The Rebirth Of Ice Emperor S2

The Rebirth Of Ice Emperor S2
Chapter 152 - Mabuk



“Kau jelas – jelas mabuk berat” ujar Qiu Na menatapnya meremehkan.


“Ekh....baiklah! Aku akui kepalaku sedikit berat sialan! Tapi bukan itu yang terpenting! Aku sedang berusaha memberimu solusi brengsek!”


Bing Lian terdiam menonton adu mulut keduanya, Jin Chyou mengacak – acak rambutnya sendiri pusing akibat ucapannya dianggap sebagai lelucon sementara Qiu Na berkacak pinggang heran mengapa gadis tersebut marah – marah kepadanya dalam keadaan terpengaruh alkohol.


“Saudari Qiu? Kupikir saran Nona Jin ada benarnya” Lian akhirnya memotong.


“Eh?”


“Ha! Dengar!? Orang punya otak pasti mengatakan hal serupa, dasar....jangan menganggap enteng kejeniusanku....”


“Kenapa kau berkata begitu Senior Bing?” celetuk Qiu Na penasaran.


“Eee...maaf, aku masih kurang nyaman mendengar dirimu memanggilku menggunakan sebutan barusan. Namun....sudahlah, jika kau keluar dari Hundred Nights Tower dengan kata lain sekarang kau telah menjelma sebagai Rogue Cultivator bukan?”


“Lalu?”


“Maka....”


Mata Qiu Na perlahan melebar usai menerima penjabaran Bing Lian, Chyou yang melihat hal ini segera mengembungkan pipi sebelum membuang muka kesal. Posisi seorang Rogue Cultivator di dunia luar sangatlah rawan bahaya terlepas dari manapun aliran mereka berasal.


Rogue Cultivator merupakan sebutan kepada para Cultivator tanpa keanggotaan sekte atau terikat ke suatu kelompok tertentu sehingga menyebabkan masing – masing bebas melakukan apa saja keinginannya. Tidak senaif aliran putih juga sekotor aliran hitan, begitulah slogannya. Contoh paling dekat adalah Lian sendiri.


Antara murid – murid Hao Ren dulu hanya Bing Lian seorang yang tidak mempunyai asal – usul jelas dan sempat diremehkan oleh banyak pihak, sebab kala itu nama – nama besar seperti Hua Zhenya, Yue Liyi, Fang Yijun, serta calon lain merupakan bibit unggul pemegang masa depan sekte bintang 10 ternama.


Kemudian terbentuklah pola pikir Cultivator muda yang bukan berasal dari kelompok elit tak pantas bersaing mendapat bimbingan sosok sekelas Mask Sage, pemikiran inilah mengapa mayoritas menilai Lian sebelah mata. Bagi mereka dia cuma anak buangan beruntung bertemu guru berhati baik terus sudi mengangkatnya sebagai murid tanpa pernah kepikiran siapa identitas sebenarnya pria itu.


Untungnya Bing Lian membuktikan diri kemudian menjelma menjadi orang paling bersinar sekaligus memimpin saudara – saudari seperguruannya saat masih bersama di Ten Guardian Lantern. Walau sekilas terdengar menyenangkan juga bebas akibat seolah tidak mempunyai pantangan, Rogue Cultivator tentu ada sisi negatifnya layaknya Yin dan Yang.


Mereka selalu diincar atau diburu oleh pihak – pihak tertentu, bahkan sekte – sekte secara terang – terangan menambahkan misi perburuan kepada Rogue Cultivator. Perlakuan tersebut bukan tanpa alasan, meski belum tentu jahat. Kebanyakan Rogue Cultivator cenderung tidak bertanggung jawab juga membuat kekacauan kemanapun kaki membawanya, apalagi jika mempunyai ilmu tinggi mereka pasti tak segan menjarah, membunuh, serta melakukan tindakan semena – mena lainnya.


Bukti paling buruknya sejarah mencatat kemunculan Crazy Robber, kombinasi mautnya bersama Hell Stick dulu benar – benar merepotkan. Zhu Liong pemilik Truth Seeker sebelum Jin Chyou maupun Yao Quon sang Alchemist Bachelor pun termasuk dalam kategori Rogue Cultivator berkemampuan luar biasa.


><


“Meski nanti agak aneh sih jika kau bergabung menjadi anggota Noble Treasure Shed padahal dikenal dengan julukanmu yaitu Hundred Nights Princess”


“Masuk akal....”


“Apa!? Jadi maksudmu penjelasanku tidak cukup bagus buat kepalamu yang kecil itu!?” Chyou naik pitam menyaksikan Qiu Na merespon penuturan pemuda di hadapannya.


“Kau tidak menjelaskan apapun kampret!”


“Sudah – sudah kalian berdua hentikan, hadeh....pokoknya kalau kau bersedia bekerja ke sana. Kau dapat melindungi keluargamu. Kita tidak pernah tau apa rencana mantan sektemu untuk membalas segala perbuatanya sebelumnya Saudari Qiu” ujar Lian menghela napas lelah buru – buru melerai kedua gadis tadi yang kelihatan ingin saling menonjok satu sama lain.


Masing – masing saling membelakangi sembari memasang ekspresi cemberut juga melipat lengan, Bing Lian menggaruk – garuk kepala bingung meminta saran Baixian tetapi si naga malah hanya tertawa senang menonton tuannya kerepotan. Akibatnya malam itu dia mendapat hukuman bermalam di luar sekali lagi.


“Kenapa....”


“Hmm?” Lian dan Chyou menoleh setelah Qiu Na terdiam cukup lama.


“Kau mau membantuku....usai semua tindakan kurang menyenangkan ayahku di masa lalu, aku sendiri tidak ingat pernah bersikap baik kepadamu ketika pertemuan pertama kita. Bagiku akan lebih wajar kalau semua tawaranmu hanyalah kedok demi membalas dendam”


“Hah? Kau gila ya?”


“Apa katamu!?”


“Haduh....aku ini memang pebisnis dan terkenal licik namun tak sepicik itu kali. Lagi pula perihal Qiu Lang sudah kuanggap tuntas begitu dia tewas. Aku malah lebih merasa bersalah melihatmu, ibumu, dan adikmu kesusahan sepeninggalnya”


“Kau sedang tidak membual?” tanya Qiu Na mengangkat sebelah alis.


“Walapun sering mengada – ada” Bing Lian menyeletuk.


“Justru itu!”


“Hey! Enak saja! Jaga mulutmu sayang....hehehe, ayahmu cuma menjalankan tugas. Jujur aku lebih membenci....hoam....keluargaku yang menyewanya” gumam Jin Chyou berusaha merangkul Lian tapi selalu meleset.


“Aku bingung harus berkata apa, bakal aku pikirkan. Terima ka—“


“Eeee....Saudari Qiu? Sebaiknya kau simpan ucapanmu...ahahaha”


“Hmm?”


Qiu Na menengok ke belakang bingung mengapa Bing Lian menghentikannya, ia menghela napas lelah saat mendapati kalau Jin Chyou sudah tertidur pulas dengan bersandar kepada Lian. Bahkan air liurnya nampak membasahi pundak pemuda tersebut, akhirnya Bing Lian berpamitan dan mengajak Qiu Na bertemu besok.



Usai menitip salam untuk Nyonya Jiao dan Qiu Fang, Lian berangkat menuju Xintong untuk mencari penginapan buat mereka sambil menggendong Jin Chyou di punggungnya. Sementara Baixian diikat sihir tuannya berjam – jam terus baru bisa menyusul pagi – pagi buta diiringi suara bersin maupun umpatan – umpatan sampai adik Qiu Na sempat berpikir sejak kapan roh gentayangan dapat bicara sekasar itu.


><


“Aduh....kepalaku” erang Jin Chyou nampak masih pucat akibat kejadian semalam.


“Makanya berhentilah minum alkohol, kau hanya menambah kadar racun dalam tubuhmu”


“Uhh...tapi akukan cuma bersikap sebagai tamu yang baik dan menerima tawaran pemilik rumah....”


Chyou menyeruput berisik kopinya jelas sekali merajuk, Lian hanya bisa mengangkat kedua bahu lalu mengamati jalanan. Mereka saat ini berada di tempat makan dekat air mancur utama, lokasi Jin Chyou bersama Nyonya Jiao bicara selagi menunggu kedatangan Lian serta Qiu Na.


Baixian sendiri memejamkan mata seolah tertidur pada pangkuan Bing Lian, naga itu menolak bicara kepadanya masih kesal diperintahkah tinggal menerima hembusan angin malam. Lian tidak terlalu memperdulikannya karena cepat atau lambat suasana hati Baixian pasti kembali normal.


Untungnya ketika balik ke Xintong kemarin Xuan Ru sudah siap menyambut keduanya serta menyediakan kamar buat masing – masing istirahat di penginapan milik Noble Treasure Shed. Ada beberapa Cultivator menemaninya masih penasaran siapakah yang membatalkan Afterlife Transformation Sealed.


Melihat Jin Chyou dalam keadaan mabuk, seluruh pandangan tertuju kepada Bing Lian. Namun semuanya segan bertanya apalagi waktu itu Lian telah memakai kembali Black Yaksha Mask, sehingga penampilannya begitu mengintimidasi.


“Saudari Qiu terlambat ya?” Lian melihat jam dekat kasir rumah makan.


“Cih!? Kau sungguh menikmati saat bicara bersamanya bukan?”


“Kenapa? Kau cemburu Nona Jin?”


“Ugh....persetanlah, aku lagi malas meladenimu” kata Chyou mendengus marah sementara Bing Lian terkekeh geli.


“Aku hanya bercanda....”


“Huh!? Oh iya, meski samar – samar pembicaraan semalam mengingatkanku akan satu hal. Kau belum menceritakannyaa sejak pertemuan pertama kita....”


“Mengenai apa?”



“Kemampuan berpedangmu dan hubunganmu dengan Tian Mulan, sang Lightning Starling” Jin Chyou bertopang dagu sambil meliriknya penasaran.


Ch.152 (186)


Penasaran kelanjutannya? Jika ingin membaca 34 chapter lebih cepat tau harus kemana bukan? ^^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui K********a\, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000\,- saja\, pembayaran dapat dilakukan via Gopay\, Ovo\, Transfer Bank\, juga Alfarmart (btw update di sana juga lebih cepat lho\, Ciao!).