliki banyak pengikut terus mengontrol penuh wilayahnya, tak ada alasan mendasar sedikitpun yang memaksa kelimanya harus bekerja sama.


Berbeda kasusnya dengan kita sekarang, walau mungkin terlihat ambisius. Fifteen Peak Catastrophes hanya sekumpulan Spirit Beat kelas menengah, jadi kusarankan kalian tetap menjaga sikap ketika membicarakan Lima Dewa Mata Angin”


“Owl Queen? Kau....” Sun Ghost menggeram murka.


“Apakah ucapanku salah? Hehehe....satu orang saja dari mereka aku yakin mampu mengalahkan seluruh isi ruangan ini cuma berbekal sebelah tangan”


“Perkataan Owl Queen ada benarnya, dan fakta paling menyesakannya lagi adalah individu yang menyatukan kelima legenda tersebut malah seorang Cultivator Manusia. Dialah Majestic Tamer generasi kedua, yaitu sosok dimaksud oleh Fairy Snow sebelumnya” lanjut Forest Enchantress serius.


Special Ramadhan Up (23/30)


Ch.243 (327)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 84 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).