
Ketika papan mulai dipasang sebagai sarana untuk menuruni kapal, bagaikan badai Jin Chyou disusul Xue Yi mendahului Song My padahal wanita itu merupakan pimpinan yang ditunjuk langsung oleh Matriach buat menjalankan misi penjemputan warga Seed Repository Village. Keduanya berjalan mendekati Bing Lian dengan langkah tangkas.
Lian masih tersenyum berusaha terlihat setenang mungkin, Baixian berdiri di belakang menaikan sebelah alis berandai – andai bagaimana cara sang Tuan kali ini keluar dari situasi kurang kondusif tersebut. Saat dikira semua terlambat ternyata Bing Lian bicara dahulu sembari memegangi tangan Chyou sebelum si Noble Treasure Princess sempat mengomel.
“Kau baik – baik saja? Tidak ada yang terluka bukan?”
“Sialan kemana—eh? Ya aku bersyukur masih sehat dan utuh....t..ta...tapi....”
“Hmm? Kenapa wajahmu bingung begitu Nona Jin?” Lian memirinkang kepala.
‘Hahh....dia mengkhawatirkan aku! Akhirnya perasaanku ter—‘
“Kau sendiri Junior Xue?”
“Umm....sama, senang melihatmu pulang dengan selamat Senior Bing” sahut Xue Yi senang sebab berikutnya Bing Lian beralih kepadanya terus melakukan hal serupa.
“Ugh....itu ternyata cuma formalitas!?”
“Dasar bodoh, bisa – bisanya kau terkena tipuan murahan begitu?”
“Apa katamu!? Siapa tadi yang bicara?! Coba tunjukan batang hidungmu brengsek!”
“Aku....masalah buatmu?” pria bertudung dekat Lian memperlihatkan wajahnya sebelum menghela napas panjang.
“Suara barusan....BAIXIAN!??”
><
“Junior Bing?” sapa Song My memberi hormat.
“Ah halo Senior Song”
“Para Matriach sudah tidak sabar menemuimu”
“Sungguh? Apa mereka mengetahui keadaanya?” Bing Lian bertanya sembari melipat tangan.
“Kurang lebih....”
“Bagus....jika demikian sebaiknya kita buru – buru”
Song My mengangguk mengerti kemudian memberikan arahan terhadap anggota – anggota Frozen Swan River lain membantu penduduk desa menaiki kapal serta mengangkut barang – barang berharganya. Beberapa yang kurang berguna diminta agar ditinggalkan saja supaya muatan tidak berlebih, karena sekarang tujuan utama adalah mengangkut semua orang. Materil masih dapat dicari lagi sedangkan nyawa tak bisa.
Lian ikut menolong evakuasi maupun seleksi, saat Baixian melakukan pemeriksaan terakhir dan memastikan setiap penghuni Seed Repository Village telah di atas tanpa tertinggal ia kembali ke sisi Bing Lian lalu menbentuk lingkaran menggunakan jarinya menandakan seluruhnya aman.
Akhirnya ketiga Spirit Boat membuka layar masing – masing demi melayang kembali menuju sekte, kebanyakan memilih berdiri sekitar buritan demi melihat tempat tinggal mereka mungkin tuk terakhir kali. Lian pun ikut serta tapi fokusnya lebih tertuju pada langit di mana aura hitam kurang mengenakan pekat memancar.
Ia menggeleng – geleng sebentar terus lanjut bergerak menuju dek kapal tempat semua temannya berada, Jin Chyou mengamati Baixian dalam – dalam sambil mengelus dagu. Matanya menyipit penuh selidik hingga urat pelipis Baixian berkedut – kedut kesal menerima perlakuan tersebut.
“Jadi begini wujudmu....kau sengaja mengecil supaya aku memangku dan mengajakmu mandi ya Baixian!? Dasar mesum!”
“Jangan konyol gadis bodoh! Aku seorang Divine Beast mana tertarik kepada tubuh bertulang lunak milik manusia! Lagi pulakan kau yang selalu menyeretku kemana – mana, aku sudah bilang jika aku bukanlah boneka!”
“Eeeehhh....kau kira aku bakal semudah itu percaya?” ujar Chyou penuh keraguan.
“Ugh....kau dengan gampangnya terkena tipuan murahan Bing Lian tapi mengapa bisa sangat keras kepala serta mencurigaiku?”
Baixian tak habis pikir akan jalan berpikir Jin Chyou, perasaanya juga mulai kurang nyaman terlebih pandangan setiap anggota Frozen Swan River tertuju padanya. Penampilan manusia Baxian memang memiliki daya tarik tersendiri jika diperhatikan baik – baik, dia tinggi nan tampan terlebih mempunyai dua tanduk pendek menghiasi bagian atas dahinya.
Sayangnya protes Chyou sebelumnya didengar oleh hampir semua orang sekitar geladak sehingga dirinya malah kali kini selain mendapat tatapan penasaran karena merupakan seorang laki – laki tetapi juga memperoleh kerlingan sinis, kebanyakan dari mereka nampaknya sudah kurang berminat memperhatikan Tuannya.
Sekarang Baixian perlahan dapat memahami alasan Bing Lian selalu mengenakan Black Yaksha Mask, dia berjanji dalam hati tidak bakal lagi menyuruhnya melepaskan barang terkutuk itu dari mukanya sebagai bentuk penyesalan. Menyadari Lian melintas Baixian buru – buru melepaskan diri kemudian mendekatinya.
“Maaf.....”
“Kau benar, nampaknya aku memang lebih cocok berwujud begini....” Baixian bicara lelah terus balik ke bentuk naga putih mungilnya.
“Pfft!? Selamat datang Raja Cacing Albino Gunung Jianghou....”
“Lian....!? Kau—“
“Baixian!? Ceritakan bagaimana hibernasimu” seru Jin Chyou senang merangkulnya dari belakang secara tiba – tiba.
“WOAAAH LUCUNYA!”
“Hey lepas—ahh....sudahlah....kalian manusia perempuan memang makhluk yang sulit dimengerti”
Baixian akhirnya pasrah dikerubungi para gadis, mereka terus menerus mencubiti pipinya disebabkan wujud menggemaskannya sekarang tanpa sadar kalau telah menghancurkan niatnya untuk berpenampilan keren buat selama – lamanya. Bing Lian sendiri mencoba menghindari keributan itu, dia berdiri pada bagian terdepan kapal sebelum menarik napas panjang kemudian menghembuskanya dengan ekspresi muram.
“Kukira bakal menemukan beberapa tahanan, karena laporanya berkata adanya serangan. Nyatanya malah bersih sekali” Chyou menghampirinya setelah merelakan Baixian berpindah tangan entah kemana.
“Aku sudah menghabisi semuanya”
“Eeeeh....tidak seperti biasanya, kupikir kau lebih condong menangkap sebagian kemudian melakukan interogasi atau semacamnya”
“Aku memang melakukannya”
“Oh begitu rupanya, apakah pria berjuluk Ice Emperor memang selalu berada satu dua langkah lebih depan ketimbang orang lain bahkan sejak zaman dahulu?” celetuk Jin Chyou menatap wajahnya melalui samping dengan menjulurkan kepala.
“Entahlah, nampaknya kau bertanya pada orang yang salah. Seharusnya kau menanyakanya ke kakekmu Nona Jin....”
“Hehehe....lalu mengapa kau kelihatan gundah Yang Mulia? Kau kelihatan berusaha menghirup bau sesuatu namun aku tidak menemukan apa – apa. Huh! Huh! Huh!”
“Sebenarnya aku....mulai mencium aroma daging busuk dan darah semakin mendekat....” Bing Lian menjawab pelan meski tau kemungkinan gadis di sampingnya tidak memahami maksud ucapanya tadi.
><
Sesampainya di Frozen Swan River Song My meminta Tetua lain mengambil alih pimpipnan terus berangkat bersama Lian, Chyou, Xue Yi, dan Baixian menuju kediaman Matriach. Setibanya ketiga wanita itu menyambut Lian dengan raut harap – harap cemas berharap setidaknya ada kabar baik yang dirinya bawa.
“Aku berhasil....” ujar Bing Lian sebelum mereka sempat bertanya.
“Hah.....”
Masing – masing akhirnya mampu duduk juga bernapas lega, kekuatan kaki mereka buat berdiri bahkan menghilang saking tegangnya. Lian mengucapkan selamat atas keberhasilan sekte khusus perempuan tersebut terbebas dari ancaman Fairy Snow, Song My saling bertukar tatapan gembira bersama Xue Yi.
Tetapi Lian langsung melanjutkan ke topik berikutnya agar semua orang dalam ruangan sadar berbahayanya situasi sekarang, ternyata pihak Frozen Swan River telah mengetahui pergerakan pasukan Black Graveyard Sect berkat surat yang dikirimkan kepada Jin Chyou oleh Jin Chen beberapa hari lalu.
“Aku akui kami sedikit terlambat mengambil tindakan buat mengantisipasi penyusupan terhadap Seed Repository Village” Sun Bingbing tersenyum ketir.
“Apa ada informasi lain disertakan dalam suratnya?”
“Sayangnya tidak, aku cuma disuruh buat meninggalkan lokasi secepat mungkin”
Bing Lian mengangguk memahami kekhawatiran Jin Chen atas nasib cucunya, bisa – bisa dia kehilangan aset berharga kalau Chyou sampai terbunuh. Kemudian Lian meminta perhatian mereka sebab hendak menjelaskan hasil penagamatanya selama terbang menuju kemari dari habitat Fairy Snow, contohnya seperti jumlah pasukan dan sebagainya.
Namun saat masih membahasnya ekspresi Bing Lian, Baixian, Sun Bingbing, Wang Yue, maupun Dian Wenji mendadak berubah tegang. Kelimanya menoleh hampir bersamaan menuju arah yang sama, Jin Chyou memiringkan kepala penasaran lalu bertanya mewakili dua anggota diskusi lainnya, “Ada apa? Kenapa kalian tiba – tiba diam?”.
“Kita....kedatangan tamu.....”
Ch.200 (266)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 66 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).