The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 103 - Gift Bizzare Eyes



TEK!!!


Jin Chyou langsung mematung ketika melihat wajah dibalik topeng menyeramkan itu, mata birunya seolah menghipnotis Chyou hingga kontrol Qi miliknya kacau dan menyebabkan bajunya basah kuyup seketika. Kejadian ini terjadi cukup lama sampai Bing Lian akhirnya memutuskan mendekatinya dengan membukakan jubah sebagai pelindung dari air hujan untuk mereka.


“Nona Jin? Anda baik – baik saja? Cultivator juga bisa terkena flu lho?”


“Eh? HIIIYYY....!?”


Cucu kesayangan Fortune Pillar tersentak kaget lalu buru – buru bersembunyi ke pohon terdekat sembari memegang pipinya. Itu adalah kali pertama dia melihat pria serupawan barusan, bahkan pangeran mahkota White Tiger Empire yang digadang – gadang merupakan laki – laki paling tampan di benua Huawai sekarang sekaligus mantan tunangannya tidak mendekati level Ice Emperor.


‘Mustahil...!!! Bukankah seharusnya dia pria tua keriput!? Tetapi menurut informan ia baru menjadi murid sekte beberapa tahun kemarin dan menurut pengamatanku atas penampilannya usia kami tak terlalu jauh. Mari ingat Chyou, apakah ada catatan mengenai teknik terlarang bisa yang membuat awet muda? Atau dia terus bergonta – ganti tubuh selama lima ratus tahun terakhir? Benar! Mungkin saja—Ahhh.....!!! Aku jadi tak mampu berkonsentrasi!!!’


“Bocah itu kenapa?” celetuk Baixian heran melihat Jin Chyou memijat – mijat keningnya sendiri.


“Entah....”


Lian menyahut pelan sebelum menunggu Chyou menenangkan diri, lima menit berselang anak perempuan tersebut menarik napas panjang dan kembali pada Bing Lian. Dia menyambutnya sambil tersenyum hangat, berusaha agar sang gadis merasa nyaman sehingga tidak bertingkah aneh lagi. Namun perbuatannya justru menyebabkan Jin Chyou tak melanjutkan langkahnya kemudian menjaga jarak sejauh sepuluh meter.


“Eee....apa kita jadi berdiskusi?”


“T...te...tentu Yang Mulia!”


'Kenapa tiba – tiba dia bicara formal sekali? Kemana sikap kurang ajarnya seperti saat di restoran tadi? Kau yakin tidak mengenainya waktu bertarungkan? Kupikir kepalanya terbentur....’ Baixian berkomentar.


Bing Lian memutuskan mengabaikan Baixian terus mulai bergerak keluar kota menuju arah utara sesuai petunjuk pemilik restoran, dia mengikuti tanda adanya penginapan kecil yang dipasangkan pada kiri kanan jalan. Keduanya berjalan dalam diam ditemani suara rintik hujan.


CTAK!!!


“Eh?”


“Maaf lancang, bukan bermaksud meremehkan Nona. Tetapi aku jadi gatal ingin membantu karena melihatnya sejak tadi....”


“T..te..terima kasih” balas Jin Chyou merasakan hawa hangat menyelimuti dirinya, saking paniknya ia bahkan lupa mengeringkan bajunya yang basah sebelumnya dan malah dibantu oleh Lian.


“Sama – sama....”


“Bolehkah....aku menanyakan sesuatu?”


“Hmm? Kupikir kita akan bicara setelah tiba di tempat aman yaitu penginapan”


“Ah....kalau anda tidak berkenan maka—”


“Silahkan, tapi aku hanya akan menjawab pertanyaan yang ingin aku jawab saja. Dan tolong berhenti bicara begitu, meskipun kau mengetahui identitasku. Aku sudah hidup hampir tujuh belas tahun sebagai anak seusiamu....” Bing Lian menegurnya lembut.


“Eeee....b..ba..baiklah. Akan aku usahakan Yang Mu—“


“Lian, panggil saja dengan nama. Aku bukan seorang Traitor Emperor lagi”


“Ugh....dimengerti, aku minta maaf atas kata – kata kasar serta tanpa dasar milikku sebelumnya. Namun maukah kau memberitahuku bagaimana carnya dirimu mengetahui semua itu? Perihal hilangnya warga kota....”


Lian berpikir sejenak mencari jalan paling ringkas menjelaskan semuanya, memang sejak berada cukup dekat dengan kota dia sudah mendengar banyak sekali suara orang memanggil – manggil dalam radius kurang lebih lima kilomeeter. Entah mencari keluarga, anak, kekasih, atau siapapun itu.


Petunjuk berikutnya adalah usai pertemuan mengejutkan bersama Jin Chyou terus menuju ke restoran, Bing Lian menemui banyak rumah sedang berkabung. Kebanyakan pemiliknya memasang ekspresi cemas serta sedih yang sama, seolah tengah menunggu kabar tanpa kepastian. Dari sana Lian mulai mengerti kalau sedang ada hal tidak beres di kota.


Saat bertarung melawan para Cultivator Skull Crown Mountain ia langsung tau kalau mereka adalah penganut ilmu aliran hitam yaitu Corpse Cultivator, yang berarti semuanya makin jelas kalau sekte tersebut menculik banyak warga untuk dijadikan sebagai bahan percobaan teknik keji mereka.


“MAAF! AKU SUNGGUH TIDAK MENYADARINYA!” teriak Jin Chyou membungkuk penuh penyesalan.


“Itu hal wajar, jangan terlalu dipikirkan. Sepertinya kita sudah hampir sampai”



Bing Lian dan Jin Chyou bersama – sama memasuki sebuah penginapan tua kecil yang terlihat memiliki kurang dari sepuluh buah kamar, pemiliknya adalah seorang wanita tua ramah. Dia segera menyuguhkan teh hangat begitu melihat kedatangan mereka.


Lian memberitahunya kalau ia ingin menyewa dua kamar untuk dirinya dan Chyou, sayangnya nenek tersebut menjawab cuma bisa menyediakan satu saja tempat nyaman bagi keduanya menginap. Karena sisa ruangan lain sedang rusak akibat para Cultivator Skull Crown Mountain selalu mampir kesana usai menjarah kota. Bukan hanya tinggal tanpa membayar, mereka sering kali merusak semua fasilitas di situ.


“Mengapa nenek masih bertahan kalau kondisinya demikian? Jarak dari tempat ini ke kota bahkan lumayan jauh. Tetanggapun tidak ada bukan?” Jin Chyou bertanya iba.


“Hohoho....aku hargai kekhawatiranmu Nona manis, tapi ada beberapa alasan membuat wanita tua ini enggan tuk pergi”


Beliau mulai bercerita kalau ia menunggu kepulangan anaknya yang sedang bersekolah atau mencari ilmu ke Weadalia Empire. Kerajaan itu memang dikenal atas kemajuan bidang pengetahuan maupun teknologinya sehingga banyak orang berbondong – berbondong merebutkan gelar sarjana di sana, Lian mengingat kalau ketiga kakak laki – laki Lu Xiulan juga tengah merantau sama persis seperti putra sang pemilik penginapan.


“Sudah berapa lama anda menanti di sini?” celetuk Lian tiba – tiba.


“Tiga puluh tahun, aku memang orang tidak berpendidikan yang kurang tau mengenai lamanya menimba ilmu. Namun aku harap ia segera menyelesaikannya”


“Mustahil. Itu berarti—“ Jin Chyou berhenti tepat waktu sebab tatapan tajam dari Bing Lian.


“Apa anda punya pesan untuknya? Aku punya rencana berkunjung ke Weadalia, siapa tau aku bisa bertemu dengannya”


“Sungguh!? Terima kasih anak muda, aku memang telah lama ingin bertukar kabar dengannya namun tak punya dana yang cukup. Kaki tua ini juga terus protes kalau memaksa pergi jauh” kata nenek tersebut mengeluarkan secarik kertas usang, menandakan telah ditulis sejak beberapa tahun sebelumnya.


“Pan Fen? Akan kuusahakan memberikannya pesanmu Nyonya....”


“Terima kasih, sekarang ayo ikuti aku. Kutunjukan kamarmu dan adikmu yang cantik”


“Adik!?—“


“Ada masalah?”


“Tidak ada....” Bing Lian menjawab tersenyum sembari menutup mulut Jin Chyou, jelas sekali gadis itu hendak protes.


Mereka diantar menuju kamar paling ujung di lantai atas, ruangannya cukup luas dan memiliki kasur tingkat beserta perabotan tua lain. Lian mengangguk senang usai mengusap jarinya ke salah satu meja, walaupun terlihat kumuh tetapi tempatnya ternyata cukup terawat nan bersih.


“Kapan kau mengaku aku sebagai adikmu dan mengapa?” tagih Chyou langsung usai nenek pemilik penginapan pergi sesudah mengucapkan selamat tidur.


“Saat mengisi data tamu, kita dilarang berada di kamar yang sama kalau tidak begitu”


“Aku lebih senang kau menyebutku istrimu atau kekasih—“


“Berhenti mengatakan hal konyol....” Bing Lian menatapnya aneh lalu mulai meletakan barang – barangnya.


“Cincin keren, pasti harganya mahal. Dari siapa? Bahkan ia membuatkan nama untukmu....”


“Ini....eh? Kau bisa membaca Divine Word?”


Lian termenung sesaat sebelum menoleh ke arah Jin Chyou, mata gadis tersebut telah berubah menjadi emas juga tak melepaskan pandangan dari Galaxy Ring milik Bing Lian. Ada pola khas menghiasi pupil mata misterius Chyou.



‘Dia....pemilik salah satu Gift Bizzare Eyes?’ ujar Baixian sama terkejutnya.


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K*ry*k*rs*\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).