
“Aku masih kagum bagaimana air terjunnya dapat tetap cair meskipun dikelilingi cuaca dingin begini....” celetuk Chyou menopang dagu.
“Itu karena mereka dialiri Qi murni....”
Bing Lian lalu menceritakan kepada Jin Chyou mengenai kisah zaman dahulu tentang adanya Demonic King Beast raksasa yang pernah menempati lokasi tersebut, ketika ajalnya hampir tiba. Dia mencari tempat peristirahatan paling cocok bagi dirinya.
Dan akhirnya memutuskan tertidur tanpa pernah bangun kembali, saking besarnya tubuh makhluk ini. Jasadnya menjelma sebagai gunung tertinggi sekaligus paling mematikan dalam sejarah Benua Huawai yaitu Adamantine Peak, darahnya kemudian membasahi tanah terus tersebar menuju segala penjuru.
Berkat kandungan Qi pada badannya condong ke Yin, iklim sekitarpun ikut mengalami perubahan menjadi sangat dingin. Perlahan seluruh daratan bagian utara mulai terselimuti salju maupun es lalu memaksa para manusia harus memilih beradaptasi atau meninggalkan kampung halaman mereka.
“Percayakah kau kalau aku berkata barusan kau terdengar sangat mirip pengasuhku saat memberikan dongeng sebelum tidur?”
“Qi yang mengaliri darahnya teramat murni nan sejuk dan memunculkan kristal es, di mana ada es disitu pasti terdapat air, makanya tidak heran kalau wilayah Theotopia Empire sampai Adamantine Peak terkenal subur ditumbuhi Spirit Herb serta Magic Plant” Lian mengabaikan komentar Chyou sembari mengambil sejemput salju dari tepi jendela pedati.
“Hahahaha wawasanmu luar biasa sekali Tuan Muda, dari mana kau mempelajarinya?”
“Terima kasih Senior, berkeliling ke berbagai tempat mungkin jawaban paling masuk akal”
“Itu bukan pengetahuan melainkan mitos, mana ada yang begituan?” bantah Jin Chyou sebab yakin sekali pernah membaca jika Adamantine Peak juga sekitarnya telah demikian adanya bahkan sebelum peradaban manusia mulai terbentuk di sana.
“Hehehe....mau percaya atau tidak terserah kepadamu Nona Jin....”
“Ngomong – ngomong Tuan Muda? Boleh aku bertanya sesuatu?” si kusir kembali membuka pembicaraan.
“Hmm? Iya?”
“Aku cukup kagum atas keberanianmu, sudah memiliki kekasih secantik ini masih ingin mencari calon istri lainnya? Anda berencana mempunyai berapa? Dua? Tiga? Empat? Lima? Atau mungkin sembilan puluh sembilan?”
“Uhuk!?”
BUK! BUK! BUK!
Lian baru saja hendak menelan sebuah Magic Plant mirip seperti buah apel langsung tersedak usai mendengar pertanyaan tadi. Ia buru – buru memukul dadanya agar bisa bernapas kembali sambil terbatuk – batuk, kondisi dalam kereta yang awalnya kondusif segera berubah drastis berkat tatapan merendahkan Chyou.
Bing Lian bahkan mampu membaca jelas isi pikiran gadis tersebut, kalimat “Sudah kuduga!” terpampang jelas menghiasi wajahnya. Lian perlahan menjauh demi menjaga jarak sambil bermandikan keringat dingin.
“Eeee....Senior? Nampaknya kita ada beberapa kesalahpahaman”
“Maksud anda?”
“Pertama, kami bukanlah pasangan melainkan kakak beradik. Kedua, aku berangkat ke Frozen Swan River bukan tuk mencari jodoh tetapi mengunjungi teman! Oke?!” desis Bing Lian menekankan.
“Ahh....”
Pria itu kemudian mengangguk – angguk terus langsung meminta maaf, namun karena dia berada di bagian luar pedati Lian masih merasa tengah diawasi ketat oleh iblis mengerikan bernama Jin Chyou. Si kusirpun menjelaskan mengapa dia sempat berpikir begitu.
Mengingat Frozen Swan River merupakan sekte khusus perempuan serta terkenal mempunyai muird – murid berparas cantik jelita, berdasarkan pengalamannya mengantar tamu. Biasanya anak laki – laki seumuran Bing Lian menuju lokasi tersebut cuma memiliki satu alasan, apalagi pada dunia Cultivator pernikahan politik adalah hal lumrah bahkan ketika kedua pihak saling tak mencintai sekalipun.
“Anda baik – baik saja Tuan Muda?”
“Hah? Menurut Senior?”
“Mmmm....aku merasa membuatmu dalam posisi sulit hahaha....”
‘Telat kampret!’ Lian cuma tersenyum sembari membatin memakinya.
“Baiklah....kita sampai semuanya, silahkan turun wahai para majikanku”
“Eh? Ini....di mana?”
><
“Kami memintamu mengantar ke Frozen Swan River, bukan desa antah berantah!” protes Jin Chyou kesal merasa ditipu.
“Eee....maaf Nona, aku hanya mampu mengantar sampai sini....”
“Terus apa gunanya aku menyewamu mahal – mahal hah!?”
Selagi Chyou masih marah – marah menuntut jawaban, Bing Lian menganalisa sekeliling. Sekilas dia dapat mengetahui kalau di sana terdapat sekitar tiga puluh sampai lima puluh kepala keluarga, karena desakkan ditambah ancaman bakal disebar rumor kurang baik tentang usahanya oleh Noble Treasure Shed. Pemandu mereka mencoba menuturkan segalanya satu per satu.
Desa tersebut bernama Seed Repository Village, dulunya pada lokasi ketiganya berada sekarang cuma ada sepuluh rumah kecil dan semua penghuninya masih memiliki hubungan darah. Tapi begitu Frozen Swan River terbentuk ratusan tahun ke belakang dan mengakui tempat ini sebagai wilayah kekuasaannya terjadi perubahan besar.
Karena sekte mereka hanya menerima anak perempuan mengakibatkan perkembangan Frozen Swan River amat lambat juga terancam, mengirim utusan mencari murid menuju berbagai belahan Benua Huawai agak sulit sebab membutuhkan dana besar padahal masih sedang mencoba menunjukkan jati diri mereka kepada dunia Cultivator.
Dan tak ada jaminan semisal melakukan ekspedisi bakat – bakat menjanjikan belum direkrut oleh sekte – sekte sekitar, menyadari masalah demikian akhirnya Matriach terdahulu bersama kepala desa setuju bekerja sama. Sejak saat itu tiap generasi ke generasi banyak pria asal Seed Repository Vilagge dinikahkan dengan murid Frozen Swan River.
Para anak laki – laki bakal dikembalikan ke sana bersama gadis – gadis tanpa bakat praktik, sementara bibit – bibit unggul akan diasuh oleh sekte untuk dijadikan penerus. Berkat cara ini Frozen Swan River berhasil mengatasi problematika mereka.
‘Cerdik sekali, berbekal simbiosis mutualisme tadi. Kedua pihak dapat menjaga garis keturunan yang berpotensi menghasilkan Cultivator hebat sekaligus populasi desa’ Lian mengelus dagu dibalik topengnya.
Pantas saja ia sempat merasa janggal melihat orang – orang di situ, penampilan semuanya begitu rapi dan berkecukupan padahal harusnya sulit mencari kebutuhan hidup jika tinggal di lokasi tersebut. Tidak terlihat sama sekali sebagai desa yang terletak pada tempat antah berantah, meski jelas suplai utama mereka kemungkinan besar pemberian dari Frozen Swan River tentunya.
Jin Chyou akhirnya menghela napas sebelum membiarkan sang pemandu pergi, dia baru ingat pernah membaca mengenai ide unik sekte itu ketika mempelajari banyak hal menarik dalam gudang kakeknya. Sesudah dua ekor Bull Kong bersama keretanya telah tak nampak lagi Lian mengajak Chyou buat masuk.
Sesuai informasi keduanya terima tadi, sepertinya Seed Repository Village memang menjadi salah satu titik penerimaan tamu bagi pendatang yang hendak menuju Frozen Swan River, biasanya orang – orang akan menunggu di sana lalu nanti sekte akan mengirimkan jemputan buat masing – masing. Bing Lian dan Chyou bahkan menemukan kumpulan penginapan cukup mengesankan berdiri di sana, usai bertanya beberapa kali akhirnya mereka diarahkan ke rumah kepala desa untuk mengabarkan tujuan datang kemari.
Ch.158 (196)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 38 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).