The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 286 - Purple Flame



Bing Lian berdecak pelan ketika satu per satu jenderal Medusa mengarahkan senjata ke arah mereka, rencananya mengancam Medusa dengan harapan dia masih takut terhadapnya akibat kejadian masa lalu gagal total. Awalnya Lian ingin mengintimidasinya sehingga Medusa setuju tanpa perlawanan mencabut kutukan dari Yao Sheyan.


Kehebohan yang dia ciptakan diawal kedatangan nampaknya belum cukup membangkitkan trauma Medusa ditegur olehnya dulu. Sebenarnya upaya Bing Lian tak seratus persen gagal total, terbukti Medusa membutuhkan waktu lama menganalisis situasi baru menyimpulkan dan berani mengambil tindakan ofensif.


Sejak awal kemunculannya, Medusa telah memperkirakan kekuatan pemuda berambut putih tersebut. Walau tau hanya setingkat Forging Qi, Medusa dibuat kebingungan karena dirinya mampu mengalahkan beberapa bawahannya dalam perjalanan menuju ruang tahta terutama dua penjaga pintu sebelumnya. Padahal sekilas jelas keduanya jauh lebih diunggulkan.


Terlebih ketika Bing Lian memanggilnya menggunakan nama asli makin menambah perasaan waswasnya, tetapi momen – momen berikutnya menyadarkannya akan sesuatu. Jika orang itu Ice Emperor, mustahil baginya meminta tolong pada Medusa. Ia bakal langsung mencekik Medusa terus menghitung hingga sepuluh sampai Petrified Gaze ditarik kembali atau leher patah sebagai gantinya.


Lian terkenal berbahaya nan bengis saat berada di kondisi primanya, hal ini menyebabkan kawan maupun lawan tunduk bahkan tanpa sempat memikirkan kemungkinan menghadapinya. Begitulah yang Medusa alami usai didatangi sang Kaisar Es, selain daya tempur pribadinya masih ada lagi harus diperhatikan misal hendak mencari masalah dengan Bing Lian.


Yaitu keberadaan Lima Hewan Suci miliknya, sosok masing – masing sangat tersohor atas kehebatannya sewaktu mengacaukan Dao Realm sekaligus mengakibatkan para petinggi kelimpungan. Hanya individu tidak punya otak cukup gila berani menantang tuan penjinak kelimanya, Medusa pun ikut memperhatikan faktor tadi.


Soalnya gawat sekali nantinya kalau dia melakukan konfrontasi kepada dua bocah tersebut kemudian secara tiba – tiba muncul Raja Naga Putih Gunung Jianghou, Ratu Kirin Biru Danau Leidian, dan lain – lain siap menghabisinya. Namun berkat mengenal sikap angkuh Divine Beast berjuluk pembawa bencana barusan, Medusa punya keyakinan salah satu pasti hadir mengejeknya jika sungguh menyertai anak mengaku sebagai Bing Lian itu.


Nyatanya meski satu jam berlalu, tak ada tanda – tanda kehadiran mereka sehingga Medusa menarik kesimpulan wajah si pendatang cuma mirip dengan Ice Emperor. Mungkin caranya memperoleh nama aslinya masih menjadi misteri tapi sisanya jelas menunjukan ia merupakan seorang penipu yang hendak memanfaatkan identitas Ice Emperor menurut Medusa.


“Hahahahaha....sekarang mana ekspresi sombongmu keparat tengik!?” ujar Yercizath menjulurkan lidahnya sembari mendekat.


“Sheyan? Sebaiknya berlindung—“


Lian cepat mengambil posisi lebih depan layaknya perisai hidup karena entah dari mana makin banyak berdatangan manusia – manusia bersisik ular mengerumuni kelompoknya. Mata masing – masing kosong seolah dikendalikan, Bing Lian memutar otak mencari jalan keluar terbaik.



Medusa makin tersenyum lebar, dia sengaja memanfaatkan tahanan sebab tau nantinya membuat Lian kesulitan menyerang soalnya ada kemungkinan bocah tersebut enggan melukai sesamannya. Dan sekali lagi nampaknya dugaanya tepat, ketika Bing Lian pusing memikirkan situasi demikian di mana mengharuskannya melindungi Yao Sheyan juga Bubu, tidak melukai korban – korban tak bersalah Medusa, serta menanggulangi jenderal – jenderal berkekuatan setingkat Cultivator Core Formation tahap awal.


Sheyan menarik lengannya supaya mundur, tentunya Lian kaget menerima perilaku gegabahnya lalu hendak menegur. Sayangnya kejadian berikutnya memaksanya bersama penghuni – penghuni ruang tahta menutup mulut, Yao Sheyan membentuk kombinasi mantra tangan rumit dan mengakhirinya dengan menggerakannya jarinya secara horizontal.


Terciptalah garis melengkung pada tanah, awalnya semua kelihatan biasa saja sampai menyembur kobaran api keunguan besar dari sana. Jurus ini menyebarkan hawa panas ke segala penjuru, mengingat Medusa bersama koleganya merupakan makhluk berdarah dingin penyuka habitat lembab tindakan Yao Sheyan memberikan efek samping.


Kulit maupun mata mereka terasa terbakar, tahanan – tahanan dikendalikan Medusa pun merasakan hal sama kemudian menolak mandekat. Bahkan salah seorang kurang beruntung terkena sedikit jilatan benda tersebut harus rela berguling – guling sambil menjerit kesakitan hingga tak bernapas lagi.


Medusa melebarkan mata terus mengeluarkan desis marah usai ada bercak gosong menghiasi sisiknya, padahal bukan dia yang disentuh teknik unik Yao Sheyan. Dengan kondisi tadi sama saja membatasi dirinya menggunakan manusia dalam kendalinya buat bertarung karena tiap terluka ia juga bakal terkena imbasnya.


“Purple Flame?”


“Lian?” panggil Sheyan lirih sambil menoleh.


“Terima kasih sudah bersedia mengantarku, kau tidak perlu mengkhawaitrkanku lagi....aku mampu melindungi diri”


“Kau serius?” Bing Lian memastikan.


“Tentu....akukan cucu dari seorang Medicine Pillar”


><


Yao Sheyan kembali berfokus ke de depan, gadis itu memejamkan matanya sembari menarik napas panjang. Saat melek tatapanya penuh tekad seperti orang selesai memantapkan hati walau pipinya masih berkilau basah usai menangis, dia melakukan gerakan mendorong sehingga Purple Flame berubah mirip gelombang pasang yang siap menerjang ganas.



Akhirnya Medusa bangkit menebas serangan barusan, siapa sangka ia dipaksa harus turun tangan langsung oleh bocah – bocah Forging Qi ingusan. Sejak awal Medusa sadar betul akan potensi Sheyan, bahkan mungkin dia termasuk individu paling memahami hal tersebut.


Namun dia sulit mempercayai si gadis berkembang amat pesat sampai dapat menciptakan perubahan sihir elemen api, padahal Medusa mengira kemampuan bertempur Sheyan bakal terhambat akibat kebergantungan terhadap Petried Gaze.


Bukan Medusa saja, Lian pun ikut terkesan. Memang setelah diingat – ingat lagi momen tadi adalah kali pertama Bing Lian menyaksikan Yao Sheyan bertarung. Selama keduanya bersama dalam sudut pandang Lian salah satu anggota Twelve Cosmos Princess itu tidak lebih dari seorang Alchemist dengan kemampuan memasak payah.


Kerjaanya cuma mengurus kebun milik kakeknya dan meracik pil, tapi ternyata Yao Quon membesarkan seorang monster. Selain mewarisi Petrified Gaze, Sheyan terlahir sebagai jenius ilmu pengobatan serta kultivasi berkat Dantian satu elemenya yaitu api.


Harus digaris bawahi kalau api merupakan salah satu elemen dasar paling umum pada praktik bersama air, tanah, angin, dan petir. Makanya hampir seluruh Cultivator minimal setidaknya bisa menggunakan sihir tahap awal elemen – elemen tadi.


Sementara es, racun, cahaya, kayu, maupun besi digolongkan masuk kategori khusus atau istimewa. Perbedaan antara keduanya antara lain pemilik Dantian elemen unik pasti bisa menggunakan sihir elemen dasar sedangkan elemen dasar sebaliknya, mustahil bagi masing - masing mengaplikasikan teknik – teknik elemen khusus.


Ini mengapa Bing Lian, Yue Liyi, Hua Zhenya, She Mye, juga Tie Jin sangat pantas menyandang gelar mereka sekaligus dianggap sanggup menerima arahan dari Mask Sage. Tetapi elemen dasar sebenarnya tak boleh diremehkan soalnya mempunyai kelebihan tersendiri bernama perubahan jenis.


Contohnya api dipisahkan dalam dua kategori, yaitu Destructive dan Constructive. Sesuai sebutannya kedua tipe punya sifat saling bertolak belakang. Satu dimanfaatkan untuk menghanguskan musuh menjadi abu hingga tulang – tulangnya, perubahan destruktif yang paling terkenal adalah Black Flame. Jika Destructive dilambangkan negatif, maka Constructive merupakan lawannya yaitu positif. Sihir api ini bisa digunakan menyembuhkan serta menghadapi makhluk kegelapan, contoh tersohornya dikenal sebagai White Flame. Api para Phoenix.


Ch.286 (392)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 106 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).