The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 146 - Wawasan



Bing Lian segera mengetahui kalau telah berpindah lokasi begitu mencium aroma segar dedaunan, pemandangan ramai kota Xintong sebelumnya sudah berganti menjadi hamparan pohon – pohon tinggi. Suana juga jauh lebih mencekam akibat minimnya penerangan apalagi sekarang ia tengah berada di satu lokasi dengan pembunuh berpengalaman bergelar Hundread Nights Princess.



Tanpa berlama – lama Qiu Na melepaskan diri dari kuncian Lian lalu melemparkan sebuah benda bulat ke tanah, ketika meledak asap keunguan mulai memenuhi udara. Bing Lian berdecak kesal dan buru – buru menutup hidungnya karena dapat menebak kalau uap tersebut pastinya beracun serta jangkauan pandangannya makin terbatas olehnya.


SRANG!


Bunyi lembut bilah besi ditarik menyebabkan Bing Lian tambah waspada, dia mulai menfokuskan pendengarannya untuk mampu memprediksi arah datangnya serangan Qiu Na menggunakan teknik pedang mematikan miliknya. Benar saja tak perlu menunggu lama satu detik berselang Lian harus menggeser kepalanya akibat tebasan cepat, Bing Lian merasakan beberapa helai ujung rambut putihnya terjatuh menghiasi rerumputan hutan.


“Masih mampu menghindar ya? Aku harus akui kau memang berbeda” komentar Qiu Na dari balik asap.


“Sebentar Saudari Qiu!? Aku tidak punya intensi apapun terhadap—“


“Tutup mulutmu pembual!!!”


TRANG! TRING! TRENG!


“Ugh...!?” Lian menggertakan gigi sembari menahan sabetan susulan berbekal pedang kayunya.


Seiring berjalannya waktu kecepatan Qiu Na semakin bertambah, memaksa Bing Lian menangkis seluruhnya tanpa membalas sebab mengerti semua ini hanya salah paham. Ia ingin meluruskan hal itu tapi sayang kurang memahami alasan Qiu Na serta mengapa semuanya bisa terjadi, satu – satunya masalah mendesak baginya sekarang adalah nasib para penduduk Xintong jika urusan mereka tak cepat diselesaikan.


Frustrasi Bing Lian sanggup bertahan terhadap segala teknik berbahayanya, Qiu Na berpijak vertikal pada suatu pohon kemudian menempatkan gagang pisau ke mulutnya. Sembari menggigit benda tersebut dia merendahkan tubuh mengumpulkan Qi sekitar kakinya terus menerjang membawa dua pedang lain di kedua tangan.


“Dasar keras kepala!!! Ghost Hunter Nest!”


Qiu Na mengayunkan senjatanya secara membabi buta, ia memanfaatkan seluruh bagian hutan sebagai pijakan dan kembali menembus kabut beracun tadi tanpa henti seperti bola yang memantul tidak terkontrol. Anehnya suara denting besi benturan antar keduanya malah menghilang.


Disela lompatannya Qiu Na menggeleng – geleng kepala karena tersadar, Bing Lian menghindari setiap tebasan Ghost Hunter Nest dengan begitu mudah. Tidak ada satupun goresan menghiasi kulitnya, emosi Qiu Na makin memuncak melihat Lian menutup mata saat melakukan semua itu.


“KEPARATTT!!!”


‘Sekarang!’ batin Bing Lian menunduk cepat menekan tanah.


Qiu Na terkejut leher sang target tiba – tiba menghilang dari pandangannya sewaktu bersiap menebas, di sanalah ia tersadar kalau tubuhnya berhenti sambil melayang. Sebuah gasing nampak berputar dekat posisi Bing Lian berada.


“Jangan – jangan—kyaaa!!!”


“Fyuh....akhirnya, untung ada Anti-Gravity Top”


Lian menghela napas lega sesudah punya kesempatan sebentar bernapas, ia mengibaskan lengan dan menyerap seluruh gas beracun milik Qiu Na menuju dimensi dalam Earth Gods Teapot. Begitu mendongak Bing Lian menemukan Qiu Na berupaya berontak ditemani bongkahan tanah juga dahan pohon rusak akibat jurusnya barusan, gadis tersebut ternyata telah mengenakan masker agar terhindar dari efek samping kabut ungu sebelumnya.


“Hehehe....kau tenang sekarang? Mari kita bicarakan baik – baik Saudari—“


“Kau melihat kemana?! Sial....beraninya kau meremehkan aku! Heyaaa!?”


“WOAAA....!?”


Bing Lian terkesiap kemudian mengutuk kecerobohannya, kedua lengan maupun kakinya menempel erat ke tubuh selesai kumpulan benang Qi melilitnya dari berbagai arah. Ternyata Qiu Na cukup cerdik menyebar mereka ketika melakukan Ghost Hunter Nest sebab melihat kurang efektifnya dampak teknik ini kepada Lian.


Berbekal satu tarikan kuat Lian langsung tertarik menuju hadapan Qiu Na, dia buru – buru menonaktifkan Spirit Toolsnya karena kalau tidak ujung tajam nan beracun senjata Qiu Na siap menembus jantungnya. Menghilangnya area anti gravitasi itu menyebabkan masing – masing bertubrukan terus berguling – guling di tanah.


Qiu Na menyergap Bing Lian lalu mengambil posisi menindihnya, siap merobek lehernya kapan saja. Namun gerakannya berhenti sesaat mengingat pertolong pemuda tersebut sewaktu penjelajahan Hoerju, namun ada sesuatu yang lebih penting harus dirinya lindungi jadi memutuskan lanjut menyerang.


“Maaf....aku harus....aahhhh....!!!”


“Aku tau cara menyelamatkan keluargamu dari transformasi!” teriak Lian menelan ludah berat menatap ujung pisau berjarak cuma beberapa senti dari bola matanya.


“Kalau tak cepat ibu dan adikmu akan berubah menjadi Undead! Kita harus cepat sebelum tengah malam”


“Kau....kau mengetahui soal tindakan Black Graveyard Sect?” Qiu Na bertanya agak linglung.


“Tentu, aku sedang berusaha membatalkan formasi sihir itu saat kita bertemu sebelumnya jadi kumohon lepaskan aku. Bukan cuma mereka saja....aku mungkin mampu membuat seluruh warga Xintong keluar dari bencana ini....”


><


“Kau tidak sedang berusaha mengatakan omong kosong supaya aku mengurungkan niat membunuhmu bukan?”


“Apa kau pernah melihatku berbohong Saudari Qiu? Sepanjang pertemuan kita selama ini?” ujar Lian meyakinkannya.


Akhirnya Qiu Na melepaskan cengkramannya kemudian berdiri, memang benar pemuda dihadapannya setau Qiu Na belum pernah menipu. Dia bahkan berhasil menjadi aktor utama saat para generasi muda yang punya persaingan amat ketat menaklukan Demonic King Beast pada dimensi es kota Hoerju.


Arahannya terbukti akurat dan benar sehingga perkatannya memumpunyai kredibilitas tinggi, Bing Lian terbatuk – batuk sembari memegang lehernya. Ada bekas cekikan nyeri melingkari bagian tubuhnya tersebut akibat perbuatan Qiu Na.


Setelah situasi mulai kondusif ia menceritakan bagaimana caranya menghentikan formasi sihir Black Graveyard Sect kepada si gadis, Qiu Na agak terkejut mendengar pemahaman Lian terhadap teknik ini sangat mendalam bahkan melebihi dirinya yang seorang aliran hitam seperti anggota sekte milik Corpse Emperor itu.


“Dari mana kau mempelajari semuanya? Asal segala wawasanmu terlalu mencurigakan....” Qiu Na tak mampu menahan pertanyaan barusan keluar dari mulutnya.


“Eh? Eee....i..it..itu....katakan saja kalau aku sempat diajari oleh seseorang hahaha....”



Bing Lian mengucurkan keringat dingin mendapati tatapan kurang percaya Qiu Na, sebab pengetahuan Bing Lian menurutnya tidak wajar. Pemilik Truth Seeker layaknya Jin Chyou sekalipun belum tentu memiliki ilmu membongkar sihir serumit Afterlife Transformation Sealed, ini bisa dimaklumi karena Black Graveyard Sect begitu menjaga informasi serta kelestariann teknik tersebut.


“Lebih cocok disebut kau menguasainya atau pernah melihatnya jutaan kali digunakan....”


“Hmm? Kau mengatakan sesuatu Saudari Qiu?” tanya Lian pura – pura kurang memperhatikan.


“Ahh....sudahlah lupakan, di mana titik lemahnya?”


Qiu Na mengangguk – angguk selesai mendapatkan koordinat tujuan, dia mengajak Bing Lian berjalan menelusuri hutan agak dalam mencari beberapa perlengkapan. Mereka harus cepat sebelum tengah malam untuk menyelamatkan para penduduk kota Xintong.


“Apa kita bakal sempat kembali dengan berjalan kaki Saudari Qiu?”


“Tenanglah....kau bilang tadi air mancur utama bukan? Aku akan memindahkan kita dekat lokasi itu”


“Oh....menggunakan seni pengendalian bayangan lagi ya? Murid Suci Hundread Nights Tower memang hebat” Bing Lian menyeletuk memuji tanpa pikir panjang.


Ia baru menyadari kesalahannya sewaktu Qiu Na berhenti melangkah, saat Lian menoleh ingin menanyakan arah selanjutnya tiba – tiba Qiu Na mendesaknya hingga menabrak salah satu pohon. Wajah si gadis memerah sambil menunjuk – nunjuk hidung Bing Lian panik.


“K...ka...kau!? Kenapa kau mengetahui kemampuan rahasia sekteku!? Siapa kau sebenarnya?!”


“Oppss...maaf, aku dan mulut besarku”


Ch.146 (176)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 30 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho, Ciao!).