
“Kau baik – baik saja? Wajahmu merah sekali....” celetuk Lian menempelkan punggung tangannya ke dahi Sheyan.
“Hiyyyy!?”
“Eh?”
Bing Lian mengerjapkan mata heran karena Yao Sheyan buru – buru mundur secepat kilat sambil menatapnya seolah dia adalah virus mematikan, sebelum sempat mendekat Sheyan mengangkat tangannya meminta supaya pemuda itu berhenti.
“Tidak....mundur....hah....hah, kondisiku normal kok” Yao Sheyan tersenyum kaku dengan napas tercekat.
“Sungguh? Suhu tubuhmu dan detak jantungmu menunjukan hal sebaliknya lho”
“Ah...ini....efek samping terbang barusan hahaha....aku memang sedikit mabuk ketika berpergian menggunakan cara demikian. Syukurlah bisa menginjak tanah lagi.....”
“Baiklah kalau kau berkata begitu” sahut Lian menyembunyikan tangan dalam lengan jubahnya.
Yao Sheyan berbalik mengelus – ngelus tanah biar lebih meyakinkan terus mengumpat tanpa mengeluarkan suara mengutuk sikap mencurigakannya, dia sesekali bahkan menampar pipinya kesal soalnya merasa otot – otot sekitar sana amat tegang sewaktu bicara meladeni Bing Lian. Bubu memiringkan kepala bingung menonton tingkah laku tuannya.
Sekitar lima menit berselang, Sheyan menarik napas panjang dan menghampirinya. Lian sengaja memberinya kesempatan menenangkan diri meski tentu tak punya petunjuk sedikitpun gadis tersebut kenapa beberapa saat lalu, Bing Lian memimpin kelompok mereka menuju titik ideal buat mengamati.
Melalui balik semak – semak, Lian memperlihatkan sebuah pintu masuk tinggi dengan kumpulan pengawal berbaris mengapitnya. Jumlahnya cukup banyak, bukan cuma dekat situ saja. Pasukan – pasukan betudung cokelat serupa bersenjatakan busur nampak bersedia pada lokasi – lokasi tertinggi siap mengambil tindakan atau mengumumkan misal menemukan suatu hal janggal.
“Mereka kelihatan seperti....”
“Manusia bersisik ular, pernah kuberitahu bukan kalau Medusa mengincar orang biasa terutama untuk memperbesar koloninya. Kalau tidak segera bergerak menurutku kau akan menjadi salah satu dari sosok tersebut beberapa tahun lagi”
“Ugh....ogah” Yao Sheyan merinding membayangkannya.
“Itulah mengapa kita datang kemari, supaya kutukanmu dilepaskan olehnya”
“Terus....apa kau ada cara menyelundup ke tempat penuh penjaga begini?”
“Apa maksudmu? Kita masuk lewat pintu depan” balas Bing Lian santai.
“HAH!?”
“Ssssttt....”
Lian menempelkan jarinya menuju bibir Sheyan lalu menyoroti para pemanah, seandainya telah mempunyai Divine Sense pasti prosesnya jauh lebih cepat pikirnya. Sesudah puas memastikan dan menimang – menimang tindakan berikutnya, Bing Lian menggerakan luwes tangannya.
Flying Sword berwarna keunguan juga berselimutkan kabut tipis muncul di antara keduanya, senjata itu melayang mengitari kepala masing – masing seolah memiliki pikiran sendiri. Padahal sebenarnya hanya mengikuti instruksi lincah jari – jari Lian, begitu Bing Lian mengibaskan lengannya bilah tajam barusan melesat dengan berputar cepat.
“Mari lihat apakah kau masih tajam seperti dulu Silent Fog” Lian berguman pelan.
Secara bertahap tiap pusingan suara serta wujud si pedang makin menipis sampai benar – benar hilang sama sekali, memang inilah kemampuan utamanya yang biasa digunakan membunuh dalam diam. Seorang penjaga tengah menguap bengong sebentar sebab pandangannya tiba – tiba terbalik, otaknya terlambat mencerna informasi sehingga belum mengetahui mengapa dirinya bisa tewas.
Padahal lehernya sudah terpotong layaknya tahu oleh senjata tidak kasat mata, Silient Fog melanjutkan tugasnya memenggal setiap pemanah dalam pos mereka. Sewaktu anak buah Medusa bingung rekannya tergeletak berlumuran darah, kurang dari sedetik ia pun menyusul tanpa sempat sadar jika baru saja mati apalagi berteriak memperingati.
Silent Fog bisa dibilang merupakan koleksi Ice Emperor paling banyak merengut nyawa musuh – musuhnya, kesampingkan Continental Eater karena selama kehidupan pertamannya dia bukan berada di tangan Lian. Mungkin tak berlebihan menyebutnya sebagai pilihan favorit Bing Lian, alasannya sederhana. Pedang ini efektif serta memperkecil kesempatan orang menujukan perhatian berlebih kepadanya.
Lian dapat menghabisi targetnya kemudian membiarkan individu sekitar sana saling bertukar tatap ngeri seakan menonton hantu membunuh manusia, tetapi tentu hanya berfungsi maksimal untuk melawan kategori tertentu. Mengingat kelasnya yaitu Spirit Tools Heaven Mid-Tier, bertemu Core Formation tahap akhir dan Nascent Soul hasilnya pasti jauh berbeda.
Silent Fog menancap ke tanah bermandikan cairan merah berbau amis, Yao Sheyan bergeser sedikit soalnya letaknya tepat di samping kakinya. Bing Lian menjentikan jari lalu mengakibatkan pedang tadi berputar kembali membersihkan bekas perbuatannya sebelum menyimpannya lagi di dalam Galaxy Ring.
“Pekerjaanmu tak pernah mengecewakan....”
PLAK!
“Mau sampai kapan kau menyentuh bibirku?!” desis Sheyan usai menampar tangan Lian dengan pipi memerah campuran kesal serta malu.
“Ahh....maaf, aku lupa”
“Cih...!?”
“Ayo, sekarang yang tersisa cuma penjaga gerbang”
“Bagiku kau barusan hanya mengurangi peluang kita dihujani anak panah, menghadapi musuh berjumlah lima puluh orang bukan hal mudah lho”
“Kau mengatakannya seolah tindakanku sebelumnya bukan apa – apa padahal jumlahnya hampir sama, yah....untung saja tingkat kekuatan mereka kisaran Foundation Realm Early-Stage” Lian menggaruk – garuk pipinya.
Sementara di lain sisi Yao Sheyan menatap aneh dirinya berkata demikian, bagaimana mungkin seorang bocah Forging Qi membicarakan Foundation Realm seolah tahapan itu tak memiliki ancaman berarti. Sebelum berangkat menghampiri pintu masuk markas Medusa, Bing Lian memberitahu Sheyan agar memastikan setiap inci badannya tertutup jubah pemberiannya.
Sheyan tersentak kaget, dia bahkan lupa terakhir kali Lian memakaikannya benda ini saking terlalu banyak kejadian dalam kurun waktu singkat. Saat bertanya alasannya, Bing Lian malah menyuruhnya melihat pantulannya sendiri pada genangan air sekitar sana.
Meski bingung, Yao Sheyan menurut karena dasarnya memang penasaran. Betapa terperanjatnya Sheyan menemukan bayangannya tidak ada, ia melambai – lambaikan tangan namun hasilnya nihil. Begitu membuka tudungnya barulah Yao Sheyan menyaksikan pemandangan mengerikan kepalanya melayang mirip kisah – kisah hantu orang zaman dulu.
“Lian?” panggilnya lirih.
“Ya?”
“Bagaimana caranya kau menyimpan barang – barang kurang wajar begini? Jujur kepadaku, kau—“
“Aku tak memakainya mengintip, sumpah. Mengapa semua kenalanku selalu berpikir demikian saat kuperlihatkan sih?” ujar Bing Lian menghela napas lelah.
Jubah tersebut bernama Unseen Robe, sebuah Spirit Tools istimewa kelas Immortal Low-Tier pemberian Hao Ren untuknya dulu sekali. Mask Sage menyerahkannya kepada Lian ketika mengirimnya melaksanakan tugas rahasia di luar Benua Huawai, seperti ucapan Lian tadi. Pasti siapapun pertama kali ditunjukan Unseen Robe akan menuduhnya melakukan hal – hal konyol.
Sesuai karangan Yao Quon, Bing Lian terpaksa membuat cerita fiksi tentang koleksi – koleksinya adalah warisan dari ayahnya yang sebenarnya dirinya sendiri sebagai Ice Emperor untuk menenangkan Yao Sheyan. Untungnya kalau sudah menyangkut sahabat kakeknya gadis itu jauh lebih kalem.
“Ngomong – ngomong mengapa kau meminjamkannya padaku?”
“Eeee....kau janji tak marah atau tersinggung?”
“Selagi rasional aku maklumi....” Sheyan mengangkat kedua bahunya.
“Sejak melihat Ancient Serpent Valley maupun diturunkan Mingwang, kau nampak sangat tertekan. Terlebih sebelumnya kita sempat terpisah ketika awal datang jadi aku ingin supaya kau merasa aman saja untuk menebus kesalahanku itu.....”
“Kau....tak perlu memikirkannya, aku pun ceroboh malah keluyuran saat tersesat”
“Sekarang berbekal Unseen Robe, mustahil musuh bakal mengincarmu. Kau tinggal berlindung dibalik punggungku mengerti? Kendati nantinya harus bertempur sekalipun, kau cuma perlu mundur”
“Kau mengkhawatirkanku sebegitunya?”
“Kalau tidak, buat apa aku jauh – jauh kemari mengantarmu Nona Yao?” kata Lian heran.
Ch.279 (381)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 102 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).