The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 125 - Pemuncak Generasi Muda



Tie Mu melompat ke sana kemari layaknya bola yang memantul pada tanah untuk mengejar Yawen tanpa henti, lantai arena semakin bobrok akibat perbuatannya. Kerusakan karena duel tersebut kian parah seiring berjalannya waktu, bahkan kemungkinan besar jika tetap dibiarkan kedua petarung bakal melanjutkannya apapun resiko terhadap sekeliling mereka.


“Mau sampai kapan kau kabur tikus kecil?! Huahahahaha”


BLARRR!!!


“Melarikan diri? Kata – kata itu sudah lama hilang dari kamusku tua bangka!” ujar Long Yawen usai menahan ayunan penuh tenaga vertikal Tie Mu.


Pertemuan antara Hell Stick dengan tulang lengan Yawen menyebakan suara denting keras menggetarkan udara, walau pijakkan kakinya telah remuk berkeping – keping Long Yawen masih mampu berdiri tegak serta tersenyum.


“Dragon Fang Sixth Style – Cloud Explorer!”


DUAARRR!!! ROARRR!!!


Ledakan ditambah raungan seekor naga terdengar saat Long Yawen melepaskan pukulan atas yang menghantam telak Tie Mu, energi hitam panjang seperti ular muncul menembus langit istana Black Dragon Empire.



Penampakan tadi bukannya membuat takut para penduduk, malah mereka semua langsung memberikan siulan dan tepuk tangan meriah. Fenomena cukup aneh, namun nampak kejadian ini sering terjadi sehingga kelihatannya masyarakat kota Mianqiu telah terbiasa juga mengetahui dalang dibaliknya adalah Tuan Putri mereka.


“Gila....apa – apaan kekuatan barusan? Apa Body Refining benar – benar bisa melakukan hal begini?” Feng Ai berbisik tidak percaya sekaligus kagum.


Badan Tie Mu terpelanting layaknya batu tertabrak roda kereta kuda, beberapa menit berselang ia bangkit kembali sembari memegangi salah satu lengannya yang patah. Dengan gerakan – gerakan tertentu dia berhasil mengembalikan posis tulangnya ke posisi semula.


“Sial....jika dilanjutkan terus nyawa bocah ini dalam bahaya, meski seorang pecundang diakan tetap pemilikku sekarang”


Ketika dirinya masih berpikir, Long Yawen keluar dari balik asap debu di sekitar masih sehat dan bersih sama sekali tak kelihatan tengah bertarung sementara lawannya sudah babak belur hampir kehabisan tenaga. Sesuai ucapan Guanting, Unlimitied Recharge menjadikan Yawen sosok mesin tempur tidak kenal lelah.


“Oi iblis menjijikkan. Trikmu habis ya? Ayo sini maju lagi” kata Yawen memprovokasi menggunakan gerakan jarinya.


“Hihihi....jaga mulutmu gadis kurang ajar, aku sebenarnya tak keberatan menemani perempuan secantik dirimu sebulan sekalipun. Tetapi kau tentu tau kalau ada awal maka ada juga namanya akhir”


“Ohhh? Menarik! Sesungguhnya akupun mulai bosan, berikan jurus terbaikmu”


Mendengar kalimat meremehkan lawannya, urat saraf penghuni Hell Stick yang mengendalikan tubuh Tie Mu berkedut kesal. Dia akhirnya memasang kuda – kuda sambil mengalirkan Qi ke tongkat tersebut, begitu ia menghentakkan kaki energi luar biasa menyelimuti sekujur kulitnya.


Perlahan ujung senjatanya bertransformasi agak mengerucut seperti bor teramat panjang, Hawa Jahat merembes keluar dari dalamnya tanpa henti. Dia berbisik lirih dan mengakibatkan satu per satu elemen pada Spirit Root Tie Mu ikut membungkus Hell Stick.


“Hehehehe....huahahaha....benar – benar! Memang harusnya sejak awal begini!”


Mata Long Yawen berbinar – binar penuh semangat, sembari masih tertawa ia melebarkan kedua tangan layaknya burung bangau lalu merendahkan badannya sampai punggungnya terlihat oleh Tie Mu. Qi tidak kalah mengerikan menguap melalui tubuhnya menandingi Hawa Jahat di seberang, mereka sama – sama bersiap melepaskan serangan pamungkas.


“Gawat....” Long Guanting segera memindahkan Feng Ai agak menjauh terus hendak membentuk mantra.


Namun belum sempat Guanting mengucapkan tekniknya untuk melerai, dua petarung sudah menerjang musuh masing – masing. Tie Mu maju menusuk dengan tongkat berlapis Qi elemen air, angin, serta besi yang siap menembus apapun di hadapannya, sedangkan Long Yawen melompat sebelum melakukan tendangan menukik bagai seekor burung elang kelaparan. Awan hitam berwujud naga menambah kenjang lajunya mengincar mangsa.


“Clavija del Infierno!”


“Dragon Fang Fifth Style – Fantastic Lunge!”



BAMM! JDUARRR! BLEGAR! BRRRR....!!!


><


Tak butuh waktu lama kelihatan sesosok pemuda terhempas hingga menempel kepada tembok tribun, tubuhnnya melesak ke dalam sana dan ia nampak sudah kehilangan kesadaran. Saat mereka berpikir akhirnya kekacauan itu berakhir, Long Yawen muncul masih dipenuhi ekspresi belum puas.


Ia bergerak lagi masih hendak menyerang Tie Mu, kelihatan sekitar paha kanannya terdapat luka berlubang parah akibat jurus lawannya barusan. Tetapi dalam sekejap kulitnya menutup seperti cederanya tidak pernah ada, ketika Yawen tinggal terpisah beberapa meter dengan pemuda tersebut sebuah gelombang angin menghantamnya sehingga terpaksa mundur.


“Cih!?”


“Yaya? Cukup, kita tak menyerang lawan yang telah tidak berdaya” ujar Long Heiyan si pelaku penyerangan, ia menyentil udara menggunakan jari kelingkingnya demi menghentikan tindakan kurang terpuji cucunya.


“Tapi kek!? dia—“


“Jangan membantah....”


Long Yawen berdecak kesal terus memasang wajah cemberut, Ayahnya tiba di sampingnya sambil menggeleng – gelengkan kepala heran ingin sekali memarahi sang putri. Long Guanting lalu mengumumkan pemenangnya kepada seluruh hadirin di arena, Yawen yang bosan langsung berbalik hendak pergi tapi baru saja dia melakukannya, Tie Mu membuka mata.


“Matilah kau gadis tengi—“


BUAKH! JDES! WUSHH...!!!


Sebuah hantaman palu mendarat tepat mengenai belakang kepalanya, Tie Mu terjerembab lemah sampai mukanya mencium tanah. Ternyata Feng Ai datang tepat waktu untuk melepaskan kendali Hell Stick terhadap seniornya.


Namun pemandangan mengesankan lain terjadi, sebenarnya kalaupun Feng Ai tak ikut campur kaki Yawen sudah mengangkat tinggi siap melepaskan tendangan. Jika Feng Ai terlambat memukul Tie Mu sepersekian detik saja, kepala cucu Sturdy Emperor pasti telah terkena sapuan cepat Black Dragon Princess.


“Yahhh....” Yawen menghela napas kecewa.


“Sejak awal....kau menyadari dia bepura – bepura dan menunggu kesempatan menyerang?”


“Ahhh....begitulah, sayang sekali”


Feng Ai menelan ludah sebelum menatap Long Yawen dari atas ke bawah, dalam hati ia membatin inilah perbedaan kelas antar Cultivator akibat bakat. Meskipun sering disebut sebagai jenius Tough Hammer Altar, hari itu mata Feng Ai seolah terbuka melihat kemampuan anak perempuan di hadapannya.


Yawen bisa dikatakan sempurna dari segala sisi. penampilan, kekuatan, kecerdasan, insting, latar belakang, semuanya tanpa celah sedikitpun. Dialah salah satu orang yang menduduki posisi puncak Cultivator generasi muda, Feng Ai baru pertama kali menemui sosok sedemikian hebatnya.


><


“Tuan Putri?”


“Hmm?”


“Seniorku bertarung sembari dikendalikan oleh senjatanya, bisakah kau menganggap semuanya tidak pernah terjadi?” tanya Feng Ai serius.


“EH?!”


Terdengar seruan heran dari segala penjuru, para anggota Tough Hammer Altar tak percaya Murid Suci mereka mengucapkan kalimat memaksa begitu terhadap Tuan Putri Black Dragon Empire usai ia memenangkan duel. Sementara di lain sisi Long Yawen cuma memiringkan kepala menunggu gadis tersebut menyelesaikan apa yang ingin disampaikannya.


“Tetapi sebagai gantinya....maukah anda bertukar ilmu denganku?”


“Eeeeh....kau menarik sekali, menurutku kau hanya mencari alasan tuk melawanku karena aku telah menghajar Seniormu hihihi....” Long Yawen menyeringai lebar.


Ch.124 (140)