The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 273 - Dao Realm



“Aduh....bokongku....”


Sheyan mengerang pelan sambil mengelus bagian belakang tubuhnya, dia agak lupa bagaimana kejadiannya tapi hal terakhir dalam benaknya adalah dirinya berteriak kencang usai kakeknya mengaktifkan formasi sihir. Begitu Yao Quon mengalirkan Qi miliknya, Yao Sheyan merasa terlontar dengan sangat cepat hingga bertanya – tanya apakah bayangannya mampu mengikutinya.


Proses transfer dimensi tersebut sungguh tidak enak dan membuat Sheyan bersumpah menolak mentah – mentah jika suatu hari ditawari lagi kemari, dia marah – marah seharusnya sebelum mencoba datang ke Dao Realm ia menyempatkan sesekali melakukan ekpedisi Dimensional Realm ketika ditawari oleh Alchemist Bachelor beberapa tahun lalu.


Saking asyik berpikir Yao Shyean masih cukup cuek membersihkan pakaiannya kemudian baru tersadar selepas mendengar suara lolongan panjang mengerikan, si gadis terkesiap mencari sumber datangnya bunyi tadi sayangnya pencahayaan pada tempatnya berada remang – remang.


Di sanalah wajah Sheyan segera memucat akibat tak menemukan tanda – tanda Bing Lian dekat situ, sembari menggigil ketakutan Yao Sheyan berusaha berjalan setidaknya menuju area cukup terang agar bisa memastikan sekitarnya aman. Sesekali dia menatap segala arah takut penyebab lolongan muncul secara tiba – tiba menyergapnya.


“Harusnya aku tau tidak boleh mempercayai laki – laki itu, Lian....? Beraninya kau meninggalkanku sendirian setelah semua persiapan kita....” gerutunya pelan sambil berjalan hati – hati.


Akhirnya selang lima menit, Sheyan melihat cahaya biru lembut berjarak kurang lebih sepuluh meter dari posisinya. Dia pun mempercepat langkahnya berbekal menyusuri batu – batu besar sebagai pegangan sekaligus lokasi persembunyian dadakan misal diperlukan, saat mencapai bongkahan terakhir ia menengok ke baliknya terus melongo cukup lama.



Terpesona menyaksikan sebuah pohon raksasa bercabang aneh dipenuhi sinar gemerlap lembut mirip kunang – kunang di dunia nyata, bahkan saking takjubnya untuk sejenak Yao Sheyan melupakan tujuan maupun harapannya mendatangi lokasi tersebut. Satu – satunya keinginannya sekarang adalah mendekati tanaman barusan kemudian mengamatinya selama – lamanya.


Sewaktu hendak menghampirinya, datang seseorang gesit menangkap pergelangannya namun Sheyan berontak masih bersikeras mau mendatangi tempat misterius itu sampai mukanya dipalingkan buat saling menatap dengan sosok yang memeganginya. Yao Sheyan mengerjap beberapa kali sesudah mengenali identitasnya.


“Lian?”


“Huh....jika aku jadi kau Nona Yao....aku tak bakal mencoba melangkah lebih jauh lagi”


“Apa maksudmu? Kemana saja kau!? Kenapa malah meningg—“


“Ssstt....! Kecilkan suaramu....mari menjauh dahulu....” Bing Lian menempelkan jari sekitar bibirnya lalu menggandeng sang Violet Alchemist Princess.


><


Lian menyeretnya pergi dan baru berhenti ketika merasa aman, mengabaikan apapun keluhan Sheyan terhadapnya. Yao Sheyan melipat tangannya sembari menghentakan telapak kaki secara berirama menanti jawaban sementara Bing Lian mengedarkan pandangan demi memastikan tidak ada bahaya.


“Oi Li—“


“Syukurlah aku bisa menemukanmu....aku mencari kemana – mana....maaf soalnya kita terpisah saat mendarat....kau baik – baik saja?”


“Eh?”


Sheyan tertegun memperhatikan Lian dalam posisi membungkuk serta napas terengah – engah, jubahnya juga nampak dibasahi keringat pertanda ucapannya sebelumnya benar. Terlihat jelas dia kelelahan buat berkumpul kembali bersama Yao Sheyan, perlahan perasaan kesalnya pun menurun karena sadar betapa bertanggung jawabnya pemuda tersebut atas keselamatannya.


“Kok diam? Hei Yao Sheyan? Kau masih terpengaruh sinar pemikat tadi?”


“Hah? Apa? Maksudku aku dapat menjaga diriku sendiri, kau tak perlu khawatir” balas Sheyan buru – buru.


“Sungguh? Terus mengapa kau menangis dan marah – marah barusan?”


“Aku tidak—“


“Itu” Bing Lian menunjuk bekas basah sekitar pipinya.


“Ini keringat dasar buta! Huh!”


Lian cuma dapat tertawa hampa selagi Sheyan membuang muka kesal lalu menghapus sisa – sisa air matanya, sebab telah berkumpul lagi Bing Lian sendiri enggan memperpanjang masalah. Dia panik sekali ketika keduanya terpisah dan tak memiliki sama sekali petunjuk mengenai keberadaan perempuan itu.


Untungnya habis mengingat – ingat sekalian menganalisis titik tempatnya mendarat, Lian mampu memperkirakan lokasi paling mungkin didatangi oleh Yao Sheyan. Syukurlah intuisinya cukup tajam sehingga prediksinya terbukti benar, waktu Bing Lian sudah kelihatan bugar seperti sedia kala akhirnya Sheyan bertanya perihal pohon sebelumnya.



Ia berenang di angkasa layaknya udara merupakan genangan air tanpa batas, meski pemandangan tadi janggal Yao Sheyan tampak kurang puas mengingat tempat mereka berada sekarang adalah dunianya makhluk – makhluk mistis begitu. Saat hampir protes, Bing Lian menunjuk satu arah supaya Sheyan memperhatikan dengan seksama.


Tiba – tiba ikan barusan malah mengubah haluan melayangnya yang semula menuju barat jadi menghampiri tanaman terang tersebut, ketika berjarak sekitar sepuluh meter muncul sesuatu mirip lidah raksasa gesit menyergapnya dari dalam cahaya di atas pohon sehingga sekejap saja Dao Beast itu lenyap tak bersisa.


Seketika bulu kuduk Sheyan berdiri tegak, dia menelan ludah berat membayangkan nasibnya bakal demikian kalau Lian terlambat beberapa detik menghalanginya. Selagi pemandangan mengerikan memberikan trauma terhadap mental Yao Sheyan, Bing Lian memberitahunya kalau keduanya tengah berada sekitar kawasan habitat Seductive Fireflies.


Yaitu Dao Beast berbentuk cahaya kunang – kunang yang dapat memikat mangsanya berbekal sinar miliknya, Yao Sheyan sempat terpapar efeknya secara langsung tetapi untungnya Lian datang menyelamatkannya serta memaksanya tersadar. Makanya Bing Lian memintanya jangan terlalu berisik sewaktu dekat sana agar tak menarik perhatian Seductive Fireflies tersebut.


Akan banyak sekali makhluk berbahaya lainnya menghuni Dao Realm sehingga Lian menyarankan supaya Yao Sheyan jangan jauh – jauh darinya, tanpa perlu disuruh dua kali Sheyan menurut. Selanjutnya ia menggengam erat lengan Bing Lian layaknya anak takut kehilangan ibunya ketika mengunjungi pasar.


“Aku tau memang aku sendiri mengatakannya namun tidak begini juga dong Nona Yao? Kapan kita sampai jika kau menempel mirip parasit?”


“Mau bagaimana lagi?! Kau mengharapkan apa!? Aku takut....nanti tak sengaja menginjak lumpur yang ternyata adalah Dao Beast terus dia bakal menelanku sekali lahap!?” desisnya panik.


“Kau mendramatisir....mana ada hal begitu”


“Menonton cahaya mengeluarkan lidah sudah cukup bagiku percaya tempat ini sangat aman!”


“Hadeh....sejak awal pas memberitahumu rencana dan latihan aku telah memperingati lho, seharusnya aku tidak menunjukan proses perburuan Seductive Fireflies kepadamu” Lian menghela napas panjang.


“Pelan – pelan jalannya Bing Lian!?”


“Sulit kalau dirimu menempel terus tau! Jalannya menurun....hentikan sikap paranoidmu”


“Tunggu....” ujar Yao Sheyan berhenti mendadak.


“Apa?”


“Kau melihatnya?”


Lian meliriknya lelah meski Sheyan bersikeras dia melihat siluet gelap berjalan mondar – mandir sekitar kaki bukit yang tengah keduanya turuni, Bing Lian berusaha menenangkan gadis itu sekaligus menuntunya agar berani melangkah lebih jauh. Akhirnya perjalanan berlanjut walau Yao Sheyan bersembunyi dibalik punggungnya.


“Lian? Perasaanku saja atau belukar di sana memang bergerak sendiri?”


“Hah....? Benarkah?” Bing Lian mulai malas merespon.


“Sumpah!?”


“Ayolah Sheyan, meski terakhir kali aku berkunjung kemari sudah lama aku tau pasti tak ada Dao Beast berwujud semak – sem—“


SRRKK!!! WUSH!!!


“WOAAAAAAAA.....?!!!”


Ch.272 (375)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 103 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).