
BYUR! BYUR! KAKKK!
“Ugh....uek”
“Iyuuu....kau kenapa Senior? Masih kurang sehat akibat penjelajahan dimensi waktu itu?”
“Glek....eepp....tidak Junior Feng, aku cuma mabuk laut”
“Tapi kita kan sedang terbang menggunakan Spirit Boat” ujar Feng Ai menatap aneh pemuda di sampingnya.
“Tetap saja, suara ombak membuatku terbawa suasana. Kau tau aku punya masalah pencernaankan?”
Tie Mu masih mencoba berdiri dengan wajah pucat pasi, kakinya gemetaran hingga memaksanya harus berpegangan ke pinggiran Spirit Boat tersebut. Dia tau seharusnya menolak keras ikut perjalanan ini dan membiarkan Feng Ai saja yang pergi, selain mengalami masalah kesehatan mentalnya juga nampaknya tak kuat menerima cobaan ke depannya.
Sudah tiga bulan sejak mereka kembali dari Ice Field dekat kota Hoerju, Tie Mu sempat cemas bakal menyebabkan kesulitan bagi kakeknya karena pulang tanpa membawa apa – apa. Memberikan peluang para petinggi Tough Hammer Altar melayangkan protes kepada Partiach, memang terdapat beberapa murid Tetua memiliki kemampuan lebih menjanjikan ketimbang dirinya.
Dan tentunya tidak ada guru menginginkan murid berpotensi yang mampu mengharumkan nama mereka harus merelakan kesempatan emas kepada seorang pecundang meskipun ia merupakan cucu Sturdy Emperor sekalipun. Namun berkat pengaruh luar biasa Tie Jin akhirnya Tie Mu tetap berangkat bersama anggota sekte generasi muda terbaik yaitu Feng Ai.
Beruntung waktu itu juniornya mendapatkan sumber daya cukup melimpah kemudian dengan murah hati membagi dua hasilnya, meski tergolong tak sesuai harapan setidaknya kerja sama tadi sukses menyelamatkan wajah Tie Mu. Setelah mencoba mengatur napas dia melirik sedikit ke arah pintu tempat kakeknya beristirahat.
“Senior? Ada hal yang ingin kau bicarakan bersama Patriach?”
“Eh? Tidak, hanya saja aku bertanya – tanya apa keputusanku memilih ikut sudah tepat?” Tie Mu mengelus – elus dagunya penuh keraguan.
“Jangan bilang begitu, pasti akan banyak pertanyaan kalau cuma aku seorang pergi dengan Patriach dalam tugas diplomasi ini. Bisa – bisa aku dikira cucu haram beliau”
“Ha.ha.ha lucu sekali Junior Feng sebab nyatanya semua penghuni sekte telah berpikir demikian!?”
“Sepertinya aku salah bicara, maaf Senior. Mari membahas tempat tujuan kita saja, Senior pernah berkunjung ke sana sebelumnya bukan?” tanya Feng Ai penasaran.
Seketika kepala Tie Mu dipenuhi sebuah ingatan mengerikan, dia yang masih berusia tujuh tahun waktu itu dengan polos menjulurkan tangan hangat kepada gadis menawan. Senang sebab bisa bertemu anak seusianya, namun semua ekspektasinya menciptakan kenangan indah sirna karena pengalaman tersebut berubah menjadi mimpi buruk.
Badannya bergidik pelan mengingat bagaimana rasa nyeri tangannya yang remuk usai berjabat tangan lalu menerima pandangan meremehkan anak perempuan itu terhadapnya. Terus suara lembut ketika dirinya berbisik sembari nyengir lebar.
‘Kau lemah sekali ya? Tulangmu terbuat dari kerupuk atau apa?’
“Senior!?” Feng Ai muncul tepat di sebelah wajah Tie Mu.
“Woaaa!?”
“Kenapa malah diam saja? Aku menunggu jawaban dari tadi”
“Tidak! Tidak! Tidak! Kau menyebabkan traumaku kambuh tau?! Pokoknya jangan pernah menganggap kunjungan ini rekreasi atau liburan, kita sedang menuju kandang hewan buas” seru Tie Mu mundur dan meringkuk pada pojokan Spirit Boat.
“Namun aku penasaran sekali terhadap sang Black Dragon Princess”
“Ckk...sss...aduh, Long Yawen itu seharusnya lebih muda dibanding aku. Mungkin persis seusiamu Junior Feng. Dia....monster yang menipu penilaian orang lain dengan penampilannya cantiknya”
><
Sebenarnya sekarang rombongan Tough Hammer Altar tengah berangkat ke Southern Thousand Island untuk mengunjungi salah satu dari empat kerajaan yang berkuasa di sana yaitu Black Dragon Empire. Hal ini berkenaan dengan aksi surat menyurat antara Tie Jin, Patriach Tough Hammer Altar dengan Long Heiyan sang Black Dragon King sekaligus penyandang gelar Cultivator terkuat Benua Huawai.
Diskusi mereka semakin bertambah intens sehingga mengirimkan pesan berupa tulisan bukan pilihan terbaik lagi, apalagi kemungkinan disadap oleh tikus – tikus rakus milik Noble Treasure Shed sangat besar mengingat jaringan informasi sekte tersebut begitu menakjubkan.
Banyak kabar angin menyebut adanya ketegangan antara penguasa di kedua wilayah bahkan merambat hingga penduduk – penduduknya. Walaupun tidak terlihat jelas sesungguhnya perasaan Tie Jin persis seperti Tie Mu, dia sedang memijit – mijit kepala merenungkan apa yang akan terjadi di sana.
Jujur saja kerutan pada wajah salah satu murid termuda Hao Ren itu kelihatan bertambah, dia tidak mengabari delapan kaisar lainnya tentang kunjungan ini. Karena mereka semua tau hubungan dekat Long Heiyan dengan si pengkhianat. Tie Jin takut malah makin memperbesar keretakkan antara Emperors Aliance Sect mengingat kejadian pertemuan terakhir.
Tie Jin membawa sepuluh anak buah kepercayaanya beserta dua tambahan generasi muda yaitu Tie Mu dan Feng Ai, keduanya diharapkan menjadi simbol kalau Tough Hammer Altar ingin menjalin hubungan baik nan panjang bersama Black Dragon Empire ke depannya karena seperti yang seluruh penjuru Benua Huawai tau jika Long Heiyan pun memliki seorang cucu juga sepantaran mereka.
TOK! TOK! TOK!
“Hmm...ada apa?” Tie Jin bergumam usai mendengar ketukan pintu.
“Maaf mengganggu istirahat anda Patriach, tapi kita hampir sampai. Dimohon kesediaan anda menuju dek”
Mendengar kabar barusan ia melangkah berat keluar, demi tak menurunkan moral para pengikutnya Tie Jin memasang wajah berwibawa. Pemandangan di luar memaksanya harus menelan ludah, tempat tersebut tidak berubah sejak pertama dirinya berkunjung bersama Seniornya dulu.
Jalan memasuki wilayah Black Dragon Empire hanya satu, sebab sekelilingnya dilindungi oleh formasi sihir kuno. Sebuah kerangka kepala naga besar menyambut mereka di sana, ukuran serta penampilannya dapat menyebabkan nyali siapapun ciut.
BRRR....!
“Katakan apa keperluan kalian datang kemari? Orang asing”
Tiba – tiba si tulang reptil menoleh tepat sebelum Spirit Boat rombongan Tough Hammer Altar melewati perbatasan dan seketika menyebabkan ketegangan luar biasa. Kebanyakan orang yang ikut serta belum pernah mampir ke Southern Thousand Island, kebanyakan penduduk Dataran Tengah memang demikian adanya. Kedua pihak sama – sama saling tidak menyukai.
Sementara itu Feng Ai yang mendengar suara menggelegar bagai guntur membuka mulutnya kagum sedangkan Tie Mu mematung sembari berdoa agar tak mengompol saking takutnya. Dia baru ingat kalau tempat ini mempunyai penjaga menyeramkan itu.
“Aku Tie Jin sang Sturdy Emperor, Patriach Tough Hammer Altar hendak memenuhi janji untuk bertemu Yang Mulia Long Heiyan” seru Tie Jin tangkas.
“Hmm?”
Kerangka tersebut mengeluarkan cahaya sekitar bola matanya, seolah pertanda kalau ia tengah melek memperhatikan lawan bicaranya sambil memiringkan kepalanya sedikit. Dia terdiam cukup lama seolah melakukan konfirmasi dengan seseorang.
“Silahkan melanjutkan perjalanan, Raja memberikan izin”
“Dimengerti, bergerak semuanya!”
“Hehehe...kau terlihat makin sepuh saja Jinjin” si tulang naga terkekeh geli.
“Senang bertemu anda setelah sekian lama, Senior Mih”
“Di mana pangeran? Kenapa kalian tak datang bersama – sama layaknya masa lalu?”
“Ahh...? Percayalah Senior, akupun bertanya – tanya di mana dirinya....” jawab Tie Jin melebarkan mata medengar pertanyaan Guardian Spirit pikun di hadapannya. Dia menunduk menyembunyikan ekspresi ketir selagi ingatannya terarah ke seorang pemuda berambut putih yang tersenyum ramah kepadanya.
-Long Yawen Arc Status -
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K*ry*k*rs*, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho, Ciao!).