
Xuan Ru menoleh perlahan kepada Lian seolah tidak percaya dengan apa yang didengarnya, melihat betapa berharapnya wanita itu dari tatapannya Bing Lian agak merasa bersalah langsung menembak topik tepat sasaran menuju ke sana.
“Tuan Muda? Aku tau Patriach tidak mungkin meninggalkan kami! Apa anda orang kiriman—“
“Eeee....tunggu sebentar jangan buru – buru, sepertinya ada kesalahpahaman di sini. Aku tak punya hubungan apapun dengan Noble Treasure Shed....untuk sekarang kurang lebih”
“Eh? Lalu bagaimana caranya anda mengetahui perihal Afterlife Transformation Sealed?” ujar Xuan Ru bingung.
Lian menggaruk – garuk kepalanya berusaha mencari cara paling tepat menjawab pertanyaan tadi sebelum memberitahu kalau dirinya pernah mempelajarinya atas didikan gurunya dulu, meski sedikit ragu juga penasaran mengenai identitas Bing Lian akhirnya Xuan Ru mengabaikan info tersebut karena bukan waktunya memikirkan hal demikian ketika nyawanya sedang berada di ujung tanduk.
“Di mana para petinggi? Menurut penilaianku secara sekilas Senior seharusnya belum mampu menjabat sebagai Manajer di kota besar sekelas Xintong” Lian bicara pelan berusaha sebaik mungkin supaya tak menyinggung perasaannya.
“Hah....”
Xuan Ru menghela napas panjang, telah malas mencari tau dasar pengetahuan pemuda tersebut terus mulai menceritakan kronologi kejadian. Menyembunyikannya pun percuma pikirnya sebab cepat atau lembat akan tewas sehingga dia mengeluarkan segala unek – uneknya, sebenarnya Xuan Ru hanyalah Cultivator pekerja biasa yang bertugas membantu Manajer asli cabang Xintong yaitu pria bernama Hu Cheng.
Sialnya saat dirinya bertugas menggantikan Hu Cheng sebagai penanggung jawab sementara karena beliau keluar melakukan beberapa pekerjaan terjadilah pemasangan diam – diam kutukan oleh para oknum Black Graveyard Sect. Xuan Ru begitu menyesal terlambat menyadari semuanya, sepulangnya Hu Cheng menyadari ada hal tidak beres kemudian mengumpulkan setiap anggota Noble Treasure Shed di sana untuk menjelaskan situasinya.
Mereka merasa sangat terpukul sewaktu sang pimpinan meminta maaf sembari berkata tidak ada yang bisa dia lakukan untuk menolong mencarikan jalan keluar atas tindakan tersebut, akhirnya dia menyerahkan jabatan kepada Xuan Ru dan memilih pergi bersama rekan – rekan tak terinfeksi. Berjanji mengabarkan masalah ini ke Patriach di Aicowonid Empire.
“Kapan kejadian itu terjadi?”
“Sekitar satu minggu lalu”
“Dan belum ada kabar sampai sekarang?”
“Ugh....” ringis Xuan Ru sulit mengangkat kepalanya menatap Bing Lian.
“Jika sudah selama itu jelas sekali kalau dia mengorbankan anak buahnya, setidaknya mulai saat ini kalian sadar sebaiknya memberikan loyalitas kepada orang yang lebih pantas”
“Aku....enggan berkomentar lebih jauh”
Lian lalu menanyakan jumlah mereka, Xuan Ru memberitahunya kalau ada tiga puluh rekannya masih tinggal di Xintong. Lima Cultivator Foundation Realm termasuk dirinya serta sekitar dua puluh lima Forging Qi berbagai tingkatan. Walaupun telah mengetahui nasib yang menanti masing – masing tak satupun berpikiran pergi meninggalkan Xintong takut menyebabkan kekacauan lebih besar semisal tanpa sengaja melukai halayak ramai begitu menjadi Undead.
Mendengar kabar ini Bing Lian mengelus dagu seolah menimang – nimang sesuatu, sewaktu sedang asyik berpikir pintu kembali terbuka. Jin Chyou masuk mengenakan gaun baru dengan rambut basah, wangi tubuhnya langsung memenuhi ruangan meski terkesan agak berlebihan sampai Lian mengernyitkan dahi.
Baixian sendiri sudah memanfaatkan jepit jemuran untuk menutupi hidungnya, Bing Lian menjulurkan tangan meminta namun si naga menunjukan telapak mungilnya sebagai pertanda tidak ada lagi tersisa. Jin Chyou duduk tepat di sampingnya kemudian menaikan kaki sambil memasukan beberapa cemilan ke mulutnya.
“Segarnyaaa.....! Ah...inilah hidup, hap! Nyam nyam....kalian tengah membicarakan apa? Kelihatanya serius sekali”
“Chyou? Kita harus membi—“
“Ssssttt....sebentar sayangku, aku mau bertanya satu hal pada wanita ini. Bukankah seharusnya Manajer Noble Tresure Shed cabang Xintong adalah Manajer Hu? Di mana dia? Berani sekali tak menunjukan wajah saat aku berkunjung, atau jangan bilang kau ia segera melapor kepada kakekku kalau aku berada di sini?” Jin Chyou memotong sembari menempelkan jarinya ke bibir Lian, matanya melirik tajam Xuan Ru.
“Ahh...seperti kabarnya, anda memang luar biasa sampai mengingat nama seluruh penanggung jawab berbagai kota Nona Besar”
“Hehe....tentu saja, akukan calon penerus. Cuma segitu sih hal sepele”
Lian dan Baixian saling bertukar pandang melihat Chyou berbangga diri, keduanya berani bersumpah sekilas hidung gadis tersebut seolah bertambah panjang saking sombongnya. Akhirnya Xuan Ru berat hati memberitahu cucu Patriachnya itu, untungnya berkat bantuan Bing Lian jadi lebih mudah menjelaskan semuanya.
Ekspresi sekaligus suasana hati Jin Chyou yang awalnya riang berubah menjadi wajah kaget bercampur ngeri, perlahan dia mengaktifkan Truth Seeker terus tersentak menatap tulisan di wajah Xuan Ru. Chyou mengedarkan pandangan kemudian menemukan hal serupa kepada tiap orang berseragam Noble Treasure Shed sekitar sana.
“Mustahil....uek!? Kenapa tidak ada satupun dari kalian mengabariku soal ini!?” jeritnya histeris.
><
“Memangnya kau pikir kami sedang melakukan apa gadis bego? Main catur?” Baixian menatapnya heran sambil duduk manis di pangkuan Lian.
“Aduh.....aduh....aduh....bagaimana ya?”
Sementara Jin Chyou berjalan mondar – mandir berkeliling ruangan akibat baru memahami parahnya kondisi Xintong para anggota Noble Treasure Shed lain terperangah saat mengetahui naga mungil berwarna putih tadi mampu berbicara. Mereka sebenarnya pernah mendengar kalau ada Spirit Beast ataupun Demonic Beast yang dapat berkomunikasi secara fasih dengan manusia namun baru pertama kali melihatnya langsung, itu menandakan betapa tingginya kemampuan makhluk tersebut. Baixian cuma menguap tanpa memperdulikan tatapan tercengang dari berbagai arah.
“Baiklah, ayo kita buru – buru membeli persediaan kemudian melanjutkan perjalanan. Pasti masih sempat”
“Dan meninggalkan semuanya di sini begitu saja? Jangan konyol Chyou” timpal Bing Lian menanggapi ajakannya.
“Mau bagaimana lagi!? Aku tidak mau bangun tidur dikelilingi oleh Undead!? Kau mau bertanggung jawab kalau mereka terpesona terhadap kecantikanku hah!? Maaf semuanya tapi percayalah nama kalian bakal terkenang, keluarga masing – masing juga pasti mendapat santunan”
“Dengarkan dulu makanya....masih ada cara untuk menyelamatkan seluruh penduduk kota”
“Eh? Anda serius?” Xuan Ru menatap Lian lekat – lekat meski nampak agak ragu.
“Sangat....”
“Walau rumit, Afterlife Transformation Sealed itu hanya sihir kelas rendahan. Anak Forging Qi saja mampu membatalkannya” tambah Baixian santai.
“Jika demikian....kumohon bantu kami Tuan Naga”
“Kenapa malah jadi mintanya kepadaku?!”
“Baixian....kau taukan kalau jurus ini adalah andalan salah satu kaisar Emperor Alliance Sect?!” Chyou melipat tangan masih meragukan informasi barusan.
“Ahh...dan kau sendiri taukan sedang berbicara dengan siapa?”
Jin Chyou seolah ditampar oleh pertanyaan Baixian apalagi sewaktu si naga menepuk – nepuk pipi tuannya, Chyou akhirnya memahami maksudnya. Benar juga pikirnya, sekarang dirinya tengah bersama sosok Ice Emperor. Murid terbaik Mask Sage serta kakak pertama para Cultivator mengerikan bergelar kaisar tersebut, mata Jin Chyou seakan mulai menemukan secercah cahaya harapan di tengah gelapnya rasa putus asa.
“Baiklah, senja sudah hampir tiba. Aku mungkin bisa membatalkan formasi sihirnya sebelum terlambat tetapi....aku butuh pertolongan kalian semua” ujar Bing Lian sembari membersihkan pundak jubahnya.
Ch.144 (172)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 28 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).