
Long Heiyan mungkin menjadi Cultivator terakhir yang ditemui oleh Yao Quon sebab seiring beredarnya kabar mengenai pengkhianatan Bing Lian, makin kacau perasaanya dan makin ingin pergi mengasingkan diri. Lebih lama bersenggolan dengan dunia Cultivator nantinya malah meningkatkan nafsunya menyerang Sky Jewel Kingdom.
Beberapa orang seperti Tie Jin maupun Hua Zhenya sempat berpikiran mencarinya untuk mengabarkan soal menghilangnya Lian, namun Yao Quon sudah sulit terlacak apalagi ditemui meski banyak sekali sekte atau kelompok – kelompok berniat merekrut serta memakai jasanya termasuk Jade Emperor sendiri.
Selama masa berkabung, Yao Quon pergi ke berbagai macam tempat lalu makin lama kian merasa lebih nyaman menempati lokasi tanpa kebisingan. Perlahan dia mulai menjauhi keramaian, pertama sesuai anjuran Long Heiyan. Yao Quon mendatangi Thousand Southern Island terus menyaksikan bagaimana empat kerajaan besar di sana membantah keras klaim Dataran Tengah sekaligus menjaga nama baik Ice Emperor.
Bisa dibilang Yao Quon merupakan saksi hidup momen penting tersebut, merasa bosan akhirnya ia pamitan pada Black Dragon King sebelum menjelajahi gurun luas Endless Savana, bertahan dari bahayanya Bloody Swamp, sampai mengelilingi Adamantine Peak. Selalu berpindah – pindah layaknya pengembara tidak memiliki tujuan.
Suatu hari kurang lebih satu dekade selepas kekalahan bangsa Demon, Yao Quon mampir menuju sebuah kota demi melihat perkembangan dunia. Menemukan fakta separuh penduduknya mempunyai masalah kesehatan Yao Quon membuka gerai seperti kebiasaanya dulu setelah cukup lama vakum melaksanakannya.
Dengan cepat kemunculannya menghebohkan seluruh warga, berita soal adanya tabib keliling tampan luar biasa hebat tersebar luas bagaikan hama. Yao Quon membiarkannya dan berencana bakal langsung menghilang semisal para Cultivator mulai mendeteksi posisinya berada, lagi pula dia cukup percaya diri soal kemampuannya buat meladeni ratusan Nascent Soul kelas menengah ke bawah.
Nyatanya karena lumayan terpencil, kabarnya nampak agak lambat keluar kota sehingga Yao Quon melanjutkan kegiatannya sampai datang pemuda berpakaian mewah nan rapi. Meski berpenampilan layaknya Tuan Muda sombong ternyata orang tadi berniat membayar Yao Quon atas bantuanya terhadap penduduk selama ini.
Yao Quon menolaknya mentah – mentah, karena selain tak membutuhkan uang manusia biasa berapapun jumlahnya. Dia mengobati mereka sebab memang suka bukannya mengharapkan pamrih, lawanya bicaranya kelihatan cukup terkesan menemukan sosok mulia begitu kemudian menceritakan kalau dia adalah bendahara dari balai kota.
Alchemist Bachelor memperlakukannya baik akibat pada dasarnya anak muda barusan ramah juga sopan, terlebih entah mengapa Yao Quon merasa menatap masa lalunya saat masih bermimpi menjadi Sarjana Weadalia Empire. Singkat cerita ternyata Yao Quon diberitahu ia mempunyai seseorang nenek sakit keras hampir meninggal, sudah tidak sadarkan diri terus berharap Yao Quon sudi memeriksanya.
Yao Quon terenyuh akan rasa sayangnya terhadap keluarganya jadi menyanggupi permintaan sang bendahara, terlepas jumlah besar hadiah yang ditawarkan untuknya. Keduanya pun berangkat menggunakan kereta kuda, selama perjalanan mereka berbincang akrab seolah saudara sudah lama tak bersua.
Sesampainya di kediaman kemudian dipersilahkan masuk, mata Yao Quon melebar. Secara otomatis dia mengaktifkan Divine Sense demi mengamati tempat tinggal mewah itu, anehnya walau sangat berbeda Yao Quon mengenalinya bahkan berhasil menemukan lubang khusus berisi catatan eksperimen obatnya saat masih menjadi bocah bodoh mengharapkan pujian ayahnya.
Banyak sekali pelayan maupun anggota keluarga menyambut kedatangan masing – masing sebab pemuda tersebut telah mengabari cukup lama, sekali lihat Yao Quon menemukan wajah – wajah mirip ingatan masa kanak – kanaknya. Yao Quon diantarkan sampai kamar letak wanita tua ringkih berambut putih tertidur.
Napasnya terdengar lemah nyaris tidak terdengar, Yao Quon terdiam sejenak hingga ditegur. Ketika ditanya oleh mereka apakah mustahil menyelamatkan nenek barusan Yao Quon berkata bakal berusaha sebaik mungkin. Dia duduk dekat kasur sebelum menyentuh keningnya, Qi murni secara cepat mengalir menstabilkan kondisi sosok ini.
Kurang semenit, Yao Quon bangkit menghampiri bendahara. Beberapa orang menatapnya sinis menganggap dirinya sebagai penipu yang hanya mengharapkan imbalan. Namun pemikiran tadi segera sirna karena perempuan ringkih itu membuka matanya siuman bahkan dapat bangkit duduk sendiri, terdengar suara bahagia menyambutnya.
Yao Quon menolak sekantung koin emas pemberian laki – laki di hadapannya, terus bergegas mau pergi. Tepat sewaktu hampir keluar ruangan dia menoleh sekali lagi, pandangannya bertemu dengan si nenek. Alchemist Bachelor tersenyum tipis disertai mata berkilat.
“Kau kelihatan payah, ternyata hartamu tidak bisa menyelamatkanmu dari ketuaan. Kulitmu kendor, kuharap dia setia kepadamu hingga akhir hayatnya. Inikan impianmu? Dikelilingi penanti warisan yang lapar bersiap melahap semua jerih payahmu dulu, kuharap kau menyukainya. Selamat menikmati”
“K...ka....kau....!” sang wanita tua berupaya bicara namun suaranya lebih terdengar mirip sesak napas.
“Kau mengatakan sesuatu?”
“Anda tidak perlu meminta maaf! Aku yang harusnya berterima kasih! Melihatnya dapat bangun saja aku sudah luar biasa senang”
“Aku permisi Tuan Bendahara”
“Tunggu sebentar Tuan?! Bolehkah aku setidaknya mengetahui nama anda?” panggilnya menghentikan langkah tabib misterius itu.
“Putra Bungsu Keluarga Yao, Yao Quon. Begitulah cara mereka memanggilku di desa ini”
><
Tidak langsung meninggalkan kampung halamannya, Yao Quon menyempatkan diri berkunjung ke pemakaman. Dia berjalan perlahan membaca satu per satu tulisan tertera pada nisan, matanya sesekali melebar menemukan jika kenalan – kenalanya sudah meninggal cukup lama.
Dari kesempatan inilah Yao Quon menyadari hidupnya berbeda, waktu seolah tak berpengaruh kepadanya. Bocah ingusan cengeng yang dulu sudah menghilang total, ketika mencapai barisan keluarganya Yao Quon mulai terkekeh geli sampai berhenti di hadapan makam mewah.
Ia mengeluarkan sebotol arak dari Spatial Ring lalu menuangkannya tepat membasahi tanah letak ayahnya dikubur hingga tetes terakhir. Merasa cukup, benda dalam genggamannya itu menghilang bak tertelan oleh bumi. Yao Quon menyisir rambut berbekal jari dan menghela napas panjang.
“Yo Pak Tua, kelihatannya kau kalah. Buktinya aku masih di sini berdiri awet muda sementara kau hanyalah sisa tulang belulang tertimbun tanah bekas dimakan cacing. Kau tau hal paling membuatku senang? Aku mencapainya berkat tidak mendengarkan ocehanmu serta tetap melakukan apa yang kau benci hehehe....”
Yao Quon merasa lega dapat melampiaskan rasa frustasinya belakangan dengan menghina orang yang selalu tak menghargainya tersebut, dia beralih ke makam ibunya buat berdoa sebelum akhirnya melenggang pergi. Sebagai penutup Yao Quon mejentikan jari terus memunculkan percikan mungil pemicu kobaran api besar melahap sekitarnya.
Kandungan alkohol barusan makin memperkeruh suasana, warga desa tentu kaget bukan main menyaksikan kebakaran tiba – tiba kemudian menjadi panik. Teriakan bising bercampur asap hitam memenuhi udara namun Yao Quon melangkah cuek tanpa menoleh sekalipun, meninggalkan tempat pernah disebutnya rumah penuh kenangan buruk sekaligus lokasi dirinya tumbuh.
Perlahan dia mulai memahami perasaan Bing Lian saat Seoris Kingdom hancur. Terkadang setelah kau menyelamatkan banyak jiwa, membersihkan beberapa hama bukanlah suatu hal tabu nan buruk. Yao Quon melanjutkan perjalanannya kemana saja kakinya melangkah sampai secara kebetulan mencapai Adamantine Peak, ia melakukan riset wasiat terakhir Lian yaitu menciptakan Immortal Forging Pill. Dalam prosesnya tadilah Yao Quon menemukan rahasia tersembunyi bekal utamanya membangun Granite Convert Santuary.
Ch.264 (361)
Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 97 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).