The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 274 - Hutan Jamur Neon



“Bu!”


“Eh? Bubu? Kenapa kau bisa ada di sini?” seru Yao Sheyan heran.


“Lihat? Aku bilang apa? Tidak ada yang perlau kau takutkan, itu hanya Bubu”


“Heh? Jangan kira aku tak mendengar teriakan lelakimu barusan ya?”


“Aku terkejut karena kau menjerit keras tepat disebelah gendang telingaku, ngomong – ngomong mau sampai kapan kau mau begini?” Bing Lian berkata lelah.


BUKKK!


“Eh?—Waaa!? Aduh....”


Sheyan meringis akibat dijatuhkan oleh Lian, sebelumnya dia melompat ke pelukan pemuda tersebut layaknya tuan putri saat Bubu muncul melalui semak – semak. Bing Lian melepaskan pegangannya sehingga ia terjerembab dengan bokong terlebih dahulu, sembari cemberut dan menatap sinis laki – laki itu Yao Sheyan mendekati Bubu lalu menggendongnya.


“Hei? Akukan sudah memberitahumu buat menungguku pulang?”


“Bu....” balas Bubu menunduk sedih.


“Ohh...kau mengkhawatirkanku? Hahaha aku juga sayang pada—apa?”


“Hah? Mulutku dari tadi diam lho” Lian menghela napas.


“Ya memang, namun ekspresimu menyebalkan sekali”


“Maaf, aku terlahir dengan wajah begini”


“Huh...!!! Kau sungguh pria terburuk pernah kutemui selama hidupku”


“Bukankah itu disebabkan kau mengenal cuma sedikit? Sebutkan satu nama selain kakekmu”


“Diammm....!!!” bentak Sheyan dengan wajah memerah.


Bing Lian selalu heran atas sikap wanita, entah kehidupan pertama maupun keduanya menurutnya mereka sama saja. Sulit dipahami serta terkadang merajuk tanpa alasan jelas, sewaktu dimintai penjelasan malah makin tutup mulut. Dibiarkan saja dirinya yang dikatai cuek, makanya Lian mencoba menjaga jarak namun anehnya kemanapun pergi ia dikelilingi para gadis bahkan saat masih tinggal bersama bangsa Demon sekalipun.


Puas mengomel, Sheyan menanyakan tindakan berikutnya. Apakah sebaiknya melanjutkan perjalanan membawa sedikit tambahan yaitu Bubu atau mengantarkannya menuju gerbang untuk mengirimnya pulang, Bing Lian mengucapkan tidak masalah walau beban melindunginya bertambah.


Lagi pula Bubu masih kecil dan kemampuannya belum terlalu tinggi, hawa kehadirannya mustahil menarik perhatian penghuni – penghuni Dao Realm. Seolah mengerti penjelasan Lian, Bubu terbang berkeliling sebelum mendarat pada pelukannya kemudian menjilati pipi Bing Lian seperti anak anjing kegirangan.


“Hahaha....hentikan, hei aku baru mandi keringa—Bubu!?”


“Mooo....ya sudahlah, pasti kakek kebingungan mencarimu tau” Yao Sheyan berusaha menasehati namun gagal menyembunyikan senyuman senangnya.


Akhirnya rombongan baru terdiri dari dua manusia juga satu Demonic Beast tadi berangkat, Lian memimpin jalan sembari mengeluarkan cahaya biru sekitar telapaknya demi menerangi langkah mereka. Sesekali dia akan berhenti terus mengubah arah karena merasakan sesuatu menanti di hadapan.


Hampir sepuluh menit tak kunjung melihat tujuan dan merasa hanya berputar – putar sekitar sana saja, maka Sheyan pun menanyakan apakah Lian sungguh tau harus pergi kemana. Jangan – jangan pemuda tersebut lupa akibat telah lama sejak terakhir kali datang kesini.


“Tenanglah, sarang Medusa seharusnya berada di tenggara”


“Tapi....kita jelas – jelas sedang bergerak makin jauh menuju utara Bing Lian. Tenggara bukannya ke arah sebaliknya!?”


“Ya....memang, siapa bilang kita bakal pergi berjalan kaki? Jaraknya terlampau jauh, kalau tidak tau soal betapa luasnya Dao Realm sebaiknya kau diam Nona Yao” ujar Lian bersiul.


“Ugh....bocah ini suka mengajak berkelahi ya?”


“Kau tinggal turuti aku, begitu saja kok repot? Ngomong – ngomong kau merasakan perbedaan setelah kemari?”


“Eh?” Yao Sheyan yang awalnya kesal terdiam untuk berpikir sejenak.


Mendengar petanyaan Bing Lian barusan ia tersadar soal tekanan sekeliling matanya berkurang drastis tanpa alasan, menemukan Sheyan nampak mulai mengerti Lian memberitahukan sesampainya mereka di Dao Realm kekuatan Petrified Gaze miliknya terbagi.


Ketika masih berada pada dunia asal, kutukan Medusa hanya khusus berdampak bagi Yao Sheyan seorang makanya sulit sekali dikendalikan. Sering kali gadis itu mengalami masalah lepasnya kontrol Gift Bizzare Eyes tipe Combatant tersebut, semuanya tak terlepas dari pengaruh Medusa yang tengah mencoba mengambil alih.



“Perumpamaanya mirip seperti tanaman, pohon berbatang tunggal tinggi cenderung kokoh tertiup angin kencang ketimbang yang memiliki dahan bercabang – cabang meskipun pendek”


“Maksudmu pengaruhnya tambah kuat jika berfokus pada satu objek?”


“Benar....” Bing Lian mengangguk sambil menyingkap semak – semak supaya kedua temannya bisa lewat dahulu sebelum menyusul.


Setelah dipikir – pikir penuturan Lian masuk akal, misal posisinya terdesak serta ketakutan layaknya waktu terpisah beberapa saat lalu. Yao Sheyan kemungkinan besar atau bahkan pasti panik sekali kemudian memicu sinar Petrified Gaze tertembak kemana – mana.


Anehnya tadi dia masih mampu bersikap sebagai dirinya meski tegang setengah mati sembari memaki – maki Lian dalam hatinya, matanya aman terkendali ibarat monster sedang tertidur. Apakah seharusnya dulu Yao Quon membiarkan abdi Medusa membawanya supaya hidup di situ batinnya, ketika hendak membuka mulut demi mengutaran isi kepalanya Lian memotong, “Akhirnya sampai....”.


><


“Bu....!?”


Yao Sheyan dapat memahami mengapa Bubu terdengar kaget, sebab ia pun sama akibat keberadaan jamur – jamur berukuran abnormal menghiasi area sekitar mereka. Beberapa cukup tinggi hingga puncaknya tidak kelihatan, Lian menoleh dan memanggil soalnya jarak antara masing – masing makin jauh.


Sebelum sempat bertanya, Bing Lian menjawabnya seolah bisa membaca pikiran Sheyan. Tempat itu bernama Neon Mildew Forest, lokasi terterang di penjuru Dao Realm. Jarang sekali ada makhluk sana memilih menempatinya karena hal tersebut.



“Apakah suasana Dao Realm selalu malam hari begini?”


“Tepat, dimensinya tidak mempunyai pusat tata surya layaknya matahari kita. Cahaya cukup dibenci di sini karena pada dasarnya Dao Realm adalah tempat istirahat bagi para Dao Beast”


“Terus bagaimana cara mereka maupun tanaman bertahan hidup?” celetuk Sheyan penasaran.


“Wow....aku kagum pertanyaanmu tidak berbobot sama sekali Nona Yao”


“Apa!?”


“Jawabannya sederhana dan jelas sekali bukan? Hanya satu, Qi. Seluruh Dao Beast hidup dari sumber energi itu, lagi pula kandungannya sangat melimpah karena tak harus berbagi dengan Manusia atau makhluk – makhluk lainnya”


Qi dapat dibilang merupakan alat transaksi paling utama Dao Beast, masing – masing punya kemampuan meminjamkan juga sebaliknya yaitu mengambil dari Cultivator ketika sudah membentuk kontrak. Mana sudi Dao Beast dipanggil menggunakan Qi miliknya sendiri. Bahkan biasanya sewaktu beraksi memenuhi perintah, mereka cenderung memanfaatkan Qi sang tuan.


“Aku kok merasa nada bicaramu barusan merendahkan ya?”


“Salah....itu bukan cuma perasaanmu, aku ‘memang’ meremehkanmu....” Bing Lian sengaja menekankan kata – katanya kemudian terkekeh geli.


“Dasar menyebalkan! Aku bersumpah tak akan pergi bersamamu lagi!”


“Setidaknya kau belajar banyak hal saat berpergian denganku”


“Bodo! Huh!?” umpat Yao Sheyan kesal terus membuang muka merajuk.


“Hahaha...maaf, aku akui agak berlebihan menggodamu”


“Bla bla bla....kau terdengar tak menyesal sama sekali jadi hentikan. Lagi pula mengapa kita ke hutan ini sejak awal?”


“Menemui temanku yang seharusnya dapat membantu mencapai lokasi tujuan lebih cepat”


Lian berhenti mendadak lalu memberikan kode diam dengan menempatkan jari telunjuknya menuju bibir waktu Yao Sheyan mau berkomentar, ketiganya mengendap – endap sesuai arahan Bing Lian untuk mengintip sesuatu melalui balik jamur raksasa. Lokasi asal datangnya sebuah suara misterius.


Ch.274 (375)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 101 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).