The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 202 - Uninvited Guests



‘Senior Whale? Biarkan mereka lewat....’


Bing Lian langsung mengirimkan telepati kepada Great Albino Whale saat dia bersama yang lain bergerak menuju pintu masuk sekte, Spirit Beast itu segera menyahut tanpa memerlukan waktu lama karena Sun Bingbing selaku Matriach memerintahkan hal serupa.


Lian juga meminta supaya Sun Bingbing, Wang Yue, dan Dian Wenji jangan ikut keluar demi mempertahankan martabat Frozen Swan River kecuali kondisinya sudah sangat mendesak. Qi yang dirasakannya sekarang benar – benar membuatnya muak, Baixian bahkan tidak bisa menyembunyikan emosinya terus kembali ke wujud manusianya.


“Berhenti....”


“Ada apa?” tanya Jin Chyou melihat Bing Lian serta Baixian menghentikan langkahnya sebelum keluar air terjun es.


“Sebaiknya kami berdua tidak terlihat, akan ada kejanggalan jika terdapat pria di antara anggota Frozen Swan River. Kau pun sama Chyou....”


“Aku mengerti....”


“Maaf Junior Xue, Senior Song......” Lian menundukan kepala hormat.


Keduanya hanya menggeleng sambil tersenyum paham atas kekhawatiran Bing Lian terus melanjutkan perjalanan untuk menemui tamu tak diundang ini, meski beralasan demikian Lian sebenarnya hanya ingin mengurangi resiko dikenali. Bakal sangat berbahaya semisal si pendatang adalah Gui Dong sendiri.


“Aku penasaran makanya harus ikut....”


“Kau membiarkannya begitu saja?” celetuk Baixian menaikan sebelah alis setelah Jin Chyou bergegas menyusul Xue Yi.


“Lagi pula kita tak punya hak melarangnya....”


Bing Lian perlahan bersandar dekat pintu gua berusaha menyembunyikan hawa keberadaanya sebaik mungkin di belakang kerumunan murid Frozen Swan River, matanya menyipit ke satu arah sumber datangnya Qi pekat yang bergerak menuju kemari. Baixian mengangkat masing – masing bahunya sembari melakukan hal sama, tidak terlalu beda situasinya dekat atau jauh sejak Divine Sense miliknya bertambah cakupannya usai mencapai Core Formation.


Sudah cukup banyak anggota sekte keluar berdiri tegak siap bertarung kalau diperlukan, tapi orang – orang berpengalaman seperti Lian tau kemungkinan besar ini cuma gertakan berupa pesan terlebih dia merasakan hanya ada satu individu tengah bergerak. Sekuat apapun Corpse Emperor mustahil baginya bertindak konyol melakukan serangan dengan risiko kehilangan aset – aset berharga.


Beberapa menit berselang mulai terdengar suara kepakan seiring munculnya siluet kecil menghiasi angkasa kemudian disusul bunyi keras ketika makhluk berbentuk kerangka bersayap tadi mendarat mulus tepat pada perbatasan terakhir Glacier Raging Formation. Seorang pemuda turun ditemani lima manusia berkulit pucat, salju yang mereka injaki perlahan berubah hitam.


“Aku baru tau kalau ada Undead dalam bentuk Demonic Beast....”


“Aku pernah dengar namun baru pertama kali juga melihatnya”


“Chyou? Kenapa kau kemari dan tak diam bersama Senior Bing?” Xue Yi tersentak menyadari kemunculan tiba – tiba gadis itu.


“Aku mau melihat lebih dekat, ckk!? Ternyata si Tuan Muda manja, kukira siapa....”


Bing Lian maupun Baixian mengamati pendatang baru tersebut, keduanya tidak mengenal siapa dirinya. Tetapi dari ciri – ciri fisik ditambah sedikit kemiripan sewaktu masih muda Lian nampaknya kurang lebih dapat menebak identitas sesungguhnya pria tadi. Perhatian Bing Lian terhadap keturunan saudara seperguruanya bertahan sebentar sebab fokusnya langsung berpindah kepada anak kecil berjubah putih asal Qi mengerikan yang dirasakannya sejak awal, “Baixian? Bisakah kau melihat mukanya?”.


“Sayangya tidak, selain menutupinya menggunakan jubah dia memakai perban berlumur cairan hitam menjijikan pada sebagian wajahnya....”


“Hmm?”


“Apa kau juga menyadarinya? Aku merasa ada suatu hal familiar usai memperhatikannya sebentar” ujar Baixian kurang puas ingin terjun langsung menyingkap tudung putih tersebut demi menghilangkan rasa penarasannya.


Baixian benar, Lian pun merasakan hal sama namun masih berupaya mengingat di mana pernah menyaksikan postur tubuh serta cara berjalan itu sebelumnya. Satu – satunya hal pasti bagi mereka dia merupakan seorang Undead panggilan, saat masih asyik berpikir akhirnya Gui Ma mulai berbicara.


“Aku datang untuk menjadi penyambung lisan antara Patriach kami dan Matriach Frozen Swan River, panggilkan dia keluar karena aku harus menyampaikan langsung kepadanya”



“Maaf Tuan Muda Ketiga Gui, Matriach sedang tidak menerima pengunjung. Lagi pula seingatku anda belum membuat janji, silahkan kalau berkenan beritahukan keperluanmu lalu nanti aku sampaikan pesanya pada Matriach....” jawab Song My maju sebagai perwakilan sektenya.


Gui Ma menyipitkan mata melihat sosok wanita tersebut kemudian menghela napas panjang sambil menggaruk – garuk belakang kepalanya, dia berdecak kesal sebelum memberikan cibiran pedas, “Tutup mulutmu nenek tua, aku enggan membuang – buang tenaga maupun waktuku yang berharga meladenimu....”.


Ucapannya langsung mendapat respon negatif, para Tetua selain Song My mulai mengepalkan tangan geram selagi murid – murid Frozen Swan River mengeluarkan suara dengungan marah layaknya kerumunan lebah usai menyaksikan penghinaan terhadap salah satu orang terpandang mereka dilecehkan di hadapan masing – masing.


“JAGA MULUTMU BOCAH TENGIK! KAU PIKIR NAMA BESAR KAKEKMU PUNYA PENGARUH KETIKA DIRIMU MENGINJAK TANAH UTARA!” Yu Shi mengumpat terus menunjuk Gui Ma penuh dendam.


“Iya – iya terserah, ternyata perempuan sama saja kemanapun kau pergi. Berisik....jadi sekarang kalian mau apa? Memenggal kepalaku? Cobalah jika berani....”


“KEPARAT SOMBONG....”


“Oi....Matriach mau sampai kapan kau bersembunyi? Sebegitu pengecutnyakah diri—“


Ejekan Gui Ma terpotong akibat pergerakan tiba – tiba Song My, awalnya ia mencoba tenang demi mengurangi tindakan yang dapat merugikan Frozen Swan River. Namun ketika gurunya disenggol, kesabaran Song My akhirnya habis. Perempuan itu maju selangkah lebih dulu ketimbang anggota – anggota lain kemudian melakukan gerakan berputar elegan.


WUSSSS!!!


Bersaman dengan tendangan kerasnya, Song My melepaskan sebuah pisau es berukuran raksasa ke lokasi Gui Ma, kekuatanya cukup besar untuk membelah si pemuda menjadi dua bagian jika terlambat bereaksi. Tetapi serangan barusan tak pernah mencapai target sebab bocah Undead berjubah putih bertindak melindungi Gui Ma tepat waktu.


Dia bergerak dalam keheningan dan amat cepat, mencapai hadapan cucu Corpse Emperor lalu mengibaskan sebelah lengannya santai. Meski minimalis efeknya luar biasa, ledakan Qi kuat menghempaskan jurus Song My hingga hilang tanpa sisa bahkah menyebabkan hembusan angin kencang.


“KYAAA....!?”


Hampir semua perempuan di sana berteriak kaget menerima balasan tersebut, kulit beberapa tergores usai dampak gerakan sederhana barusan mengenai mereka. Tetua – Tetua Frozen Swan River buru – buru menciptakan pelindung agar kondisinya tidak bertambah parah.


Bukan hanya mengarah ke markas lawan, tiupan pun terjadi menuju arah sebaliknya terus menyebabkan tudung jubah yang menutupi wajah sosok misterius barusan terbuka, seorang anak laki – laki berusia sekitar dua belas sampai lima belas tahun juga berkulit pucat nampak menatap kosong tanah berlapis salju di hadapannya.



Tujuh puluh persen bagian tubuhnya terbungkus perban termasuk kepalanya, mata kananya dibalut rapat serta mengeluarkan cairan hitam misterus. Dia menghisap jarinya sembari memasang muka tanpa ekspresi, saat tingkat praktiknya perlahan dapat terdeteksi barulah bulu kuduk murid – murid sekte berisikan hanya perempuan itu berdiri. Segera muncul sebuah kata dalam benak masing – masing, ‘Mustahil masasih....Undead Monarch!?’.


Ch.202 (270)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 66 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).