The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 117 - Mysterious Statue



Mereka masih menunggu jawaban dari Tie Jin namun pria tua itu hanya menatap keluar jendela sembari menatap kosong seolah tengah memikirkan sesuatu mengenai topik ini. Tie Mu serta Feng Ai mengangkat bahu keheranan karena baru pertama kali menyaksikan Patriach keduanya bersikap demikian.


“Aku tidak ingin berkomentar apapun, Junior Long aku akan sangat menghargaimu jika kau tidak membahasnya dihadapan generasi muda kami”


“Ahh...maaf kalau menyinggungmu Senior Tie, aku hanya mencoba menjadi orang baik dengan menjawab pertanyaan cucumu bersama adik seperguruannya mengenai sikap penduduk Southern Thousand Island” Long Guanting segera menunduk tak berniat memperpanjang masalah.


“KALIAN CENTERIST HANYA SEKUMPULAN PECUNDANG PENIPU!”


“JAGA MULUTMU SAMPAH!”


Terdengar bentakan marah salah satu pengikut Tie Jin yang ikut serta, ia mengeluarkan kepala mencari siapa pelakunya namun langsung menarik diri saat mendapat telepati dari Sturdy Emperor. Tie Jin meminta semua agar tetap tenang dan sabar saja menghadapi perlakuan kurang menyenangkan tersebut.


“Senior Tie? Anda tau artinya kalau sampai anggota anda menyerang seseorang dalam wilayah kami bukan?”


“Kau tak perlu mengingatkanku Junior Long” sahut Tie Jin pelan.


Tie Jin harus mengakui ia agak tersinggung atas perlakuan rakyat Black Dragon Empire, mengingat betapa dia dan para saudara seperguruannya begitu dipuja – puja di Dataran Tengah. Namun berusaha sekuat mungkin menahan emosi karena memaklumi alasan dibalik sikap mereka, terlebih jika sampai terjadi pertumbahan darah maka Tough Hammer Altar akan terancam bahaya besar sebab bakal berurusan dengan Kerajaan terkuat wilayah paling selatan Benua Huawai itu.


Tie Mu masih penasaran soal kejadian ini, dulu ia mengabaikannya dikarenakan masih berumur belia. Memikirkan perihal melelahkan begini bukanlah suatu yang menarik, tetapi sekarang setelah cukup dewasa dia mulai menganalisis penyebab dibalik kebencian penduduk Thousand Southern Island.


Setaunya seluruh masyarakat Keempat Kerajaan besar yaitu Black Dragon Empire, Red Phoenix Empire, Blue Tortoise Empire, maupun White Tiger Empire kurang menyukai Centerist. Centerist adalah sebutan mereka untuk para orang – orang yang berasal dari Dataran Tengah. Begitulah isi buku pelajarannya saat masih diberitahu pengetahuan dasar oleh instruktur sekte.


Satu – satunya sekte asal Dataran Tengah yang diterima secara terbuka hanyalah Noble Treasure Shed karena seperti kebanyakan Cultivator secara umum tau kalau mereka adalah sekte pedagang paling tersohor di Benua Huawai. Mulai dari pencarian sumber daya hingga informasi merupakan keahlian mereka.


Jadi bisa dibilang warga di Southern Thousand Island sudah menganggap Noble Treasure Shed bagian dari mereka, terlebih memang tidak ada sejengkal pun kota Cultivator besar di seluruh penjuru Benua Huawai tak mempunyai cabang sekte ini.


Sewaktu masih asyik berpikir, tiba – tiba suasana di luar kereta mulai berubah. Pemandangan kota digantikan deretan paviliun megah. Semuanya berjejer rapi dipinggir jalan utama menuju sebuah istana luar biasa besar berwarna dominasi hitam dengan kombinasi emas murni.


Tembok pembatas tempat itu berbentuk seekor naga panjang kemudian dua kepala hewan tersebut sebagai hiasan pintu masuk. Sorak sorai cacian telah tidak terdengar lagi digantikan keadaan khidmat penuh penghormatan, jujur saja selain Tie Jin. Anggota – anggota Tough Hammer Altar lainnya merasa punggung mereka bertambah berat akibat tekanan luar biasa begitu menginjakkan kaki ke sana.


Ada semacam Qi aneh memancar dari dalam istana yang memaksa semuanya menundukan kepala secara tidak langsung, Long Guanting memimpin rombongan menuju aula utama. Terdapat banyak sekali pekerja menyambut mereka sekaligus memberikan penghormatan.


Ketikah masih berjalan perhatian Tie Mu serta Feng Ai dicuri oleh gerombolan masyarakat yang memasuki wilayah istana. Namun dua bocah ini bingung bukannya ikut memberikan sambutan terhadap delegasi sekte Sturdy Emperor orang – orang itu malah membawa karangan bunga juga berdoa pada hadapan sebuah patung.


“Bunga Teratai Es?” celetuk Feng Ai mengenali Magic Plant tadi dari kejauhan.


“Woaahhh....pasti dia sosok hebat sampai masih di ziarahi orang sebanyak itu, aku penasaran siapa dirinya”


“Bukankah ada semacam tulisan di bagian bawahnya? Apakah Senior dapat membacanya?”


“Sebentar....hmm Emperor? Aku cuma bisa melihat kata keduanya saja, bagian awal tertutup karangan bunga” Tie Mu balas berbisik.


“Mungkin dia adalah Kaisar Pertama sekaligus pendiri Black Dragon Empire?”


Tie Mu tak mampu menahan diri untuk melihat lebih jelas, dia kurang tau mengenai bahan pembuatan benda tersebut yang jelas kelihatannya sangat realistis. Jika ukuran penyangganya normal juga batu letak namanya tertera tidak ada maka Tie Mu yakin sulit bagi siapapun membedakannya dengan manusia asli.



Wujud patung ini adalah seorang pemuda tengah menatap ujung jarinya, bahkan saking bagusnya nampak ada seekor burung biru menghinggapi tangannya sembari berkicau menyapa sang patung. Dada Tie Mu berdebar kencang, ia berpikir keras sayangnya otaknya gagal memberi jawaban mengapa dia merasa familiar melihat sosok ini. Akhirnya Tie Mu terbangun dari lamunannya saat mendengar panggilan Feng Ai yang sudah jauh meninggalkannya di belakang.


“Senior? Ayo buruan!? Mau sampai kapan kau diam disitu!? Jangan membuat Patriach menunggu!?”


“Ah maaf!!!”


DESH!


‘Di mana?! Di mana?! Di mana!? Di mana aku pernah bertemu orang itu ya!? Ayo berpikir barang usang!?’ batin Tie Mu memukul – mukul kepalanya sambil berlari.


><


“Psst!? Junior Feng!? Soal patung barusan....”


“Hmm? Ada apa?” Feng Ai menoleh saat tangannya ditarik Tie Mu.


“Tidakkah kau merasa familiar melihatnya? Siapa tau belakangan ini kita pernah bertemu seseorang berwajah mirip?”


“Hah!?—“


Diskusi mereka terpaksa berhenti karena teguran seorang anak buah Tie Jin, sekarang rombongan telah memasuki ruang tahta. Ketika pintunya dibuka bulu kuduk semua anggota Tough Hammer Altar langsung berdiri, aura pekat seolah memberikan sambutan hangat kepada tiap pendatang tersebut.


Di dalam sana telah ada beberapa anggota kerajaan, Long Guanting segera mendekati istrinya lalu menanyakan keberadaan putri milik keduanya. Teng Xinyi memberitahu kalau ia telah meminta salah seorang pembantu menjemput Long Yawen, padahal terakhir gadis itu berjanji kepadanya untuk segera menyusul karena sedang bersiap – siap.



Tetapi sosok paling menarik perhatian adalah pria yang duduk di atas tahta, dia memiliki postur tegap serta wajah masih persis sama sesuai ingatan Tie Jin saat mereka pertama kali berjumpa. Waktu dirinya berdiri kemudian melangkah mendekat tanpa sadar semua orang mundur kecuali Sturdy Emperor. Sekarang jelas sudah asal tekanan Qi yang masing – masing rasakan begitu memasuki wilayah istana.


“Jinjin? Kelihatanya ada beberapa tambahan kerutan menghiasi wajahmu? Huahahaha....selamat datang”


“Ahh...anda masih blak – blakan seperti dulu rupanya, Senior Long. Terima kasih atas sambutannya”


‘INIKAH LONG HEIYAN!? SANG PEMEGANG GELAR CULTIVATOR TERKUAT BENUA HUAWAI? AKU BAHKAN TAK SANGGUP MENGANGKAT KEPALA DEMI MEMANDANG WAJAHNYA!? UGH....’ Feng Ai menelan ludah dengan tubuh bermandikan keringat dingin, bukan cuma dia saja seluruh anggota sekte Tough Hammer Altar di sekitar merasakan sensasi serupa.


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K*ry*k*rs*, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho, Ciao!).