The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 242 - Jinguan



“Uhh....”


DUK! DUK! DUK!


“Kau ini kenapa? Apa isi kertas pada tanganmu seburuk itu?” Baixian membuka sebelah matanya kesal karena tidurnya terganggu suara ketukan kaki Chyou.


“Tidak aku hanya sedang mensimulasikan sesuatu dalam kepalaku”


Jin Chyou membalas cuek tanpa terlalu mengambil pusing kata – kata naga kecil putih di hadapannya, Baixian menguap lalu menggunakan ekornya sendiri menutup telinganya. Keduanya tengah menaiki sebuah kereta kuda milik Noble Treasure Shed dan perlahan makin mendekati Ibukota Aicowonid Empire yaitu Jinguan.


Kota paling megah Dataran Tengah atau mungkin bahkan seluruh Benua Huawai sekaligus markas sekte Jin Chen sang Fortune Pillar, baru beberapa hari berpisah Chyou terus kepikiran soal kabar Bing Lian sehingga sangat heran mengapa Baixian terlihat begitu santai.


Baixian membalas jika Tuannya memang sering hilang pergi entah kemana sejak dulu kemudian pulang secara tiba – tiba jadi kekhawatirannya jujur sudah habis. Bisa dibilang hal tersebut merupakan kebiasaan buruknya.


‘Ketimbang sakit kepala memikirkannya lebih baik fokus kepada tugasmu....’


Ujar Baixian terhadapnya usai ditanya oleh Jin Chyou soal nasib Lian, dengan kekuatan barunya Baixian ragu Bing Lian bakal mudah terbunuh. Harusnya Chyou paham sekali atas masalah ini sebab telah melihatnya langsung saat ia melibas hampir seluruh pasukan Black Graveyard Sect berbekal sekali tebasan Continental Eater.


“Tuan Putri kita tiba lima menit lagi....”


“Ahhh....” sahut Jin Chyou sedikit kaget medengar panggilan kusir kereta tadi lalu memutuskan menatap keluar jendela, benar saja bangunan mewah Noble Treasure Shed cabang utama terpampang jelas berdiri kokoh dari kejauhan tersinari cahaya matahari senja.



Ukurannya sangat luar biasa bahkan mungkin cuma kalah melawan istana kerajaan Aicowonid Empire, Chyou segera membakar kertas laporan sebelumnya. Baixian mengeryitkan hidung mencium aroma terbakar lalu meliriknya kesal menanyakan mengapa dia melakukannya, Chyou membuka pintu sebelum memberikan gestur supaya si naga mengikutinya.


“Aku sudah mengingat seluruh isinya, ayo waktunya turun”


“Selamat datang ke rumah Nona Besar!”


Sapaan kencang penuh dedikasi itu menyebabkan Baixian hampir mengumpat, sekitar lima ratus pelayan laki – laki maupun perempuan berjejer rapi memenuhi kiri kanan jalan demi menyambut kepulangan Jin Chyou. Kalau tak mengingat masih berada dalam bentuk mungilnya Baixian pasti membentak mereka semua.


Chyou mengangkat tanganya cuek pertanda mendengar ucapan selamat datang masing – masing kemudian mempercepat langkahnya, beberapa anggota Noble Treasure Shed berhenti juga memberi hormat dan melongo takjub menyaksikan binatang terbang dekat pundak Tuan Putri sekte kaya raya tersebut.


‘Orang – orang ini tidak pernah menyaksikan Spirit Beast atau Demonic Beast tingkat tinggi atau apa?!’


‘Kau Divine Beast ingat? Berarti mata mereka cukup jeli menilaimu....’


Masih di tengah telepati protes Baixian, mata Jin Chyou akhirnya menemukan seseorang berpakaian serba hitam dengan logo Noble Treasure Shed terpampang jelas menghiasi punggungya. Urat pelipis Chyou berkedut – kedut selagi dirinya berjalan menghampirinya.



“Yo....”


“Jangan yo yo yo kepadaku sialan....kita harus bicara pembunuh bayaran brengsek” Chyou menggeram kemudian menarik lengan gadis itu ke dekatnya sembari tetap berusaha tersenyum.


“Hmm? Anda perlu sesuatu Nona Besar?”


“Berhenti pura – pura bodoh!”


BUAKHHH....!!!


Qiu Na mengakali tendangan bertenaga besar Jin Chyou berbekal lompatan mundur indah sehingga daya hancurnya bekurang jauh, keduanya nampak bodo amat serta cuek disaksikan berkelahi oleh semua orang di sana.


“Ahh....sambutan yang hangat sekali” komentar Qiu Na membersihkan debu pada lengan jubahnya.


“Kau sengaja memberitahunya soal lelang akbar ya?”


“Tidak kok, Patriach memintaku mencarimu jadi aku melakukan tindakan paling tepat membawamu pulang kemari”


“Kau tau akulah orang yang mempekerjakanmu bukan?” Jin Chyou bertanya dingin.


“Tepat, makanya akan lebih baik kita bersama jadinya aku bisa melakukan tugasku mengawalmu”


“Ugh....menyebalkan....kemari kau gadis tengik!”


Baixian menghela napas menonton aksi kejar – kejaran mereka sementara para anggota lain cukup terkesan atas sikap santai Qiu Na terhadap bosnya, penampakan cukup unik sekaligus jarang di mana dua Twelve Cosmos Princess berterngkar juga saling mengumpat depan pintu masuk Noble Treasure Shed cabang utama hampir sepuluh menit lamanya.


><


TOK! TOK! TOK!


“Ya?”


“Permisi Patriach, aku sudah membawanya”


Jin Chen merapikan pakaiannya usai mendengar ketukan pintu, Qiu Na membuka pintu kemudian memberi hormat diikuti oleh Chyou dan Baixian. Golden Trader memasang senyum sumeringah menyaksikan dua generasi muda potensial sungguh mengabdi kepadanya.


“Kerja bagus Nona Qiu. Tidak rugi aku melindungimu dari laba – laba betina Hundread Nights Tower”


“Saya ucapkan terima kasih atas kemurahan hati anda”


“Hahaha....jangan sungkan, lagi pula kau adalah pegawai cucu kesayanganku. Ngomong – ngomong kenapa kalian terlihat sangat berantakan?” Jin Chen bertanya penuh selidik.


Meski telah mengamati pertengkaran keduanya melalui Divine Sense, Patriach Noble Treasure Shed itu tak mengetahui perkara yang masing – masing permasalahkan. Saat Qiu Na bingung mencari alasan Jin Chyou segera maju mengambil alih, “Bukan suatu hal besar, kami berpisah cukup lama. Tadi merupakan bentuk luapan rasa rindu kami”.


Chyou menjawab sedikit ketus berusaha menutupi kekesalannya terhadap gadis di sebelahnya, sangat berbanding terbalik dengan ucapannya barusan. Namun nampaknya Jin Chen cukup menerima pernyataan miliknya.


“Begitu ya? Aku benar – benar tidak paham perilaku anak zaman sekarang”


“Langsung saja ke intinya, apa kakek akan menghukumku karena kabur meninggalkan sekte?”


“Apa? Kok kau berpikir seburuk itu pada kakek sih Chichi? Mana mungkin aku mempersulit cucuku apalagi setelah dia merekrut Assasin Cultivator terbaik generasi muda. Hahaha....”


“Baguslah....lalu mengapa kakek memaksaku pulang lebih cepat? Seandainya kau membiarkanku pergi sebentar lagi bukan mustahil aku membangun relasi bersama Alchemist Bachelor” ujar Jin Chyou menggebrak meja.


“Hahaha....kau terlalu berlebihan, Yao Quon orang cukup tertutup. Gadis layaknya dirimu sih pasti ia tendang jika mau menemuinya, kecuali kau dekat dengan cucunya aku kemungkinan sedikit percaya kata – katamu. Kau tau Noble Auction Festival tak dapat menunggu bukan? Aku menunjukmu sebagai panitia sekaligus pembawa acaranya”


“Hadeh....kakek sudah memberitahu anggota keluarga yang lain?”


“Tentu”


“Hah....sebaiknya kakek memastikan mereka diam dan memberiku bayaran setimpal”


“Hohoho kau ambisius sekali, ngomong – ngomon di mana kau memperoleh belut lucu ini?”


HAUK!!!


“Woaaa!?”


Jin Chen buru – buru menarik jarinya tepat sebelum digigit putus Baixian, dia mundur mencoba menjauhi naga galak barusan. Keduanya pernah bertemu tetapi momen tadi adalah kali pertama Jin Chen melihat wujud kecil Baixian jadi tidak mengenalinya, terlebih pertemuan terakhir mereka entah berapa ratus tahun lalu.


“Hati – hati dia membenci laki – laki, oh iya ada laporan dari Manajer Quan. Kepala cabang kota Tongyuan, bahwa dia memperoleh keuntungan besar berkat persediaanya diborong habis seseorang misterius”


“Sungguh? Mana bukti niaganya?”


“Telah kubakar dan kusimpan dalam kepalaku” Jin Chyou menyahut cuek terus berbalik hendak pergi.


“Chichi kakek mencin—“


Ucapan Jin Chen terpotong sebab Chyou sigap menghalaunya mendekat menggunakan telapak kakinya kemudian melenggang keluar tanpa mengucapkan sepatah katapun, Qiu Na membungkuk hormat meski berusaha menahan tawa akibat hilangnya kharisma milik Patriach Noble Treasure Shed tersebut lalu bergegas menyusul.


“Kau menginjak muka Kakekmu?” celetuk Qiu Na tersenyum tipis.


“Itu hobinya, jangan dipikirkan”


“Hahahaha....”


“Apa ada serangan selama beberapa waktu kau menjaga kediamanku?” Chyou meliriknya coba mencari tanda – tanda cedera atau luka fatal.


“Sesekali, seperti penyusup, racun, maupun jebakan. Namun aku langsung membalasnya dengan mengirim kepala pembunuh – pembunuh bayaran kiriman mereka menuju rumah masing – masing”


“KAU APA!?”


“Apakah menurutmu sedikit berlebihan?”


“Kau bercanda!? Tidak sama sekali, lanjutkan pekerjaan baikmu. Kalau bisa agak tambah tingkat kesadisannya, contohnya kayak bola mata atau organ dalam lainnya”


“Kalian sungguh menyebut diri sebagai gadis normal?” komentar Baixian bekeringat dingin heran mendengar pembicaraan santai keduanya.


Special Ramadhan Up (22/30)


Ch.242 (326)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 84 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).