
Ketika bicara sebelumnya kepada Jenderal Fairy Snow dari sudut pandang Jin Chyou, Xue Yi, Sun Bingbing, Song My, Wang Yue, dan Dian Wenji hanya terdengar suara desah asing bagaikan orang tersedak keluar melalui mulut Bing Lian. Tentu saja hal ini menyebabkan mereka tersentak karena bunyinya begitu mirip dengan bahasa yang digunakan oleh para Fairy Snow.
Bukan hanya kelima manusia barusan, bahkan si pemimpin pasukan Fairy Snow juga ikut menatap aneh Lian penuh keheranan mencari penjelasan bagaima caranya bocah itu mampu berkomunikasi cukup fasih juga dimengerti olehnya. Sementara semuanya masih terdiam seribu bahasa, Bing Lian memandangi satu per satu penasaran apa dia melakukan suatu kesalahan atau perbuatan tabu sampai masing – masing bersikap demikian.
“Oi Lian!? Spirit Beast bicara pakai bahasa manusia sudah lumrah, karena banyak Cultivator membuat kontrak dalam menjalankan praktiknya bersama mereka. Kasusmu berbeda soalnya posisinya terbalik” Chyou mendekatinya sembari memiringkan kepala.
“Terus masalahnya?”
“Belum ada satu sosokpun dalam lima ratus tahun belakangan dapat melakukannya kecuali Beast Empress! Itupun konsep Eternal Beast Pavilion lebih condong pada memberi perintah, bukan diskusi dua arah begini”
“Hah? Sekte Fang Yijun merupakan suku penjinak Demonic Beast, mereka lebih bersinggungan dengan hewan – hewan ganas jadi wajar. Spirit Beast sendiri adalah makhluk berumur tua yang berevolusi makanya mengandalkan akal sehat, memaksakan hal begitu cuma menimbulkan masalah” ujar Bing Lian menaikan sebelah alis.
“Yaa kami tau, tetapi Black Dragon King sekalipun sebagai jembatan antara kedua ras tak dapat meniru tindakanmu tadi! Kenapa kau belum pernah menceritakan padaku jika mampu menuturkan bahasa para Beast!?”
“Kau tidak pernah bertanya Nona Ji—tunggu sebentar kau bilang apa? Senior Long....”
Lian terdiam mendengar perkataan Jin Chyou lalu menunduk mengingat wajah pria berambut hitam panjang tersenyum ke arahnya, dia selalu menceramahi dirinya tentang bertarung sendirian termasuk tindakan bodoh apalagi melawan bangsa Demon.
Mulailah membagi tugas bersama rekan – rekan lainnya, jangan menanggung seluruh beban di pundak Bing Lian seorang layaknya pahlawan kesiangan kalau tak ingin tewas muda. Lian kemudian memberitahunya hidup dan mati telah diatur ilahi buat apa merisaukannya?, Long Heiyan terus malah menjitak kepalanya kesal mendengar jawaban tersebut.
“Awas aja aku tidakak bakal memaafkanmu jika sampai meninggal, setidaknya minimal aku harus menghabisimu menggunakan tanganku sendiri”
“Hehehe....aku mengerti Senior, tapikan kita tak tau apa yang terjadi di masa mendatang”
“Kalau kau pergi lebih dulu, aku pasti menggantikanmu agar walau sejenak saja bisa merasakan bagaimana rasanya menanggung kepentingan banyak orang sepertimu....”
><
“Dasar....dia sungguh – sungguh melakukannya, aku nampaknya sudah tau tujuanku berikutnya kemana usai bertemu Alchemist Bachelor. Tunggulah sebentar lagi Senior Long....” Lian terkekeh pelan.
“Lian? Kau baik – baik saja?”
“Umm....tentu, tetapi Chyou aku sedikit bingung. Bukankah kau mampu membaca Divine Word berbekal Truth Seeker?”
“Begitulah, memang kenapa?”
“Maka kau pasti juga dianugerahi kemampuan menelaah Archaic Tongue iyakan? Ketika Benua Huawai masih dikuasai oleh para Beast, terus mengapa kau tidak bisa bicara dengan mereka?”
“Aku memang bisa melakukannya namun aku hanya mengerti tulisannya saja! Aku bukan penutur bahasanya bodoh....! Masa itu saja kau tidak mengerti! Payah! Payah! Payah!!!” seru Jin Chyou kesal mencengkram pundak pemuda itu kemudian mengguncang – guncangnya.
“Wa wa wa....tapi berarti bagus dong, kau punya modal utama buat mempelajarinya sekarang”
“Caranya?”
“Mau aku ajari?”
“Hah....serius? Kau bersedi—“
“Biayanya seratus juta Spirit Stone tuk setiap pertemuan” Lian memotong sambil menjulurkan tangan santai.
NYIT!
“KEMARI KAU! TUNGGU SIALAN!”
Bing Lian tertawa berusaha menghindari kejaran Chyou yang mukanya memerah malu serta murka dipermainkan, urat pelipisnya berkedut kesal ingin sekali mencekik pemuda tersebut. Sayangnya sekeras apapun mencoba tubuh Lian selalu berhasil lolos dari genggamanya, rasanya sesulit hendak menangkap rintik salju di hari pertama musim dingin.
Akhirnya ketimbang makin membuang waktu Sun Bingbing berdeham supaya keduanya tidak melanjutkan pertengkaran konyol begitu dalam situasi menegangkan ini, masih menahan lengan penuh napsu membunuh milik Chyou pemuda tadi menoleh ke arahnya memasang ekspresi bersalah.
“Ahahaha...maaf Matriach, semuanya. Aku hanya mencoba mencairkan suasana....kumohon Nona Jin sebagai gantinya nanti kuajari sungguh....jadi tolong hentikan niat mencabik – cabikmu itu”
Kekacauan perlahan selesai dengan badan Bing Lian dipenuhi cakaran – cakaran tipis sementara Jin Chyou masih membuang muka enggan melihatnya. Para penonton lain cuma bisa keheranan melihat hubungan aneh antara dua bocah barusan, satu – satunya orang yang kelihatan iri kepada Chyou hanyalah Xue Yi. Sang Frozen Swan Princess seolah rela membayar berapa saja supaya dapat bertukar posisi dengannya.
“Baiklah....sampai mana obrolan kita sebelumnya?” celetuk Bing Lian membuka pembicaraan.
“Aku bertanya di sini, aku tak mengharapkan dijawab menggunakan pertanyaan lainnya kau tau?”
“Cuih!? Lalu mengapa kau berpikir aku sudi menjawabmu?” Jenderal Fairy Snow meludah sebagai tanda penghinaan sebelum memakai lidahnya mencari – cari barang tersembunyi dalam mulutnya.
Cukup lama ia melakukannya namun tidak mendapatkan hasil, masih dalam keadaan bingung barulah dia tersadar Bing Lian sedang melempar – lemparkan benda yang dicarinya dari tadi menggunakan jembolnya. Pil hitam pekat itu turun naik mengikuti tarikan gaya gravitasi.
“Merasa kehilangan sesuatu?” kata Lian tersenyum manis.
\ data-tomark-pass ><
“Sejak kapan....?”
“Bukan urusanmu....”
Bing Lian menggenggam barang tersebut sekali lagi santai, Jin Chyou mengamatinya menggunakan Truth Seeker terus menahan mual akibat aura pekat racun merembes ke penjuru ruangan dikarenakan pil pada tangan Lian. Sementara yang lain bingung mengapa sang Noble Treasure Princess bersikap demikian.
Menyadari tatapan penuh tanda tanya mereka, Bing Lian menoleh dan menjelaskan kalau obat barusan merupakan salah satu strategi buat bunuh diri ketika tertangkap musuh. Supaya pengguna dapat menutup mulut dari membocorkan informasi semisal dijadikan sandra, ini adalah teknik paling efektif menghindari penyiksaan.
Sekte – sekte spesialis pembunuh bayaran seperti Hundread Nights Tower juga mengadopsi cara itu agar kerahasiaan tetap terjaga, Lian menghancurkannya dengan hentakan kuat. Aroma kuat Magic Herb serta Spirit Herb segera tercium menandakan bahan – bahan pembuatannya berkualitas tinggi.
“Bagaimana kau merebutnya jika disembunyikan dalam mulut?” Dian Wenji menyeletuk heran.
“Ra.ha.sia...hehehe”
“Ugh....menyebalkan”
“Baiklah sekarang semua tergantung kepadamu, kau ingin cara halus atau kasar?” tanya Bing Lian kembali berfokus menginterogasi si Fairy Snow.
“Melihat sigapnya aku hendak menelan racun darurat kau harusnya tau jawabannya”
“Ckk....loyal memang sikap luar biasa bagus tetapi aku kadang membencinya ketika dalam kondisi begini, padahal aku enggan melakukan penyiksaan beberapa waktu belakangan”
“Heh! Aku bersyukur atas nama Yang Mulia Raja setidaknya berhasil menghambatmu sebelum aku mati” sang Jenderal nyengir puas.
“Eeee....tunggu sebentar, jangan terlalu cepat menyimpulkan. Siapa bilang aku akan menyiksa orang siap mati sepertimu?”
“Apa maksudmu?”
“Kau mungkin siap berkorban demi kerajaan, namun mari lihat apakah tekad bawahanmu sekuat milikmu? Senior? Bisakah kau membawa beberapa Fairy Snow tahanan ke sini?” Lian minta tolong ke Song My.
“Kalian bicara apa tadi!? Hei jawab aku keparat!”
“Bukan hal penting, aku hanya memperintahkannya membawa rekan – rekanmu kemari, aku bakal menghancurkan kepala mereka satu per satu dihadapanmu sebagai bentuk belas kasihku. Seharusnya kau senang dapat mengucapkan perpisahan terakhir secara langsung lho”
“DASAR BIADAPPP!!!” umpat Spirit Beast itu murka.
“Tapi....kalau kau memilih memberitahuku penyebab kalian menyerang Frozen Swan River, aku menjamin semuanya bebas pulang aman nan tentram termasuk dirimu. Kau tidak ingin melihat wajah cucumu yang baru lahir semalam bersama menantumu?”
“B..ba..bagaimana!? Kau!!!”
“Mmm....aku bingung menjelaskannya, kau mungkin boleh berasumsi aku punya kemampuan melihat isi hati seseorang hehehe....jadi jawabanmu?” Bing Lian menunggu sambil mengetuk – ngetukan kakinya yang bagi Jenderal tersebut lebih mirip suara hitungan mundur sebuah peledak.
Ch.177 (227)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 50 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).